Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengembalikan Hati Sang Bos

Mengembalikan Hati Sang Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: CantiknyaKamu

Arsen Adhitama memiliki segalanya—kekayaan, jabatan, perusahaan besar, dan kehidupan yang selama ini diimpikan banyak orang. Namun, semua itu tidak berarti apa-apa setelah perempuan yang paling dicintainya pergi untuk selamanya. Sejak saat itu, Arsen berubah menjadi pria yang dingin dan mati rasa. Ia menjauh dari keluarga, berhenti menikmati kehidupannya, dan menjalani hari hanya karena belum menemukan alasan untuk benar-benar berhenti. Hingga akhirnya, ia membuat keputusan yang mengejutkan: meninggalkan pekerjaannya dan menghabiskan sisa hidupnya di panti jompo. Di tengah keputusan tersebut, hadir Alea Pramesti, sekretaris baru yang ternyata menyimpan luka yang tidak kalah dalam. Kekasih yang telah menemaninya bertahun-tahun juga telah meninggal dunia. Bedanya, Alea memilih untuk tetap menjalani hidup meskipun setiap harinya terasa berat. Pertemuan mereka tidak berjalan mudah. Arsen menganggap Alea terlalu banyak ikut campur dalam kehidupannya. Sementara Alea menganggap Arsen sebagai pria paling keras kepala yang pernah ia temui. Namun, semakin sering mereka bersama, Alea perlahan mulai memahami bahwa di balik sikap dingin Arsen terdapat seorang pria yang sebenarnya sedang berduka dan kehilangan arah. Alea tidak mencoba menghapus masa lalu Arsen. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa kehilangan seseorang bukan berarti kehilangan seluruh alasan untuk hidup. Hari demi hari, hubungan mereka berubah. Dari sekadar bos dan sekretaris, menjadi dua orang yang saling berbagi luka. Dari dua orang asing, menjadi tempat untuk pulang. Dan tanpa mereka sadari, perasaan yang awalnya hanya berupa kepedulian perlahan tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam. Namun ketika Arsen akhirnya mulai membuka kembali hatinya, masa lalu datang membawa kenyataan yang selama ini disembunyikan. Sebuah rahasia tentang kematian orang yang dicintainya membuat Arsen kembali mempertanyakan segalanya. Akankah Alea berhasil membuat Arsen memilih kehidupan? Atau pada akhirnya, dua orang yang dipertemukan oleh kehilangan justru harus kembali berpisah karena masa lalu yang belum selesai? Karena terkadang, seseorang tidak datang untuk menggantikan orang yang telah pergi. Ia datang untuk mengajarkan bahwa setelah kehilangan, hidup masih layak diperjuangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CantiknyaKamu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MHSB

“Apa yang terjadi, Argani?”

Suara Arsen terdengar datar. Tatapannya masih terpaku pada layar laptop di hadapannya, seolah laporan yang sedang ia baca jauh lebih menarik daripada keberadaan orang yang berdiri di depan mejanya.

Argani mengembuskan napas panjang.

Sudah bertahun-tahun ia mengenal pria itu.

Mereka bersahabat sejak SMP. Argani adalah salah satu dari sedikit orang yang mengetahui bagaimana Arsen sebenarnya. Namun, ketika berada di dalam perusahaan, hubungan mereka berubah. Arsen adalah CEO, sedangkan Argani merupakan sekretaris sekaligus tangan kanannya.

Tidak ada lagi panggilan nama tanpa batas, Tidak ada perlakuan istimewa.

Setidaknya, begitulah yang mereka tunjukkan di depan para karyawan.

Argani berjalan mendekati meja kerja Arsen.

“Pak, pihak dari Negara I sedang mengalami kendala dalam proses pengiriman barang kepada perusahaan kita. Sampai sekarang belum ada penanganan yang cepat dari mereka.”

Arsen tetap menatap layar laptop.

“Kenapa tidak kamu utus orang kita untuk membantu mempercepat proses mereka?”

Jari Arsen masih bergerak di atas keyboard.

“Kenapa akhir-akhir ini saya semakin banyak menerima keluhan?”

Nada suaranya mulai terdengar tegas.

Argani terdiam sejenak.

“Karena…”

Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Arsen sudah menutup laptop tersebut.

Pria itu berdiri dan berjalan mendekati Argani.

“Apa kamu sedang lelah?”

Arsen menepuk pundak Argani pelan sebelum berjalan menuju sofa panjang yang berada di sudut ruangan. Ia kemudian duduk dengan santai, sementara Argani hanya menatapnya.

Ada sesuatu yang aneh.

Arsen jarang menunjukkan perhatian seperti itu.

“Tidak, Pak.”

Argani akhirnya berjalan menghampiri dan duduk di sampingnya.

“Tapi menurut saya, Bapak harus mencari sekretaris baru.”

Arsen yang semula santai langsung menoleh.

Untuk pertama kalinya sejak percakapan mereka dimulai, ekspresinya berubah.

“Kenapa?”

“Saya sudah ditunjuk oleh Pak Mahesa untuk menjadi ketua direksi di perusahaan kita yang berada di Negara B.”

Arsen terdiam.

Tangannya mengambil sebuah pena dari meja kecil di samping sofa, kemudian memutarnya perlahan di antara jemarinya.

“Kenapa Papa saya tiba-tiba menunjuk kamu menjadi ketua direksi di Negara B?”

“Saya juga tidak tahu.”

Argani mengangkat kedua bahunya.

“Katanya saya dianggap paling cocok untuk menangani perusahaan di sana.”

Arsen mendengus pelan.

“Berapa lama?”

“Belum tahu. Bisa beberapa bulan. Bisa juga lebih lama.”

Arsen menatap lurus ke depan.

Kemudian ia kembali bertanya.

“Dan kamu berpikir saya akan membiarkan kamu pergi tanpa mencari pengganti?”

“Makanya saya bertanya.” Argani menoleh kepadanya. “Apa Bapak mau saya carikan sekretaris baru?”

Arsen tidak langsung menjawab.

Ia kembali memainkan penanya.

“Saya pikirkan dulu.”

“Baik.”

“Tapi kamu tahu saya tidak suka terlalu banyak bertemu orang.”

“Saya tahu.”

“Terutama orang baru.”

“Saya juga tahu.”

Arsen menatap Argani dengan tatapan tajam.

“Apalagi kalau sekretaris saya perempuan.”

Argani justru tersenyum.

“Menurut saya, itu justru bagus.”

Alis Arsen terangkat.

“Bagus?”

“Setidaknya ada seseorang yang bisa membuat jiwa Bapak bangun lagi.”

Arsen menatap sahabatnya itu seolah baru saja mendengar sesuatu yang paling tidak masuk akal hari ini. “Kamu gila, Argani.”

Argani tertawa. “Bisa jadi.”

Ia kemudian berdiri dan merapikan jasnya.

“Saya akan membawa empat kandidat sekretaris ke sini. Bapak tinggal pilih sendiri dan saya yang akan melakukan training sebelum saya berangkat.”

“Tidak perlu.”

Arsen kembali membuka laptopnya.

“Kamu saja yang pilih.”

Argani mengerutkan kening.

“Serius?”

“Pilih yang menurutmu paling cocok.”

Arsen berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Yang pintar. Bisa meng-handle pekerjaan saya ketika saya berada di luar kota maupun luar negeri. Saya tidak punya waktu untuk mengajari orang dari nol.”

“Siap, Pak.”

Argani berjalan menuju pintu.

Tangannya baru saja menyentuh gagang pintu ketika Arsen tiba-tiba bersuara.

“Argani.”

Argani menoleh.

“Ya, Pak?”

“Jangan pilih orang sembarangan.”

Senyum kecil muncul di wajah Argani.

“Tenang saja. Saya tahu orang seperti apa yang Bapak butuhkan.”

Arsen menyipitkan mata.

“Jangan macam-macam.”

“Siap, Pak.”

Argani membuka pintu.

“Oh iya, saya izin keluar dulu. Sekretaris saya sudah menunggu.”

Arsen langsung menatapnya. “Licik kamu.”

Argani terkekeh.

“Sudah mendapatkan sekretaris sendiri.”

“Pergi.”

Argani tertawa semakin lebar sebelum akhirnya keluar dari ruangan.

Pintu tertutup.

Ruangan kembali sunyi.

Arsen menghela napas panjang. Ia kembali menatap layar laptopnya, Namun entah mengapa, pikirannya justru tertahan pada satu hal.

Sekretaris baru.

Ia sudah bisa membayangkan betapa merepotkannya orang baru yang akan masuk ke dalam hidupnya. Dan Arsen belum tahu…

bahwa keputusan kecil hari ini akan menjadi awal dari perubahan terbesar dalam hidupnya.

1
Indah MB
hai kk... like dan subscribe mendarat...
salam kenal yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!