Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Antagonis, Tapi Suamiku Terlalu Protektif

Menjadi Antagonis, Tapi Suamiku Terlalu Protektif

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Aku terbangun dan menyadari dirinya telah berpindah menjadi Freya, tokoh antagonis yang kejam, sombong, dan ditakdirkan berakhir tragis — dibenci semua orang, diceraikan dengan hina, dan mati muda. Yang lebih menyulitkan: aku memiliki suami, pria tampan namun dingin yang dalam cerita aslinya tak pernah menyayangi Freya dan justru ikut menghancurkannya.

Aku bertekad mengubah takdir. Aku tak ingin berakhir mati. Namun setiap kali aku mencoba bersikap jahat sesuai watak asli Freya demi tidak dicurigai, sang suami justru bersikap sebaliknya.

Orang lain mencela aku? Ia langsung membela dengan tajam.
Aku hanya sedikit terluka? Ia panik seolah nyawaku terancam.
Aku mencoba menjauh? Ia justru menarikku masuk ke dalam pelukannya dan melarang pergi.

"Siapa pun yang berani menyakiti isteriku, harus siap menghadapi aku," ucapnya dengan sorot mata tajam yang tak pernah kulihat dalam cerita aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Berjuang Bukan Sendiri & Rahasia Masa Lalu

Jam dinding berdetak pelan, namun bagiku detaknya terasa seperti berpacu dengan waktu. Di ruang perlindungan bawah tanah itu, aku tak sekadar menunggu — aku bergerak. Aku tahu Arga sedang bertarung di luar sana demi keselamatanku, dan aku takkan berdiam diri saja menjadi beban. Aku mulai mengingat kembali setiap detail yang pernah kubaca di novel aslinya, setiap nama, setiap peristiwa, setiap jejak yang mungkin terlupakan — semuanya bisa menjadi kunci untuk mengakhiri ancaman ini.

Pintu besi terbuka pelan. Bukan Arga, melainkan salah satu pengawalnya, dengan wajah tegang. "Nyonya... Tuan Arga meminta saya memastikan Anda baik-baik saja. Tapi ada satu hal... dia berpesan, jika Anda teringat sesuatu — apa pun itu — segera sampaikan padanya."

Hatiku berdebar kencang. "Aku ingat sesuatu. Tentang Surya — pemimpin kelompok itu. Dulu, dalam cerita yang aku ketahui... dia bukan sekadar pesaing bisnis. Dia dulu bekerja di perusahaan keluarga Pratama, kan? Dan ada satu rahasia yang membuatnya diusir — bukan karena persaingan, tapi karena pengkhianatan yang menyangkut harta dan... seseorang dari masa lalu."

Pengawal itu tertegun. "Saya akan sampaikan hal ini pada Tuan Arga segera."

Tak lama berselang, Arga datang. Wajahnya tampak lelah, matanya memerah — tanda dia tak tidur sejak kemarin. Namun saat melihatku, langkahnya melunak, dan dalam sekejap ia sudah berada di depanku, menggenggam tanganku erat.

"Kau menemukan sesuatu?" tanyanya, suaranya bergetar penuh harap.

Aku mengangguk. "Surya... dia dulu adalah tangan kanan kakekmu. Dia dipercaya menangani banyak proyek penting. Tapi kemudian ditemukan dia menggelapkan dana besar — dan bukan hanya itu. Dia juga terlibat dalam kecelakaan yang menimpa ibumu bertahun-tahun lalu, Arga. Kecelakaan yang selama ini dianggap murni kebetulan... ternyata bukan."

Tubuh Arga menegang. Matanya membelalak, seakan kata-kataku baru saja menghantamnya dengan keras. "Ibuku... kecelakaan itu..."

"Dia masih hidup," potongku cepat, menatapnya dalam. "Dalam cerita aslinya, ibumu tidak meninggal. Dia diculik dan disembunyikan oleh Surya, sebagai sandera untuk mengancam ayahmu. Dan sekarang... dia masih memegangnya. Itu sebabnya Surya begitu yakin bisa menghancurkan keluargamu — dia punya senjata yang tak kau ketahui."

Arga terdiam, napasnya tercekat. Selama bertahun-tahun ia percaya ibunya telah tiada, dan kini mengetahui bahwa ia mungkin masih hidup — namun di tangan musuh terbesarnya — membuat dadanya terasa sesak campuran harapan dan ketakutan.

"Kalau begitu..." ucapnya pelan namun penuh tekad, matanya mulai menyala kembali. "Kita tak hanya berjuang untuk keselamatan kita sendiri. Kita juga berjuang untuk mengembalikan ibuku pulang."

Tepat saat itu, ponsel Arga berdering lagi — nomor yang sama, pesan yang sama dingin dan penuh ancaman. Kali ini bukan sekadar peringatan.

"Kalian sudah mulai mencari tahu hal-hal yang bukan urusan kalian. Bagus. Semakin cepat kalian tahu, semakin cepat permainan ini berakhir. Datanglah sendirian ke gudang tua di pelabuhan malam ini, pukul sepuluh. Jika kau membawa orang lain... kau takkan pernah melihat ibumu lagi, Arga. Dan Freya akan ikut menemaninya ke neraka."

Layar ponsel itu meredup, namun kata-katanya masih membekas di udara. Arga mencengkeram ponselnya erat, urat di tangannya menonjol — kemarahan, ketakutan, dan tekad bercampur menjadi satu.

"Dia memintaku datang sendirian," gumamnya pelan. "Dia tahu kelemahanku sekarang."

Aku memegang kedua pipinya, memaksanya menatapku. "Kau tak akan pergi sendirian. Kita berjanji, ingat? Bersama, menghadapi apa pun. Dan aku tahu tempat itu — ada jalan rahasia masuk yang tak tertulis di peta mana pun. Aku bisa membantumu."

Arga menatapku lama, lalu mendekapku begitu erat seakan takkan pernah melepaskan. "Maafkan aku... aku seharusnya melindungimu dari semua ini, tapi justru kau yang terus memberiku kekuatan."

"Kita saling melindungi," bisikku tegas. "Malam ini, kita akhiri semuanya."

Dan di tempat yang gelap dan berbau asin itu — gudang tua di pelabuhan yang telah lama ditinggalkan — seseorang sedang menunggu, dengan senyum penuh kemenangan yang belum sempat ia rasakan. Malam ini, takdir kami akan ditentukan. Dan tak ada yang bisa memisahkan kami — bahkan bukan kematian sekalipun.

 

🔥 Lanjut ke Bab 20 — Puncak Ketegangan! Malam penentuan di pelabuhan, pertemuan langsung dengan Surya, dan rahasia besar yang mengubah segalanya! 💥 Mau dilanjutkan?

1
Irsyad
wah keren
Ayu Gerimis: makasiii KK Irsyad udah mampir dan suka yaa 🥰"
total 1 replies
septia19
di tunggu kelanjutannya besti 😍
Ayu Gerimis: siap 👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!