Indonesia
NovelToon NovelToon
ZHAFIRA

ZHAFIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Masuk ke dalam novel / Romansa
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: yasoo

Menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan bernama Zhafira annisa yang memiliki rambut pirang yang panjang dengan mata yang sangat indah yang dimana dia harus bekerja keras dengan hidupnya untuk membantu keluarganya.

Ia bertemu dengan teman SMAnya yang memberikan pekerjaan kepadanya dan bertemu seorang atlet yang tidak sengaja bertemu ketika zhafira mendukung temannya kedua lelaki tersebut ternyata memiliki rasa yang sama terhadap zhafira

Bagaimana kelanjutan kehidupan zhafira dan hubungannya dengan kedua lelaki tersebut.

Dan siapakah yang akan zhafira pilih menjadi pasangannya kelak?

------------------------------------------------
Mau tau kisah selanjutnya? Baca dan dukung terus guys🥰

Ini karya pertamaku dimohon untuk memberikan dukungannya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yasoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

alasannya

"Berisik" ucap devin

"Devin kita keluar aja yuk kemana kek, gua takut ah udah mana ni rumah besar banget" ucap zhafira

"Ada gua, males ah disini aja" ucap devin seraya menyalahkan senter didalam kamarnya.

"Nih rumah segede bagong apa kaga ada genset vin" tanya zhafira

"Ada, nyalain aja sendiri gua males lagian make tuh senter juga udah terang banget" ucap devin seraya berbarjng dikamarnya.

"Semuanya aja males, apa yang gak males buat lu" ucap zhafira

"Bareng sama lu lah, udah mending lu sini tiduran sebelah gua" ucap devin seraya menepuk kasur disebelahnya.

"Gak, lu kan otaknya mesum gua gak tau apa yang bakal lu lakuin ke gua nantinya" ucap zhafira

"Nggak doyan gua sama cewek gepeng kaya lu" ucap devin dengan wajah menggoda

Zhafirapun menghampiri devin seraya memukul devin tanpa ampun.

"Kurang ajar lu bisa-bisanya lu ngomong begitu, mana ada gua gepeng jaga mulut lu" ucap zhafira dengan nada kesal.

"Ah ah sakit zhaf ampun serius ampun" ucap devin mengerang kesakitan

"Tarik omongan lu sekarang juga kalo mau gua ampunin" ucap zhafira yang masih memukuli devin.

"Iya iya, ah sakit zhaf iya deh zhafira gak gepeng" ucap devin menahan sakit

"Hahahahahaha ngakak" ucap devin tertawa

"Ngapain lu ketawa, berhenti nggak" ucap zhafira seraya memukul bahu devin

"Kdrt mulu dari tadi sakit zhaf, liat nih memar" ucap devin

"Lagian ngatain orang seenak jidat, gausah lebay juga" ucap zhafira memukul devin sekali lagi

"Gua ngakak aja zhaf, lagian bercanda si" ucap devin

"Apaansih bercandaan lu gak lucu, udahlah gak jelas minggir lu gua mau tiduran" ucap zhafira membaringkan tubuhnya kesebelah devin

"Jaga jarak awas lu nyentuh gua" ucap zhafira seraya menatap devin

"vin kira-kira kapan ya kak vini pulang, lu gak mau nanya kabar kah" tanya zhafira

"males, lu aja kan lu yang mau tau" ucap devin seraya memejamkan matanya

"gak boleh gitu gimanapun juga beliau tetep ayahlu" ucap zhafira

"iya iya terserah lu" ucap devin

Devinpun sepertinya sudah terlelap dalam tidurnya beberapa saat setelah menjawab pertanyaan zhafira.

Tak lama ponsel zhafira berdering karena telfon masuk dari kak vini.

Zhafirapun keluar kamar devin sebentar untuk mengangkat telpon dari vini.

"halo kak vini apa kabar" ucap zhafira

"kak vini baik zhaf disini, gimana kabar kamu, vino sama devin" tanya vini

"baik semua kak, vino lagi main sama fadil keluar sedangkan devin lagi tidur" ucap zhafira

"syukurlah zhaf, kamu tau gak kakak khawatir banget sama keadaan vino disini" ucap vini

"zhaf kakak boleh minta tolong sesuatu gak ya sama kamu" ucap vini

"tolong apa kak, boleh aja selagi zhafira bisa" ucap zhafira

"bantu bujuk devin supaya dia mau ke korea jengukin ayahnya lagi" ucap vini

"ayah mau minta maaf sama devin untuk semuanya, tapi devin susah banget dibujuk untuk kesini lagi setelah berantem sama ayah" tambah vini

"gimana caranya ya kak, devin kan keras kepala banget orangnya" ucap zhafira perlahan takut devin mendengar.

"sepertinya kalo sama kamu dia selalu nurut zhaf, kaka yakin kamu bisa bantuin bujuk devin" ucap vini

"cuman kamu yang bisa kakak andelin, semisal devin mau kamu kabarin kakak ya nanti kakak bantuin proses pembuatan paspor dan lain-lain" tambah vini.

"aku usahain ya kak" ucap zhafira

"oke zhaf makasih banyak, kakak tunggu kabar baiknya ya" ucap vini

Zhafira pun bingung bagaimana caranya ia membujuk devin supaya mau bertemu kembali dengan ayahnya.

Zhafirapun kembali menuju kamar devin, pada saat zhafira ingin berbalik badan tiba-tiba muncul seseorang dengan wajah bercahaya.

Zhafirapun terkejut dan berteriak histeris.

"AAAAHHH" ucap zhafira berteriak seraya melempar ponselnya.

"Hahahahahaha, gitu aja kaget" ucap devin tertawa

"devin sialan, gara-gara lu hp gua mental kemana ni" ucap zhafira marah

"mana gua tau, lagian serius bener telponannya" ucap devin

Zhafira bertanya-tanya apakah devin mendengar perkataan zhafira dengan vini barusan.

"lu nguping ya" ucap zhafira seraya mencari ponselnya

"mana ada, ni hp lu" ucap devin seraya memberikan ponsel zhafira yang tadi jatuh

"untung aja hp gua gak kenapa-kenapa, kalo sampe iya gua banting muka lu devin" ucap zhafira dengan mata membelak

"aduh ngerinya" ucap devin dengan nada menggoda

"gausah ngeselin bisa gak sehari" ucap zhafira seraya memukul bahu devin.

"lu lucu kalo lagi marah, dan gua suka" ucap devin seraya mencubit pipi zhafira

Devinpun langsung menuju kamarnya dan menutup pintu kamar karena takut zhafira akan memukulinya lagi.

"kelakuan lu ya devin buka nggak pintunya, gua takut cepetan" ucap zhafira seraya memggedor pintu kamar devin.

Tak lama listrik rumah vinipun menyala kembali.

Dan fadil beserta vino juga sudah kembali ke rumah vini.

Fadil hanya mengantarkan vino sampai kedalam rumah setelahnya ia langsung pulang tanpa berpamitan kepada devin dan zhafira.

"loh vin kamu pulang sendiri, om fadilnya mana" tanya zhafira

"langsung pulang, capek katanya" ucap vino yang membawa 2 kantong mainan.

"kamu beli mainan lagi" ucap zhafira

"iya ini hadiah dari om fadil katanya" ucap vino seraya menuju ke kamarnya.

"tumben yah fadil langsung pulang, trus dia juga beda sifatnya kenapa ya" ucap zhafira dalam hati

"ngapain lu bengong, mikirin fadil kah" ucap devin seraya menyenggol bahu zhafira.

"gak usah lu pikirin paling aja dia lagi bad mood sama urusannya sendiri, ntar juga balik lagi percaya gua" ucap devin

Zhafira tidak menjawab perkataan devin, iapun segera menuju ke kamar vino untuk mempertanyakan kenapa fadil seperti tadi.

"vino sayang kamu lagi apa" ucap zhafira seraya membuka pintu kamar vino.

"nih lagi bongkar lego pemberian om fadil" ucap vino

"kak zhafira boleh tanya sesuatu ga vin" tanya zhafira

"iya, kenapa ka" ucap vino

"kamu tadi ada ngomong sesuatu apa ya vin yang ngebuat om fadil kaya marah sama kak zhafira sama om devin" ucap zhafira dengan nada lembut

"oh itu aku cuman bilang kalo kak zhafira sama om devin marahan terus kalian ciuman abis itu diomelin mamah ups" ucap vino seraya menutup mulutnya

Zhafirapun membelakkan matanya tak percaya apa yang diucap oleh vino ke fadil.

"kamu serius ngomong kaya gitu sama om fadil vin" tanya zhafira

"iya, aku keceplosan maafin aku ya kak" ucap vino

"mampus deh gua pasti gara-gara omongannya vino fadil jadi kaya gitu pantes aja mukanya langsung 100 persen berubah" ucap zhafira dalam hatinya.

"iya gakpapa vin" ucap zhafira dengab wajah yang menyedihkan

Zhafirapun turun untuk menemui devin.

"vin kabar penting, sumpah gua malu" ucap zhafira

"apaan" ucap devin

"lu tau kenapa muka fadil berubah" ucap zhafira

"nggak" ucap devin

"ihh gua serius devin dengerin dulu jangan singkat juga balesnya" ucap zhafira kesal

"trus gua harus kayang kah sambil jawab" ucap devin

"lu tau apa, si vino bilang kalo misal kita ciuman dan itu ngebuat kelakuan fadil marah sama kita kaya tadi" ucap zhafira

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!