Peter adalah seorang pria yang hidup berpisah dengan istrinya yang bernama Grace karena sang istri selalu menghina dan memarahinya yang jarang mempunyai pekerjaan sehingga dia tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, dan membuat sang istri harus ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sampai pada suatu hari, Grace benar-benar marah dan mengusir Peter dari Rumah. Ternyata kepergian Peter menyisakan dendam dihatinya, hingga beberapa tahun setelahnya dia menjadi seorang pria yang sukses dan kaya.
Pada suatu waktu dia kembali bertemu dengan sang istri yang ternyata hidupnya masih saja sengsara dan menderita karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, hingga dalam suatu peristiwa membuat mereka kembali bersama tetapi dalam kondisi yang berbeda karena Peter mempunyai tujuan ingin membalaskan dendam kepada sang istri.
Apakah Peter berhasil membalas dendam kepada Grace yang saat mereka kembali bersama tidak memikirkan hal lain kecuali untuk bertahan dalam hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adwiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdua Dengan Berta Di kamar
Di dalam ruangan sempit yang menjadi kamarnya, Grace sedang kepanasan karena tidak ada kipas ataupun pendingin ruangan untuk menyegarkan tubuhnya. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya, dan satu-satunya pekerjaan yang belum dia selesaikan adalah membersihkan kamar Peter. Apalagi saat ini dua orang wanita yang mempunyai banyak perintah dan pekerjaan untuknya sedang pergi keluar. Mereka mempunyai kegiatan bersama para teman mereka. Ya, kehidupan mereka benar-benar telah berubah. Menjadi orang kaya di ibukota, sangat mudah untuk membangun pertemanan, banyak para konglomerat yang membuat perkumpulan khusus dalam lingkungan pertemanan mereka yang kehidupan ekonominya tinggi, apalagi dengan keluarga Peter yang sudah terkenal di ibukota dengan bisnisnya yang cemerlang.
Kesendiriannya di rumah mewah itu membuat Grace memutuskan untuk berpakaian sedikit lebih terbuka, karena biasanya dia selalu memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya. Meskipun bekerja di dalam rumah tidak membuat kulitnya terbakar, tetapi dia merasa lebih nyaman berpakaian menutup tubuhnya seperti biasa yang dia gunakan ketika bekerja seperti sebelumnya. Namun saat ini dia sedang merasa kepanasan, cuaca di luar membuat hawa panasnya juga memenuhi rumah mewah tersebut.
Grace melangkah dengan pasti menuju kamar Peter yang akan dia bersihkan, tidak lupa dia membawa perlengkapan kebersihan yang akan dia gunakan.
Tujuan pertama yang dia bersihkan adalah bagian balkon kamar Peter yang selalu di penuhi dengan debu dan sisa batangan rokok yang sudah dibakar.
Grace merasa sedikit heran karena tidak menyangka bahwa selama beberapa tahun ini Peter adalah seorang pecandu rokok yang berat. Di saat mereka bersama dulu, Peter sama sekali tidak pernah menyentuh rokok sedikit pun. Setiap hari dia pasti mendapatkan sekitar lima atau sepuluh batang sisa rokok, bahkan dia yakin pada suatu waktu Peter bisa menghabiskan rokok tersebut dalam jumlah yang banyak dalam hitungan satu malam karena dia pernah membersihkan jumlah batangan rokok yang banyak ketika membersihkan balkon tersebut.
Selesai membersihkan balkon, Grace beralih ke ruangan bagian dalam. Membersihkan ranjang tidur, lalu mengumpulkan pakaian kotor Peter yang berserakan, bahkan dia juga mengumpulkan pakaian dalam Peter. Selama tidak bersama dalam beberapa tahun lamanya, dia menjadi sedikit merasa canggung ketika melihat pakaian dalam Peter tersebut, meskipun dulu dia sudah biasa melihatnya. Akan tetapi, meski sekarang sedikit canggung, dia tidak bisa menghindar karena sudah menjadi tugasnya sebagai seorang pelayan.
Dia hampir selesai membersihkan kamar tersebut yang sudah terlihat rapi, bahkan hingga ke dalam kamar mandi milik Peter. Terakhir dia hanya tinggal membereskan barang-barang Peter yang ada di atas meja kecilnya, seperti parfum, sisir dan lainnya.
Kraaaak!
Pintu kamar terbuka dengan lebar dan menampakkan seorang pria bersama wanita yang ingin masuk ke dalam kamar tersebut. Sang wanita nampak berpegang kepada prianya. Tidak, sang prialah yang menggenggam tangan wanitanya.
Awalnya Grace tercenung sejenak, dia bisa melihat dua orang yang berdiri di depan pintu kamar tersebut dari pantulan cermin. Kemudian dengan cepat dia berbalik menghadap mereka.
"Hei, apa yang kaulakukan di sini?" tanya Grace dengan suara sedikit tinggi.
"Maaf, aku hanya sedang membersihkan kamarnya," jawab Grace dengan sedikit gelisah karena Peter sedang menatapnya tajam. Dia bahkan merasa malu karena saat ini pakaiannya sangat terbuka.
"Apa kau sedang berkhayal menjadi seorang nyonya di rumah ini?" tebak Berta sesukanya. Melihat pakaian Grace yang sedikit terbuka membuat dia berpikir bahwa Grace seakan ingin menggoda Peter.
"Tidak, aku tidak tahu kalau kalian akan kembali," bela Grace atas tuduhan Berta kepadanya.
"Lalu kenapa kau memakai pakaian terbuka begitu, bukankah selama ini kau selalu berpakaian sopan. Apa kau berniat ingin menggoda, kak Peter? Dasar wanita murahan!" umpat Berta. Dia yakin bahwa Grace sudah berencana untuk menggoda Peter. Untung saja saat ini Peter tidak kembali sendiri.
"Tidak, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya kepanasan, karena sedang tidak ada orang di rumah ini," bantah Grace kembali.
Saat mereka berdebat, Peter nampak menarik tangannya sehingga Berta merasakannya. Dia mengikuti Peter yang berjalan ke arah ranjang, sedangkan Grace langsung meminta izin untuk pergi.
Grace tidak ingin menganggu mereka. Namun dia sedikit memikirkan sesuatu karena melihat mereka berduaan di dalam kamar.
Grace menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran jahatnya. Jika Berta dan Peter berada di dalam kamar tersebut, itu adalah hak mereka. Dia tidak bisa ikut campur karena di sini dia hanyalah seorang pelayan. Masalah hubungannya dengan Peter, sejak dulu dia sudah yakin bahwa Peter tidak peduli lagi, bahkan dia juga merasakan hal yang sama.
Setelah meninggalkan kamar Peter, Grace bergegas kembali ke kamarnya untuk memakai pakaian yang tertutup seperti biasa. Dia sangat malu ketika melihat Peter yang terus menatapnya tadi.
Selesai berkemas, Grace keluar dari kamar dan mencari sesuatu yang bisa dia kerjakan. Dia sengaja keluar karena takut bahwa dua orang yang sedang berada di dalam kamar itu akan membutuhkannya.
Grace memilih untuk membersihkan halaman, karena di sana dia bisa saling berbagi cerita dengan sang penjaga keamanan yang selalu ada di tempatnya.
"Apa kau mengetahui bahwa tuan Peter sudah kembali?" tanya sang penjaga memberitahu. Dia curiga bahwa Grace belum mengetahui kedatangan tuannya tersebut.
Grace tidak menjawabnya, tetapi dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Dimana nona Berta? Bukankah di rumah ini nona Leri dan nyonya besar sedang tidak ada?" jelas sang penjaga.
"Hei, kenapa kau seperti seorang intel?" protes Grace. Dia tidak menyangka bahwa sang penjaga tersebut bagaikan seorang mata-mata yang ingin mengetahui kegiatan buronannya.
"Maaf, aku sudah sedikit curiga, karena sekarang ini jarang sekali tidak terjadi sesuatu jika seorang wanita dan pria sedang berduaan," lanjut sang penjaga yang membuat Grace terkejut. Dia tidak menyangka bahwa mereka mempunyai pikiran yang sama.
"Aku akan mengadukanmu kepada tuanmu, dan mengatakan kalau kau telah mencurigainya," ancam Grace mengolok sang penjaga.
"Tidak, jangan lakukan itu!" Sang penjaga terlihat cemas. Bisa-bisa dia akan dipecat jika berani mencurigai tuannya.
Hingga Grace menyelesaikan pekerjaanya, dia tidak mendengar bahwa dua orang yang di dalam kamar rumah mewah itu memanggilnya. Dia merasa heran, karena biasanya Berta tidak akan membiarkan dia duduk tenang meski hanya beberapa menit jika dia berkunjung ke rumah ini.
"Hei lihatlah!" teriak sang penjaga dengan sedikit kuat kepada Grace yang sedang membereskan peralatan kebersihannya.
"Kenapa kau berteriak?" tanya Grace sedikit kesal, karena dia terkejut ketika penjaga tersebut tiba-tiba memanggilnya.
Sang penjaga memberikan kode kepada Grace untuk melihat kearah balkon kamar Peter. Bodohnya, Grace mengikuti arahan sang penjaga tersebut. Dari tempat mereka berdiri, mereka bisa melihat bahwa di atas balkon sana Peter sedang berdiri dengan hanya menggunakan celana panjangnya. Sedangkan tubuh bagian atasnya nampak terbuka.
Grace menatap lama kearah Peter yang berdiri di balkonnya. Pikiran-pikiran aneh yang sejak tadi telah dia hilangkan, seketika muncul kembali ketika melihat Peter berdiri dengan tubuh yang terbuka di sana.
Sementara itu, dari balkon tersebut Peter juga melihat kearah mereka yang nampak kecil karena jarak mereka yang jauh.
"Apa yang mereka lakukan di sana?" Peter bertanya kepada dirinya sendiri sambil terus menatap kearah Grace dan sang penjaga. Dia bisa melihat bahwa saat ini Grace telah mengganti pakaiannya seperti biasanya kembali.
and for women around the world who read this please fight for ur happiness and right but in the good way proper manners improve and upgrade ourselves day by day time by time..shared and spread love to all women out there.. 💕💕💕
semangat kak Rere tak tunggu up nya 🤗🥰