Safa Wijaya terlahir dari keluarga terpandang hidup nya selalu di penuhi dengan kebahagian .Tapi sayang kebahagian itu tak lama ,setelah ibu nya meninggal .
Kehadiran ibu tiri membuatnya menderita bahkan terbuang .
Kehadiran Kevin dalam hidupnya membawa sinar mentari yang telah lama redup.
Penasaran kan sama kisah nya ?
Jangan lupa kasih autor vote ,komen , dan like yah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rina arsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Selamat datang Nona muda ." sambutan seluruh pegawai menyambut kedatangan mereka .
Safa hanya menganggukkan kepala , terlalu berlebihan sekali pikir nya . Kevin hanya tersenyum melihat pipi istrinya menjadi merah padam haha .
"Selamat ya Nak , semoga pernikahan kalian abadi sampai maut yang memisahkan kalian ." Ucap bi Narti dengan mengusap pundak Safa . Bi Narti adalah pembantu rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah Kevin . Kevin sendiri sudah menganggap nya keluarga . Narti yakin Safa perempuan baik - baik . Terlihat dari kepolosan nya.
"Ia bi makasih ." jawab nya dengan senyum .
Kevin membawa Safa ke kamar utama . Kamar dengan nuansa putih . "Om , kamar mu rapih ." Dengan polos nya gadis itu bicara haha.
"Kamu ini , mulai sekarang jangan panggil aku om ! " Menarik tangan nya dan memberi ciuman di sana.
"Lalu apa ?" Berjalan dan melihat semua sudut kamar . Indah sekali penataan kamar nya .
"Terserah asal jangan om ." Jawab nya dengan berbaring di kasur empuk milik nya .
"Paman ." memasang wajah mengejek .
Menemukan wanita seperti Safa adalah anugrah terindah dalam hidup nya . Di jaman yang modern ini , masih ada gadis polos seperti Safa .
"Katakan sekali lagi ." Bangun dari tidur nya dan mendekat ke arah Safa .
"Eh ...." berlari masuk ke dalam ruangan dan terkunci . "Aman , awas saja kalau dia berani macam - macam lagi ." Mengusap dadanya Yang berpacu cepat .
"hahahaha" Kevin merasa lucu melihat gadis itu .
Safa begitu kaget dan terkejut melihat deretan baju - baju wanita tergantung indah di lemari kaca . Tas - tas mahal tertata rapih dalam kaca . Sepatu - sepatu dengan model terbaru tersusun rapih . Ya rupanya dia tadi masuk ke dalam ruang ganti . Matanya kaget terbelalak saat melihat tulisan cantik di Lemari "Safa". "Ya ampun om ." Hati nya hangat , terharu , pria itu benar - benar memperhatikan nya dalam hal apa pun . Dulu dia selalu mendapatkan itu dalam keluarga utuh , namun sejak Retno berpulang semua itu menghilang .
Klek ....Safa membuka pintu . Mata nya tertuju pada Kevin yang saat ini tengah sibuk dengan laptopnya . Entah apa pekerjaan suami nya itu pikir Safa , dia selalu terlihat sibuk dengan benda itu . "Jangan bilang dia mafia yang seperti di Novel hahaha." Ucap nya dalam hati dan terkekeh .
"Om , makasih ya buat semuanya . " Ucap nya duduk di samping Kevin dan bergelayut manja di lengan pria itu .
"Lalu , apa hadiah nya ?" Meletakan laptop nya dan terfokus dengan Safa . Memandang wajah cantik yang teduh , wajah yang selalu membuat nya hanyut dalam suasana baru .
Cup....Safa mencium pipi Kevin sekilas dan menjauh . Haha gadis itu takut Kevin akan meminta hak nya .
"Mulai nakal ya sekarang ." Kevin terkekeh melihat kelakuan istri kecil nya itu .
"Om besok aku pergi sekolah yah ." Mohon nya.
"Pergilah ! Tapi kamu harus tau batasan nya ,jangan dekat dengan laki - laki lain . Nanti biar kamu di antar supir ."
"Tenang saja om , aku tau ko batasan ku . Tapi , aku ga mau di antar supir . Aku bisa nyetir sendiri om ." Rajuk nya .
"Tidak ada kata penolakan !"
Safa lebih baik mengalah , si ijinkan sekolah lagi sudah sangat bersyukur . Setidak nya dia masih bisa menikmati masa - masa indah di sekolah . "Baiklah om ."
"Bagus , jadi penurut kan enak di lihat nya ." Rasanya dia ingin melahap gadis kecil cantik dan menggemaskan di mata nya . "Aku keruang kerja dulu , kalau butuh sesuatu minta pelayan ." Ucap nya lagi dan berlalu .
Ada pekerjaan yang harus segera dia selesaikan , Julio sudah menunggunya di ruang kerja .
Safa merasa jenuh berdiam diri ,dia lebih menyibukan diri menata buku - buku sekolah nya di meja . Selebihnya dia lebih memilih berbaring memainkan ponsel . Bertukar pesan dengan sahabatnya Novi .
Sementara di kediaman Ronald . Puncak amarah Reni benar - benar sudah tidak dapat di tahan . Apa lagi dia mendengar Safa sudah pergi ke kediaman Kevin , tanpa pamitan kepadanya . "Gadis itu benar - benar sudah merendahkan aku ." Pikirnya . "Mah , siapkan pakaian papah , papah harus keluar kota , ada kerjaan mendadak ." Suara pria itu membuyarkan lamunannya. Tanpa bicara Reni menuruti perintah suaminya.
Akhirnya selesai mengemas semua barang . Reni mengantar nya sampai di balik pintu , Ronald pergi dengan di antar supir .
Brak.......suara pintu di banting .
Plak .....satu tamparan mendarat di pipi Wina .
"Mamah , apa - apa sih ?" Sontak nya kaget mendapat serangan tiba - tiba .
"Dasar tidak berguna , kamu tau tidak ? Sekarang anak itu sudah pergi ke istana Kevin . Kamu itu benar - benar tidak becus ." Dia benar - benar tidak habis pikir dengan jalan pikir anak nya.
Wina menjelaskan semua kejadian . Reni yakin ada yang ikut andil dalam permainan nya. Tapi siapa pikir nya , apa hanya akal - akalan Wina . "Heh anak kurang ajar , kalau lampunya mati mamah bisa menerima . Tapi tadi mamah melihat nya kamu bermain gila dengan sadar ."
"Anu mah , itu ..mamah tau kan rasanya , aku hanya menikmati ." Sungguh tidak ada rasa malu nya dia berkata seperti itu pada ibu nya .
"Dasar anak kurang ajar . Percuma ngomong sama kamu . Yang ada aku bisa gila . " Pergi meninggalkan Wina . Dia benar - benar tidak habis pikir dengan cara anak nya berpikir .
"Alah , kaya tidak pernah merasakan muda Saja . Tapi sayang nya pria itu sudah pergi . Dia benar - benar perkasa haha . Aku harus pergi sekarang , pacar ku sudah menunggu . Tapi ini tanda merah , nanti dia bisa bertanya - tanya ." Wina sangat bingung , dia bahkan berjanji akan menemui kekasih nya . Tapi tubuh nya penuh dengan tanda merah . "Ah sial , padahal aku rindu sentuhan nya . Sudahlah aku cari alasan saja ." Ucap nya lagi .
"Kau lihat saja Safa , sekarang kamu boleh senang - senang . Tapi nanti , aku yang akan membuat neraka baru untuk mu ." Wina benar - benar kesal , harus nya dia malam tadi menikmati malam syahdu dengan Kevin . Siapa musuh yang menggagalkan rencana nya . "Novi dia pasti dia , tapi apa Iyah anak pembantu itu. Punya apa dia untuk menyewa orang . Aku sampai lupa menanyakan suruhan siapa pria itu. " Dia keluar dengan berlari menuju kamar Reni .
"Apa lagi kamu ." Reni sangat kecewa dengan Wina.
Melihat situasi di kamar nampak Ronald tidak ada di sana ."Mah , mamah sadar ga sih ? musuh kita ada di rumah ini . Jangan - jangan anak pembantu itu . Mamah ingat ga anak pembantu sialan itu pernah punya vidio aku , kita harus memberi dia pelajaran . "
"Benar , kita harus selidiki dia . Awas saja kalau dia orang nya . Aku tidak akan memberinya ampun ."
"Usir saja dia dari sini ."
" Kita harus main cantik , kalau kita usir dia dari sini tanpa bukti yang ada gadis itu akan berbalik menyerang kita . "
"Sudahlah sana pergi , mamah masih pusing mikirin kelakuan kamu . Biar ini urusan ku." Mendorong tubuh gadis itu keluar kamar .
"Mah ,,,ih ...dasar perempuan cerewet." Pergi dengan kesal nya .