Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Posisi Penting?

Setelah mengetahui bagiannya masing-masing dan diberikan id card, mereka langsung diarahkan menuju ke tempat mereka di setiap divisi.

Aluna dan Mia yang diterima dibagian manajemen marketing langsung diarahkan kesana dan diserahkan oleh ketua tim mereka untuk pembahasan kerja lebih lanjut dan penempatan mereka.

Begitu masuk ke ruangan divisi marketing, Aluna langsung menatap pakaiannya dari atas ke bawah dan membandingkannya dengan pakaian kantor staf lain yang jauh lebih santai.

"Ternyata aku salah dress code."

Batinnya merasa canggung sendiri.

"Aluna?." Tanya kepala tim tersebut menatap Aluna untuk memastikan namanya.

"Iya Bu." Jawabnya cepat

"Mia?." Selanjutnya kepala tim tadi bertanya pada Mia.

"Iya Bu." Jawab Mia

"Yang namanya Aluna cantik banget, dibilang anak konglomerat pun keknya masih pantas."

Batin kepala Tim tersebut memperhatikan Aluna dari ujung kepala sampai ujung kakinya.

"Tempat kalian disana." Ucapnya setelah sadar ia memperhatikan Aluna dengan begitu detail. Setelahnya, ia berjalan lebih dahulu untuk menunjukkan meja kedua karyawan baru tersebut.

Mereka lalu mengikuti kepala tim mereka ke mejanya masing-masing.

"Ini ada dokumen dan ide-ide marketing yang sudah dibahas di rapat beberapa waktu lalu dan semuanya adalah ide yang di tolak, kalian analisis kenapa idenya di tolak dan kalau kalian punya ide kreatif buat tambahan ide yang ditolak ini boleh kalian tambahkan."

Jelas kepala tim tersebut dan memberikan masing-masing satu map berisi dokumen kepada Aluna dan Mia.

"Baik Bu."

Keduanya menjawab bersamaan sembari menerima dokumen tersebut.

"Wah baru masuk langsung kerja aja, menarik nih."

Batin Aluna merasa antusias.

Aluna dan Mia langsung duduk dikursi mereka masing-masing.

Berbeda dengan Mia yang tampaknya sudah pernah bekerja sebelumnya, Aluna malah excited sendiri saat menyalakan komputer yang ada dimeja kerjanya.

Senyumnya terus merekah di bibirnya, bahkan saat ia membuka dokumen-dokumen yang ditolak tadi, ia dengan semangat membaca isinya.

***

Sebelum beranjak ke tempat nya yang ada diujung ruangan, Kepala tim tadi berhenti disalah satu meja karyawan.

"Siska." Panggilnya dengan suara berbisik

"Iya Bu?." Tanya Siska langsung menghentikan aktivitasnya.

"Perhatikan deh anak baru itu..."

Ia menunjuk dengan matanya ke meja kerja Aluna.

"Yang mana Bu?."

"Yang mejanya di pojok."

Siska langsung paham dan dan melihat Aluna yang kebetulan mejanya menghadap langsung ke arah mejanya.

"Wah cantik banget yah Bu." Kata Siska memuji kecantikan Aluna yang terasa berbeda.

"Saya mau kamu perhatikan cara kerjanya yah, dari tadi senyum terus seperti orang aneh saja." Perintahnya pada Siska.

"Baik Bu." Jawab Siska mengerti

Kepala tim tadi lalu kembali berjalan kembali ke tempatnya.

"Kenapa Sis?." Tanya Rani, rekan kerjanya yang penasaran.

"Bu Sinta minta gue buat perhatiin anak baru itu." Jawabnya sesuai apa yang dikatakan oleh Bu Sinta padanya tadi.

"Kenapa emangnya?." Rekannya tersebut masih penasaran.

"Entah."

Dia pun tidak tau tapi yang pasti kalau Bu Sinta sudah menyuruhnya memperhatikan karyawan baru, mungkin saja ada yang aneh.

"Tapi dia cantik banget yah, gue yakin Bu Sinta ada feeling."

Rani pun memikirkan hal yang sama.

"Gue aja heran, tampangnya sih kek baru kerja dan herannya gue tuh, dia langsung ditempatkan di tempat kita, divisi pertama tim inti perusahaan. Gue gak yakin dia gak pakai orang dalam sih, gak sembarang orang yang bisa masuk tim ini."

Siska menatap Aluna yang tengah sibuk membalik halaman demi halaman dokumen tersebut dengan tatapan menyelidik.

"Kerjain yuk." Ajak Rani yang mulai ingin bersikap usil.

"Ayo." Siska pun dengan semangat menyetujui usulan Rani.

Mereka bedua lalu berdiri dan berjalan menuju ke meja kerja Aluna.

"Nama kamu siapa?." Tanya Siska pada Aluna saat ia sudah didepan meja kerja Aluna.

"Aluna Bu." Jawab Aluna sopan

"Udah lihat dokumen yang dikasih sama Bu Sinta tadi?." Rani sengaja memberinya pertanyaan dengan nada suara yang mengintimidasi.

"Sudah, ini lagi saya analisis."

Rani terkejut karena Aluna sama sekali tidak terlihat takut atau pun gugup saat menjawabnya.

"Sore ini udah harus kelar yah." Ucap Siska, barulah Aluna terkejut.

"Sore ini?." Tanya Aluna sedikit panik

Padahal baru hari pertamanya dan dia sudah harus mengerjakan dokumen pertama hari ini sampai selesai.

"Iya. Kamu gak bisa selesaikan sore ini? Kamu sadar gak, kamu ini masuk di divisi pertama tim perusahaan loh."

Desak Rani, Aluna pun langsung menatapnya saat mendengar posisinya di perusahaan ini.

"Jadi ceritanya posisi aku penting nih?."

Batin Aluna.

Ia merasa berdebar karena menyadari ia masuk di tim penting di perusahaan ini, semangatnya pun langsung meningkat.

"Baik Bu, saya selesaikan semuanya sore ini." Jawabnya dengan yakin dan mantap.

Keduanya saling tatap saat Aluna menjawab mereka dengan penuh semangat.

"Gak usah panggil Ibu, Siska aja." Kata Siska karena panggilan Aluna membuatnya terasa lebih tua.

"Baik mbak Siska." Jawab Aluna lagi mengoreksi panggilannya.

Siska dan Rani lalu berbalik dan berjalan ke meja mereka kembali.

"Lo cium bau parfumnya gak? light dan wangi banget."

Siska yang sedari tadi saat baru berdiri di depan meja kerja Aluna sudah salah fokus pada wangi dari badan Aluna.

"Gue juga lihat tas nya, keknya barang branded tuh." Kata Rani menimpali.

"Apa peliharaan yah tu orang?." Tembak Siska merasa penasaran dengan latar belakang Aluna yang seorang karyawan baru tapi sudah sangat mencuri perhatian.

"Hush, nanti didenger sama dia gimana?." Tegur Rani takut jika mereka ketahuan menuduhnya yang tidak-tidak.

"Yah biarin aja sih." Jawab Siska cuek

***

Jam makan siang, Aluna dan Mia berjalan bersama ke kantin.

Sepanjang jalan menuju kantin, Aluna tidak berhenti mengagumi interior dan design perusahaan yang menjadi tempatnya bekerja ini.

"Perusahaannya bagus banget yah, Mia."

Aluna tidak bisa berhenti mengagumi dan memuji semua yang ada didalam perusahaannya

"Iya, perkembangannya juga pesat. Katanya sih, new foundernya orang yang kompeten." Jawab Mia menimpali.

"Itu udah pasti sih, yang aku tau perusahaan ini hampir bangkrut. Tapi setelah diambil alih sama founder barunya, dalam dua tahun aja udah berkembang pesat lagi." Aluna terlihat sangat antusias menjelaskan apa yang ia ketahui tentang perusahaan tempat mereka bekerja ini.

"Ternyata kamu tau banyak juga yah." Kata Mia memuji pengetahuan Aluna.

"Iya dong, soalnya selain aku udah tertarik banget mau kerja disini, aku juga pernah pakai brand perusahaan ini hehe." Jawab Aluna

Mia kembali memperhatikan Aluna dari atas hingga bawah sembari mereka berjalan beriringan.

"Keknya dia emang orang have deh."

Batinnya meyakini Aluna bukan orang biasa, ia yakin Aluna berasal dari keluarga yang tidak biasa.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!