Tetangga baru

Mobil berhenti di depan sebuah gedung apartemen. Tidak terlalu mewah. Tapi lumayan lah. Di tengah-tengah. Setidaknya kalau teman-teman barunya datang nanti, dia gak di anggap kayak atau miskin. Biasa aja. Tepat seperti yang ia mau.

"Sudah sampai, nona."

Alea membuka pintu, keluar, lalu menatap bangunan itu beberapa detik.

"Not bad…" gumamnya.

Supir membantu menurunkan kopernya. Setelah membayar, Alea mengucapkan terima kasih dengan nada ceria lalu berdiri sendiri di depan pintu masuk. Ia menarik napas dalam-dalam

"Oke … mulai sekarang hidup mandiri."

Langkahnya masuk ke dalam lobby. Interiornya hangat. Tidak terlalu ramai. Beberapa orang berlalu-lalang, tapi tidak ada yang benar-benar memperhatikannya.

Alea mendekat ke meja resepsionis.

"Permisi, saya mau check-in. Nama Alea Winslow."

Petugas itu tersenyum ramah, lalu memeriksa data.

"Ya, sudah terdaftar nona. Ini kunci dan kartu aksesnya."

Alea menerimanya.

"Terima kasih!"

Ia langsung menuju lift, menarik koper besarnya dengan susah payah. Begitu masuk ke dalam lift, ia bersandar lelah.

"Ternyata… hidup mandiri capek juga ya… Tapi asik." gumamnya.

Lift berhenti di lantai yang dituju. Alea keluar, mencari nomor unitnya. Langkahnya sempat terhenti pada salah satu unit apartemen yang berada tepat berhadapan dengan kamarnya.

"Rumah tetangga. Apa perlu gue sapa nanti? Di kampung-kampung kan gitu. Kalo tetangga baru, kita si orang baru bikin kue, makanan atau apalah, terus di kasih sama rumah yang paling dekat dan bilang,"Hai saya tetangga sebelah. Baru di sini. Ini ada kue, silahkan di nikmati. Salam kenal ya".

Alea tertawa sendiri mengatakan kalimat itu.

"Oke. Nanti gue bikin kue dengan resep youtube, terus kasih. Sabar ya tetangga."

Alea nyengir sendiri, lalu berjalan lagi menuju pintunya.

"Semoga tetangganya gak galak." gumamnya santai.

Ia berhenti di depan unitnya, lalu membuka pintu dengan kartu akses. Begitu pintu terbuka, Alea melangkah masuk lalu berhenti.

Matanya menyapu seluruh ruangan.

"Waaah… lumayan juga…"

Apartemennya tidak terlalu besar, tapi cukup luas untuk satu orang. Ruang tamu sederhana dengan sofa empuk, dapur kecil yang rapi, dan jendela besar yang langsung menghadap ke luar. Cahaya sore masuk dengan lembut.

"Pas banget," katanya puas.

Ia menutup pintu dengan kaki, lalu menyeret koper besarnya masuk. Begitu sampai di tengah ruang tamu.

"Udah. Istirahat dulu."

Bruk.

Alea menjatuhkan dirinya ke sofa.

Apartemen itu sunyi sekali. Beda dengan rumahnya yang selalu ramai dengan suara mommy-nya yang super duper cerewet dan banyak banget komentarnya. Pokoknya mommy-nya suka banget bikin drama.

"Untung gue agak kalem, gak kayak mommy. Bisa kiamat ini dunia kalau semua perempuannya kayak mommy gue."

Katanya percaya diri tanpa sadar kalau sifatnya mirip sekali dengan mommy-nya. Beberapa detik, ia hanya menatap langit-langit.

"Lampunya kok ngedip-ngedip gitu? Kayak mau godain gue aja." gumamnya.

Alea menyipitkan matanya, masih tiduran di sofa sambil menatap lampu yang berkedip pelan. Namun tidak lama lampunya kembali normal. Ia bernafas lega. Padahal tadi dia pikir dia mungkin di ganggu sama penghuni lama apartemen ini.

Baru saja dia hendak membuka koper untuk menata semua cemilan yang dia bawa, ponselnya berbunyi. Dia pikir telpon dari daddy, mommy, Kael atau Kanzo, ternyata video call dari Kamara, si ipar mata keranjang.

"Nih bocah ngapain? Tumben banget." gumamnya. Walau malas ia tetap mengangkat.

"Aleaaaa, lo udah sampee?!"

"Buseet! Suara lo bisa pelan dikit napa? Gue bisa budek ini!" Omelnya.

"Lo udah sampe belum?"

"Udah dong. Ngapain lo video call gue? Gue curiga lo ada maksud lain."

"Bener banget. Lo emang paling tahu gue. Gak sia-sia kita kenal dari kecil."

Alea mendengus.

"Cepet ngomong, ada apa?"

"Tahu nggak? Gue tadi ngeliat story-nya om Damon. Dia ada di bandara Belanda. Demi apa coba? Om Damon gue sekarang udah jauh banget buat gue gapai. Lo ketemu dia di bandara gak tadi. Kayaknya kalian satu penerbangan deh. Kalo ketemu, jangan lupa bilang Kamara yang cantik jelita ini titip salam ya? Bilangin om Damon tetap ada di hati Kamara."

Astaga. Ini orang.

"Gak ketemu. Ngapain lo titip salam begitu sama laki-laki lain? Gue laporin entar ke kakak gue, mau?!" Balas Alea galak. Dia bisa lihat perubahan Kamara.

"Jangan-jangan. Dia bisa jadi monster ranjang kalo lo lapor. Udah-udah, gue tutup. Cih, dasar galak. Bye, hmmph!" sambungan terputus.

Alea tertawa. Kamara itu takut sekali pada suaminya, tapi tetap saja mata keranjang sama yang bening-bening. Dasar aneh.

Alea masih menatap layar ponselnya yang sudah gelap.

"Gue nggak boleh kasih tahu Kamara kalo gue ketemu om Damon. Gak boleh. Ya Tuhan, tolong bikin Kamara hamil ya Tuhan, biar matanya fokus ke anak dan suaminya aja." Alea mengangguk sendiri, merasa doanya sangat masuk akal.

"Amin paling serius hari ini," gumamnya puas.

Ia melempar ponselnya ke sofa, lalu kembali ke koper. Tiba-tiba ia mendengar pintu apartemen tetangga berbunyi, ia cepat-cepat melangkah mendekat pintunya. Tangannya menggenggam gagang pintu, tapi tidak langsung dibuka lebar. Ia hanya membukanya sedikit.

Creeeek…

Celah kecil terbuka. Alea mengintip. Di luar, pintu apartemen tepat di seberangnya terbuka. Seseorang baru saja keluar. Tinggi, tegap. Punggungnya membelakangi Alea.

"Cowok? Wuiih, badannya bagus banget. Kayak cool abis itu." ucapnya pelan. Pelan sekali.

Alea berusaha mencari lihat seperti apa wajahnya, tapi laki-laki itu sudah menghilang masuk ke apartemennya. Alea menghembuskan nafas kesal.

"Hufftt ... Gagal." Gumamnya.

Otaknya berpikir keras. Kemudian ia terpikir sesuatu.

"Ah! Bikin mie terus anterin ke dia sekalian kenalan tetangga baru!"

Mata Alea langsung berbinar. Ide itu terasa jenius, menurut versinya sendiri tentunya.

"Iya! Mie instan penyelamat hubungan sosial," gumamnya mantap.

Tanpa buang waktu, ia langsung berbalik ke arah dapur kecilnya. Koper cemilan yang tadi belum sempat dibuka langsung diseret lagi, dibuka dengan semangat. Bungkus-bungkus makanan khas Indonesia langsung menyembul keluar.

"Nah ini dia… mie kebanggaan bangsa," katanya bangga sambil mengambil dua bungkus.

Ia mulai memasak dengan penuh percaya diri. Air direbus, mie dimasukkan, bumbu disiapkan. Bahkan ia sempat bersenandung kecil, merasa seperti chef profesional.

"Kalau dia suka, berarti selera dia bagus. Kalau nggak suka… berarti dia yang aneh."

Beberapa menit kemudian, mie pun matang. Alea menuangkannya ke dalam mangkuk, lalu menatap hasilnya dengan puas.

"Perfect."

Ia mengambil sendok garpu, lalu berhenti.

"Hm… masa iya cuma mie doang? Kurang effort."

Ia membuka lagi kopernya, mengambil beberapa cemilan.

"Tambahin ini biar makin berkesan."

Dengan hati-hati, ia membawa mangkuk mie dan beberapa cemilan ke pintu. Tangannya sudah di gagang pintu, tapi langkahnya tiba-tiba berhenti.

"Gimana kalau dia orangnya galak? Atau… jutek? Atau … psikopat?"

Alea menelan ludah.

"Yaelah Alea, jangan lebay. Ini Eropa, bukan film horor."

Ia menarik napas dalam, lalu membuka pintu dan melangkah keluar.

Tok tok tok.

Ia mengetuk pintu tetangganya.

Beberapa detik kemudian pintu itu terbuka. Dan saat Alea mendongak dengan senyuman lebarnya untuk melihat siapa yang berdiri di hadapannya, senyumnya langsung menghilang perlahan.

"Om Damon?"

Terpopuler

Comments

wanti astuti

wanti astuti

Ternyata oh ternyata... tetangga nya adalah om Damon orang yg paling ingin di hindari nya /Facepalm//Facepalm/

2026-04-14

1

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

what dia bilang hnya momy nya yg absurd , bukannya dia juga titisan emaknya yaa , gak sadar diri memang 🤣🤣

2026-04-14

1

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

jiahhh malah tetanggaan lagii sama om Damon wkwk ngakak sekalii aku udh fiks sih inimah kalian jodoh 😂

2026-04-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bandara dan copet
2 Perkara koper
3 Isi koper
4 Tetangga baru
5 Di luar espektasi
6 Perang
7 Mobil Damon
8 Sugar baby
9 Percaya diri
10 Satu negara?
11 Salah alamat
12 Kau menggigitku?
13 Perkara makanan Indonesia
14 Hampir berkelahi
15 Tegang dan keras
16 Alea, ada apa?
17 Otakmu yang terbalik
18 Kehidupan sosial
19 Micellar water
20 Mabuk
21 Harus mandi
22 Bibir tebal
23 Ciuman ganas
24 Ganas sih, tapi ...
25 Muntah di burung
26 Banyak akal, bukan jenius
27 Ketahuan mencuri
28 Raja iblis
29 Serangan tiba-tiba
30 Darah
31 Pendek?
32 Ganteng tapi nyebelin
33 Pikiran gila
34 Serangan tiba-tiba
35 Enak om? Mau lagi?
36 Daddy Damian datang
37 Kenapa mencuri?
38 Pertanyaan Damian
39 Jangan genit
40 Kesan pertama, cewek aneh
41 Cemburu buta
42 Ada syaratnya
43 Batal jalan-jalan
44 Rencana Alea
45 Misi berubah
46 Anthony dan Elora
47 Kau sudah basah
48 Sakit pak
49 Bertemu
50 Ternyata Anthony
51 Bayi nakal
52 Ayo bicara
53 Masih sakit?
54 Siapa, hantu?
55 Menikah?
56 Sah
57 Hampir ...
58 Kekasih
59 Kabur
60 Ganti dengan dirimu sendiri
61 Jangan di sana om ...
62 Berhenti? tidak mungkin
63 Makin menggila
64 Kau berbeda
65 Belum mau mati
66 Kekesalan Damon
67 Sudah dewasa
68 Kamar kita
69 Nona perencana hebat
70 Perjalanan
71 Kau cemburu?
72 Dengan senang hati
73 Berduaan
74 Terciduk
75 Ambruk
76 Keracunan
77 Tidurlah
78 Tetap saja mesum!
79 Sudah menikah?
80 Jangan bergerak
81 Ketakutan Alea
82 Mengamati
83 Sembunyi
84 Alea aman?
85 Terluka
86 Pegang tanganku
87 Pujian Damon
88 Mereka datang
89 Superhero Alea
90 Penjahat bodoh
91 Berhasil ke kapal selam
92 Damon malu
93 Ayam goreng
94 Baru sadar takut darah
95 Kau aman malam ini
96 Aku tidak akan memakanmu
97 Serangan fajar
98 Dengar baik-baik
99 Om mau apa?
100 Sempit sekali
101 Mau yang lebih ganas?
102 Ampun om!
103 Masih bisa bernafas?
104 Mana yang sakit?
105 Masih bilang sakit?
106 Omelan Alea
107 Kerandoman Alea
108 Malu-malu
109 Kena labrak
110 Kacau
111 Minta maaf
112 Kenapa diam saja?
113 Mana yang gatal?
114 Sebentar saja
115 Jangan panggil pak
116 Teriakan nikmat
117 Menyatu
118 Keinginan liar Anthony
119 Daddy?
120 Makhluk Antariksa
121 Aset
122 Keribetan Alea
123 Jawab aku sayang
124 Ngaku-ngaku
125 Jiwa petarung
126 Kekhawatiran Damon
127 Makan sampai habis
128 Gila karena kamu
129 Rasakan itu
130 Kau luar biasa
131 Gara-gara om Damon
132 Nikah?
133 Mas?
134 Malu-maluin
135 Siapa mas?
136 Wanita sembarangan
137 Kebahagiaan?
138 Cerai?
139 Isi hati Anthony
140 Perjalanan
141 Heboh
142 Selamat tidur
143 Kau suka?
144 Jangan malu
145 Tiga kali
146 Hari H
147 Sah
148 Heboh
149 Perkara foto
150 Main besok saja
151 Yakin gak mau?
152 Ampun sayang
153 Yang memegang kendali
154 Tidurlah
155 Kayak bayi baru belajar
156 Ancaman
157 Aman
158 Kembali
159 Aku sudah menikah
160 Tidak akan bercerai
161 Maaf
162 Mama
163 Mandi
164 Rileks dan tenang
165 Penuh
166 Kepedean Sarah
167 Perkara buah Ceri
168 Siap, bos
169 Pingsan
170 Berita gembira
171 Dramatis
172 Jangan fitnah.
173 Keluarga toksik
174 Menangis
175 Curahan hati
176 Dimas
177 Kenapa kabur?
178 Cerita Dimas
179 Penculikan?
180 Surat perjanjian
181 Pertanyaan Elora
182 Mabuk
183 Di ledek habis-habisan
184 Tertangkap
185 Pasti menghabisimu
186 Memeriksa
187 Membuktikan
188 Rasa geli
189 Mau tahu?
190 Penuh
191 Ampun mas
192 Muntah lagi
193 Pemeriksaan
194 Bosan
195 Tuduhan
196 Anak Perdana Menteri
197 Minta maaf
198 Kena omel
199 Jangan cemberut
200 Sarah lagi
201 Nekat
202 Hampir saja
203 Pukulan
204 Aku lebih cocok
205 Penyesalan Damon
206 Mikirin apa?
207 Laporan Dimas
208 Kemarahan Anthony
209 Rumah baru
210 Suka
211 Penjara
212 Mulai masa ngidam
213 Ruang nonton
214 Menu utama
215 Akhirnya
216 Memergoki
217 Kata-kata tajam Damon
218 Terserah kau
219 Kenakalan di pagi hari
220 Anak ayam
221 Jambak
222 Hukuman Alea
223 Hukuman 2
224 Lega
225 Pingsan
226 Perdebatan kecil
227 Terciduk
228 Putus hubungan
229 Atap rumah sakit
230 Cerita ke Anthony
231 Cerita ke Anthony
232 Direndahkan
233 Perempuan sundal
234 Jambak-jambakan
235 Cukup
236 Drama Alea
237 Pertanyaan yang bikin kesal
238 Bandara
239 Jangan sampai
240 Bengis
241 Tidak bisa pulang
242 Damian tahu
243 Taman bermain
244 Di culik
245 Pengaturan daddy Damian
246 Kemoterapi
247 Jatuh
248 Tumpukan mayat
249 Baru teguran
250 Ditemukan
251 Turun
252 Gadis di semak-semak
253 Ketahuan
254 Habisi mereka
255 Mengamankan yang lain
256 Di obati
257 Damian Winslow?
258 Pukul sampai cacat
259 Jangan banyak bicara
260 Kekejaman Damian
261 Butuh pijatan
262 Puas
263 Pingsan
264 Pria bersih
265 Pemakaman
266 Pergi
267 Mimpi buruk
268 Terungkap
269 Cerai
270 Gelisah
271 Penyesalan
272 Hubungan yang membaik
273 Perkara Bridesmaid
274 Kembali ke kota
275 Lepaskan dia
276 Bertemu lagi
277 Sampah jalanan
278 Jangan panggil tuan
279 Keputusan Damian
280 Kamar baru
281 Latihan pagi
282 Cerita Raline
283 Bawa kartu penduduk?
284 Pintar dan kaya
285 Belajar denganku
286 Butik
287 Suasana heboh
288 Sekolah Baru
289 Bertemu Maddy
290 Hari pernikahan
291 Meriah
292 Kehebohan Talia dan Alea
293 Kekesalan Bara
294 Gantungan kunci
295 Sudah minta maaf
296 Tidak asing
297 Kamar Elvan
298 Kecupan
299 Canggung
300 Pelajaran pertama
301 Toko Elektronik
302 Kehebohan di pagi hari
303 Masih belia
304 Bayi kembar
305 Pesta kecil
306 Menempel
307 Serangan polos
308 Serangan balasan
309 Waktunya pulang
310 Sakit
311 Supermarket
312 Merawatnya
313 Usaha keras
314 Permainan nakal
315 Tanam benih
316 Selesai
317 Tidak mengganggu
318 Sarapan
319 Olahraga gabungan
320 Syok
321 Tetap dingin
322 Sakit perut
323 Kecemburuan Abel
324 Penuturan Maddy
325 Ikut pulang
326 Bukan peluk-pelukan
327 Coba dulu
328 Tidak tahu malu
329 Kecupan singkat
330 Tidak bisa menolak
331 Kau yang memintanya
332 Nggak kuat
333 Bunyi klakson
334 Lanjutkan nanti
335 Tatap aku saat bicara
336 Telepon dan Cemburu?
337 Serangan tiba-tiba
338 Semakin menjadi-jadi
339 Nikmati saja
340 Ketukan pintu
341 Keluarlah
342 Lucu kalau malu
343 Malu-malu
344 Basah lagi
345 Tidak perlu malu
346 Menyatu
347 I Love you
348 Masih perih?
349 Tetap sekolah
Episodes

Updated 349 Episodes

1
Bandara dan copet
2
Perkara koper
3
Isi koper
4
Tetangga baru
5
Di luar espektasi
6
Perang
7
Mobil Damon
8
Sugar baby
9
Percaya diri
10
Satu negara?
11
Salah alamat
12
Kau menggigitku?
13
Perkara makanan Indonesia
14
Hampir berkelahi
15
Tegang dan keras
16
Alea, ada apa?
17
Otakmu yang terbalik
18
Kehidupan sosial
19
Micellar water
20
Mabuk
21
Harus mandi
22
Bibir tebal
23
Ciuman ganas
24
Ganas sih, tapi ...
25
Muntah di burung
26
Banyak akal, bukan jenius
27
Ketahuan mencuri
28
Raja iblis
29
Serangan tiba-tiba
30
Darah
31
Pendek?
32
Ganteng tapi nyebelin
33
Pikiran gila
34
Serangan tiba-tiba
35
Enak om? Mau lagi?
36
Daddy Damian datang
37
Kenapa mencuri?
38
Pertanyaan Damian
39
Jangan genit
40
Kesan pertama, cewek aneh
41
Cemburu buta
42
Ada syaratnya
43
Batal jalan-jalan
44
Rencana Alea
45
Misi berubah
46
Anthony dan Elora
47
Kau sudah basah
48
Sakit pak
49
Bertemu
50
Ternyata Anthony
51
Bayi nakal
52
Ayo bicara
53
Masih sakit?
54
Siapa, hantu?
55
Menikah?
56
Sah
57
Hampir ...
58
Kekasih
59
Kabur
60
Ganti dengan dirimu sendiri
61
Jangan di sana om ...
62
Berhenti? tidak mungkin
63
Makin menggila
64
Kau berbeda
65
Belum mau mati
66
Kekesalan Damon
67
Sudah dewasa
68
Kamar kita
69
Nona perencana hebat
70
Perjalanan
71
Kau cemburu?
72
Dengan senang hati
73
Berduaan
74
Terciduk
75
Ambruk
76
Keracunan
77
Tidurlah
78
Tetap saja mesum!
79
Sudah menikah?
80
Jangan bergerak
81
Ketakutan Alea
82
Mengamati
83
Sembunyi
84
Alea aman?
85
Terluka
86
Pegang tanganku
87
Pujian Damon
88
Mereka datang
89
Superhero Alea
90
Penjahat bodoh
91
Berhasil ke kapal selam
92
Damon malu
93
Ayam goreng
94
Baru sadar takut darah
95
Kau aman malam ini
96
Aku tidak akan memakanmu
97
Serangan fajar
98
Dengar baik-baik
99
Om mau apa?
100
Sempit sekali
101
Mau yang lebih ganas?
102
Ampun om!
103
Masih bisa bernafas?
104
Mana yang sakit?
105
Masih bilang sakit?
106
Omelan Alea
107
Kerandoman Alea
108
Malu-malu
109
Kena labrak
110
Kacau
111
Minta maaf
112
Kenapa diam saja?
113
Mana yang gatal?
114
Sebentar saja
115
Jangan panggil pak
116
Teriakan nikmat
117
Menyatu
118
Keinginan liar Anthony
119
Daddy?
120
Makhluk Antariksa
121
Aset
122
Keribetan Alea
123
Jawab aku sayang
124
Ngaku-ngaku
125
Jiwa petarung
126
Kekhawatiran Damon
127
Makan sampai habis
128
Gila karena kamu
129
Rasakan itu
130
Kau luar biasa
131
Gara-gara om Damon
132
Nikah?
133
Mas?
134
Malu-maluin
135
Siapa mas?
136
Wanita sembarangan
137
Kebahagiaan?
138
Cerai?
139
Isi hati Anthony
140
Perjalanan
141
Heboh
142
Selamat tidur
143
Kau suka?
144
Jangan malu
145
Tiga kali
146
Hari H
147
Sah
148
Heboh
149
Perkara foto
150
Main besok saja
151
Yakin gak mau?
152
Ampun sayang
153
Yang memegang kendali
154
Tidurlah
155
Kayak bayi baru belajar
156
Ancaman
157
Aman
158
Kembali
159
Aku sudah menikah
160
Tidak akan bercerai
161
Maaf
162
Mama
163
Mandi
164
Rileks dan tenang
165
Penuh
166
Kepedean Sarah
167
Perkara buah Ceri
168
Siap, bos
169
Pingsan
170
Berita gembira
171
Dramatis
172
Jangan fitnah.
173
Keluarga toksik
174
Menangis
175
Curahan hati
176
Dimas
177
Kenapa kabur?
178
Cerita Dimas
179
Penculikan?
180
Surat perjanjian
181
Pertanyaan Elora
182
Mabuk
183
Di ledek habis-habisan
184
Tertangkap
185
Pasti menghabisimu
186
Memeriksa
187
Membuktikan
188
Rasa geli
189
Mau tahu?
190
Penuh
191
Ampun mas
192
Muntah lagi
193
Pemeriksaan
194
Bosan
195
Tuduhan
196
Anak Perdana Menteri
197
Minta maaf
198
Kena omel
199
Jangan cemberut
200
Sarah lagi
201
Nekat
202
Hampir saja
203
Pukulan
204
Aku lebih cocok
205
Penyesalan Damon
206
Mikirin apa?
207
Laporan Dimas
208
Kemarahan Anthony
209
Rumah baru
210
Suka
211
Penjara
212
Mulai masa ngidam
213
Ruang nonton
214
Menu utama
215
Akhirnya
216
Memergoki
217
Kata-kata tajam Damon
218
Terserah kau
219
Kenakalan di pagi hari
220
Anak ayam
221
Jambak
222
Hukuman Alea
223
Hukuman 2
224
Lega
225
Pingsan
226
Perdebatan kecil
227
Terciduk
228
Putus hubungan
229
Atap rumah sakit
230
Cerita ke Anthony
231
Cerita ke Anthony
232
Direndahkan
233
Perempuan sundal
234
Jambak-jambakan
235
Cukup
236
Drama Alea
237
Pertanyaan yang bikin kesal
238
Bandara
239
Jangan sampai
240
Bengis
241
Tidak bisa pulang
242
Damian tahu
243
Taman bermain
244
Di culik
245
Pengaturan daddy Damian
246
Kemoterapi
247
Jatuh
248
Tumpukan mayat
249
Baru teguran
250
Ditemukan
251
Turun
252
Gadis di semak-semak
253
Ketahuan
254
Habisi mereka
255
Mengamankan yang lain
256
Di obati
257
Damian Winslow?
258
Pukul sampai cacat
259
Jangan banyak bicara
260
Kekejaman Damian
261
Butuh pijatan
262
Puas
263
Pingsan
264
Pria bersih
265
Pemakaman
266
Pergi
267
Mimpi buruk
268
Terungkap
269
Cerai
270
Gelisah
271
Penyesalan
272
Hubungan yang membaik
273
Perkara Bridesmaid
274
Kembali ke kota
275
Lepaskan dia
276
Bertemu lagi
277
Sampah jalanan
278
Jangan panggil tuan
279
Keputusan Damian
280
Kamar baru
281
Latihan pagi
282
Cerita Raline
283
Bawa kartu penduduk?
284
Pintar dan kaya
285
Belajar denganku
286
Butik
287
Suasana heboh
288
Sekolah Baru
289
Bertemu Maddy
290
Hari pernikahan
291
Meriah
292
Kehebohan Talia dan Alea
293
Kekesalan Bara
294
Gantungan kunci
295
Sudah minta maaf
296
Tidak asing
297
Kamar Elvan
298
Kecupan
299
Canggung
300
Pelajaran pertama
301
Toko Elektronik
302
Kehebohan di pagi hari
303
Masih belia
304
Bayi kembar
305
Pesta kecil
306
Menempel
307
Serangan polos
308
Serangan balasan
309
Waktunya pulang
310
Sakit
311
Supermarket
312
Merawatnya
313
Usaha keras
314
Permainan nakal
315
Tanam benih
316
Selesai
317
Tidak mengganggu
318
Sarapan
319
Olahraga gabungan
320
Syok
321
Tetap dingin
322
Sakit perut
323
Kecemburuan Abel
324
Penuturan Maddy
325
Ikut pulang
326
Bukan peluk-pelukan
327
Coba dulu
328
Tidak tahu malu
329
Kecupan singkat
330
Tidak bisa menolak
331
Kau yang memintanya
332
Nggak kuat
333
Bunyi klakson
334
Lanjutkan nanti
335
Tatap aku saat bicara
336
Telepon dan Cemburu?
337
Serangan tiba-tiba
338
Semakin menjadi-jadi
339
Nikmati saja
340
Ketukan pintu
341
Keluarlah
342
Lucu kalau malu
343
Malu-malu
344
Basah lagi
345
Tidak perlu malu
346
Menyatu
347
I Love you
348
Masih perih?
349
Tetap sekolah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!