Indonesia
NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Kegalauan Husna

Yusuf sedang membantu Maryam berjalan menuju kamar, Maryam dibawa ke puskesmas karena demamnya sangat tinggi. Yusuf yang membawanya, menggunakan mobil carry yang menjadi kendaraan roda empat satu-satunya yang digunakan untuk pergi berdakwah dan untuk kepentingan santri dan santriwati. Yusuf menarik selimut sampai ke pinggang istrinya, seharusnya Maryam dirawat tapi dia tidak mau.

” Ibu mau makan apa? nanti aku minta bantuan Laila” ucap Yusuf seraya duduk di tepi ranjang.

” Aku mau bubur aja, gak usah Laila yang buat. Beli aja” pinta Maryam dan Yusuf menatapnya lekat

” Kenapa?”

” Enggak apa-apa”

” Laila bikin ibu sedih? apa Laila mengatakan hal-hal tidak baik sama ibu?”

” Enggak bi, Laila pasti sangat sibuk akhir-akhir ini ibu juga sering minta dimasakin sama Laila. Aku takut ngerepotin” lirih Maryam.

” Ibu iri karena Laila dekat sama ibuku?” Yusuf terus menatap Maryam, Maryam ataupun Laila dia tidak mau keduanya bermusuhan hanya karena rasa iri. Apalagi rasa iri yang berkepanjangan.

” Aku merasa Abi, ibu dan semua orang semakin jauh dariku” lirih Maryam dan air matanya tiba-tiba menetes.

” Cemburu dan rasa iri itu benar-benar merugikan, kita sudah menikah selama 8 tahun. Ibu kenapa iri kepada Laila yang baru beberapa bulan menikah denganku? ibuku memperlakukan Laila dengan baik, karena Laila juga menantunya. Berbicara dengan Laila pun harus hati-hati karena dia sangat sensitif, Laila pilihan ku. Lalu ibu iri, terus bagaimana dengan kriteria istri kedua yang ibu idam-idamkan jika gadis sederhana dan lugu seperti Laila saja membuat ibu terus cemburu” ucap Yusuf mencoba memberikan pemahaman karena dia mengenal Maryam seperti apa, diam-diam memusuhi itulah yang sering Maryam lakukan.

” Apa Abi benar-benar bahagia memiliki Laila?” Maryam bertanya seraya menatap suaminya lekat. Yusuf mengangguk.

” Kedua istriku, membuatku bahagia apalagi jika kalian bisa akur. Ibu jauh lebih dewasa dari Laila, tegur dia dengan cara yang baik ketika melakukan kesalahan. Tuntun dia bagaimana caranya menjadi seorang istri yang baik.” Lirih Yusuf dan Maryam mengangguk, Maryam bangkit dan duduk lalu memeluk suaminya. Memeluk Yusuf yang sudah bersamanya selama 8 tahun.

*****

Di tempat lain, Laila dan Husna sedang duduk bersama di atas balkon. Laila membantu Husna menjemur pakaian walaupun Husna menolak tetap saja Laila membantunya.

” Teteh Husna kenapa? ada masalah? teteh bisa cerita sama aku. Kalau teteh diam, malah membuat semua orang khawatir” imbuh Laila, Husna menatapnya lekat dan bingung harus memulai dari mana dia bercerita.

” Teteh gak percaya sama Laila?" Laila balik menatap Husna.

Husna membuang nafas kasar dan dia mau menceritakan kegelisahannya kepada Laila.

” Aku sedang mengkhawatirkan seseorang, umi” lirih Husna.

” Siapa?” tanya Laila, Husna bingung karena orang yang dia khawatirkan adalah Rizky kakak Laila.

” Gak jadi” Husna menggeleng kepala dia tidak mau melanjutkan pembicaraan tersebut.

” Ih, kenapa begitu. Ayo cerita” Laila sudah terlanjur penasaran.

” Gak ah” Husna tetap menolak.

” A Rizky?” ucap Laila dan Husna mengedarkan pandangannya takut-takut ada yang mendengar.

” Umi jangan bilang-bilang sama siapapun, apalagi sama a Rizky” pinta Husna merengek-rengek.

” Nah kan bener, teteh suka sama a Rizky. Dilihat dari apanya sih a Rizky?” Laila bingung, bisa-bisanya Rizky disukai gadis secantik Husna.

” Kan umi adiknya kang Rizky, tidak akan paham apa yang aku lihat. Kang Rizky kasep, jago bela diri, jago Qoriah, rajin. Idaman pokoknya mah” Husna begitu bahagia menceritakan Rizky kepada Laila. Laila menggeleng kepala, dia merasa kakaknya tidak sesempurna itu.

” Umi, apa Rizky berencana menikah muda?" Husna memegang tangan Laila.

” Kayaknya sih enggak, a Rizky mau cari kerja sekarang sudah melamar sana-sini. Kalau udah ada panggilan a Rizky mau berangkat, katanya mau kerja sambil kuliah di kota. Ada ua aku yang usahain a Rizky biar dapet kerja di kota” Laila menjelaskan. Husna sedih mendengarnya, jika benar dia tidak akan melihat Rizky lagi.

” Harusnya a Rizky mau menikah muda, sama aku"

” Astaghfirullah teteh, a Rizky belum punya apa-apa. Mau makan angin? rumah tangga bukan sekedar ibadah. Kalau kitanya belum berniat usaha dan belum punya bekal yang cukup gimana?”

” Aku gak minta mahar yang menyulitkan pihak laki-laki, umi”

” Teteh jadi perempuan jangan terlalu murah, mohon maaf Laila ngomong begini. Teteh kan hidup bertahun-tahun dibesarkan sama keluarga teteh gak mudah, kalau sekarang perempuan gak mau menyulitkan pihak laki-laki, pihak laki-laki juga gak bisa seenaknya harus tetap memberikan yang terbaik. Teteh udah kebelet nikah, kan masih SMA” Laila tersenyum dan Husna juga tersenyum.

” Umi Laila juga seharusnya masih sekolah” Husna tersenyum dan raut wajah Laila begitu sedih mendengarnya.

” Kalau aku keadaannya beda, tapi memang di setiap cobaan pasti ada hikmahnya. Buktinya sekarang aku bahagia sama ustadz Yusuf" Laila tersenyum dan Husna manggut-manggut mendengarkan.

” Ngomong-ngomong, waktu umi sama ustadz Yusuf menikah maharnya apa?”

” Al Mulk" kata Laila dan dia menjadi teringat akan hari dimana dia menikah dengan Yusuf. Laila pergi dan Husna menyusulnya.

” Ustadz Yusuf pasti ganteng dan suaranya gak perlu diragukan lagi, umi gemeteran gak? umi, jangan kabur" Husna terus mengejar Laila yang malu-malu.

***

Malam hari tiba, Laila menyiapkan makanan untuknya dan untuk Yusuf. Yusuf menunggu sambil memperhatikan istrinya.

” Umi, kemari” pinta Yusuf dan Laila melangkah mendekat.

” Apa bi?” Laila tanpa ragu duduk di pangkuan suaminya dan Yusuf yang panik.

” Ngapain duduk disini? pindah ya” membujuk agar Laila pindah tapi Laila tidak mau. Dan sekarang malah mengalungkan tangannya ke leher suaminya.

” Umi..." Suara Yusuf terbata.

” Abi, apa boleh aku pergi ke pasar besok?”

” Gak boleh, mau ngapain? Abi yang belikan. Umi mau apa?” Yusuf menggigit bibir bawahnya kelu saat Laila merengek menarik-narik tengkuknya.

” Aku mau beli kerudung”

” Yang seperti apa? warna apa? Abi yang beliin nanti”

” Laila maunya ikut, mau ikut” Laila bersikukuh, dia ingin jalan-jalan sebenarnya.

” Iya iya, sekarang duduk di sana” Yusuf menunjuk kursi tapi Laila tidak mau.

” Abi grogi?” Laila tersenyum tipis.

” Siapa yang grogi” membantah, padahal iya.

” Masa?” Laila mendekatkan wajahnya dan Yusuf sampai berpegangan pada tepi meja. Laila menoleh karena Yusuf refleks memeluk pinggangnya dengan tangan kanan.

” Umi, pindah ya” Yusuf semakin frustasi.

” Laila mau seperti ini, gak boleh? sama suami Laila sendiri gak boleh?” Laila kesal dan ingin bangkit tapi Yusuf menahannya.

” Iya besok kita ke pasar” Yusuf mengiyakan keinginan Laila dan Laila merasa senang mendengarnya.

” Nuhun Abi” Laila merasa senang lalu memeluk suaminya erat. Yusuf tersenyum dan membalas pelukan Laila.

****

Keesokan paginya, Rizky sedang menyapu halaman. Rizky berhenti saat melihat Iqbal datang, dia kembali karena tidak bisa melupakan Laila.

” kurang ajar” Rizky berbisik.

Iqbal meremas rambutnya frustasi, dia harus kembali karena itulah jalan satu-satunya melihat Laila. Tapi dia harus berubah agar tidak dikeluarkan.

” Bukannya itu Iqbal ustadz?” tanya santri kepada Raihan.

Raihan memperhatikan Iqbal dan dia tidak akan melepaskannya jika melakukan kesalahan kembali apalagi menyangkut Laila.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!