Indonesia
NovelToon NovelToon
Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa / Cinta Terlarang / Cerai / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noor Hidayati

Mawardianah atau yang lebih sering di panggil Mawar adalah gadis remaja yang memiliki paras cantik jelita. Bahkan kecantikannya sudah terpancar sejak ia duduk di bangku sekolah. Mawar bukan hanya menjadi bintang di sekolahnya tapi ia juga menjadi bunga di desanya. Namun karena kecantikan itu pula masa depannya hancur setelah perceraian kedua orang tuanya.

Add FB : I'tsmenoor
follow IG : @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tergagap

Melihat Mawar tidak juga menyantap makanannya, Fandi langsung menyuapkan makanannya pada Mawar.

"Nyammm..."

Spontan Mawar langsung menutup mulut dengan tangan kananya. Suapan yang begitu besar membuat Mawar kesulitan untuk mengunyah makanan yang ada dam mulutnya.

Melihat itu, Fandi bukannya merasa bersalah justru malah menertawakan Mawar yang ingin memprotesnya namun tidak bisa bicara.

Di sisi lain, Lily memperhatikan Fandi yang tertawa lepas di depan Mawar, Sangat terlihat jelas jika Fandi begitu tertarik dengan Mawar, Jauh berbeda sikap pada dirinya ketika Ia masih duduk di bangku SMP.

"Lily... Kenapa kamu melihat mereka terus?"

"A-e... Tidak Raka, Aku hanya merasa kesal dengan Mawar, Dia selalu bersikap sok alim di depan ku, Tapi di belakang mainannya sama pria yang jauh lebih tua darinya."

"Kamu sih gak percaya, Orang pas di rumah aja dia coba menggoda ku." ujar Raka yang masih tidak terima karena gagal menyicipi madu sang Mawar.

"Iya Sayang, Sekarang Aku lebih percaya padamu daripada Mawar berduri itu," ucap Lily menggenggam tangan Raka.

Raka tersenyum licik, Dalam pikirannya jika Lily sudah mempercayai dirinya, Kelak ia akan kembali mengambil kesempatan untuk menghis*p madu sang Mawar.

Setelah berhasil menelan makanannya, Mawar memprotes apa yang Fandi lakukan. Namun lagi-lagi Fandi kembali menyuapinya. Dan itu Fandi lakukan berulang-ulang kali.

"Jika kamu masih berani memprotes ku, Maka Aku akan terus memberimu satu suapan penuh." ujar Fandi kembali tertawa.

Dengan mulut penuhnya Mawar menggelengkan kepalanya.

Mengunyah secara perlahan hingga kembali tertelan habis.

"Sudah cukup Pak... Aku sudah kenyang sekali," ucap Mawar memelas.

Fandi hanya tersenyum menatap Mawar, Kemudian menyapu ujung bibir Mawar dengan ibu jarinya.

"Gila demi apapun Pak Fandi bukan hanya ganteng tapi dia juga sangat romantis, Pantas saja murid-murid pada klepek-klepek sama dia." batin Mawar sambil terus menatap Fandi yang juga terus menatap dirinya.

Fandi terus mengusap-usap bibir Mawar meskipun sudah tidak ada sisa makanan lagi di bibirnya. Semakin lama semakin dekat hingga membuat Mawar berdebar tak karuan dengan mata yang membulat sempurna.

"Diiih mau ngapain dia, Jangan bilang Pak Fandi mau menciumku." batin Mawar yang kemudian memejamkan mata sembari memalingkan wajahnya ke samping.

Tidak juga terjadi apapun, Mawar membuka sedikit matanya untuk melihat apa yang tengah Fandi lakukan.

Melihat Fandi yang hanya diam dari jarak yang begitu dekat, Nawar membuka mata sepenuhnya.

"Kamu ngapain menjamin mata begitu?" tanya Fandi tertawa.

"E-mm... P-p-pak Fandi mau ngapain?" tanya Mawar tergagap.

Fandi tersenyum dan mengambil sesuatu di kepala Mawar kemudian menunjukan kepadanya.

"Hah....!!!" Mawar terkejut melihat serangga yang terdapat di tangan Fandi.

Dengan menertawakan Mawar, Fandi membuang serangga tersebut kemudian mencubit pipi Mawar dengan gemas. "Apa yang kamu pikirin gadis kecil?" tanyanya sambil terus tertawa.

Mawar mengerucutkan bibirnya sembari memegangi pipinya yang di cubit. "Lihat saja, Sampai kapan kamu akan menganggap ku anak kecil." gumam Mawar dalam hati.

"Sudah yuk pulang, Jangan sampai besok kamu terlambat bangun, Kamu sudah lama bolos!"

Mawar mengangguk dan beranjak bangun dari duduknya,

Netranya menoleh ke arah Lily yang masih duduk di sana menatap dirinya dengan tajam seolah menahan kekesalan di hatinya.

"Mawar..." Fandi melihat Lily sekilas kemudian menggandeng tangan Mawar untuk keluar dari rumah makan tersebut.

•••

Bersambung...

Dikit aja lah, Yang komen juga dikit 🤣

1
Homsiah
ya elah
Homsiah
lah ngapa tuh si fandi diem bae
Homsiah
udahlah kawinin aja takut tendung beneran ntar
Homsiah
payah tuh maknya si raka
Homsiah
ya dibawa lah kalo kamu jentel
Homsiah
lagian nih bapak aneh ya bukannya dulu dia yng bawa lily ama mawar ngapa sehabis nikah malah di telantarin
Homsiah
owalah akhirnya terus ntar gmn tuh jgn sampe fandy ga tanggung jawab
Homsiah
waduh bahaya tuh.
Homsiah
terlalu dewasa ga sih ini si mawar perannya
Homsiah
mau komen apa ya ini kenapa pemeranya yng bener cuman fandi ama mawar doang ya yng lain mah aduh ga tau lah
Homsiah
lanjut lah
Homsiah
lah itu si raka anak 19 tahun ko begitu bgt ya
Homsiah
nyesel kan
Homsiah
ini nih akibat kamu terlalu pinter mawar
Homsiah
kan oon dia sebel jadinya aku ama mawar
Homsiah
yaelah dah dapet tempat aman malah masuk ke kandang buaya lagi
Homsiah
ga usah konyol deh mawar
Homsiah
kalo aku sih jujur masih penasaran siapa ya kira" yng merusak mawar
Homsiah
waduh bahaya tuh
Homsiah
lanjut lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!