Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu dwi

ponsel aji berdering berkali-kali, panggilan masuk dari wulan. melihat nama wulan di panggilannya, aji semakin pusing. bukan dia jawab panggilannya, ponselnya justru di selipkan di bawah bantal dan aji keluar dari kamarnya.

"rasanya lama sekali aku ndak duduk di sini bik" ujar aji duduk di ruang tvnya sambil melihat aquarium yang berisikan ikan lohan berjidat jenong

"akhir - akhir ini tuan sangat sibuk, baru pulang trus pergi lagi" ujar bik atik

"iya, sampai kecapean begini. oh ya bik, bagaimana kerjanya dwi? bagus?"

"lumayan bagus tuan, rajin. sejak ada dwi, saya sangat terbantu tuan. ndak terlalu capek seperti dulu"

"owww... jadi bibik capek?" ledek aji

"ndak begitu maksud saya tuan. rumah sebesar ini kalau harus membersihkan sendirian pasti encok. alhamdulillah ada dwi, rajin"

"kalau dwi nanti pulang tolong kasih tau aku ya bik. masak sudah beberapa hari di sini belum ketemu sama sekali"

"baik tuan. tuan sudah sehat?"

"belum. mata ini masih panas, tenggorokan kering"

"istirahat lagi tuan, jangan kecapean lagi"

"bosen di kamar terus bik, seandainya ada istri disini pasti enak ya bik. sakit ada yang mijiti"

"nyonya di suruh ke sini aja tuan, bisa jaga tuan, merawat tuan. pasti tuan ndak kesepian"

"siapa bilang aku kesepian bik, ada bik atik, pak yanto, sekarang ada dwi. aku ndak merasa kesepian"

"oh ya... semalam tuan mengigau"

"mengigau apa bik?"

"manggil namanya suci... suci.. suci terus. suci nama istri tuan?"

"masak aku mengigau seperti itu bik?"

"iya tuan... sampai tuan mengang tangannya dwi"

"owww itu? iya bik, semalam aku lihat suci ada di sampingku bik"

"itu dwi, bukan suci tuan. suci nama nyonya ya?"

"bukan... nama istriku wulan bukan suci. suci calon istriku" canda aji

"haha.. tuan bisa aja. mau nikah lagi?"

"ndak pa-pa donk bik, aku punya uang. mau nikah sepuluh kali bisa kok. apa bik atik mau jadi istriku juga?" goda aji ke asisten rumah tangganya itu

"apa an sih tuan ini. bibik sudah tua, sudah peyot"

"tapi mau kan? kan? kan?" goda aji

"ada-ada aja tuan ini. sudah ah, bibik mau lanjut kerja. nanti kalau dwi datang, saya suruh nemuin tuan" ucap bik asih meninggalkan aji di ruang keluarganya.

aji masuk lagi kedalam kamarnya

ponselnya berdering lagi

"kenapa lan?"

"kemana aja sih kamu mas? di hubungi susah sekali"

"ada apa? kalau sulit di hubungi berarti aku sibuk. ada apa?" jawab aji lemas

"ada penyumbatan di saluran kencingnya firman"

"terus?"

"harus di khitan mas"

"ya sudah kamu bawa ke Rumah sakit, trus di khitan. beres kan?"

"kamu ndak mau nemani anakmu?"

"aku sekarang sedang sakit lan, tolong lah kamu urus sendiri. bisa kan?"

"kamu ndak sedang beralasan kan?"

"aku capek berdebat lan. kalau sudh selesai aku mau istirahat"

"kamu selalu seperti ini mas. lepas tangung jawab"

"ingat. kurang 5 bulan ya. aku tunggu itu" ucap aji sambil mengakhiri pembicaraan lewat ponselnya

Tak lama kemudian, wulan kembali menghubungi aji

"apa lagi wulan?"

"aku dan firman bukan hanya butuh materi saja mas, kita butuh kamu disini"

"sudah masuk transferannya? itu untuk biaya operasinya firman. uang belanjamu masih cukup kan? aku capek, aku mau istirahat" ucap aji kembali mengakhiri percakapan mereka

*****

sudah 2 hari aji terkapar dengan lemas di atas tempat tidurnya.

"bik... punya masker?"

"ada di kotak p3k. kamu kenapa wik? sakit?"

"iya bik, kayaknya mau kena flu, dari kemarin bersin-bersin terus"

"cepat pakai masker, takut kalau menular"

Dwi mengambil masker di kotak p3k.

"bik.... " aji memanggil bik atik

"iya tuan, ada yang tuan butuhkan?"

"aku lapar, masak apa bik?" badan aji sudah mendingan

"dwi masak ayam kecap sama bikin pergedel kentang tuan"

"siapkan buat saya bik, sekarang. oh ya, sekalian aku mau ketemu dwi"

"baik tuan"

"wik. tuan mau ketemu kamu"

"sekarang bik?"

"iya, sekalian bawa makanan ini ke meja makan" ucap bik atik sambil menyiapkan makanan untuk tuannya.

"pakai maskermu wik. jangan sampai tuan sakit lagi"

Aji sudah siap di meja makanannya, menunggu hidangan yang di siapkan oleh asisten rumah tangganya

"selamat sore tuan" sapa dwi sambil meletakkan piring berisi perkedel kentang dan ayam kecap

"sore" ucap aji datar sambil memainkan ponselnya

"siapa nama kamu?"

"nama saya dwi tuan"

"kamu jadi kuliah?"

"alhamdulillah jadi tuan, terimakasih banyak karena sudah menerima saya bekerja di rumah ini dan terimakasih juga sudah memberi motor untuk saya kuliah"

"kuliah dimana? ambil jurusan apa?"

"di poltek tuan, ambil jurusan teknik sipil pertambangan"

aji langsung mendongakkan kepalanya

"pertambangan? kamu punya cita-cita kerja di pertambangan?"

"iya tuan. InsyaAllah, jika Allah meridhoi"

"kenapa kamu pakai masker? sakit?"

"iya tuan, kena flu" ucap dwi sambil terus menunduk

aji mengambil nasi keatas piringnya, di susul dengan ayam kecap dan lauk yang lainnya

"asal kamu dari mana?"

"Jawa Tengah tuan"

"Jawa Tengah? Jawa Tengah mana?"

"bantul tuan"

"owww... semoga kamu kerasan bekerja disini, walaupun kamu di sini kerja sambil kuliah tapi kamu harus serius dengan keduanya"

"baik tuan"

aji menyantap hidangan yang ada di depannya

"jika sudah selesai, saya pamit kebelakang tuan" pamit dwi

"tunggu saja di situ, sekalian kamu bereskan piringku"

dwi masih berdiri mematung di tempatnya

"duduk aja wik, jangan berdiri"

"ndak pa-pa tuan"

"bagaimana? kerasan di malang?"

"kerasan tuan, kotanya dingin, sejuk"

"sudah pernah jalan-jalan keliling kota?"

"belum tuan, belum tau jalan. takut kesasar"

"kan ada google maps, sekali kali jalan-jalan, bagus lho. apalagi di kota batu. ndak kamu temui di tempat tinggalmu"

"baik tuan"

"ajak pacarmu jalan-jalan, kamu libur seminggu sekali kan?"

"iya tuan"

"buat keluar rumah, mencari udara segar"

"baik tuan"

"kenapa kamu ndak ambil administrasi atau akuntansi?"

"sudah banyak yang mengambil jurusan itu tuan"

"jadi tetap berminat di pertambangan?"

"iya tuan"

"jadi sudah siap di tempatkan di luar Jawa? kalimantan... papua misalnya"

"InsyaAllah siap tuan"

"kalau menurutku sih, kamu ambil administrasi perkantoran atau akuntansi aja wik. bisa langsung kerja di tempatku"

Dwi hanya diam

"kenapa diam? ndak berminat?"

"masih belum terfikir tuan"

"ya sudah. aku sudah selesai. tolong di rapikan ya"

"baik tuan"

hari itu badan aji sudah memulai membaik, berhari-hari dikamar membuat badannya sakit semua

"pak yanto.... " sapa aji yang keluar ke teras rumahnya

"sudah sehat pak?"

"alhamdulillah... anaknya sudah lahir?"

"alhamdulillah sudah pak. perempuan"

"alhamdulillah. selamat ya tok, maaf belum bisa menjenguk anakmu"

"iya pak ndak pa-pa, Terimakasih sudah di pinjami mobil saat istri saya melahirkan"

"Sama-sama Pak yanto" aji sibuk dengan ponselnya "kamu cek tok"

"apanya yang di cek pak? mobilnya?"

"sudah aku kirim ke rekeningmu, buat beli susu anakmu"

"alhamdulillah. terimakasih pak"

"sama-sama. mobil saya sdh di cuci?"

"sudah pak, siap untuk di pakai. sudah bersih luar dalam"

"terbaik kamu tok" ucap aji lalu meninggalkan yanto di teras

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!