"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH SEMBILAN
"Aku..."
"Kamu hamil?" Potong Diah, ia sudah tau kondisi putrinya tapi ia butuh penjelasan, berharap semua yang ia lihat tidaklah benar
"Ibu, maafkan aku"
"Kamu.." Diah tidak sanggup lagi untuk bicara, dadanya terasa sakit, bahkan wanita paruh baya itu meringis memegangi dadanya
"Ibu!" Aluna hendak menyentuh sang ibu namun wanita itu mengangkat tangannya, memberi isyarat bahwa ia tidak ingin Aluna menyentuhnya
"Ibu sakit, Luna mohon jangan seperti ini! Luna bisa jelaskan semuanya" Aluna masih berharap sang ibu mau mendengar penjelasannya
"Pergi dari sini!" Bak disambar petir, Aluna benar-benar tidak berpikir jika sang ibu akan mengatakan itu
"Bu Aluna bisa jelaskan, Aluna melakukan ini saat Aluna membutuhkan uang untuk operasi ibu"
"Dengan menjual diri?" Diah menahan suaranya, ia tidak ingin pertengkaran ini membangunkan para tetangga dan memberikan aib bagi keluarganya
"Jika itu satu-satunya jalan, maka sebaiknya kamu biarkan saja ibu mati"
"Bu" Wanita hamil itu terisak "Luna akan melakukan apapun demi kesembuhan ibu"
"Ibu tidak sudi, sekarang kamu pergi dari sini sebelum semua tetangga bangun dan membuat keluarga kita malu"
Aluna benar-benar terluka, bukan, bukan pengusiran ini yang membuatnya menangis. Namun raut kekecewaan dari wajah keriput itu membuatnya diselimuti perasaan bersalah
"Bu aku..."
"Pergi Aluna! Mau ditaruh dimana wajah ibu ini jika tetangga tau kamu mengandung anak haram"
Aluna terdiam, sebagai seorang ibu ia terluka mendengar panggilan itu untuk buah hatinya
Ini adalah buah hatinya, mereka tidak bersalah dan mereka bukan anak haram, dirinya dan Arjuna melangsungkan pernikahan, walaupun itu hanya pernikahan rahasia
"Kalau sampai tetangga melihat kamu dan menghina ibu dan Azzura, maka ibu akan sangat membenci kamu"
Setelah mengatakan itu, Diah kembali kedalam rumahannya. Wanita paruh baya itu menutup pintu lalu menguncinya
Aluna mematung memandangi pintu yang tertutup, apa ia salah karena sudah lari? Ia berharap dapat memberikan hidup yang layak bagi keluarganya dengan uang yang ia miliki
"Kita pergi dari sini Aluna! Angin malam tidak baik bagi kondisi kamu" Samuel mengiringi langkah wanita hamil itu
Setelah didalam mobil pun Aluna diam saja, hanya air mata yang terus meleleh membuat Samuel merasa kian khawatir
"Sekarang kita kemana?"
"Aku gak tau dok, bagaimana kalau tuan Arjuna menemukan kita? Kita bisa mati" Aluna mengkhawatirkan keadaan mereka saat ini
"Aku punya tempat, kita sebaiknya keluar dari kota ini! Disana Arjuna tidak akan bisa menemukan kita" Dokter tampan itu menggenggam tangan lembut wanita pujaannya
Seolah tengah mentransfer keberanian yang ia punya Agar Aluna tidak khawatir lagi
"Maafkan saya dokter, karena saya dokter harus seperti ini" Aluna merasa bersalah
Samuel tersenyum, pria dua puluh delapan tahun itu terlihat begitu tulus
"Aku udah janji akan selalu membantu kamu, dan harus kamu tau jika aku sudah berjanji maka tidak akan pernah aku ingkari"
Aluna tersenyum, ia sudah memilih hidup sulit ini, menghabiskan sisa umur yang ia punya untuk bersembunyi dari suaminya sendiri
Hal ini ia lakukan karena kasih sayang seorang ibu, tadinya ia pikir akan bersama keluarganya. Itu akan lebih menguatkan dirinya dalam menghadapinya
"Kita harus segera pergi, sebentar lagi hari akan pagi"
Aluna mengangguk, tidak bisa mundur lagi, ia akan menjalani kehidupan penuh tantangan ini
***
Tanpa menunggu dua hari, malam ini juga Arjuna kembali dari Jepang bersama asisten setianya setelah mendapat kabar dari anak buahnya yang mengatakan jika istrinya melarikan diri
Bagaimana bisa wanita hamil itu melarikan diri? Villa itu dilengkapi dengan pengamanan yang berlapis, bahkan Arjuna sampai memperkerjakan puluhan bodyguard. Jika tahu kejadiannya akan seperti ini, maka Arjuna tidak akan pergi bersama Joseph
Matahari belum sepenuhnya terbit saat mobil yang membawa Arjuna tiba didepan Villa tempat istri rahasianya tinggal
Arjuna keluar tanpa menunggu Joseph membuka pintu mobil untuknya, melihat kedatangan sang majikan, para pekerja dikediaman berbaris dengan wajah pucat pasi
"Siapa yang ingin mengatakannya!" Suara itu begitu dingin, bahkan mendengarnya saja membuat bulu kuduk berdiri
"Tu-tuan, no-nona Aluna ss-sudah melarikan diri" Seorang pria tersungkur dengan sudut bibir yang sobek saat menerima satu tamparan dari pria dihadapannya
"Bicara yang benar! Saya tidak suka mendengar suara gagap!"
Bukannya berani, para pelayan serta bodyguard semakin ketakutan. Tubuh belasan orang itu bergetar dan ini akan mempengaruhi suara mereka
"Wulan" Yang dipanggil segera maju "Bona!"
Dua wanita beda usia itu berdiri saling berdampingan, baik Bona dan Wulan mengetahui kesalahannya
"Bagaimana bisa ini terjadi?" Arjuna tidak berteriak namun suaranya mampu membuat siapa saja ketakutan
Wulan mencoba mengatur napasnya, ia tidak ingin mendapat pukulan karena bicara gagap
"Nona melarikan diri semalam, dan sepertinya nona tidak melakukannya seorang diri, maksud saya ada mata-mata disini" Jelas Wulan dengan tenang
"Maksudnya?"
"Semua pelayan dan Bodyguard tiba-tiba saja mengantuk. Kami semua tertidur selama tiga puluh menit dan saat itu juga nona sudah meninggalkan rumah"
Arjuna mengangguk, pria tampan itu menyuruh kepala pelayan kembali ketempat nya, wanita paruh baya patut bersyukur karena dirinya tidak mendapat pukulan
"Bagaimana dengan kamu Bona? Bukannya saya sudah mengatakan untuk kamu terus bersama istri saya?"
Gadis pelayan itu mengangkat wajahnya, tubuhnya bergetar dengan wajah yang sudah seperti mayat hidup
"Setelah dari rumah sakit, Nona Aluna mengurung diri dikamar dan mengatakan jika dia tidak ingin diganggu" Jelas Bona, berharap ia tidak berakhir seperti seorang pria yang saat ini menahan sakit
"Dan kamu membiarkannya?"
"Saya sempat menemani nona Aluna makan malam di kamar, setelah itu Nona mengatakan dia ingin tidur dan saya diminta untuk keluar"
Arjuna mengangguk, namun Bona tetap mendapat satu tamparan di pipi kirinya. Rasanya begitu perih, bahkan Bona merasakan rahangnya bergeser
"Itu hukuman karena kamu sudah lalai menjaga istri saya"
Bona mengangguk, gadis itu kembali ke tempatnya semula setelah mendapat hukumannya
Seorang pria tersungkur tepat dibawah kaki Arjuna, pria berbadan besar itu terlihat ketakutan
"Ada apa ini Joseph?" Tanya Arjuna karena tiba-tiba saja asisten pribadinya itu mendorong seorang pekerja dirumah ini
"Dia tertangkap saat hendak melarikan diri, dia juga yang sudah mematikan semua CCTV saat nona Aluna meninggalkan rumah" Jelas pria bermata biru itu
"Bagus sekali, jadi kamu pengkhianat nya?" Tanya Arjuna dengan suara dingin lalu menatap kearah sang asisten
"Bawa dia keruang penyiksaan!" Joseph adalah asisten yang setia, tanpa mengulur waktu pria yang telah membantu Aluna itu diseret oleh dua orang pria bertubuh kekar
Pria itu terikat dengan kepala yang berada dibawah, penyiksaan yang Arjuna berikan sangatlah kejam
Jika begini maka siapapun akan lebih memilih mati
"Mohon ampuni saya tuan" Suaranya sedikit tidak jelas karena posisinya yang terbalik
"Siapa yang menyuruh kamu?" Tanya Arjuna sambil memutar sebuah senjata api diatas meja, pria tampan itu duduk dengan tenang pada sebuah kursi kayu yang berada diruang minim cahaya itu
"Saya hanya membantu Nona Aluna saja"
Pria yang tengah terikat itu berteriak saat sebuah peluru melesat dan bersarang di lengannya
"Jangan membuat saya kehilangan kendali, katakan atas perintah siapa kamu melakukan ini?"
"Saya hanya disuruh" Ya, pilihan terbaik adalah berkata jujur "Saya membantu Nona Aluna atas perintah nyonya Zoya"
Arjuna mengepal, dua peluru kembali melesat dan kini bersarang tepat dikepala. Hal itu jelas membuat pria pengkhianat itu kehilangan nyawanya
"Urus mayatnya!" Titahnya pada dua orang anak buah "Joseph, kita kerumah utama sekarang juga"
Arjuna melangkah lebih dulu, tujuannya jelas adalah Zoya, berani sekali wanita murah____ itu bermain-main dengannya
Sekarang ia fokus untuk menemukan keberadaan Aluna, kelinci kecil nya itu sudah sangat berani dan dia akan mendapatkan hukumannya
"Berani sekali kamu Zoya"