Menjadi seorang guru bukanlah hal yang sangat mudah dan sama seperti Aditya Laksamana Harison seorang pria tampan yang berusia 24 tahun yang menjadi guru baru di salah satu SMA elit di Jakarta.
Aditya yang harus menghadapi berbagai murid dalam tingkah yang beragam dan Aditya juga harus berhadapan dengan murid yang di segani di sekolah tersebut Lyra Citra Farizka.
Nasib sial Lyra yang semenjak kedatangan guru baru tersebut membuatnya tidak bisa seperti dulu dan bahkan Lyra sering mendapatkan masalah yang langsung berhadapan dengan gurunya itu.
Bagaimana hari-hari Lyra di sekolah yang berubah ketikan kedatangan guru tampan yang galak seperti Aditya?
Mari mampir di Novel ke-2 aku dan ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Ide bagus
Jam istirahat sekolah. Kyla Cindy dan Shania yang sedang makan di kantin dan Azizi juga yang makan di kantin dengan sendirian. Beberapa murid yang melihat Azizi mencibir Azizi
"Tapi memang dia sengaja menjebak pak Aditya?"
"Dia ingin di perkosa pak Aditya kali. Makanya sampai menjebak pak Aditya di dalam lab. Hal itu sangat melakukan sekali," beberapa murid membicarakan Azizi yang membuat Azizi makan dengan menunduk yang pasti merasa malu dengan cibiran yang di dapatkannya.
Azizi memang pasti di salahkan yang telah terjadi dengan menjebak Aditya. Karena Aditya tidak bersalah sama sekali dan tidak terbukti bersalah. Namun murid-murid yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi yang akhirnya menyalahkan Azizi yang padahal Azizi hanya di suruh Kyla dan yang lainnya.
"Mulut anak-anak memang tidak bisa di rem sama sekali," kesal Cindy.
"Iya benar, dasar mulut sampah," sahut Shania yang ikutan kesal.
"Kyla. Apa kita pindah ke bangku Azizi saja?" tanya Cindy.
"Untuk apa Cindy?" tanya Shania.
"Ya kita tanya Azizi saja. Apa dia memberitahu guru-guru. Jika kita menyuruhnya atau tidak," jawab Cindy.
"Iya juga sih," sahut Shania.
"Semua anak-anak, menyalahkan Azizi. Padahal aku yang menyuruhnya. Ini sangat tidak adil untuk Azizi," ucap Kyla dengan wajah sendu nya.
"Kyla apa kamu merasa bersalah?" tanya Cindy. Kyla mengangguk.
"Tapi kamu tidak mungkin mengakui kepada satu sekolah. Jika yang terjadi adalah ide kita," sahut Shania.
Kyla diam saja. Kyla tidak tega sama sekali jika melihat Azizi yang disalahkan dan dikucilkan yang juga dicibir oleh anak-anak yang lain yang padahal Azizi tidak melakukan apa-apa dan semuanya adalah ide dari Kyla.
"Hay Azizi!" tiba-tiba Grace dan Freya menghampiri tempat duduk haji dan langsung duduk di kiri dan kanan Azizi.
"Lihat Kyla!" tunjuk Cindy.
"Issss ngapain sih mereka," kesal Kyla yang melihat dua kakak seniornya itu yang pasti akan kembali mengganggu Azizi karena Azizi sudah kembali masuk sekolah.
"Kamu apa kabar Azizi. Kita kangen tau sama kamu," ucap Freya dengan tersenyum.
"A-a, aku baik-baik saja," jawab Azizi dengan gugup dan menunduk yang takut pada dua kakak senior yang selalu mengganggunya itu.
"Hmmm kami kangen kamu Azizi," Grace yang membelai rambut Azizi yang membuat Azizi menghindar.
Mereka juga terlihat mengganggu makanan Azizi dengan memakan apa yang dimakan Azizi. Azizi yang pasti tidak bisa melawan sama sekali yang takut dengan seniornya itu dan hanya menunduk saja dengan tubuhnya yang bergetar.
Freya bahkan sepertinya sengaja melakukan hal itu dan bahkan melihat ke arah Kyla yang mungkin ingin memancing emosi Kyla dan benar saja Kyla sejak tadi melihat tingkah laku dua orang itu dan membuat Kyla geram.
"Kaca mata kamu bagus Azizi, aku pinjam ya," pria langsung mengambil kacamata Azizi.
"Jangan kak!" Azizi yang berusaha untuk mengambilnya karena matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas.
"Senior kampungan!" umpat Kyla berdiri dari tempat duduknya yang ingin menghampiri seniornya itu namun tangannya langsung ditahan Cindy.
"Jangan Kyla, kamu akan mendapatkan masalah lagi. Nanti kalian ribut dan kamu yang di marahi," ucap Cindy mengingatnya Kyla. Mengingat yang terjadi sebelumnya. Jika gara-gara membela salah satu murid temannya mendapatkan hukuman.
"Iya Kyla benar apa kata Cindy," sahut Shania.
Kyla yang terlihat tampak kesal yang tidak bisa melakukan apa-apa hanya membuang nafas yang kasar sementara dua seniornya itu sengaja memancingnya yang mengganggu Azizi.
"Kak kembalikan kak. Aku tidak bisa melihat," Azizi mencari kacamatanya dengan meraba-raba.
"Kamu pakai softlens dong Azizi. Jadi kamu tidak akan cupu seperti ini," ucap Freya.
Di kantin juga yang tiba-tiba pak Aditya dan Bu Melody yang datang yang mendapatkan tugas piket untuk memantau murid-murid yang sedang melakukan makan siang. Apakah ada terjadi sesuatu atau semuanya baik-baik saja.
Kyla yang melihat Aditya menyunggingkan senyumnya yang seperti ada yang di rencanakannya.
"Kak Freya kembalikan dong kacamata Azizi!" ucap Kyla dengan suara keras yang membuat Aditya dan Melody melihat ke arah meja Kyla.
"Azizi tidak bisa melihat tanpa kacamata. Jangan di ambil begitu saja dong!" lanjut Kyla lagi. Aditya langsung melihat ke arah meja di mana ada Azizi yang memang sedang di jahili.
"Nggak usah ikut campur," sahut Freya sinis. Namun Grace yang melihat Aditya melihat mereka dan bahkan Aditya yang sudah menghampiri mereka membuat Gress panik dan menggeser-geser lengan sahabatnya untuk menyadarkan sahabatnya bahwa ada guru yang melihat itulah mereka.
"Itu urusanku. Kenapa apa itu merugikan kamu?" tanya Freya dengan sinis.
"Itu merugikan Azizi!" bukan Kyla yang menjawab melainkan Aditya yang sudah berdiri di belakangnya dan membuat Freya langsung menoleh ke belakang dan kaget melihat Aditya dan Bu Melody sudah ada di belakangnya.
"Pa-pa-pak Aditya!" lirih Freya dengan ketakutan.
"Apa yang kalian lakukan berdua di sini?" tanya Aditya. Kyla yang melihatnya menyunggingkan senyumnya.
"Tidak kok pak tidak apa-apa. Kita hanya ingin menanyakan kabar Azizi saja dan tidak melakukan apa-apa," jawab Freya.
"Kalau begitu. Kenapa harus mengambil kacamata teman kalian sendiri. Apa kamu harus melakukan hal itu," sahut Aditya.
"Hanya pinjam pak," sahut Freya yang takut pada Aditya
"Kembalikan!" tegas Aditya. Freya yang ketakutan langsung mengembalikan kacamata tersebut dan barulah Azizi bisa melihat.
"Ini jam untuk makan siang. Bukan untuk main-main. Kalian kembali kemeja kalian dan jangan mengganggu orang lain makan. Jika tidak ingin makan. Maka jangan di sini!" tegas Aditya.
"Ba-baik pak!" sahut Freya dan Grace yang buru-buru berdiri dari tempat duduk mereka dan mereka berdua langsung pergi meninggalkan meja Azizi.
Grace dan Freya menoleh ke arah Kyla dan Kyla menyunggingkan senyumnya yang berhasil membuat Grace dan Freya di marahi.
"Huhhhhh!"
"Jam makan siang yang di abaikan," gumam Aditya geleng-geleng kepala.
"Azizi kamu kembali makan!" titah Aditya.
"I-iya pak," jawab Azizi dengan mengangguk.
"Bu Melody. Anak-anaknya tolong di perhatikan dan di beri nasihat. Jangan membuat masalah saat jam-jam mata pelajaran dan juga jam makan siang seperti ini," ucap Aditya menyarankan.
"Iya pak. Saya akan memberitahu murid saya nanti," jawab Melody.
Sebenarnya banyak murid yang tidak takut melakukan bully dan apalagi takut ketahuan guru. Karena kebanyakan murid yang tidak bisa menghargai guru. Jadi mereka lebih tidak peduli. Tetapi semenjak kedatangan Aditya di sekolah tersebut cukup memberikan pengaruh yang sangat besar di mana para murid-murid tahu sopan santun dan takut terhadap guru.
Karena seperti apa yang dikatakan Aditya. Jika dia tidak akan memandang buluh mau itu siapapun anak pemilik Yayasan atau siapapun jika bersalah maka akan tetap mendapatkan hukum.
Jadi murid-murid SMA Pelita Bangsa sekarang sangat hati-hati. Karena takut di hukum oleh Aditya yang hukuman di berikan Aditya juga tidak akan segan-segan.
"Gunakan jam waktu makan siang kalian dengan baik dan jangan melakukan hal yang tidak-tidak!" tegas Aditya.
"Baik pak!" sahut murid-murid dengan melanjutkan makan mereka.
Kyla menghela nafas, Cindy dan Shania yang tersenyum yang juga pasti merasa lega dengan apa yang terjadi.
Bersambung