Indonesia
NovelToon NovelToon
The Flats

The Flats

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Teen School/College / TKP / Misteri / Tamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: swynby

Pembangunan ulang sebuah rumah susun membawa petaka bagi Elderlake. Sudah lima orang yang meninggal di bangunan tersebut setelah diresmikan. Seorang gadis merasakan suatu kejanggalan, ia pun meminta bantuan kepada klub detektif disekolahnya. Bisakah mereka mengungkap misteri dibalik rumah susun itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swynby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21

Mendengar cerita dari Garren, Arin dan Anton semakin merasa bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi di balik kematian Robert. Mereka semakin tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut tentang orang bernama Smith ini.

"Pengemis?" tanya Anton heran.

"Iya, sebelum gedung itu dibangun ulang, banyak pengemis yang tinggal di sana. Sebenarnya saat masa pembangunan, mereka sudah disterilkan dari area tersebut. Namun, entah bagaimana, orang bernama Smith itu bisa keluar masuk tanpa terlihat. Tidak ada yang pernah melihatnya keluar maupun masuk, tiba-tiba saja dia ada di sana. Setiap selesai kerja, setiap gedung akan diperiksa satu per satu apakah masih ada orang di dalam atau tidak. Namun, selalu kosong. Smith itu juga sudah tidak ada," jelas Garren panjang lebar.

"Wah, Smith itu mencurigakan," kata Arin.

"Memang orang itu sangat mencurigakan. Setelah kematian Robert, dia bagai hilang ditelan bumi. Bahkan ada yang menyebutnya hantu," kata Garren dengan sedikit ketakutan di wajahnya.

Informasi ini semakin membingungkan Arin dan Anton. Mereka semakin yakin bahwa Smith memiliki peran penting dalam kematian Robert, tapi bagaimana mereka bisa menemukan seseorang yang begitu misterius dan sulit dilacak? Terlebih lagi, Smith dianggap seperti hantu, yang hanya muncul dan menghilang begitu saja.

"Apa Anda tahu lebih banyak tentang Smith? Atau apakah ada yang tahu tempat tinggalnya?" tanya Arin dengan harap-harap cemas.

"Saya tidak tahu banyak tentang dia. Dia hanya sering muncul di area itu, tetapi saya belum pernah melihatnya secara dekat. Kalau soal tempat tinggalnya, saya tidak tahu pasti," jawab Garren.

"Kata tetangga Anda, orang yang tadi Anda sebutkan, Kenneth, dulu tinggal di sini dan sekarang sudah pindah," ujar Arsen, menatap Garren dengan penuh perhatian.

"Ya, memang benar. Dia pindah bersama keluarganya saat kasus Robert sedang heboh. Dia tidak suka rumahnya di datangi wartawan, dia merasa terganggu," jelas Garren dengan wajah serius.

"Apa Anda tidak tahu dia pindah kemana?" tanya Arsen lagi, mata mereka bertemu, mencari tahu lebih dalam.

Tangan Garren meremas sedikit tutup gelas teh yang dia pegang. Ia berpikir sejenak sebelum menjawab, "Dia pindah ke daerah yang lebih terpencil di distrik ini. Di daerah Aldater. Dermaga yang jarang di fungsikan," jawabnya.

Informasi ini membuat Arin dan Arsen semakin penasaran. Aldater adalah tempat yang cukup terisolasi, mungkin itu sebabnya Kenneth memilih tempat tersebut sebagai tempat berlindung dari sorotan media.

Mereka merasa telah mendapatkan petunjuk yang cukup berharga dari percakapan dengan Garren. Dengan perasaan semakin meyakinkan, Arin dan Arsen pun pamitan dari rumah Garren. Langkah mereka selanjutnya adalah menuju rumah Robert, tempat di mana mungkin mereka bisa menemukan jejak-jejak yang lebih lanjut. Saat mereka tiba di depan rumah yang telah lama ditinggalkan itu, pemandangan yang mereka lihat membuat hati mereka terenyuh.

Rumah itu tampak tidak terawat, jendela-jendela yang retak dan pintu yang terbuka setengah. Tumbuhan liar mulai merambat di sekitar dinding rumah yang pernah penuh dengan kehidupan. Mereka berdua memasuki rumah itu dengan hati-hati, langkah mereka menghasilkan dentingan di lantai yang penuh debu. Ruangan dalam rumah terasa dingin dan sunyi, memberikan nuansa misteri yang semakin dalam.

Mereka berjalan melalui lorong-lorong yang gelap, menyisir setiap sudut rumah dalam pencarian petunjuk. Debu dan usangnya waktu nampak jelas di setiap furnitur yang ada. Saat mereka berada di salah satu ruangan, tiba-tiba langit-langit di atas mereka berderak dan terjatuh dengan keras. Terkejut, mereka melihat bahwa langit-langit yang runtuh mengeluarkan sesuatu dari baliknya - sebuah koper tua yang tampaknya tersembunyi di atas.

Dengan hati berdebar, Arin dan Arsen mengambil koper itu. Mereka merasa bahwa ini adalah petunjuk penting dalam penyelidikan mereka. Namun, saat mereka mencoba membukanya, koper itu terkunci rapat dan tidak ada kunci yang terlihat. Mereka saling pandang, merasa bingung namun tidak ingin menyerah begitu saja.

"Mungkin kita harus membawa koper ini dan mencoba membukanya di tempat lain," usul Arsen dengan bersemangat.

Setelah memastikan bahwa mereka tidak melewatkan apa pun yang mungkin tersembunyi di rumah tersebut, mereka meninggalkan tempat itu dengan koper tua yang misterius. Langit di luar mulai memerah, menandakan hari semakin larut. Dengan perasaan campur aduk dari temuan yang baru saja mereka dapatkan, Arin dan Arsen pun meninggalkan rumah Robert, meninggalkan bekas-bekas masa lalu yang penuh misteri di balik mereka.

Namun, pertanyaan lain masih melayang di pikiran mereka. Apa hubungan antara Kenneth dan pengemis misterius bernama Smith? Dan mengapa Kenneth memilih tempat yang begitu terpencil untuk bersembunyi? Dengan berbagai pertanyaan itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju daerah Aldater dengan hati penuh harap dan tekad untuk mengungkap misteri yang semakin kompleks di balik kematian Robert.

Usai dari rumah itu, mereka memutuskan untuk mencoba mencari rumah Kenneth, di sebuah daerah paling pinggir dan sunyi dari distrik selatan. Perjalanan Arin dan Arsen menuju rumah Kenneth benar-benar seperti petualangan di daerah terpencil. Daerah ini terpencil sekali sehingga akses jalannya sangat sulit. Mereka harus berjalan kaki menyusuri jalan-jalan yang berdebu dan penuh batu kerikil. Matahari yang tengah terik membuat perjalanan semakin melelahkan.

Tak lama setelah mereka memasuki wilayah terpencil tersebut, mereka menyaksikan bagaimana suasana berubah drastis. Semak-semak dan pepohonan liar semakin lebat, menyembunyikan tanda-tanda kehidupan manusia. Rumah-rumah yang mereka lewati jarang terlihat dihuni, dan kondisinya tampak terabaikan. Tetapi mereka tidak patah semangat dan tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di sebuah dermaga kecil yang berada di tepi sungai. Tiga rumah berdiri di sana, dan mereka mencoba bertanya pada penduduk setempat. Orang-orang di sana menyebut rumah yang paling dekat dengan dermaga sebagai rumah Kenneth.

Namun, ketika Arin dan Arsen sampai di rumah tersebut, mereka merasa heran karena rumah itu tampak sepinya. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Kenneth atau keluarganya di sana. Rumput di sekitar rumah terlihat panjang dan terabaikan, memberikan kesan bahwa rumah itu telah ditinggalkan selama beberapa waktu.

Dengan kebingungan yang menghampiri pikiran mereka, mereka mencoba bertanya pada tetangga yang lain, berharap bisa mendapatkan informasi lebih lanjut. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan Kenneth atau keluarganya. Semua orang mengaku tidak melihat mereka selama seminggu terakhir.

Kesimpangsiuran ini semakin memperkuat rasa misteri dalam penyelidikan mereka. Sepertinya Kenneth benar-benar menghilang tanpa jejak. Dengan perasaan campur aduk, Arin dan Arsen memutuskan untuk kembali pulang dan mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam menyelidiki kasus ini.

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat saat mereka meninggalkan daerah terpencil itu, menyisakan pertanyaan besar dalam benak mereka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Robert dan Kenneth? Apa hubungan mereka dengan orang bernama Smith? Semakin dalam mereka terlibat dalam penyelidikan ini, semakin banyak misteri yang terungkap di hadapan mereka.

1
Riezki Arifinsyah
Gaskeun Thor
Riezki Arifinsyah
penuh misteri
Riezki Arifinsyah
lanjutken Thor
Riezki Arifinsyah
Buruk
Riezki Arifinsyah
Kecewa
Riezki Arifinsyah
kaya baca TRIO DETEKTIF
Riezki Arifinsyah
keren Thor
Riezki Arifinsyah
mudah2an ceritanya ga berbelit2 ya Thor
Slime
/Hey/
Ana Al Sapri
kayanya dibalik dinding rusun itu ada sebuah ruangan rahasia TMP Smith tinggal ..dgn akses dr rumput2 yg sengaja di biarkan liar....smoga para detektif segera menemukannya.......ayo othor lanjutkan LG ...cemungut
swynby: makasih
total 1 replies
Ana Al Sapri
makin seru nih ceritanya...lanjut thorr
swynby: makasih
total 1 replies
Ana Al Sapri
lanjut thor..swmngat walau blom byk yg membaca novel mu....tapi nanti pasti ada yg melipir kesini.....,.
.
swynby: makasih
total 1 replies
Ana Al Sapri
semakin penasaran dgn alur ceritanya...lanjut thor
swynby: Makasih
total 1 replies
Rifca Farih Azizah
B banget...alias bwagooosss bangettt
swynby: makasih
total 1 replies
Lazy Nightmare
Alurnya lumayan menarik, beda dari cerita lain yang ada di toon, rekomendasi buat yang suka detektif
swynby: makasih kak
total 1 replies
Lazy Nightmare
semangat
swynby: terima kasih kak
total 1 replies
Lazy Nightmare
wah
Leova
semangat Thor!
Leova: sama sama Thor😊
total 2 replies
Tuan
semangat up
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥: hai kak swin.... kryanya bagus... klub detektif yakk.... tpi menurutku bnyk Narasi nya ya kak🙏 dialognya dikit hampir tak ada, semangat kak ... aku izin bca lgi yakk
total 2 replies
Silvi Aulia
hallo kak aku mampir nih ,like dan comen mendarat di Novel Kaka 🤗
swynby: iya makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!