Emi yang menjalankan kehidupan sebagai istri karena pilihan Emi untuk menikah dengan Bram. Seorang pemuda yang baik tapi dibalik kebaikan itu menyembunyikan rahasia. Rahasia apa itu?
Emi yang sudah bersama dengan Bram mendapat perilaku tidak perduli sampai akhirnya Bram suaminya berencana membunuh Emi.
Apa yang dilakukan Emi setelah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SYA 22
Bili yang sempat mendengar percakapan dia dengan dirinya sendiri membuat Emi terkejut apa lagi Bili sudah siuman dengan sangat cepat. Emi yang melihat ke arah Bili yang menatap ke arahnya membuat dia tidak bisa berkata lagi.
“Tapi aku dengar kakak mau meninggalkan aku apa benar,”kata Bili yang menatap tajam.
“Itu ada alasannya, aku tidak bisa mengatakan sekarang. Tapi dari pada itu kenapa kamu berbohong dan menyembunyikan kematian ayah dan ibu dariku,”kata Emi. Dimana Bili yang juga tidak bisa berkata hanya memalingkan wajahnya saja.
“Kenapa kamu diam saja,”kata Emi yang kembali menatap Emi.
“Kakak juga kenapa bisa ada di sini bukan bersama Bram. Tapi apa yang kakak tadi katakan aku menyembunyikan sesuatu,”kata Bili. Dimana keduanya saling melempar pertanyaan yang sama sekali tidak bisa dijawab oleh keduanya.
“Kalian ini sedang membicarakan apa sih,”kata Jack dari balik pintu.
“Maaf kami hanya menyelesaikan masalah keluarga saja.Tapi kenapa anda masih ada disini,”kata Emi.
“Apa anda lupa dengan pulaunya,”ucap Jack.
“Ohh iya aku ingat, soal pulau anda belum mengatakan bisnis apa yang sedang ada dipulau. Jika aku mau menyetujuinya,”kata Emi.
“Kamu masih tidak percaya dengan saya. Itu bisnis yang tidak akan membahayakan anda,”kata Jack.
“Tapi aku harus tahu dulu sebum setuju bukan, jika anda menolak hanya ada satau sanyar lain yang akan aku setujui untuk keamananku sendiri,”kata Emi.
“Syarat apa yang ingin kamu ajukan dengan saya,”kata Jack memilih untuk menerima syarat dari Emi.
“Itu mudah kok, aku akan tuliskan di kertas anda hanya perlu menadatangani saja jika setuju,”ucap Emi.
“Kakak siapa dia,”ucap Bili yang merasa kalau orang didepannya sangat berbahaya.
“Dia adalah pemilik pulau yang ingin aku beli itu saja. Untuk organisasinya aku tidak tahu dan tidak ingin perduli. Masalahku saja sudah susah aku tangani mau tambah lagi. Itu sudah membuat aku menjadi stres,”kata Emi.
“Anda tidak boleh terlalu kecapean atau terlalu banyak pikirkan. Itu akan mengganggu kondisi kandungan anda,”ucap dokter yang masuk. Bili yang baru tahu tentang kakaknya yang hamil melihat ke arahnya. Tapi Emi hanya fokus dengan kontrak yang akan diberikan kepada Jack. Selesai dengan kontar dia berikan kepada Jack. Lalu Emi diperiksa oleh dokter untuk memastikan kalau Emi benar baik-baik saja.
“Bagaimana dok kondisi saya baik-baik sajakan,”kata Emi.
“Anda dalam kondisi baik, tapi untuk berjaga saya akan memberikan vitamin untuk anda,”kata dokter. Emi hanya menganggu saja sampai akhirnya Bili masih bertanya.”Kakak hamil anaknya Bram,”ucap Bili.
“Itu benar aku tahu setelah kamu pergi ke luar negeri,”ucap Emi.
“Kenapa kakak tidak memberitahuku saat itu kakak bersama dengan Mira,”ucap Bili.
“Tepat sekali, tapi kamu juga menyembunyikan kematian orang tua kita bukan,”kata Emi.
“Kakak tahu dari Mira ya,”suara Bili yang merendah karena merasa bersalah. Emi hanya menghela nafas saja setelah melihat wajah dari Bili terlihat pucat.
Tapi disela mereka berbicara Jack menyetujui kontra yang dibuat oleh Emi. Isi kontranya adalah Memberikan setengah lahat dari pulau untuk bertani, menjaga Bili di pulau bersama melakukan pelatihan dan yang terakhir adalah disaat Emi membutuhkan bantuan pihak dari pulau harus membantunya.
“Apa hanya ini saja yang kamu inginkan,”ucap Jack.
“Iya hanya itu saja, jika kamu setuju silakan ditanda tangani kontrakan dan aku akan membeli pulaunya,”kata Emi. Bili yang tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan hanya menatap dengan wajah penasaran.
“Kakak,”ucap Bili.
“Ada apa, kamu setelah ini akan ikut dengan dia ya,”ucap Emi dengan santai.
“Apa ikut dengan dia, kenapa?,”kata Bili yang tidak percaya dengan perkataan Emi.
“Baiklaha aku akan ceritakan apa yang sudah terjadi dengan diriku. Tapi aku bertanya kepada kamu Bili. Bagaimana kamu bisa terluka dan tubuh kamu basah?,”ucap Emi yang berwajah serius.
“Jika aku katakan apa kakak akan percaya denganku,”kata Bili yang masih ragu. Apa lagi kakaknya adalah istri dari Bram yang mencoba membunuhnya.’”Aku akan percaya dengan kamu, jadi katakan sejujurnya kepada kakak,”kata Emi.
Bili yang melihat wajah kakaknya yang serius hanya bisa mengatakan yang sebenarnya.”Kakak tahu kenapa aku tidak memberi tahu kakak kematian ayah dan ibu dan apa yang terjadi dengan diriku. Semua itu terjadi karena Bram yang melakukan semuanya. Aku barharap kakak bisa berpisah dengan Bram yang telah membunuh orang tua kita,”kata Bili.
Bili yang telah mengatakan kepada Emi melihat ke arah Emi. Dimana Emi yang biasa saja hanya menebak kalau kakaknya tidak percaya dengan ucapan dirinya.”Jadi semua ini ulah dari Bram. Kamu tidak usah khawatir karena aku sudah mati dan Bram mungkin saja sedang menjalankan rencananya untuk menguasai perusahaan ayah bersama wanita lain,”kata Emi.
“Apa yang kakak katakan. Apa kakak sudah tahu semuanya?,”ucap Bili yang dari nada kakaknya ada yang aneh dengan sikap kakaknya.
“Apa yang kamu katakan Bili,menurut kamu bagaimana aku bisa sampai disini,”ucap Emi.
“Aku tidak tahu bagaimana kakak bisa ada disini,”kata Bili yang merasa ada yang aneh dengan adanya Emi di tempat ini.
“Aku akan ceritakan kepada kamu. Saat pertama aku tahu kalau aku hamil adalah disaat kamu pergi keluar negeri. Di saat itu aku ada di rumah sakit karena pinsan dan setelah sadar aku mendengar Mira dan Jonet sedang membicarakan tentang kamu dan Bram dan termasuk orang tua kita. Yang sudah tiada karena kecelakaan. Tapi karena ada beberapa faktor lain aku bertanya kepada Jonet soal Bram.Jonet menceritakan semuanya kepadaku kalau Bram menyukai wanita lain sebelum bertemu dengan diriku. Tapi disaat aku bertanya dengan orang tuaku Jonet terdiam dan tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya menebak saja kalau semua itu ulah dari Bram yang mencoba menyikirkan orang terdekatku,”kata Emi yang terdiam untuk sesaat.
“Tapi tidak mungkin kakak akan berubah hanya ucapan dari Jonet saja,”kata Bili yang mengenal kakaknya dengan baik.
“Itu benar aku menemukan bukti pembayaran di komputer Bram saat dia sedang di luar negari. Aku bisa ada disini karena aku bertransaksi dengan tentara bayaran yang ingin membunuhku atas perintah Bram,”ucap Emi.
“Apa yang kakak katakan Bram ingin membunuh kakak, tapi kenapa bukan dia suka dengan kakak,”kata Bili.
“Suka dari mana setelah dia sudah sukses bersama dengan wani yang dia suka. Dia ingin membunuh anaknya bersama dengan istrinya setelah semuanya didapatkan,”kata Emi.
“Jadi kamu bisa ada di sini karena negoisasi dengan tentara bayaran yang sudah kamu bayar lebih besar dari suami kamu,”ucap Jack yang ada di dalam ruangan ikut mendengarkan cerita Emi.
“Itu banar, tapi untuk tiket masuk lelang ini aku mendapatkan karena aku membelinya,”kata Emi.
“Tapi kakak jadi sekarang Bram tahu kalau kakak sudah mati. Apa Mira juga sudah tahu tentang rencana kakak ini,”kata Bili.
“Tidak, karena untuk menyembunyikan identitas ku yang sudah mati. Aku harus bersembunyi sambil balas dendam dan tidal lupa membesarkan keluarga baru kita,”ucap Emi yang memeluk si kecil yang ada didalam perutnya. Tapi apa yang akan terjadi setelah ini. Apa Emi bisa bersantai setelah dia bebas dari Bram?.