Indonesia
NovelToon NovelToon
The Cold Princess

The Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]

Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.

Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.

***

Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 : Titah Permaisuri

​Sunyi pagi seolah tertelan oleh ketegangan yang terbentang di antara mereka berdua. Lorong batu tua itu mendadak terasa begitu sempit bagi dua jiwa yang sama-sama memendam rapi rahasia besar di balik punggung masing-masing. Di sekeliling mereka, dinding-dinding batu yang ditumbuhi lumut tebal tampak bisu menyaksikan benturan dua mental baja yang sama sekali tidak mau mengalah.

​Wang Yiche tidak langsung melontarkan jawaban. Sepasang mata elangnya menatap lurus wajah Fang Hua, meneliti setiap kedipan mata, setiap tarikan napas, hingga postur tubuh gadis itu yang sama sekali tidak menunjukkan celah keraguan. Selama bertahun-tahun hidup diasingkan dan dipandang sebelah mata oleh seluruh isi istana, tidak ada satu pun manusia yang berani berdiri tegak di hadapannya tanpa gemetar, apalagi menawarkan sebuah kesepakatan dengan kepala terangkat tinggi.

​"Kesepakatan?" Suara bariton Wang Yiche memecah keheningan, terdengar rendah namun sarat akan nada meremehkan yang sengaja dipasang untuk menguji batas ketahanan mental sang lawan. "Seorang pengantin buangan yang bahkan hampir mati di hari pertamanya datang ke istana barat, kini berdiri di hadapanku dan berani berbicara tentang kesepakatan? Apa yang bisa kau tawarkan padaku, Nona Luo? Nyawamu yang tidak berharga ini?"

​Fang Hua tidak tersinggung sedikit pun oleh hinaan terselubung itu. Ia justru menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman tipis yang terkesan dingin namun penuh keyakinan mutlak. Di dalam dunianya yang dulu, ia adalah seorang ilmuwan yang terbiasa menghadapi tekanan ekstrem dari berbagai eksperimen berbahaya. Tekanan psikologis semacam ini tidak akan mampu meruntuhkan fokusnya.

​"Nyawaku memang bukan apa-apa di mata kaisar maupun keluargaku sendiri," balas Fang Hua tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun dari manik mata pria itu. "Tapi di tempat ini, di dalam istana bobrok yang kau pimpin dengan rasa curiga dan kesendirian, aku memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh siapa pun di seluruh Dinasti Tang. Pengetahuan medis yang bisa menyembuhkan luka bakar di wajahmu, dan strategi ilmiah untuk meruntuhkan faksi orang-orang yang ingin melihatmu mati busuk di sudut kota."

​Mendengar kata-kata itu, manik mata Wang Yiche mendadak menajam tajam bagai bilah pedang yang baru dikeluarkan dari sarungnya. Atmosfer di sekitar mereka berubah drastis dalam sekejap mata, memancarkan tekanan membunuh yang sanggup membuat lutut prajurit berpengalaman lemas seketika. Luka bakar di pelipisnya seolah berdenyut nyeri seiring dengan emosi yang mendadak bergejolak di dalam dadanya. Tidak ada seorang pun di seluruh kekaisaran yang berani membahas luka itu secara terbuka di hadapannya, apalagi menjadikannya bahan tawar-menawar dalam sebuah negosiasi politik.

​"Kau tahu akibatnya jika bermain-main denganku?" bisik Wang Yiche tepat di dekat telinga Fang Hua, suaranya begitu dekat hingga embusan napas pria itu terasa dingin di kulit gadis tersebut. "Satu kata dariku, dan para pengawal bisa menyeretmu keluar untuk dijadikan makanan serigala sebelum siang menjelang."

​Fang Hua sedikit pun tidak bergeming dari posisinya. Dengan gerakan yang sangat tenang dan terukur, ia mengangkat tangannya perlahan, menunjuk tepat ke arah dada kiri sang pangeran tanpa secuil pun rasa takut yang terpancar di wajahnya.

​"Silakan lakukan jika kau memang lebih suka hidup dalam bayang-bayang racun dan pengkhianatan istana pusat sampai akhir hayatmu," tantang Fang Hua dengan suara datar namun menusuk teliti langsung ke dalam kesadaran pria itu. "Tapi jika kau cukup rasional untuk berpikir jernih, kau pasti tahu bahwa kematianku tidak akan mengubah apa pun dari takdirmu. Sebaliknya, bekerja sama denganku akan memberikanmu jalan keluar dan kemenangan mutlak yang selama ini kau cari."

​Untuk sesaat, waktu seolah berhenti berputar di lorong sunyi itu. Wang Yiche terpaku menatap gadis di hadapannya dengan sejuta pikiran berkecamuk. Ada ketegasan mutlak di dalam manik mata hitam itu—sebuah binar kecerdasan dan keberanian yang tidak pernah ia temukan pada wanita mana pun, bahkan di kalangan para selir bangsawan tinggi di ibu kota yang terkenal licik. Gadis ini bukan sekadar pion lemah yang dikirim oleh keluarga Jenderal untuk dibuang; ia adalah badai kecil yang siap menghancurkan papan catur politik istana.

​Sebelum Wang Yiche sempat memberikan tanggapan atas tawaran tersebut, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar menggema dari ujung koridor yang gelap.

​"Yang Mulia!" seru seorang kepala pengawal dengan napas terengah-engah, menghentikan langkahnya beberapa meter sebelum mereka berdua, lalu buru-buru membungkuk hormat dengan tubuh gemetar. "Utusan rahasia dari istana pusat... mereka datang membawa titah mendadak dari permaisuri!"

​Wajah Wang Yiche seketika menggelap dalam sepersekian detik. Seringaian dingin kembali terukir di bibirnya, menggantikan ketegangan sesaat yang sempat tercipta. Ia melirik sekilas ke arah Fang Hua, lalu menarik tubuhnya mundur selangkah untuk menjaga jarak.

​"Sepertinya tamu-tamu tidak diundang kita sudah datang lebih cepat dari perkiraan," ucap Wang Yiche dengan nada sinis yang tajam. Ia kembali mengenakan topeng besi peraknya dengan gerakan cepat, menutupi separuh wajahnya dari pandangan dunia luar. "Tetaplah berada di paviliun timur dan jangan coba-coba keluar sampai aku memanggilmu kembali."

​Tanpa menunggu balasan atau persetujuan dari Fang Hua, Wang Yiche berbalik badan, melangkah pergi meninggalkan gadis itu sendirian di koridor batu yang lembap dan dingin.

​Fang Hua menatap punggung sang pangeran yang mulai menjauh ditelan kabut pagi. Sudut bibirnya terangkat membentuk garis tipis yang penuh perhitungan matang.

***

​Happy Reading 🥰

​Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️

1
Maria Lina
yah cuman 1 ya thor😭😭
ANWi/Berly Re: iya kak , biar ak bisa up terus selama review🙏 karna ini tinggal beberap bab hehe
total 1 replies
Maria Lina
1 lgi 1lgi ya thot
Maria Lina
kok 1 thor kurang ni.lgi ya ya
Maria Lina
kok bru nongol thor uda ku tunggu dri tdi lo thor hehe
ANWi/Berly Re: maaf kak, td ada acara rt-an~❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud bnyk double nya💪💪💪😍😍😍
ANWi/Berly Re: terimakasih juga kak karena udah baca novel ini❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"🙏🙏🙏😍😍😍
Maria Lina
mksih ya outhor yg baik ud up nya🙏🙏🙏😍😍😍
ANWi/Berly Re: makasi juga kakak Maria Lina udah baca cerita ini~❤️
total 1 replies
Maria Lina
kok 1 thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: tiap hari tiga ya kak,,, belum acc biasanya sm noveltoon
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk ya thor ud up nya🙏🙏🙏🥰🥰
ANWi/Berly Re: makasi jg udah baca mak Maria Lina ❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk"ya thor ud kabulkn🙏🙏🙏🥰🥰
Maria Lina
ini thor ku ksh vote karena outhor ud kabulkn up nya bnyk"thor
Maria Lina
hadeh 1 lgi 🤔🤔
Maria Lina
jgn aj tiap hari up nya 1 bab thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: sehari 1 bab, mau ga kak?
total 1 replies
Maria Lina
thor yg sistem rosting gk di lanjutkn ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!