Indonesia
NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Penasihat Rahasia

Aroma racikan herbal berpadu wangi minyak kayu pinus masih membubung tipis dari perapian di ruang kerja pribadi Cassian.

Langit di luar jendela mulai meremang keperakan, membuat serpihan salju halus menempel dan membeku di sudut-sudut kaca.

Evelyn duduk menyandarkan badannya di sofa. Wajah cantiknya tak lagi sepucat kemarin malam, Bunga Frost-Blooded Amaryllis yang telah diolah sebagian oleh Dokter Tristan mulai mengembalikan rona kehidupan di pipinya.

Di seberang meja, Cassian berdiri mengamati selembar peta yang baru saja diselesaikan oleh Evelyn.

Pria itu menggulung lengan kemejanya hingga siku, memamerkan lengan berotot yang dipenuhi garis bekas luka lama.

Sebelah tangannya mengusap rahangnya, sementara matanya bergerak cepat menyusuri deretan tulisan angka dan garis rute rahasia yang digambar Evelyn.

"Rute distribusi kristal pemanas ini..." suara bariton Cassian memecah keheningan.

"...kamu sengaja membelokkannya melewati Lembah Serigala, melompati jalur utama yang diawasi oleh pasukan pajak Istana?"

Evelyn menyesap teh herbal hangatnya, lalu meletakkan cangkirnya kembali.

"Jalur utama itu hanya lahan basah buat para pejabat korup ibu kota melatih cakar mereka, Cassian," sahut Evelyn santai, menyunggingkan senyum miring yang begitu memesona.

"Lewat Lembah Serigala emang agak terjal, tapi dalam lima hari, pasokan kristal Asteria sudah bisa menyalakan tungku di rumah-rumah rakyat tanpa perlu dipotong persenan pajak haram satu koin pun."

Cassian menarik napas. Matanya mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang manik mata ungu milik Evelyn. Ada pendar keheranan, bercampur rasa kagum yang makin tak sanggup ia sembunyikan lagi.

Pria itu melangkah mengitari meja, berhenti tepat di samping sofa tempat Evelyn duduk.

Dari balik jubah mantelnya yang tergeletak di kursi, Cassian mengambil sebuah kotak kayu hitam.

Kotak itu berisi sisa Bunga Frost-Blooded Amaryllis yang paling utuh—kelopak penyembuh utama yang bisa menetralkan racun mana dingin di tubuh Evelyn secara permanen jika dikonsumsi rutin selama sebulan ke depan.

Evelyn menahan napasnya sejenak. Binar matanya berkilat saat melihat pusaka paling langka di tanah Utara itu berada tepat di depan matanya.

Namun, alih-alih langsung menyerahkan kotak tersebut ke tangan Evelyn, Cassian justru menarik kembali kotaknya.

Pria itu menyilangkan kedua lengannya di dada, menatap Evelyn dari atas dengan tatapan penuh intrik yang mengunci keberadaan sang putri Rosenberg.

"Bunga ini milikmu, Evelyn," kata Cassian dengan nada rendah dan tenang. "Dokter Tristan sudah memverifikasi kalau ekstrak murninya sanggup menyembuhkan alur manamu secara total. Tapi... barang seberharga ini tidak bisa saya serahkan begitu saja hanya dengan imbalan lima puluh persen deviden bisnis kristal."

Evelyn mengangkat sebelah alisnya. "Oh? Jadi penguasa Utara yang terkenal kaku ini mendadak mau menaikkan harga di tengah jalan?"

"Ini bukan soal harga," sela Cassian cepat, matanya menyipit tajam. "Ini soal apa yang ada di dalam kepalamu itu."

Evelyn memiringkan kepalanya. "Maksudmu?"

Cassian menurunkan tangannya, lalu secara perlahan mendudukkan dirinya di atas meja di hadapan Evelyn, membuat posisi mata mereka kini sejajar dalam jarak yang cukup intim.

"Kamu punya pengetahuan yang jauh melampaui para jenderal perang terbaik saya," terang Cassian. "Kamu tahu rute rahasia, kamu tahu kelemahan Istana, kamu bisa membaca pergerakan musuh sebelum mereka sempat melangkah, dan kamu bahkan bisa memeras Pangeran Pertama tanpa membuat pria itu sadar kalau dia sedang dijebak."

Cassian memajukan badannya sedikit.

"Saya tidak mau hanya jadi sekutu bisnismu di atas kertas, Evelyn," tegas Cassian. "Saya mau kamu berdiri di samping saya... sebagai penasihat rahasia pribadi Duke Obsidian."

Evelyn terpaku sejenak.

Otak Kirana di dalam dirinya berputar cepat memproses penawaran tak terduga ini.

Menjadi penasihat rahasia dari penguasa militer tertinggi di Utara, itu artinya... ia bakal memegang kendali penuh atas alur keputusan strategi seluruh Pasukan Zirah Hitam!

"Penasihat rahasia...?" bisik Evelyn pelan. "Kamu yakin mau memberikan posisi sepenting itu pada wanita yang baru beberapa hari lalu kamu tuduh sebagai mata-mata?"

"Saya tidak pernah salah menilai orang dua kali," sahut Cassian mantap tanpa ada ragu di matanya. "Dan posisi ini bukan posisi formal yang bakal dicatat di dokumen dewan kerajaan. Tidak ada yang boleh tahu soal ini selain saya, kamu, dan lingkaran dalam benteng ini. Kamu bakal jadi otak di balik setiap langkah strategi perang dan politik Obsidian."

Cassian mengulurkan kotak kayu berisi Bunga Amaryllis itu ke depan, meletakkannya tepat di atas pangkuan Evelyn.

"Ambil bunga ini, sembuhkan tubuhmu..." bisik Cassian. "...dan sebagai gantinya, berikan pemikiran jeniusmu itu untuk memastikan wilayah ini dan keluargamu tidak akan pernah dihancurkan oleh siapa pun."

Evelyn menatap kotak kayu di pangkuannya. Rasa haru dan sensasi puas yang luar biasa membuncah di dalam dadanya.

Skenario novel yang tadinya menempatkan dirinya sebagai tokoh figuran yang mati mengenaskan di tengah cerita... kini telah sepenuhnya berbelok.

Ia bukan lagi sekadar gadis sakit-sakitan yang berusaha melarikan diri.

"Penawaran yang sangat menggiurkan, Lord Obsidian..." ujar Evelyn. "...tapi sepertinya seorang penasihat rahasia tidak bekerja hanya dengan imbalan setangkai bunga penyembuh."

Cassian mengernyitkan dahinya halus, namun sudut bibirnya terangkat tipis. "Apa lagi yang kamu minta?"

Evelyn memajukan badannya.

"Satu... kamu harus berjanji untuk mendengarkan setiap analisis strategi saya tanpa ada bantahan konyol," tutur Evelyn lancar. "Dua... Pasukan Zirah Hitam milikmu harus siap bergerak kapan pun saya butuh perlindungan untuk keluarga Rosenberg dan Perusahaan Asteria."

Evelyn menyunggingkan senyum miring.

"Dan tiga... kalau nanti pertempuran melawan Istana ini selesai dan kita menang... kamu harus menyiapkan tempat peristirahatan di lembah Selatan untuk saya pensiun dengan tenang."

Cassian menatap gadis di depannya selama beberapa detik.

Sebuah derum tawa rendah dan hangat meluncur keluar dari tenggorokan Cassian.

"Persyaratan yang sangat mahal, Putri Evelyn..." kata Cassian seraya mengulurkan tangannya ke depan. "...tapi saya terima seluruh bagiannya tanpa terkecuali."

Evelyn menyambut uluran tangan Cassian. "Mulai hari ini..." bisik Cassian dengan suara baritonnya yang dalam, "...kamu adalah penasihat rahasia saya. Dan siapapun yang berani menyentuh sehelai rambutmu di kerajaan ini... sama saja dengan menantang seluruh Pasukan Zirah Hitam Obsidian untuk berperang."

Senyuman kemenangan terkembang di wajah Evelyn.

Tuk. Tuk.

Suara ketukan pintu memecah keheningan momen di antara mereka. Pintu terdorong terbuka sedikit, memunculkan sosok Komandan Vanes yang membungkuk hormat di ambang pintu.

"Lord Duke, Nona Evelyn!" seru Vanes dengan nada cepat dan penuh semangat. "Kereta logistik Asteria tahap pertama yang dikawal oleh prajurit Rosenberg baru saja berhasil menembus gerbang utama benteng! Pasokan kristal Luminite sudah tiba!"

Cassian berdiri, merapikan kemejanya seraya menatap Evelyn. "Waktunya tepat."

Evelyn ikut berdiri. "Mari kita tunjukkan pada rakyat Utara... kalau musim dingin yang mencekam ini tidak akan pernah sanggup membekukan kehidupan mereka lagi."

Cassian tersenyum tipis, melangkah di samping Evelyn seraya menyelaraskan langkah kakinya agar sejajar dengan langkah Evelyn.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!