ALEA STORY

ALEA STORY

Bandara dan copet

"Indahnya hidup ini!"

Seorang gadis asia dengan paras yang sangat manis merentangkan tangannya lebar-lebar sambil tersenyum ceria.

Alea Winslow. Nama gadis itu. 22 tahun. Motto hidupnya adalah:

Hidup itu seperti main game. Kadang menang, kadang kalah, yang penting jangan game over.

Alea baru turun dari dari pesawat. Kopernya yang super duper besar itu agak kesulitan dia bawah, tapi itu tidak menyurutkan semangatnya. Gadis itu justru terlihat sangat menikmati setiap detik yang berlalu. Matanya berbinar-binar memandang langit kota Amsterdam yang cerah, seolah dunia ini adalah tempat bermain raksasa yang baru saja dibuka untuknya.

Baru saja dia hendak melangkah, tiba-tiba seseorang berlari kencang bahkan menyambarnya hingga koper yang dia pegang ...terlepas dan berguling jauh di lantai.

Bruk!

"Aduh!" Alea tersentak kaget, tubuhnya ikut oleng hampir jatuh kalau tidak cepat menyeimbangkan diri.

Wajah cerianya seketika berubah menjadi bingung campur kesal. Ia mendongak, ingin memarahi orang yang tak tahu etika itu. Tapi orang itu sudah lari secepat kilat seperti sedang di kejar-kejar setan.

"Ya ampun, belum genap 30 menit loh gue di sini, udah di kasih cobaan aja. Belum jadi perempuan harapan bangsa ini!"

Dia ngomel-ngomel sendiri. Baru saja dia hendak meraih kopernya yang tadi terlempar, lagi-lagi ada dia di sambar. Kali ini bukan di sambar laki-laki tinggi besar kayak yang tadi. Tapi seorang wanita tua. Wajah Belandanya kental sekali.

"Astagaa! Cobaan apa lagi ini ya ampuun!"

"Toloongg! Copet!"

Wanita paruh baya itu berlari sambil berteriak dengan panik menggunakan bahasa Belanda. Tentu saja Alea ngerti. Bahasa itu sudah kayak bahasa keduanya dia.

"Copet?"

Nalar Alea langsung jalan. Berarti yang nabrak dia duluan tadi itu copet. Kasian si ibu-ibu. Kalo anak muda bakal dia biarin. Tapi ini ibu-ibu. Tanpa pikir panjang dia ninggalin kopernya begitu saja dan berlari menyusul si ibu-ibu. Larinya kenceng sekali. Memberantas copet termasuk salah satu yang dia suka.

"Minggir! Minggir! Calon anggota BIN lagi beraksi memberantas yang perlu di berantas!" Teriaknya pake bahasa Indonesia. Seketika dia lupa kalau dirinya ada di Belanda.

Alea tertawa dengan gaya lebaynya. Tapi dia tetap antusias. Yang begini-begini dia suka. Larinya cepat sekali, bahkan mendahului si ibu-ibu yang kena copet barusan.

"Sabar bu, sabar. Kalo yang namanya Alea beraksi semuanya bakal beres. Putrinya daddy Damian ini, jangan main-main wuhuuu!"

Masih sempat-sempatnya Alea melompat merasa hebat. Tapi begitu lompat, dia malah jatoh tiba-tiba.

BRAKK!

Jatohnya lucu pula. Karena lantainya licin, baru saja di pel sama tukang bersih-bersih bandara. Waktu seolah terhenti sejenak dan semua orang di sekitar situ menatapi Alea yang sedang dalam posisi telungkup sempurna di lantai, dengan kedua tangan terentang ke depan dan kaki sedikit terangkat.

Sunyi. Benar-benar sunyi. Beberapa detik kemudian,

"HAHAHAHA!"

Tawa pecah di berbagai sudut. Ada yang menutup mulut, ada yang terang-terangan ngakak, bahkan ada yang diam-diam merekam. Alea mengerang pelan.

"Ya Tuhan… harga diri gue… baru landing langsung check out…"

gumamnya lirih sambil masih menempel di lantai dingin itu. Dengan gerakan super pelan dan penuh drama, ia mengangkat kepalanya. Rambutnya sedikit berantakan, pipinya memerah, entah karena malu atau karena sakit.

Orang-orang tadi masih ada yang tertawa tapi kebanyakan sudah pergi seolah tak peduli lagi. Alea mengurut-urut pinggangnya lalu teringat akan copet tadi. Ketika matanya melirik ke arah si copet tadi kabur, ia melihat seseorang yang dia kenal sedang berjalan ke arahnya bersama seseorang yang laki-laki itu pegang.

"Demi apa?! Om Damon lagi? Hari pertama sampe di negara ini, kenapa wajah pertama yang gue lihat harus laki-laki itu?!" Serunya heboh sendiri. Dia cepat-cepat bersembunyi di sebelah tong sampah besar.

Damon Alvaro, laki-laki dewasa 39 tahun, seorang dokter bedah terkenal yang di kejar-kejar oleh saudari ipar sekaligus sahabatnya sendiri.

Mata Alea menyipit, menatap ke depan dengan ekspresi antara kesal dan tidak terima dirinya terjatuh tadi sambil sesekali menatap Damon yang menarik seorang laki-laki Belanda tinggi besar. Tinggi mereka hampir sama, tapi si pria bule lebih besar badannya. Anehnya, dia nggak ada kekuatan sama sekali. Malah si om Damon yang kayak dominan sekali. Pinggang Alea masih sakit, dia mengusap lagi dengan kesal.

"Siapa yang barusan ngepel di sini sih?! Gak tahu apa gue tamu dari luar negeri!" gerutunya pelan, tapi cukup terdengar oleh beberapa orang di sekitar. Alea tidak peduli. Toh, mereka gak ngerti bahasanya.

Lalu ia melihat seorang petugas kebersihan yang berdiri tak jauh dari situ mulai bersih-bersih lagi. Alea menatapnya beberapa detik… lalu menghela napas panjang.

"Yaudah… bukan salah bapak juga sih. Ini takdir, anggap aja ucapan selamat datang." ucapnya pasrah.

Tak lama kemudian ia melihat ibu-ibu tadi mendekati Damon dan laki-laki yang dia pegang kuat itu. Alea baru sadar sesuatu.

"Oh, itu copetnya toh? Boleh juga si om Damon. Termasuk membanggakan negara." ia manggut-manggut dari tempatnya bersembunyi. Matanya tetap ke sana. Ke arah Damon yang menyerahkan tas yang dia pegang ke si ibu-ibu, lalu menatap tajam ke sang pencopet. Laki-laki copet itu membungkuk seperti meminta maaf.

Awalnya Alea pikir masalah sudah selesai, lalu ia melihat si pencopet itu mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.

"Pisau?"

Tanpa pikir panjang, dengan kekuatan penuh, Alea keluar dari persembunyiannya dan berlari secepat kilat ke arah mereka.

"AWASSS!" teriaknya nyaring tanpa mikir panjang.

Semua orang menoleh. Dalam hitungan detik, Alea sudah berada cukup dekat. Tanpa strategi, tanpa rencana matang, murni refleks dan keberanian nekat, ia langsung melompat.

"HYAAAT!"

Bukannya mendarat dengan elegan, Alea justru menabrak tubuh si copet dari samping.

BRAKK!

Pisau di tangan pria itu terlepas dan meluncur jauh di lantai. Tubuh mereka berdua jatuh berguling, nyaris menabrak kaki Damon.

"Ugh!" Alea meringis, pinggangnya yang tadi sakit langsung protes keras. Namun, kali ini, dia berhasil.

Si copet terkunci di bawahnya, walau posisinya agak aneh, lebih mirip orang lagi rebutan remote TV daripada adegan heroik.

Damon menatap pemandangan itu beberapa detik, alisnya terangkat tipis. Tatapannya lalu beralih ke Alea yang masih berusaha menahan si pria.

Tentu saja dia langsung mengenali Alea.

"Om, kok diem aja?! dia bawah pisau ini. Cepet ambil sebelum leher aku di gorok!"

Seru Alea menatap Damon. Mendengar itu Damon langsung bergerak dengan langkah tenang tapi cepat, Damon menendang pisau itu menjauh menggunakan ujung sepatunya. Gerakannya terlatih, seolah itu hal biasa baginya. Dalam satu tarikan, ia menarik tangan si copet dan membalikkan posisi pria itu hingga terkunci sempurna.

"Aman," ucapnya singkat.

Petugas keamanan yang tadi sempat terpencar kini datang berlari dan langsung mengambil alih. Si copet diborgol tanpa banyak perlawanan. Situasi yang tadi tegang mendadak mereda.

Alea yang masih terbaring di lantai dengan gaya randomnya menghembuskan nafas lega.

"Tugas negara selesai. Huffttt ... Gila, lo hebat Alea, hebat."

Tingkahnya itu tak luput dari pandangan Damon yang melihatnya malah seperti gadis aneh.

Terpopuler

Comments

Yuliana Eng

Yuliana Eng

baru paragraf ke 3 sdh dapat "typo"
"koper yang super duper besar itu agak kesulitan dia 'bawah'... " bawa" kali yaa

2026-07-15

0

Rika Hari

Rika Hari

aduh ank Damian byk yg rada2aneh ya 🤔🤔🤔

2026-05-17

1

RosMa🌹🌹🌹

RosMa🌹🌹🌹

seruuu😄😄

2026-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bandara dan copet
2 Perkara koper
3 Isi koper
4 Tetangga baru
5 Di luar espektasi
6 Perang
7 Mobil Damon
8 Sugar baby
9 Percaya diri
10 Satu negara?
11 Salah alamat
12 Kau menggigitku?
13 Perkara makanan Indonesia
14 Hampir berkelahi
15 Tegang dan keras
16 Alea, ada apa?
17 Otakmu yang terbalik
18 Kehidupan sosial
19 Micellar water
20 Mabuk
21 Harus mandi
22 Bibir tebal
23 Ciuman ganas
24 Ganas sih, tapi ...
25 Muntah di burung
26 Banyak akal, bukan jenius
27 Ketahuan mencuri
28 Raja iblis
29 Serangan tiba-tiba
30 Darah
31 Pendek?
32 Ganteng tapi nyebelin
33 Pikiran gila
34 Serangan tiba-tiba
35 Enak om? Mau lagi?
36 Daddy Damian datang
37 Kenapa mencuri?
38 Pertanyaan Damian
39 Jangan genit
40 Kesan pertama, cewek aneh
41 Cemburu buta
42 Ada syaratnya
43 Batal jalan-jalan
44 Rencana Alea
45 Misi berubah
46 Anthony dan Elora
47 Kau sudah basah
48 Sakit pak
49 Bertemu
50 Ternyata Anthony
51 Bayi nakal
52 Ayo bicara
53 Masih sakit?
54 Siapa, hantu?
55 Menikah?
56 Sah
57 Hampir ...
58 Kekasih
59 Kabur
60 Ganti dengan dirimu sendiri
61 Jangan di sana om ...
62 Berhenti? tidak mungkin
63 Makin menggila
64 Kau berbeda
65 Belum mau mati
66 Kekesalan Damon
67 Sudah dewasa
68 Kamar kita
69 Nona perencana hebat
70 Perjalanan
71 Kau cemburu?
72 Dengan senang hati
73 Berduaan
74 Terciduk
75 Ambruk
76 Keracunan
77 Tidurlah
78 Tetap saja mesum!
79 Sudah menikah?
80 Jangan bergerak
81 Ketakutan Alea
82 Mengamati
83 Sembunyi
84 Alea aman?
85 Terluka
86 Pegang tanganku
87 Pujian Damon
88 Mereka datang
89 Superhero Alea
90 Penjahat bodoh
91 Berhasil ke kapal selam
92 Damon malu
93 Ayam goreng
94 Baru sadar takut darah
95 Kau aman malam ini
96 Aku tidak akan memakanmu
97 Serangan fajar
98 Dengar baik-baik
99 Om mau apa?
100 Sempit sekali
101 Mau yang lebih ganas?
102 Ampun om!
103 Masih bisa bernafas?
104 Mana yang sakit?
105 Masih bilang sakit?
106 Omelan Alea
107 Kerandoman Alea
108 Malu-malu
109 Kena labrak
110 Kacau
111 Minta maaf
112 Kenapa diam saja?
113 Mana yang gatal?
114 Sebentar saja
115 Jangan panggil pak
116 Teriakan nikmat
117 Menyatu
118 Keinginan liar Anthony
119 Daddy?
120 Makhluk Antariksa
121 Aset
122 Keribetan Alea
123 Jawab aku sayang
124 Ngaku-ngaku
125 Jiwa petarung
126 Kekhawatiran Damon
127 Makan sampai habis
128 Gila karena kamu
129 Rasakan itu
130 Kau luar biasa
131 Gara-gara om Damon
132 Nikah?
133 Mas?
134 Malu-maluin
135 Siapa mas?
136 Wanita sembarangan
137 Kebahagiaan?
138 Cerai?
139 Isi hati Anthony
140 Perjalanan
141 Heboh
142 Selamat tidur
143 Kau suka?
144 Jangan malu
145 Tiga kali
146 Hari H
147 Sah
148 Heboh
149 Perkara foto
150 Main besok saja
151 Yakin gak mau?
152 Ampun sayang
153 Yang memegang kendali
154 Tidurlah
155 Kayak bayi baru belajar
156 Ancaman
157 Aman
158 Kembali
159 Aku sudah menikah
160 Tidak akan bercerai
161 Maaf
162 Mama
163 Mandi
164 Rileks dan tenang
165 Penuh
166 Kepedean Sarah
167 Perkara buah Ceri
168 Siap, bos
169 Pingsan
170 Berita gembira
171 Dramatis
172 Jangan fitnah.
173 Keluarga toksik
174 Menangis
175 Curahan hati
176 Dimas
177 Kenapa kabur?
178 Cerita Dimas
179 Penculikan?
180 Surat perjanjian
181 Pertanyaan Elora
182 Mabuk
183 Di ledek habis-habisan
184 Tertangkap
185 Pasti menghabisimu
186 Memeriksa
187 Membuktikan
188 Rasa geli
189 Mau tahu?
190 Penuh
191 Ampun mas
192 Muntah lagi
193 Pemeriksaan
194 Bosan
195 Tuduhan
196 Anak Perdana Menteri
197 Minta maaf
198 Kena omel
199 Jangan cemberut
200 Sarah lagi
201 Nekat
202 Hampir saja
203 Pukulan
204 Aku lebih cocok
205 Penyesalan Damon
206 Mikirin apa?
207 Laporan Dimas
208 Kemarahan Anthony
209 Rumah baru
210 Suka
211 Penjara
212 Mulai masa ngidam
213 Ruang nonton
214 Menu utama
215 Akhirnya
216 Memergoki
217 Kata-kata tajam Damon
218 Terserah kau
219 Kenakalan di pagi hari
220 Anak ayam
221 Jambak
222 Hukuman Alea
223 Hukuman 2
224 Lega
225 Pingsan
226 Perdebatan kecil
227 Terciduk
228 Putus hubungan
229 Atap rumah sakit
230 Cerita ke Anthony
231 Cerita ke Anthony
232 Direndahkan
233 Perempuan sundal
234 Jambak-jambakan
235 Cukup
236 Drama Alea
237 Pertanyaan yang bikin kesal
238 Bandara
239 Jangan sampai
240 Bengis
241 Tidak bisa pulang
242 Damian tahu
243 Taman bermain
244 Di culik
245 Pengaturan daddy Damian
246 Kemoterapi
247 Jatuh
248 Tumpukan mayat
249 Baru teguran
250 Ditemukan
251 Turun
252 Gadis di semak-semak
253 Ketahuan
254 Habisi mereka
255 Mengamankan yang lain
256 Di obati
257 Damian Winslow?
258 Pukul sampai cacat
259 Jangan banyak bicara
260 Kekejaman Damian
261 Butuh pijatan
262 Puas
263 Pingsan
264 Pria bersih
265 Pemakaman
266 Pergi
267 Mimpi buruk
268 Terungkap
269 Cerai
270 Gelisah
271 Penyesalan
272 Hubungan yang membaik
273 Perkara Bridesmaid
274 Kembali ke kota
275 Lepaskan dia
276 Bertemu lagi
277 Sampah jalanan
278 Jangan panggil tuan
279 Keputusan Damian
280 Kamar baru
281 Latihan pagi
282 Cerita Raline
283 Bawa kartu penduduk?
284 Pintar dan kaya
285 Belajar denganku
286 Butik
287 Suasana heboh
288 Sekolah Baru
289 Bertemu Maddy
290 Hari pernikahan
291 Meriah
292 Kehebohan Talia dan Alea
293 Kekesalan Bara
294 Gantungan kunci
295 Sudah minta maaf
296 Tidak asing
297 Kamar Elvan
298 Kecupan
299 Canggung
300 Pelajaran pertama
301 Toko Elektronik
302 Kehebohan di pagi hari
303 Masih belia
304 Bayi kembar
305 Pesta kecil
306 Menempel
307 Serangan polos
308 Serangan balasan
309 Waktunya pulang
310 Sakit
311 Supermarket
312 Merawatnya
313 Usaha keras
314 Permainan nakal
315 Tanam benih
316 Selesai
317 Tidak mengganggu
318 Sarapan
319 Olahraga gabungan
320 Syok
321 Tetap dingin
322 Sakit perut
323 Kecemburuan Abel
324 Penuturan Maddy
325 Ikut pulang
326 Bukan peluk-pelukan
327 Coba dulu
328 Tidak tahu malu
329 Kecupan singkat
330 Tidak bisa menolak
331 Kau yang memintanya
332 Nggak kuat
333 Bunyi klakson
334 Lanjutkan nanti
335 Tatap aku saat bicara
336 Telepon dan Cemburu?
337 Serangan tiba-tiba
338 Semakin menjadi-jadi
339 Nikmati saja
340 Ketukan pintu
341 Keluarlah
342 Lucu kalau malu
343 Malu-malu
344 Basah lagi
345 Tidak perlu malu
346 Menyatu
347 I Love you
348 Masih perih?
Episodes

Updated 348 Episodes

1
Bandara dan copet
2
Perkara koper
3
Isi koper
4
Tetangga baru
5
Di luar espektasi
6
Perang
7
Mobil Damon
8
Sugar baby
9
Percaya diri
10
Satu negara?
11
Salah alamat
12
Kau menggigitku?
13
Perkara makanan Indonesia
14
Hampir berkelahi
15
Tegang dan keras
16
Alea, ada apa?
17
Otakmu yang terbalik
18
Kehidupan sosial
19
Micellar water
20
Mabuk
21
Harus mandi
22
Bibir tebal
23
Ciuman ganas
24
Ganas sih, tapi ...
25
Muntah di burung
26
Banyak akal, bukan jenius
27
Ketahuan mencuri
28
Raja iblis
29
Serangan tiba-tiba
30
Darah
31
Pendek?
32
Ganteng tapi nyebelin
33
Pikiran gila
34
Serangan tiba-tiba
35
Enak om? Mau lagi?
36
Daddy Damian datang
37
Kenapa mencuri?
38
Pertanyaan Damian
39
Jangan genit
40
Kesan pertama, cewek aneh
41
Cemburu buta
42
Ada syaratnya
43
Batal jalan-jalan
44
Rencana Alea
45
Misi berubah
46
Anthony dan Elora
47
Kau sudah basah
48
Sakit pak
49
Bertemu
50
Ternyata Anthony
51
Bayi nakal
52
Ayo bicara
53
Masih sakit?
54
Siapa, hantu?
55
Menikah?
56
Sah
57
Hampir ...
58
Kekasih
59
Kabur
60
Ganti dengan dirimu sendiri
61
Jangan di sana om ...
62
Berhenti? tidak mungkin
63
Makin menggila
64
Kau berbeda
65
Belum mau mati
66
Kekesalan Damon
67
Sudah dewasa
68
Kamar kita
69
Nona perencana hebat
70
Perjalanan
71
Kau cemburu?
72
Dengan senang hati
73
Berduaan
74
Terciduk
75
Ambruk
76
Keracunan
77
Tidurlah
78
Tetap saja mesum!
79
Sudah menikah?
80
Jangan bergerak
81
Ketakutan Alea
82
Mengamati
83
Sembunyi
84
Alea aman?
85
Terluka
86
Pegang tanganku
87
Pujian Damon
88
Mereka datang
89
Superhero Alea
90
Penjahat bodoh
91
Berhasil ke kapal selam
92
Damon malu
93
Ayam goreng
94
Baru sadar takut darah
95
Kau aman malam ini
96
Aku tidak akan memakanmu
97
Serangan fajar
98
Dengar baik-baik
99
Om mau apa?
100
Sempit sekali
101
Mau yang lebih ganas?
102
Ampun om!
103
Masih bisa bernafas?
104
Mana yang sakit?
105
Masih bilang sakit?
106
Omelan Alea
107
Kerandoman Alea
108
Malu-malu
109
Kena labrak
110
Kacau
111
Minta maaf
112
Kenapa diam saja?
113
Mana yang gatal?
114
Sebentar saja
115
Jangan panggil pak
116
Teriakan nikmat
117
Menyatu
118
Keinginan liar Anthony
119
Daddy?
120
Makhluk Antariksa
121
Aset
122
Keribetan Alea
123
Jawab aku sayang
124
Ngaku-ngaku
125
Jiwa petarung
126
Kekhawatiran Damon
127
Makan sampai habis
128
Gila karena kamu
129
Rasakan itu
130
Kau luar biasa
131
Gara-gara om Damon
132
Nikah?
133
Mas?
134
Malu-maluin
135
Siapa mas?
136
Wanita sembarangan
137
Kebahagiaan?
138
Cerai?
139
Isi hati Anthony
140
Perjalanan
141
Heboh
142
Selamat tidur
143
Kau suka?
144
Jangan malu
145
Tiga kali
146
Hari H
147
Sah
148
Heboh
149
Perkara foto
150
Main besok saja
151
Yakin gak mau?
152
Ampun sayang
153
Yang memegang kendali
154
Tidurlah
155
Kayak bayi baru belajar
156
Ancaman
157
Aman
158
Kembali
159
Aku sudah menikah
160
Tidak akan bercerai
161
Maaf
162
Mama
163
Mandi
164
Rileks dan tenang
165
Penuh
166
Kepedean Sarah
167
Perkara buah Ceri
168
Siap, bos
169
Pingsan
170
Berita gembira
171
Dramatis
172
Jangan fitnah.
173
Keluarga toksik
174
Menangis
175
Curahan hati
176
Dimas
177
Kenapa kabur?
178
Cerita Dimas
179
Penculikan?
180
Surat perjanjian
181
Pertanyaan Elora
182
Mabuk
183
Di ledek habis-habisan
184
Tertangkap
185
Pasti menghabisimu
186
Memeriksa
187
Membuktikan
188
Rasa geli
189
Mau tahu?
190
Penuh
191
Ampun mas
192
Muntah lagi
193
Pemeriksaan
194
Bosan
195
Tuduhan
196
Anak Perdana Menteri
197
Minta maaf
198
Kena omel
199
Jangan cemberut
200
Sarah lagi
201
Nekat
202
Hampir saja
203
Pukulan
204
Aku lebih cocok
205
Penyesalan Damon
206
Mikirin apa?
207
Laporan Dimas
208
Kemarahan Anthony
209
Rumah baru
210
Suka
211
Penjara
212
Mulai masa ngidam
213
Ruang nonton
214
Menu utama
215
Akhirnya
216
Memergoki
217
Kata-kata tajam Damon
218
Terserah kau
219
Kenakalan di pagi hari
220
Anak ayam
221
Jambak
222
Hukuman Alea
223
Hukuman 2
224
Lega
225
Pingsan
226
Perdebatan kecil
227
Terciduk
228
Putus hubungan
229
Atap rumah sakit
230
Cerita ke Anthony
231
Cerita ke Anthony
232
Direndahkan
233
Perempuan sundal
234
Jambak-jambakan
235
Cukup
236
Drama Alea
237
Pertanyaan yang bikin kesal
238
Bandara
239
Jangan sampai
240
Bengis
241
Tidak bisa pulang
242
Damian tahu
243
Taman bermain
244
Di culik
245
Pengaturan daddy Damian
246
Kemoterapi
247
Jatuh
248
Tumpukan mayat
249
Baru teguran
250
Ditemukan
251
Turun
252
Gadis di semak-semak
253
Ketahuan
254
Habisi mereka
255
Mengamankan yang lain
256
Di obati
257
Damian Winslow?
258
Pukul sampai cacat
259
Jangan banyak bicara
260
Kekejaman Damian
261
Butuh pijatan
262
Puas
263
Pingsan
264
Pria bersih
265
Pemakaman
266
Pergi
267
Mimpi buruk
268
Terungkap
269
Cerai
270
Gelisah
271
Penyesalan
272
Hubungan yang membaik
273
Perkara Bridesmaid
274
Kembali ke kota
275
Lepaskan dia
276
Bertemu lagi
277
Sampah jalanan
278
Jangan panggil tuan
279
Keputusan Damian
280
Kamar baru
281
Latihan pagi
282
Cerita Raline
283
Bawa kartu penduduk?
284
Pintar dan kaya
285
Belajar denganku
286
Butik
287
Suasana heboh
288
Sekolah Baru
289
Bertemu Maddy
290
Hari pernikahan
291
Meriah
292
Kehebohan Talia dan Alea
293
Kekesalan Bara
294
Gantungan kunci
295
Sudah minta maaf
296
Tidak asing
297
Kamar Elvan
298
Kecupan
299
Canggung
300
Pelajaran pertama
301
Toko Elektronik
302
Kehebohan di pagi hari
303
Masih belia
304
Bayi kembar
305
Pesta kecil
306
Menempel
307
Serangan polos
308
Serangan balasan
309
Waktunya pulang
310
Sakit
311
Supermarket
312
Merawatnya
313
Usaha keras
314
Permainan nakal
315
Tanam benih
316
Selesai
317
Tidak mengganggu
318
Sarapan
319
Olahraga gabungan
320
Syok
321
Tetap dingin
322
Sakit perut
323
Kecemburuan Abel
324
Penuturan Maddy
325
Ikut pulang
326
Bukan peluk-pelukan
327
Coba dulu
328
Tidak tahu malu
329
Kecupan singkat
330
Tidak bisa menolak
331
Kau yang memintanya
332
Nggak kuat
333
Bunyi klakson
334
Lanjutkan nanti
335
Tatap aku saat bicara
336
Telepon dan Cemburu?
337
Serangan tiba-tiba
338
Semakin menjadi-jadi
339
Nikmati saja
340
Ketukan pintu
341
Keluarlah
342
Lucu kalau malu
343
Malu-malu
344
Basah lagi
345
Tidak perlu malu
346
Menyatu
347
I Love you
348
Masih perih?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!