Indonesia
NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Lepasnya Segel Iblis

Tujuh hari tujuh malam telah berlalu sejak Shen Luo meninggalkan Sekte Bintang Jatuh.

Ia terus bergerak ke utara tanpa pernah singgah. Pegunungan terjal dan sungai deras telah dilewatinya, sementara kota-kota fana hanya menjadi tempat yang ia lalui tanpa sedikit pun memperlambat langkah.

Tujuannya adalah wilayah perbatasan yang ditakuti para kultivator. Di sanalah aliran lurus dan aliran iblis saling bersinggungan, membuat tempat itu menjadi tanah tanpa hukum yang dikuasai oleh kekuatan.

Pada senja hari ketujuh, Shen Luo akhirnya tiba di Hutan Kabut Berdarah.

Langit di atas hutan diselimuti kabut merah pekat yang membuat cahaya matahari sulit menembus hingga ke tanah. Pohon-pohon hitam berdiri tanpa daun dengan ranting melengkung menyerupai cakar iblis. Bau darah dan pembusukan memenuhi udara hingga membuat siapa pun yang baru pertama kali datang merasa sesak.

Begitu melewati batas hutan, hawa dingin langsung menusuk tulang.

Di tempat ini tidak ada aturan sekte, tidak ada hukum, dan terlebih lagi tidak ada belas kasihan.

Yang kuat memangsa yang lemah. Yang lemah hanya akan menjadi makanan bagi binatang buas atau kultivator yang lebih kejam.

Shen Luo menghirup udara yang dipenuhi bau darah itu. Alih-alih merasa jijik, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum tipis.

"Tempat yang bagus."

Selama berada di Sekte Bintang Jatuh, ia harus menyembunyikan sebagian besar kekuatannya. Empat akar yang menyembunyikan Qi iblis di dalam tubuhnya selalu ia tekan agar tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya.

Namun di tempat seperti ini, ia tidak perlu lagi menahan diri.

Shen Luo baru berjalan beberapa li ketika langkahnya terhenti.

Lima aura tersembunyi muncul dari balik pepohonan.

Srak!

Lima sosok melompat keluar dan langsung mengepungnya.

Mereka adalah perampok yang biasa berkeliaran di wilayah perbatasan. Pakaian mereka compang-camping dan senjata di tangan mereka masih berlumuran darah.

Pemimpin kelompok itu adalah seorang pria bermata satu dengan bekas luka panjang melintang di wajah. Kultivasinya berada di Pengumpulan Qi Tingkat 8, sementara empat anak buahnya berada di Tingkat 6 dan 7.

Pria bermata satu memandang Shen Luo dari kepala hingga kaki. Setelah melihat jubah abu-abu bertambal dan pedang kayu yang tergantung di pinggangnya, ia langsung mencibir.

"Hanya pengembara miskin?"

Keempat anak buahnya tertawa.

"Hei, Bocah. Kau Tersesat?"

Namun seorang perampok bertubuh kurus tiba-tiba menatap pedang kayu Shen Luo dengan tatapan aneh.

"Bos, lihat pedangnya."

Ia menunjuk ke pinggang Shen Luo.

"Kayu biasa tidak mungkin bertahan lama di kabut seperti ini. Pedang itu pasti bukan benda biasa."

Mata pria bermata satu langsung berbinar. Ia menjilat bibirnya sebelum berkata dengan nada mengancam,

"Serahkan pedang dan cincinmu. Lalu potong satu lenganmu sendiri. Kalau aku sedang berbaik hati, mungkin aku akan membiarkanmu tetap hidup."

Shen Luo menundukkan kepala.

Bahunya bergetar pelan.

Melihat itu, salah seorang perampok kembali tertawa.

Namun tawa mereka perlahan menghilang.

Shen Luo sedang tertawa.

Tawanya rendah dan dingin. Ketika ia mengangkat wajah, tatapan matanya telah berubah. Di dalam pupil hitamnya tampak semburat merah darah yang membuat kelima perampok itu tanpa sadar merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh.

"Sudah lama..." Shen Luo berkata perlahan. "Sudah lama aku tidak bisa bertarung tanpa harus menyembunyikan diri."

Di dalam Dantiannya, empat akar iblis yang selama ini ia tekan mulai bergetar.

Segel yang membelenggu kekuatan itu akhirnya dilepaskan.

Boom!

Qi Iblis yang pekat meledak dari tubuh Shen Luo.

Kabut merah di sekelilingnya langsung tersapu. Pepohonan hitam berguncang hebat dan beberapa di antaranya bahkan patah diterjang tekanan yang mengerikan.

Hawa dingin yang menyelimuti hutan seolah berubah menjadi panas membakar. Qi Darah Iblis yang keluar dari tubuh Shen Luo terasa seperti api neraka yang baru saja bangkit dari kedalaman bumi.

Kelima perampok itu membeku.

Wajah mereka seketika pucat.

Aura Pengumpulan Qi Tingkat 8 milik pemimpin mereka bahkan lenyap di bawah tekanan Shen Luo.

"Dia..."

Perampok bertubuh kurus itu gemetar. Suaranya hampir tak terdengar.

"Dia seorang kultivator iblis!"

"Larilah!"

Keempat orang itu langsung berbalik dan melarikan diri.

Shen Luo hanya tersenyum tipis.

"Lari?"

Suaranya baru saja terdengar ketika tubuhnya telah menghilang.

Langkah Hantu Darah!

Dalam sekejap, Shen Luo muncul di belakang perampok kurus.

Tangan kanannya terangkat. Qi Darah Iblis berkumpul di antara kelima jarinya dan membentuk cakar merah yang memancarkan hawa mengerikan.

Cakar Bayangan Darah!

Sraak!

Cakar itu menembus punggung perampok tersebut dan langsung mencengkeram jantungnya.

Tubuh pria itu menegang.

Shen Luo mengerahkan Qi Darah Iblis. Esensi darah di dalam tubuh perampok itu segera tersedot melalui telapak tangannya. Hanya dalam beberapa tarikan napas, tubuh pria tersebut mengering hingga menyisakan kulit dan tulang sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

"Satu."

Shen Luo mengangkat pandangan.

Dua perampok lainnya telah melarikan diri ke arah yang berlawanan. Namun sebelum mereka sempat menjauh, bayangan merah telah melintas di antara pepohonan.

Sraak!

Dua kepala terlempar ke udara.

Darah yang menyembur bahkan belum sempat jatuh ke tanah sebelum diserap oleh Qi Darah Iblis yang menyelimuti tubuh Shen Luo.

Sementara itu, pria bermata satu terus berlari sekuat tenaga.

Ia tidak berani menoleh sedikit pun.

Namun ketika hampir mencapai tepi hutan, sebuah tangan tiba-tiba mencengkeram wajahnya dan mengangkat tubuhnya dari tanah.

"T-Tuan, ampuni aku!"

Tubuh pria itu gemetar hebat.

"Aku punya Batu Spiritual! Aku juga tahu banyak rahasia! Semuanya bisa kuberikan kepadamu!"

Shen Luo menatapnya tanpa ekspresi.

"Aku tidak membutuhkan hartamu."

Qi merah mulai berputar di telapak tangannya.

"Aku hanya membutuhkan esensimu."

Boom!

Qi Iblis langsung menyusup ke dalam tubuh pria bermata satu.

Jeritan mengerikan menggema di tengah hutan.

Dalam beberapa tarikan napas, Qi dan darahnya tersedot habis. Tubuh besar itu terus menyusut hingga akhirnya hanya menyisakan kulit dan tulang.

Shen Luo melepaskan tangannya.

Mayat kering tersebut jatuh ke tanah.

Hutan kembali sunyi.

Shen Luo berdiri di antara lima mayat. Ia memejamkan mata dan merasakan energi yang baru saja diserap. Esensi darah kelima perampok itu segera dimurnikan oleh Sembilan Akar sebelum berubah menjadi Qi murni yang mengalir ke dalam tubuhnya.

Namun jumlahnya terlalu sedikit.

Shen Luo membuka mata dan mengarahkan pandangannya ke kedalaman hutan.

"Aku membutuhkan sesuatu yang lebih kuat."

Seketika ia teringat pada tujuan sebenarnya.

"Inti spiritual binatang buas."

Ia mengibaskan tangannya, lalu menggunakan Qi Darah Iblis untuk membersihkan noda darah dari jubahnya.

Tanpa sedikit pun penyesalan, Shen Luo kembali melangkah menuju kedalaman Hutan Kabut Berdarah.

Dari kejauhan, auman binatang buas terdengar bersahutan. Suara itu menggema di antara pepohonan hitam dan kabut merah, membawa hawa haus darah yang membuat bulu kuduk merinding.

Bagi kultivator biasa, auman tersebut merupakan pertanda kematian.

Namun bagi Shen Luo, suara itu justru terdengar seperti panggilan.

Langkahnya semakin cepat ketika ia memasuki bagian hutan yang lebih dalam.

Di tengah hutan yang dipenuhi darah dan kematian, sosoknya perlahan menghilang ditelan kabut merah.

1
Budikucay
🥰
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos pooolll lanjut terus Thor
Celestial Quill
Hallo Pembaca, Jangan jadi silent reader ya!

Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.

Terimakasih👍
kute
keren abis enak d bacanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Celestial Quill: Siap👍
total 1 replies
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!