*Ini sekuel dari cerita Amara cinta
*Dimohon baca cerita Amara cinta
dulu yah.biar kalian bisa ikuti alur
ceritanya.
Ini bercerita tentang mimpi seorang gadis
disisa akhir hidupnya,akankah mimpinya
menjadi nyata, menikah dan menjadi seorang
istri dari pangeran halu nya atau suami biasnya,seorang Penyanyi dan aktor papan
atas ,serta pewaris tunggal dari sebuah
kerajaan bisnis Asia.
Ataukah Pangeran nyata seorang
Kapten muda ,yang terkenal karena prestasi
dan kinerjanya yang sangat bagus di instansi
tempatnya bernaung, yang telah jatuh cinta
pada pandangan pertama padanya.
Ada keseruan,baper ,marah dan campur aduk
dalam kisahnya .ini hanyalah karangan fiktif
semata tidak menyangkut dengan seseorang ataupun instansi manapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yha-nie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
**Episode 20 *Dimohon tarik nafas dalam , dan dimohon jangan benci saya
**Ini alur cerita yang memang kadang ter
jadi di dunia nyata, kadang yang terlihat
indah tidak sama dengan kenyataan, oleh
itu siapkan mental kalian 🙏
**Happy reading's
"Mas belum berangkat !" ujar Kinara ketika
dilihat Irham berdiri disamping mobilnya
diparkiran.
"Jemput kamu dulu , biar kita bisa sarapan
bareng !" ujar Irham .
"Anak anak udah berangkat sekolah ?"
Irham mengangguk ,
"Sudah diantar sama asisten Kevin !"
Kini Kinara yang manggut manggut.
Taklama mereka berhenti di warung
soto Langganan mereka , untuk sara
pan , tak lupa mereka membungkus
untuk orang rumah
Sesampainya di depan gerbang rumah ,
Kinara masuk ,sedangkan Irham langsung
berangkat.
*******
Kinara terbangun ketika terdengar suara
anak anaknya pulang dari sekolah.
"Bu ,..maaf ada tamu ingin menemui ibu
dan bapak di depan !"sahut Art Kinara yang
memang kemarin sengaja diliburkan kare
na Kinara libur.
"Siapa ?" tanya Kinara.
"Seorang wanita dan seorang putri Bu!"
ujarnya lagi ,
"Baik saya kedepan ,jaga anak anak dulu
ya , mereka lagi dikamar Oma nya !"
ujar Kinara.
Kinara menuju ruang tamu , dan betapa
kagetnya dia ,melihat tamu yang datang.
"Suster Mira,...!"Ujarnya kaget.
Wanita itu bergetar namun disembunyikan
dalam senyumnya.
"Maaf terpaksa aku datang !" ujarnya seraya
ketakutan.
Kening Kinara bertaut,
Ia melihat anak perempuan itu cantik , namun
ia mengingat wajahnya mirip seseorang.
"Anak cantik ,...siapa dia ,adikmu ?" tanya
Kinara.
Suster Mira, menggeleng
"Siapa namamu nak ?" tanya Kinara.
"Shafira Gunawan , namaku!" ujar putri
kecil itu.
Gunawan ,kenapa namanya sama dengan
kepanjangan. nama Irham ,dan Zain ,dan
umurnya tidak berbeda jauh dengan putra
nya Zain.
"Ya ,...pasti kamu tidak tahu ,dia adalah
putri aku dan mas Irham !" ujar Suster Mira
gemetar,ia memegang kain ujung sofa
tempatnya duduk.berbeda dengan gadis
kecil itu yang memang tidak tahu apa
apa.
Sesaat bibir Kinara Kelu,saking kagetnya
dia ,namun ia berusaha tenang , pengala
man menghadapi berbagai pasien Mela
tih mentalnya untuk tetap tenang.
"Aku ingin dengar cerita darimu,Mas Irham
sudah menjatuhkan talak untukmu kan ?"
ujar Kinara berusaha untuk tegar.
"Dia tidak pernah menjatuhkan talak untukku
karena dia tahu aku mengandung anaknya ,
aku pergi meninggalkan ibu, supaya kalian
bisa kembali lagi karena kudengar kamu
sedang mengandung anakmu, aku menga
lah.....!" ujarnya terbata.
Sakit hati Kinara mendengarnya, orang yang
selalu bersikap manis dan mencintainya ternya
ta mengkhianati nya , ternyata semuanya pal
su belaka.namun ia mencoba tegar.
"Aku datang kemari karena status anakku,
dan masa depannya, karena untuk mengu
rusnya aku terbiasa sendiri ,mengandung
dan melahirkannya pun sendirian.!"
lirihnya, ada sedih dimatanya,
"Mas Irham berjanji menemui kami ,namun
sekian lama ia tak muncul muncul !"
ujarnya terisak.
Tangan Kinara ingin menggapai Mira, namun
diurungkannya karena iapun sama sama
terluka , ia sadar karena Mira madunya kini.
namun tangan mungil itu mengusap lembut
Wajah Mira,
"Mama ...!" lirihnya,
Taklama deru sebuah mobil memasuki hala
man ,
"Sayaang ,..ada tamu, pintunya terbuka !"
ujar seseorang seraya membuka sepatu
nya.namun ketika tidak mendengar ada
jawaban ia pun masuk.namun matanya
terbelalak, manakala melihat tamunya.
"Kalian !....sayang !" ujar Irham terkejut.
Ia meraih tangan Kinara,namun tangan
nya ditepis Kinara.
"Maaf,...tolong bawa tamunya ,dan
tolong selesaikan masalah kalian
diluar , disini banyak hati yang harus
kamu jaga!" ujar Kinara seraya berlalu,
"Sayang ,...dengar dulu penjelasan ku !"
ujar Irham , namun Kinara menutup
pintu dari ruang tengah takut ada anak
anaknya ataupun ibu mertuanya ke
ruang tamu.
Kinara masuk kedalam kamarnya , inilah
kado yang diberikan Irham menjelang
hari ulang tahun nya , benar benar kado
yang sangat manis lirihnya terisak Ter
tahan .
Ia menangis didalam kamar mandi,
Kenyataan pilu ,sekarang cintanya
menjadi abu abu,cinta yang begitu
indah nan sempurna ,namun dihem
pas Kenyataan yang begitu menya
kitkan .
"Ra ,..kamu lagi apa ?" terdengar pin
tu diketuk, Kinara mencoba berdamai
dengan keadaan, ia buru buru mandi,
setelah itu berganti baju, dan menutupi
matanya yang sembab akibat menangis ,
dengan make up nya.
Ia keluar dilihatnya Ibu mertuanya sedang
menonton TV , bersama kedua bocah tam
pannya.
"Nak ,..suamimu belum pulang, kenapa su
dah malam begini , !" tanya Ibu mertuanya.
"Ada pertemuan mendadak katanya Bu ,tadi
ia mampir sebentar !" ujar Kinara berbohong.
Taklama suara mobil kembali masuk peka
rangan, taklama Irham masuk ,
"Ayaaah ,...!" teriak mereka ,tak butuh lama
2 bocah itu bergelayut manja di bahu Irham .
Hati Kinara sakit ,ia memandang nanar peman
dangan didepannya.namun sebisa mungkin
ia bersikap tegar untuk buah hatinya.
"Kebetulan mas makanlah dulu ,setelah itu bisa
kan nganter aku ke rumah sakit!" pinta Kinara.
"Lho bukannya masih lama nak, masih beberapa
jam lagi, lagipula RS kan jaraknya dekat,! ujar
Ibu mertuanya.
"Nggak papa Bu , temanku ada perlu, dia minta
aku jaga lebih awal Bu,biasanya UGD jam se
gini suka sibuk !" ujar Kinara berbohong.
"Baiklah sayang, ...tunggu mas , mandi dulu !"
ujar Irham .ia berlalu mengikuti Kinara Keda
lam kamar mereka.
"Kita harus bicara sayang ..!" ujar Irham ia
menghampiri Kinara.
"Tapi ,.. bukan disini , cepatlah mandi !" ujar
Kinara datar.
Tak urung Irham tak mau berdebat, ia masuk
kedalam kamar mandinya, Sesaat Kinara me
matung disisi jendela, hatinya sakit.
Taklama Irham keluar , wangi tubuh seperti
biasa yang selalu menenangkannya.wa
ngi maskulin yang selalu dirindukannya
bukanlah miliknya lagi, ingin rasanya ia
berteriak , dan setan didalam hatinya ingin
melenyapkan orang yang selama ini men
jadi separuh jiwanya ,pengisi relung hatinya.
Irham tahu ada sakit dihati istrinya, ada luka
disana , dan yang lebih menyedihkan dirinya
lah yang membuat luka itu.ia ingin memeluk
istrinya seperti biasanya , namun ia sendiri
tidak mampu.
****
Mereka berhenti di taman di pinggir danau
yang sepi, mereka duduk namun ada jarak
diantara mereka.
"Aku tak tahu disini siapa yang salah mas!"
ujar Kinara, bibirnya bergetar, menahan
sedih dan amarah disana.
Mata Irham menerawang, ia menghela nafas.
"Aku tahu kesalahanku tak dapat dimaafkan ,
apapun keputusan kamu ,mas terima, andai
saja waktu itu mas tak menganggap dia ada
lah kamu, mungkin semua ini takkan terjadi!"
ujar Irham parau.
Kinara hanya terdiam , bibirnya kelu untuk
berbicara sepatah katapun.
"Aku mencarimu sayang, dan terus mencari
mu hingga aku prustasi tak dapat menemu
kanmu...hingga tak sadar aku menemuinya
dan mengaggap bahwa dia adalah kamu,
karena aku terlalu rindu padamu dek !"
ujar Irham menahan sesak didadanya.
"Kenapa mas bohong padaku , dan pada
kami !"tanya Kinara terisak .
"Maaf ,,,,,itu kulakukan karena tak ingin
kehilangan kamu dan anak kita !"
ujar Irham .
"Dan kamu melukai wanita lain , dan
seorang anak lain demi aku dan Zain
mas ,...dimana hati nurani kamu mas! "
ujar Kinara setengah berteriak .
Irham tak dapat berbicara apapun ,kini
ia merasa bersalah ,dan ia merasa terpo
jokan oleh Kinara.
"Kita pikirkan nanti , tapi mas jangan pernah
membawa perempuan atau anak manapun
ke rumahku lagi , ...apapun alasanmu, aku
ingin menjaga harga diri dan kehormatan
rumah tanggaku!" ujar Kinara.
"Kalau sampai mas melakukan itu, aku
takkan memaafkan mu !" ancam Kinara,
air mata luruh membasahi jas putihnya.
segera diusapnya cepat ,ia tak ingin ter
lihat menyedihkan didepan suaminya.
Ia berbalik dan berlalu , ia tak ingin ter
lalu lama ,dadanya semakin sesak.
Kebetulan sebuah taksi lewat , ia se
gera menyetopnya , dan buru buru
segera menaiki nya.
"Sayang,..!" terlihat Irham berlari me
ngejar taksi yang ditumpangi Kinara..
"Pak cepat ,...jalannya tolong!" pinta
Kinara kepada pak supir.
Setelah dirasa Irham tidak mengejarnya,
laju mobil perlahan melambat.
Sesudah sampai Kinara tersadar dom
pet,hp , beserta tasnya tertinggal di
mobil Irham .
***********************************************
**Bagaimana selanjutnya ,....?
**Bersambung ya, 🙏
**Please like , comment, seperti biasanya
**Terima kasih kalian berkenan mampir
di karya recehku yang ke 2 🙏
**Sallam sayang dariku untuk kalian 🙏
"
.
next........