sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 berkumpul bersama keluarga
Setelah bertemu dengan Aira kini perasaan Ridwan semakin hancur. Ia tahu bahwa Aira tidak menerima pernikahan itu. Semenjak pertemuan itu Ridwan pun berniat untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di antara Zaki dan Aira.
"Apa aku harus mencari tahu ya?" , gumam Ridwan. Tapi setelah aku tahu apakah Zaki akan melepaskan Aira. Apakah Zaki telah menyentuh Aira? "
Ribuan pertanyaan membayangi pikiran Ridwan. " Ya Allah tolong beri petunjuk mu, jika memang Aira di takdirkan untuk hamba maka jangan biarkan ada gadis yang mampu menggantikan posisi dia di bagian hati ini".
" Namun jika dia bukan di takdirkan untuk hamba maka tolong kau tunjukan pada hamba siapa orang bisa menggantikan posisi dia di bagian hati ini" .
Ridwan berdoa dalam sujud terakhir dalam shalat malamnya. Sementara itu anak Kiai Abdullah sepertinya sedang menunggu seseorang untuk melamar dirinya.
Anak Kiai Abdullah tidak pernah dekat dengan laki - laki manapun. Kiai Abdullah pun ingin berniat untuk menjodohkan anak gadis satu -satunya itu dengan Ridwan.
Malam harinya di rumah Ridwan. Malam ini keluarga besar Ridwan sedang berkumpul di ruang tamu. Sedangkan Ridwan semenjak pertemuan itu Ridwan hanya mengurung diri di kamarnya.
Pak Hanafi dan ibu Aisyah pun memaklumi saat ini Ridwan sedang ingin sendiri dulu. Semua kerabat dekat Ridwan begitu menikmati suasana malam dengan bersenda gurau.
Salah satu dari mereka tidak melihat Ridwan yang tidak berkumpul bersama pun bertanya pada pak Hanafi.
"Om, kok mas Ridwan tidak ikut kumpul bareng kita kenapa dengan dia ? ", ucap Madara.
"Maklumlah namanya anak muda kan tidak selalu ingin kumpul bareng kita. Ada masa ia ingin sendiri dulu" , ucap pak Hanafi.
"Ah gak seru kalau ada yang kurang" , ucap Madara.
"Dara, jangan lah kamu ganggu Ridwan mungkin dia lagi lelah" , ucap ibunya Madara.
"Ah ibu selalu saja belain mas Ridwan" , ucap Madara dengan sikapnya yang kekanak-kanakan.
Ridwan yang merasa tidak enak hati ia pun keluar dari kamarnya. Mendengar ada keributan dengan langkah yang cepat ia pun menghampiri semuanya.
"Ada apa ini?"
" Nah itu dia yang tadi diomongin akhirnya keluar juga dari kamar" , celetuk Madara.
Mas, kamu kenapa sih kita lagi kumpul - kumpul begini malah mengurung diri aja dikamar, celetuk Madara.
"Oh ya mas katanya kamu mau ngenalin calon penghuni rumah yang baru nih malah mengurung diri dikamar". Melihat Madara melontarkan banyak pertanyaan membuat Ridwan hanya geleng-geleng kepala saja.
Madara , kamu itu ya segitu tingginya penasaran kamu, ucap ibunya.
"Ini nih yang paling aku tidak suka ibu selalu belain mas Ridwan terus" , Madara pun memanyunkan bibirnya. Melihat tingkah Madara Ridwan hanya tersenyum kecil.
" Mas, kamu tu di belain habis - habisan sama ibu kapan kamu mau belain aku" .
"Iya hari ini kamu mas belain deh, nah gitu dong baru kakak sepupu yang baik" .
Ridwan pun lalu duduk di kursi yang masih kosong.
Keluarga Ridwan melihat ada kesedihan yang mendalam dimatanya. Sang Ibunda pun mulai memberitahu bahwa saat ini yang akan Ridwan kenalkan pada keluarga kini telah menikah.
"Yang sabar ya rid, yang namanya jodoh itu pasti akan kembali padamu".
" Sekarang setelah semua ini apakah kamu akan tetap bertahan atau akan mencari pengganti dirinya ?" , tanya ibunya Madara.
"Belum tahu Tante, saat ini biarlah seperti ini dulu, sampai aku seperti bisanya sebelum aku mengenal dirinya".
" Tapi jangan terlalu berlarut-larut ya? "
" Hmmmmm .... "
"Oh ya rid setelah kamu pulang dari Mesir. Apa rencanamu kedepannya ? "
"Mungkin aku akan mengajar atau bekerja di kantornya Abi aku masih mempertimbangkannya dulu Tante" .
"Baguslah kalau begitu. Tante cuma sekedar bertanya saja. Tante kira kamu akan tetap menutup dirimu dengan kesedihanmu itu".
Ridwan hanya tersenyum kecil mendengar ucapan tantenya itu. Karena apa yang di ucapkan tantenya itu ada benarnya juga.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭