Saat Anna mendapatkan pekerjaan baru, ia harus menghadapi Direktur Baru yang akan menyusahkan setiap harinya. namun demi mendapatkan pekerjaan tetap ia harus menjalani masa percobaan selama satu bulan penuh menghadapi tempremental Direktur Tae
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Maulida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sweet Dream
Aku berjalan menyusuri taman bunga yang sangat indah, hembusan angin membuatku merasa begitu bahagia karena aroma bunga tercium olehku. Kulihat ada Taeyong yang sedang menungguku dengan senyuman manis yang sudah lama tak aku lihat.
" Apa Taeyong bisa mengenaliku ? " dalam benak aku terus bertanya-tanya ingin menghampirinya tapi aku takut sekali
" Sayang... Ayo... " Taeyong datang dan membawaku bersamanya lalu kita berlari kecil dan tertawa bersama
" tunggu.. dimana bayiku ? " aku terhenti saat menyadari perutku sudah tak berisis lagi
" lihat... " Taeyong menunjukan jarinya pada seorang anak laki-laki yang tertidur di bawah pohon rindang bersama boneka beruangnya " Anak kita sedang terlelap seperinya dia sangat kelelahan saat bermain tadi "
" .... " aku menatap Taeyong penuh kebahagiaan lalu memeluknya erat " aku sangat merindukanmu Tae.. "
" aku juga sayang.. maafkan aku karena aku harus membuatmu menanggung beban seorang diri "
Sudah lama aku tak melihat wajah Taeyong dari dekat, ia menatapku lalu mengecup dahiku . Matanya sangat sendu, dan airmanatnya menetes saat menatap wajahku seakan ia merasa bersalah padaku. Tak lama pandanganku buram.. Taeyong perlahan melebur dan menghilang kutengokkan kepalaku pada anak yang tertidur dibawah pohon juga sudah tak ada..
" Kemana... Tae..... Taeyong... "
Kuteriakan namanya tapi taeyong benar-benar hilang.. bukan hanya itu dunia seakan terus berputar siang dan malam, bunga-bunga layu lalu mengering. Tiba-tiba saja nafasku begitu sesak dan leherku terasa tercekik sesuatu.
" ..... " mataku terbuka.. ternyata tadi itu hanyalah sebuah mimpi, kulihat semuanya putih dan aku tak bisa bergerak sama sekali karena badanku yang begitu lemah. Kukedipkan mataku berkali-kali tapi mulutku tak bisa bicara karena tertutup selang pernapasan
Akhirnya setelah lama menunggu Danil datang untuk memeriksa kondisiku. Mata kita bertemu dan segera Danil berteriak untuk segera memeriksa keadaanku.
" Dokter.... " Teriaknya dan beberapa suster dan Dokterpun datang untuk memeriksaku, kulihat wajah Danil begitu bahagia namun sedikit gugup menunggu hasil yang diberika n Dokter
" Anna akan segera membaik.. karena efek satu bulan koma, tubuh Anna harus kembali beradaptasi untuk bergerak. Selamat pak Danil.. " kata Dokter lalu pergi meninggalkan kami berdua.
" Danil... Bagaimana dengan Anakku ? " tanyaku perlahan setelah selang pernapasan itu dilepaskan Dokter
" Anakmu.. baik-baik saja... " Danil menangis terharu melihatku sadar dari koma
" ..... " kuteteskan Airmata bahagiaku " terimakasih... "
" Aku benar-benar ketakutan Anna, Aku takut kau pergi jauh.. setiap hari aku terus menunggumu tersadar. Anakmu lahir prematur, Dokter memutuskan untuk menyesar anakmu agar kau juga bisa tetap hidup meskipun hanya sedikit peluang yabg ada "
" Terimakasih Danil.. " kataku lagi tak kuat menahan air mataku dihadapan Danil
" yang terpenting sekarang adalah.. kesembuhanmu, kau harus cepat pulih ! Agar kau bisa melihat anakmu " ucapnya lalu menunjukanku sebuah foto bayi yang begitu lucu dan matanya persis seperti Taeyong
" dia.. Anakku.. ? "
" hm.. sudah kubilang dia akan tampan seperti pamannya bukan ? " ucap Danil dengan bangga lalu tertawa bahagia
" iya.. iya . Paman Danil... " kataku perlahan dan tersenyum padanya, aku bangga padanya karena ia mampu menemaniku hingga sampai saat ini
♡♡♡♡♡
Setelah dua hari, kondisiku mulai memulih. Aku sudah bisa duduk dan menggerakkan tanganku. Danil sedang mengambil putraku yang kini kondisinya sudah sehat total. Tak sabar aku menunggu Danil datang, saat pintu terbuka aku menyambutnya dengan senyuman. Namun yang datang adalah Taeyong
"...." Taeyong ? Ada apa dia disini ? Dan kenapa dia bisa tau aku ada disini.
" Anna.. " Taeyong menghampiriku perlahan tapi justru aku sangat ketakutan dan tubuhku gemetar karena tak kuat menahan rasa yang masih membekas dihatiku.
"......" kupalingkan pandanganku dan terbaring membelakanginya lalu menyelimuti tubuhku agar Taeyong tak melihat kondisiku yang sangat lemah ini. " sebaiknya kau pergi " ujarku padanya yang sepertinya ingatannya sudah kembali padanya.
" maafkan aku... seharusnya kita menikah hari itu dan menikamti hari-hari bersama tapi kecelakaan itu membuatku melupakanmu., aku tak ingin semua itu terjadi Anna.. Maafkan aku... "
".... " tanpa merespon aku hanya bisa terdiam dan mengabaikannya hingga ia benar-benar pergi meninggalkanku dari ruangan.
" Anna... " Danil datang dan semuanya kusembunyikan seorang diri, aku tak ingin Danil marah jika tahu Taeyong tadi ada menemuiku
" hm.. bayiku... aku sangat merindukanmu... " kutimang bayi manisku dan menatapnya dengan penuh rasa syukur
" Anna.. " panggil Danil dengan serius
" Ada apa ? "
" ahh tidak jadi.. nanti saja " katanya lalu tertawa bingung. Ada apa dengan Danil ? Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu yang penting. Karena tak begitu penasaran aku menyibukkan diriku menimang bayi mungilku ini.
" ..... " seketika aku langsung terdiam karena bingung menamai nama anakku siapa " Huft.... " kuhembuskan nafas panjang lqlu kembali menimang buah hatiku.
♡♡♡♡♡♡
Bersambung