Indonesia
NovelToon NovelToon
Business

Business

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Satu tempat yang berani mengumpulkan para insan tanpa melihat bagaimana latar belakang pendidikan, ataupun latar belakang keluarga mereka itu tidak akan mendatangkan kerugian besar di kehidupan sang pemimpin!

Karena telah berani mengambil keputusan yang sulit untuk di lakukan banyak orang saat tengah memperluas bisnis mereka. Apalagi jika itu memiliki resiko yang sangat besar.

"Jika pun kau tidak memiliki ijazah ataupun surat kelulusan sekolah. Tapi kau mampu bekerja sama dengan ku tanpa merendahkan. Aku akan tetap memilih mu!! Karena tidak semua orang sanggup ada di posisi mu."

Senyum getir itu terpancar, sebelum membuka suara untuk memberi balasan. "Kau bisa mengatakan itu karena aku ini teman mu! Tapi kau menutup mata, jika aku bukan orang yang bisa diandalkan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Business ° 20

Pendirian yang sulit untuk dirobohkan itu kini perlahan memudar. Hanya karena rasa lelah mulai menguasi jiwa dan pikiran. Mungkin pilihan paling baik untuk diri sendiri saat ini hanyalah menerima tawaran yang entah kenapa sulit untuk mendapatkan kepercayaan pada jiwanya.

Tapi Lingga harus mengambil langkah untuk hidupnya agar jauh lebih baik dari saat ini. Jika pun perjalanan yang ingin Lingga lewati nantinya akan mendatangkan para penghalang di hidupnya.

"Tidak ada yang memaksamu untuk hal ini. Kau datang kesini atas kemauan mu sendiri." Tirtha yang sendiri tadi diam menutup mulutnya. Kini mulai melontarkannya, kedua mata tajamnya terus menatap Lingga.

"Jika kau masih ragu, kau bisa memikirkannya lagi. Tapi kesempatan yang kau dapat itu tidak akan bisa datang untuk kesekian kalinya. Karena bagi seorang bisnis, dia akan melangkah mencari orang baru untuk mempertahankan perusahaannya, dari pada menunggu orang lama yang sulit untuk mengambil keputusan." Timpal Tirtha. Pria itu bukannya ingin membuat Lingga semakin bingung dengan kesempatan emas di depan matanya saat ini. Hanya saja, Tirtha harus mengambil keputusan tanpa merugikan siapapun.

Sedangan beberapa orang di dalam ruangan itu hanya bisa diam. Saling lempar pandang tanpa berani membuka mulut mereka untuk memberi pembelaan pada Lingga, ataupun berpihak pada Tirtha. Karena mereka harus memprioritaskan kesadaran mereka, jika pekerjaan mereka saat ini benar-benar sangat berharga.

Jadi pilihan yang paling aman untuk saat ini adalah menahan diri, agar tidak menjadi sasaran utama pada akhirnya nanti. Tapi jika perkataan Tirtha sudah melewati batas, seseorang akan berterus terang memberi teguran pada atasannya itu.

"Aku tidak ragu sama sekali. Tapi ada yang ingin aku tanyakan lebih dulu." Suara tanpa ragu Lingga cetuskan begitu saja. Pandangan mata menatap lurus ke arah Tirtha, penuh keberanian. Karena Lingga yakin, jika Tirtha juga tidak akan menyimpan dendam padanya.

"Katakan, apa yang ingin kau tanyakan. Sebisa mungkin, aku akan menjawabnya tanpa memberatkan mu." Tiada ancaman yang menyelip di jiwa Tirtha, dengan lantang melontarkannya sebagai balasan.

"Jika aku menjadi arti di perusahaan ini tanpa pengalaman sedikit pun. Apa kalian tetap tidak mempermasalahkannya?" Mungkin pertanyaan itu terdengar sangat sederhana di pendengaran para insan di depan mata Lingga saat ini. Tapi bagi Lingga sendiri, hal itu akan merubah jalan pikiran Lingga.

Tirtha yang mendengar penuturan dari Lingga. Kini pria itu membenarkan sebentar posisi duduknya, sembari menelan ludah getirnya. Sebelum membalas tatapan Lingga kembali. "Menurutku sendiri. Menjadi seorang artis, publik figur, hal itu tidak harus memiliki pangalaman. Jika kau mau belajar dan berusaha untuk memahami bidang yang ingin kau kuasi. Itu jauh lebih baik, dari pada memiliki banyak pengalaman tapi tidak mau belajar untuk membaca situasinya."

"Misal__" sekilas Tirtha membasahi bibirnya. Membiarkan Lingga yang menciptakan gelombang samar di kening lebarnya itu. "Kau memiliki banyak pengalaman. Tapi saat kau berada di lokasi syuting dan kau tidak bersikap ramah pada rekan kerja mu, itu akan percuma."

"Untuk apa kau membanggakan dirimu yang memiliki banyak pengalaman, di saat kau mengutamakan sikap arogan mu." Jelas Tirtha, langsung mendapat anggukan kecil dari teman-teman nya yang ada di dalam ruangan itu. Jujur, perkataan Tirtha saat ini benar-benar fakta.

"Benar, hal itu memang tidak begitu penting." Setuju Lingga dengan kepala yang mengangguk kecil.

"Tapi apa kau akan meminta ku putus sekolah?" Tidak begitu cepat kalimat itu keluar dari mulut Lingga. Jika Tirtha menjawab 'iya' kemungkinan Lingga tidak akan menandatangani kontrak dengan perusahaan itu.

"Tidak!!" Cepat Tirtha. Memang tidak akan menjadi penghalang siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan mereka. Karena bagi Tirtha sendiri, sekolah itu memang penting. Karena ilmu yang sekolah berikan belum tentu bisa kita dapatkan dengan mudah di luar lingkungan sekolah.

"Kau harus menuntaskan pendidikan mu. Kau harus mendapat surat kelulusan itu. Kenapa? Kau khawatir jika aku meminta mu untuk putus sekolah dengan alasan fokus ke karier jauh lebih penting dari belajar?" Sekilas begitu pasti. Alis tebal milik Tirtha naik ke atas tanpa mengalihkan kedua matanya dari Lingga. Karena entah kenapa, Tirtha begitu damai saat melihat wajah Lingga.

"Tapi__" bukannya Lingga tidak sanggup menuntaskan perkataannya. Hanya saja, lidahnya mendadak keluh sulit untuk digerakkan.

"Ahh benar, mungkin kau mencari tahu soal artis yang memilih kariernya dari pada menuntaskan sekolahnya, bukan?" Cetus Yudha dengan senyumannya. Berusaha untuk menjadi penghalang kecanggungan yang hampir saja menguasi meeting room itu.

"Dia senior ku di sekolah. Aku baru saja mengenalnya, tapi dia memilih untuk mengakhirinya. Karena dia bilang, dia akan sulit bertemu dengan ku. Walaupun aku sering melihatnya di layar televisi." Ucap Lingga apa adanya. Dan itu membuat beberapa orang di dalam sana tahu siapa artis yang di maksud Lingga.

"Kau ingin putus sekolah?" Kalimat tidak terduga dari Tirtha benar-benar membuat Lingga dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"Tidak!! Aku akan mendapat surat kelulusan dari sekolah." Senyum canggung tercetak sangat jelas di wajah Tirtha.

Dengan sangat teliti Lingga kembali membaca ulang isi kontrak di lembar akhir, untuk menyembunyikan kecanggungan di dalam benaknya. Lingga kini membuang napas beratnya yang begitu panas, sebelum benar-benar menyetujui isi kontrak perjanjian artis dan perusahaan.

"Kau tidak perlu khawatir tentang tempat tinggal. Karena aku akan memberikannya untuk mu." Cetus Tirtha yang kembali mengingat tempat. Di mana rumah itu ingin sekali Tirtha berikan pada Sella. Tapi berakhir wanita itu tolak dengan alasan, jika Sella sudah mencari rumah sewa di kota ini.

Perlahan begitu pasti, Lingga mulai menarikan ujung pena diatas kertas putih di pojok kanan bawah. Hal itu membuat seluruh pasang mata di dalam ruangan menunjukkan senyum khas mereka.

Dengan sangat hati-hati Rama memberikan dokumen perjanjian itu kepada Tirtha yang tanpa berpikir lagi menandatangani kontrak itu. "Kau bisa menyimpannya." Rendah Rama sembari memberikan satu jilid yang berisi lima lembar kertas kontrak perjanjian kerja kepada Lingga.

"Oke!!" Seru Tirtha yang mampu menyentakan siapapun. "Kau harus pulang istirahat. Karena aku tidak akan memberi mu pekerjaan di hari ini."

"Apa aku harus mengantarkannya?" Tawar Yudha yang begitu saja. Menarik semua mata di sana. "Karena mau bagaimana pun, aku sudah mendapat tugas dari Tirtha. Sebagai manager pribadi untuk Lingga."

"Kau bisa mengantarkan ke rumah baru." Tanpa adanya ancaman, Tirtha melontarkannya.

"Tapi aku harus mengambil barang-barang ku lebih dulu. Apa itu tidak masalah?" Sikap sopan itu harus Lingga utamakan. Karena jika dipikir lagi, bekerja sebagai publik figur itu tidak terlalu buruk.

"Kau bisa mengatakannya padaku, di mana aku harus mengambil barang-barang mu?" Sahut Yudha tidak menyimpan beban sama sekali di benaknya. Hal itu semakin membuat Tirtha menyinggungkan senyumannya.

1
arieality
haii semuanya... saling support karya yuk... baca dan komen di karyaku, aku juga akan lakuin hal yg sama.. okee.. "sepakat" 🤗🤗
A. Lucy
semangat terus ya kaak 💪 ayo saling support terus biar semua yang kita inginkan bisa tercapaai 😄
Pearl Purple
semangat.... aku udh mampir nih /Smile/
Risky Akatsuki
semangat ya kak 😍
aytysz: kamu juga semangat yaa
total 1 replies
Celeste_lumiere 🕊️
Ka Lanjutt😍
aytysz: di tunggu yaa😉
total 1 replies
Celeste_lumiere 🕊️
Bagus Poll😍😍😍
semangat kak, makasih juga dukungannya ya
Agatha soul
semangat kak nulisnya
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu
total 1 replies
Anyelir
kak, suatu hubungan yang sebenarnya belum selesai itu bagaimana cara menyelesaikannya??
aytysz: sejujurnya, aku sendiri pun juga tidak tahu🤫
total 1 replies
bunga JK
bagus banget kaka novel 👍
aytysz: terima kasih😉
total 1 replies
Rvina
semangat nulisnya kak💪
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu
total 1 replies
Kyqill
💪💪 semangat kak...keren...
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu💙
total 1 replies
flybutterfly
semangat yaaa, makasih udah mampir😍
sena himura
bagus kak,di tunggu bab selanjutnya
Bun.Na
bab pembukanya bagus banget
aytysz: terima kasih😉
total 1 replies
Anyelir
semangat kak
aytysz: semangat juga yaa buat kamuu
total 1 replies
bell amorr de ally
sini followan kita
Rosdianah 🌷
hallo kak mampir
Zetta
seruuu kak ceritanya
Sandi Akbar
kerenn semangatt kakaa😍😍
aytysz: semangat juga yaa kamuu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!