Indonesia
NovelToon NovelToon
RAINBOW

RAINBOW

Status: tamat
Genre:Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: misslolly

Jean alexsander wanita berusia 27 tahun, bekerja sebagai dosen di salah satu universitas ternama di indonesia.

Devan william seorang mahasiswa tinggkat 6 yang selalu mengejar cinta bu dosen jean.

Frans william lelaki 30 tahun, pria dingin dan selalu cuek dengan keadaan di sekitar.



Autor baru tolong dukungannya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon misslolly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percobaan

Di dalam ruang jean yang saat ini mengutak-atik laptopnya, melihat hasil pengajuan pengunduran beberapa perusahaan yang tidak ingin kerja sama lagi.

"Ada apa ini, kenapa semua perusahaan mengajukan pembatalan kerjasama?", tanya jean terlihat panik.

"Rena, kenapa 3 perusahan ini mengajukan pembatalan kerjasama dengan perusahaan kita?", tanya jean. "sepertinya mereka terhasut oleh perusahaan nick company bu", jawab rena. "kurang ajar mereka, bisa-bisa bermain api di belakang perusahaan ini", ucap jean marah.

"Sial mana waktu ku tidak banyak lagi, awas saja kau yak jimmy", ucap rena dalam hati.

"Rena, apa sudah ada balasan dari will grup?", tanya jean. "Saya baru dapat kabar kemaren malam, asistennya dari tuan wildan akan melakukan pertemuan dengan perusaan kita bu siang ini", jawab rena. "Iya baiklah saya sendiri yang akan datang menemuinya, lalu kamu pergi bersama bara menyelesaikan ini dengan nick company", ucap jean yang di iyakan rena.

###### Di perusahaan will grup.

"frans nanti kau gantikan kakaknya bertemu dengan ceo perusahaan alexsander karya", ucap wildan. "Kenapa aku harus kesana,aku sudah ada janji dengan perusahaan Tuan fando", balas frans. "sudah nanti kau akan mengetahuinya, lagian kita perlu bantuan perusahan alexsander karya untuk pembangunan di perusahaan nagara persada", ucap wildan.

"Iya baiklah kak, kalau kakak yakin seperti itu", ucap frans. "Nanti kau temui mereka di restoran neo jam 1 siang", ucap wildan berlalu pergi.

("Tunggu dulu bukankah Alexsander karya itu perusahaan milik orang tua jean", ucap frans dalam hati. "Dan lagi perusahaan jeremmy di sana juga menjadi pemegang saham, sepertinya ini akan menarik", senyum jahat muncul di wajah frans.)

###### Di dalam restoran nampak jean sedang menunggu kliennya.

"Lama sekali ini sudah lewat 15 menit", ucap jean melihat jam tangannya. "Apa begitu sibuknya, sampai mereka telat seperti ini !!, mana aku belum makan siang", ucap jean meminum air sudah 2 botol.

"Sepertinya aku harus ke toilet", ucap jean berlalu pergi.

Tak lama jean pergi ke toilet, frans datang dan langsung masuk ke dalam ruang untuk bertemu dengan orang perusahaan alexsander.

"Ehm... Tidak ada orang, sepertinya aku terlambat", ucap frans. "Apa aku tunggu sebentar di sini, nampaknya dia belum pergi", ucap frans melihat laptop dan berkas-berkas di meja.

Jean yang sudah selesai, langsung pergi dengan cepat keruangan itu, "semoga orang will grup itu sudah datang", ucapnya berlalu.

Setelah sampai di rungan itu Jean melihat seorang laki-laki sedang duduk di sana, kemudian jean mendekatinya dan menyapanya.

"Hello tuan anda sudah datang", ucap jean tersenyum dan melihat wajah laki-laki itu.

Jean dan laki-laki itu seperti kaget bersama.

"Loh kok pak frans ada disini?", tanya jean bingung. "Ahh itu, saya menggantikan Tuan wildan untuk bertemu dengan perusahaan alexsander karya", jawab frans.

"Apa !! Aku tidak salah dengar?, pak frans menggantikan tuan wildan di sini?", tanya jean penasaran dan kaget. "Iya saya juga tidak tau, kalau saya bisa bertemu dengan bu jean di sini", jawab frans.

"Sepertinya saya sangat syok, melihat pak frans di sini", ucap jean langsung duduk. Dan frans hanya terdiam.

Terjadi keheningan di antara meraka berdua. Kemudian frans memecahkan keheningan. "Bu jean, apa kita bisa mulai pertemuan kita ini", ucap frans. "Ah... Iya pak frans mari kita mulai", ucap jean memfokuskan dirinya.

Jean memulai menjabarkan, tentang isi kerja sama yang akan di lakukan perusahaannya jika nanti dapat bekerja sama dengan perusahaan will grup. Terlihat ketertarikan frans terhadap isi yang di sampaikan jean.

"Saya suka dengan ide ini, tetapi kalo perusahaan will grup memberikan suntikan modal sebesar ini, bukankah ini sama saja perusahaan will grup tidak akan mendapatkan keuntungan", ucap frans.

"Tidak seperti itu pak frans, perusahaan kalian akan mendapatkan untung sebesar 20% dari modal yang anda berikan kepada perusahaan kami, lagi pula jika nanti kerjasama antara perusahaan nagara persada dan will grup berjalan, perusahaan kami siap Membantu", ucap jean meyakini.

"Tapi jumlah ini terlalu sedikit untuk perusahaan kami, apa lagi perusahaan kalian yang sekarang ini sedang dalam masalah", ucap frans menimbang-nimbang.

("Susah bangat si frans ini bilang iya, sama temen juga yang lagi membutuhkan bantuan", ucap jean dalam hati.)

"Ehm... Pak frans tolong pikirkan lagi, saya sangat berharap bapak mengambil keputusan yang tepat, bukankah kita ini dulu teman", ucap jean berharap penuh.

(Frans frustasi dengan tatapan memohon jean, "dia ini kenapa melihat ku seperti itu", ucapnya dalam hati.)

"Saya mau keuntungan yang lebih besar", ucap frans. Membuat jean yang mendengarnya kesal, "kalau saya memberikan keuntungan yang lebih besar dari itu, sepertinya tidak bisa", ucap jean.

(Frans yang mendengar ucapan jean hanya diam, "kenapa dia tidak memberikan alasan untuk itu", ucap frans dalam hati.)

"Bagaimana saya minta 5% dari saham yang anda punya", ucap frans yang membuat kaget jean.

"Apa... Pak frans ingin meminta saham dari saya?", tanya jean kaget. "Iya saya hanya minta 5%, itu juga kalo anda setuju", jawab frans.

"Kalo anda masih memikirkannya, saya akan menunggu jawaban anda, tolong hubungi saya lagi kalo anda sudah yakin dengan memberikan saham anda yang 5% itu", ucap frans dan jean hanya terdiam.

"Baiklah pak frans saya akan pikirkan, kalo begitu saya permisi", ucap jean yang pergi meninggalkan frans.

(Frans yang melihat kepergian jean merasa aneh dengan dirinya, "kenapa aku mempermainkan dirinya tadi", ucapnya dan pergi meninggalkan tempat itu.)

###### Di halte bus, jean yang sedang duduk dan menerima panggilan telpon dari bara.

"Hello kak, kakak dimana?", tanya bara. "di halte bus, ada apa suara mu terlihat panik", jawab jean. "kakak tidak usah kembali ke kantor, langsung pulang saja", ucap bara. "Memang kenapa jika aku ke kantor?", tanya jean. "Itu sepertinya terjadi keributan di kantor, ada investor yang datang dari singapure, meminta modalnya di kembalikan", jawab bara. "Apa... mereka sudah gila yak, ingin menarik modal yang sudah di gunakan,ini sudah berjalan 3 bulan dari perjanjian itu, ucap jean sedikit kencang dengan marah.

"Aku tidak tau kak apa maksud mereka?, aku hanya di beritahu oleh meri kalau para investor yang dari Singapura datang ke perusahaan", ucap bara. "Tenang saja bara, kakak akan membereskannya", ucap jean mengakhiri pembicaraan di telpon. "Siapa ini yang mengotak atik perusahaan ku, bisa-bisanya jadi seperti ini !!! awas saja kalau kudapatkan orangnya", ucap jean memberhentikan taksi untuk pergi ke perusahaan.

(Frans yang dari tadi mendengar percakapan jean, sepertinya tau maksud dari pembicaraan jean di telpon tadi. "Sepertinya aku harus menemuinya lagi besok", ucap frans yang sedang menunggu jemputannya)

1
atataha
semangat nulisnya thor, cerita cukup menarik walau masih banyak kata-kata yang memiliki typo
Va
mampir, feedback thor . semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!