Indonesia
NovelToon NovelToon
Pada Akhirnya, Kamu

Pada Akhirnya, Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Naira Alesha telah lama mencintai Ravian Elvano, sahabat masa kecilnya. Namun hatinya hancur ketika Ravian justru memilih Selena, sahabat Naira sendiri.

Saat berusaha melupakan cintanya dan mengejar impian menjadi desainer fashion, Naira bertemu Mikael Arsen, pria tampan, kaya, arogan, dan tengil yang selalu membuatnya kesal.

Lebih menyebalkan lagi, Mikael ternyata sahabat sekaligus rekan bisnis Ravian.

Sebuah kesalahpahaman membuat Naira dan Mikael terpaksa berpura-pura menjadi pasangan. Awalnya mereka hanya bermain peran, tetapi semakin sering bersama, batas antara pura-pura dan cinta mulai menghilang.

Mikael jatuh cinta lebih dulu, sementara Naira perlahan menyadari bahwa hatinya telah berpindah.

Namun ketika sebuah rahasia terungkap, Naira merasa seluruh hubungan mereka hanyalah kebohongan.

Akankah cinta mereka bertahan, atau Naira kembali pada cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. Aura Kembali

Berita itu datang seperti angin yang tiba-tiba berubah arah dan mengejutkan, tak terduga, dan membawa perasaan yang sulit dijelaskan.

Siang itu, saat Naira sedang duduk di ruang kerja Mikael, menyelesaikan beberapa sketsa di atas meja besarnya, pintu terbuka tanpa ketukan terlebih dahulu.

Seorang wanita melangkah masuk dengan percaya diri yang memancar dari setiap gerakannya, seolah seluruh ruangan ini adalah miliknya, seolah semua orang di sini ada untuk memperhatikannya.

Ia mengenakan gaun sutra berwarna merah anggur yang jatuh sempurna di tubuhnya yang jenjang dan ramping.

Rambut panjangnya hitam berkilau, ditata rapi namun terlihat alami. Wajahnya sangat cantik dengan fitur yang tajam dan sempurna, seperti yang biasa terlihat di sampul majalah-majalah ternama.

Di tangannya, sebuah tas bermerek yang harganya mungkin setara dengan penghasilan Naira selama setahun.

Itu Aura.

Model terkenal yang namanya selalu bersanding dengan nama Mikael di kolom gosip hiburan beberapa tahun yang lalu. Mantan kekasihnya..

Aura berhenti di tengah ruangan, menatap Mikael yang berdiri tegak di belakang mejanya. Ia tersenyum, senyum yang dulu mungkin membuat dunia Mikael berhenti berputar, tapi sekarang hanya membuatnya mengerutkan kening pelan.

"Halo, Mikael," sapa Aura, suaranya lembut namun penuh percaya diri yang berlebihan. "Aku sudah kembali. Dan aku tahu kamu pasti menungguku."

Mikael tidak segera menjawab. Ia melangkah keluar dari balik mejanya, berjalan berdiri di samping Naira yang masih duduk diam, terkejut dan sedikit canggung.

Dengan gerakan alami dan melindungi, ia meletakkan tangannya di bahu Naira, sebuah isyarat yang jelas, yang tak perlu diucapkan dengan kata-kata.

"Aura," sapa Mikael tenang, namun tidak ada kehangatan dalam suaranya. "Selamat datang kembali. Kenalkan. Ini Naira. Kekasihku."

Aura baru benar-benar memperhatikan Naira yang sejak tadi ada di sana. Matanya menyapu Naira dari atas ke bawah, menilai, membandingkan, dan di detik itu, sebuah senyum tipis dan meremehkan muncul di bibirnya.

Naira berdiri perlahan, menegakkan punggungnya, mencoba terlihat tenang meskipun jantungnya berdebar tidak menentu.

Ia tahu dirinya tidak seindah Aura. Ia tahu dirinya tidak setenar Aura. Ia tahu orang-orang akan melihat mereka berdua dan dengan mudah berkata: Mereka tidak seimbang. Tapi ia juga tahu satu hal, Mikael memilihnya. Dan itu lebih dari cukup.

"Halo," sapa Naira lembut, mengulurkan tangan dengan sopan.

Aura menatap tangan itu seakan ia tidak tahu apa fungsinya, lalu perlahan menyentuhnya sekilas, sentuhan yang dingin dan cepat, sebelum menarik tangannya kembali.

"Oh, Jadi dia," gumam Aura, lebih kepada dirinya sendiri tapi cukup terdengar oleh mereka berdua. "Aku tidak menyangka kamu jatuh cinta pada... sesuatu yang sederhana seperti ini."

Kata-katanya halus, tapi tajam seperti jarum. Naira merasakan dadanya sedikit sesak, ia menelan ludah dan tetap berdiri tegak. Ia tidak akan membiarkan siapa pun membuatnya merasa tidak layak, terutama di hadapan orang yang dicintainya.

"Aku akhirnya menemukan apa yang selama ini aku cari. Dan itu ada di sini, di sampingku. Naira adalah hidupku. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan kamu, menyakitinya dengan kata-kata yang tidak perlu." jawab Mikael tegas, melangkah sedikit ke depan, berdiri tepat di antara mereka berdua.

Aura tertawa pelan, tapi tawanya terdengar getir dan tidak tulus. Ia berjalan mendekat ke jendela, menatap ke luar seolah sedang memandang masa lalu yang indah yang ia yakini masih bisa ia ambil kembali.

"Dulu juga kamu bilang kita adalah pasangan yang sempurna, dua nama besar yang jika digabungkan akan tak tergoyahkan. Apa yang terjadi? Apakah kamu lelah menjadi yang teratas? Atau kamu hanya berpura-pura agar aku cemburu dan kembali lebih cepat?"

Ia berbalik menatap mereka berdua, dan di matanya terlihat keyakinan yang masih belum goyah sedikit pun.

"Kamu adalah pria yang lahir di antara kemewahan dan ketenaran. Kamu butuh seseorang yang mengerti duniamu. Seseorang yang bisa berdiri di sisimu di pesta-pesta mewah, di acara penghargaan, di depan kamera.

Perempuan ini... maaf, tapi dia bahkan tidak tahu bagaimana cara berjalan di atas karpet merah. Dia akan terlihat seperti tamu yang tersesat di duniamu. Dan cepat atau lambat, kamu akan menyadarinya. Kamu akan bosan."

Naira menarik napas panjang. Ia ingin berbicara, ingin membela dirinya, ingin berkata bahwa cinta bukan tentang kemewahan atau ketenaran.

Tapi ia menahan diri. Ia ingin melihat apa yang akan dikatakan Mikael. Ia ingin tahu, di hadapan masa lalunya yang begitu gemerlap, apakah ia masih memilih masa depannya yang sederhana?

Mikael berjalan mendekat ke arah Aura, dan kali ini tatapannya begitu serius, begitu tegas, hingga Aura secara tidak sadar mundur selangkah.

"Kamu salah, Aura. Kamu salah besar. Dulu, saat bersamamu, aku merasa seperti sedang tampil di atas panggung setiap hari. Selalu harus sempurna. Selalu harus terlihat hebat.

Tapi dengan Naira, aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku bisa lelah. Aku bisa tertawa konyol. Aku bisa menangis. Dan dia tidak melihatku kurang karena itu. Dia justru mencintaiku lebih."

Ia berhenti sejenak, lalu menunjuk ke arah pintu dengan sopan namun tegas.

"Aku menghormati masa lalu kita, Aura. Itu sebabnya aku tidak memintamu pergi dengan kasar."

Aura menatapnya dengan mata yang mulai berkilau kesal. Ia tidak terima. Ia tidak percaya. Bagaimana mungkin pria seperti Mikael, yang dulu bersanding dengannya di setiap majalah, memilih perempuan yang tidak memiliki apa-apa selain ketulusan? Itu tidak masuk akal. Itu tidak adil.

"Kamu akan menyesal, Mikael," ucap Aura dingin, suaranya menegang. "Kamu pikir cinta cukup untuk membangun dunia? Tunggu sampai kenyataan menghantammu. Tunggu sampai orang-orang menertawakanmu. Saat itu terjadi, jangan datang mencariku. Karena aku tidak akan semudah itu menerimamu kembali."

Ia berbalik dengan gerakan anggun namun penuh kemarahan yang tertahan. Di ambang pintu, ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah Naira yang masih berdiri diam. Tatapannya tajam, penuh peringatan yang tersirat.

"Nikmati waktumu bersamanya selagi bisa, Naira. Karena dunia yang kamu masuki ini tidak selembut senyumnya Mikael. Dan kamu akan hancur sebelum kamu menyadarinya. Aku pastikan itu."

Dengan langkah anggun dan percaya diri, Aura pergi. Pintu tertutup di belakangnya, dan ruangan itu seketika terasa sunyi kembali.

Naira berdiri di sana, menatap pintu yang tertutup itu. Kata-kata Aura menyisakan luka kecil di hatinya, keraguan lama yang selama ini berhasil ia kubur, kini kembali muncul. Apakah aku memang tidak pantas? Apakah aku akan menyakiti Mikael? Apakah dia benar-benar akan menyesal nanti?

Tangan hangat Mikael kembali menyentuh pipinya, memutar wajahnya perlahan hingga menatapnya. Di matanya tidak ada keraguan. Tidak ada kekhawatiran. Hanya cinta yang teguh dan tulus.

"Jangan biarkan kata-katanya masuk ke hatimu, Sayang," bisiknya lembut namun tegas. "Dia tidak mengenal kita. Dia tidak tahu apa yang kita miliki.

Dia melihat kemewahan, tapi dia tidak melihat cinta. Dia melihat status, tapi dia tidak melihat kebersamaan. Dan karena itu, dia tidak akan pernah mengerti mengapa aku memilihmu. Dan itu tidak penting. Yang penting adalah kita mengerti. Kita berdua."

Naira menelan ludah, matanya berkaca-kaca namun ia tersenyum, senyum yang lemah tapi mulai menguat kembali.

Mikael memeluknya erat, menyandarkan dagunya di atas kepalanya, memberikan rasa aman yang luar biasa.

"Dia adalah masa lalu, Naira. Dan masa lalu tidak berhak mengatur masa depan. Masa depan itu milik kita. Kita yang menulis ceritanya. Bukan dia. Bukan siapa pun."

Naira memeluk pinggangnya erat, menarik napas dalam-dalam, menyerap kekuatan dari pelukan pria yang dicintainya. Aura cantik, terkenal, dan cerdas. Tapi Aura tidak memiliki apa yang mereka miliki, cinta yang tulus, kepercayaan yang utuh, dan kebersamaan yang tak tergoyahkan. Dan pada akhirnya, itulah yang paling berharga.

"Terima kasih sudah membela aku," bisik Naira di dadanya.

"Aku membela 'kita'," koreksi Mikael lembut. "Karena kita adalah satu. Jika dia menyakitimu, dia menyakitiku. Jika dia meragukanmu, dia meragukan pilihanku. Dan jika dia mencoba meruntuhkanmu, dia mencoba meruntuhkan seluruh duniaku. Jadi aku tidak punya pilihan lain selain berdiri di sisimu. Selamanya."

1
Evi Anggorowati
kasian naira.. takutnya mikail goyah stlh cinta masa lalunya kembali.. berharap naira bahagia ma mikail, g mengalami patah hati lagi
Evi Anggorowati
penasaran bgt ntar ada rahasia apa yg bikin naira jd galau lg pdhal sptnya mikail beneran tulus mencintai naira
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: karena sebelumnya mempunyai cinta yg besar tetapi dipendam ke Ravian selama bertahun2 kak😊
total 1 replies
Evi Anggorowati
suka ma novelnya gaya bahasanya jg suka semoga happy end ceritanya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Suka banget sama alurnya, ringan tapi tetap bikin penasaran dan bikin pengen terus baca!”❤
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
mak mak doyan novel
mulai menyimak..
mudah2an cocok 💪
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya. semoga suka💖😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!