Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Aldi pulang dengan wajah kusut karna Pikiranya kacau. Satu persatu permasalahan datang silih berganti. Belum juga yang satu selesai datang lagi masalah yang baru. Hidupnya hancur total.
"Mas." membuyarkan lamunan Aldi.
"Kamu ngapain masih di sini? kamu itu sudah aku talak." ujar Aldi dengan tatapan membunuh.
"Aku ga mau pisah, mas. Aku itu cinta sama kamu." ujar Tina yang belum mau pergi dari rumah Aldi.
"Cinta bapakmu, makan tuh cinta sana. Aku itu sudah tak sudi dan jijik sama kamu, dasar wanita kotor. Sono pergi ke selingkuhan kamu." sarkas Aldi.
"Kaya yang bersih aja kamu mas. Kamu itu sama kotornya denganku." Tina menertawakan kebodohan Aldi yang tidak bisa berkaca sebelum berbicara.
"Aku lelaki wajar punya wanita lebih dari satu."
"Wajar, dimana mana selingkuh itu tetap salah mas. Mau lelaki kek, wanita kek sama saja."
"Tapi aku tidak berzina, sedangkan kamu melakukannya." tuding Aldi.
"Sok suci, masih ingat waktu kita Sekolah dulu."
"Itu kecelakaan, aku ga tau jika bakal di kerjain. Itu bukan keinginan aku sendiri."
"Sama saja, mau sengaja atau tidak."
"Sudah, pokoknya aku tak sudi lagi hidup bersama kamu. Sekali talak aku yak akan pernah menyesal, malah aku menyesal telah menikahi kamu dan menyakiti Ima."
"Pokoknya aku ga mau cerai, mas. Aku berjanji akan selalu setia."
"Sudahlah, Tin. Jangan sampai aku berbuat kasar."
Tina tak lagi bisa meluluhkan hati Aldi, Tuna terpaksa pergi meningalkan rumah yang sudah membuatnya nyaman.
"Kok bawa koper?" tanya kekasih Tina.
"Semua sudah berakhir."
"Berakhir bagaimana?"
"Mas Aldi mentalak aku."
"Cerai."
"Hmmm...." angguk Tina lesu.
"Baguslah."
"Maksud kamu?"
"Kamu ga usah sedih, ada aku yang akan selalu menjaga kamu."
"Tapi aku belum mendapatkan apa yang aku incar."
"Kamu ga lagi bucinkan?"
"Siapa juga yang bucin, aku cuma mau kekayaan buat modal masa depan kita."
"Kan aku sudah bilang, aku bisa kok menghidupi kamu. Meski memang tak semewah mantan suami kamu. Aku jamin kamu tidak akan pernah kelaparan." kekasih Tina punya usaha toko elektronik, meski tak terlalu besar tapi cukup untuk hidup mereka berdua.
Tina sebenarnya tak terlalu mencintai kekasihnya, ia hanya memanfaatkan kebaikan lelaki itu. Ia hanya di jadikan tempat pelarian saat dirinya buntu. Dan bodohnya kekasihnya mau saja di jadikan seperti itu.
Sementara itu Ima makin sibuk dengan bisnis barunya. Sidang perceraian tidak sempat ia hadiri saking repotnya. Aldi yang berharap bisa bertemu dengan Ima di buat kecewa karna ketidak hadiran Ima.
"Tolong bilang Ima kalau saya menolak untuk cerai, pak." ujar Aldi pada pengacara Ima.
"Maaf pak, meski pun bapak menolak tapi klien saya tetap mau pisah." jawab pengacara.
"Ga bakal bisa, saya menolaknya. Pengadilan pasti akan berpihak pada saya."
"Yakin pak?"
"Tentu saja yakin seratus persen."
"Kita liat saja nanti, bapak yang menang atau klien saya yang menang." pengacara Ima berlalu meningalkan Aldi yang terus saja mengoceh sok kepedean. Ia tidak sadar tengah berhadapan dengan pengacara kondang khusus keluarga kelas atas seperti bu Ambar untuk menangani perceraian Ima, dengan bukti - bukti yang ada kemenangan sudah pasti ada di pihak Ima.
%%%%%%%%%%$$$$$$$$$$%%%%%%%%%$$$$$$
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏🙏