Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apes Banget Pak Yudha

Acara private wedding party Kanaya dan Yudha berjalan dengan sukses dan sangat meriah. Suasana hangat mewarnai acara yang digelar selama kurang lebih tiga jam itu, menyisakan kenangan manis bagi siapa saja yang hadir juga rasa penat yang mendera karena harus meladeni banyaknya tamu.

Tepat pukul 23.45 menit Kanaya dan Yudha tiba di rumah mereka setelah menyelesaikan semua urusan dengan pihak restoran di mana acara itu diselenggarakan.

Setelah membersihkan wajahnya dari riasan make up, Kanaya langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, sementara Yudha masih sibuk dengan ponsel di tangannya.

"Temanmu yang pakai baju cokelat tua, wajahnya kelihatan murung terus sepanjang acara tadi," ucap Kanaya memulai percakapan sebelum tidur.

Sebagai seorang guru yang terbiasa berdiri di depan kelas dan memantau puluhan murid, Kanaya pun melakukan hal yang sama saat berbicara di depan tamu undangan. Matanya diam-diam merekam wajah-wajah rekan kerja suaminya satu persatu, sekadar berjaga-jaga jika mereka berpapasan di lain waktu.

Yudha menoleh sekilas. "Yang mana?" tanyanya, sebelum kembali mengalihkan fokus pada ponsel di tangannya.

"Yang pakai gaun cokelat tua, rambutnya sebahu dan agak ikal. Aku perhatikan, dia beberapa kali curi pandang ke kamu. Dia itu siapa?" Mata jeli Kanaya menangkap gestur tidak biasa dari wanita itu. Ada gelagat ganjil yang sangat kontras jika dibandingkan dengan tamu-tamu lain yang tampak menikmati pesta malam ini.

Kening Yudha berkerut, mencoba mengingat sosok yang dimaksud Kanaya. Namun, begitu kalimat 'mencuri pandang' terucap, sebuah nama langsung melintas di kepalanya. Ayumi. Tampaknya memang hanya wanita itu yang secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan atas status barunya sebagai pria yang telah menikah.

"Oh, itu... Ayumi. Dia staf-ku di bagian keuangan," aku Yudha jujur.

Kanaya menyipitkan mata. "Dia kelihatan nggak happy tadi. Jangan-jangan... dia suka sama kamu, ya?" tebaknya menyelidik.

"Emang," jawab Yudha enteng, tanpa beban, apalagi rasa bersalah.

"Hah?!" Kanaya tersentak, kelopak matanya melebar mendengar pengakuan yang terlalu jujur itu. Kelelahan yang tadi menderanya mendadak menguap begitu saja.

"Dia... mantan pacarmu?" Nada suara Kanaya seketika berubah dingin.

"Belum sempat jadi pacar," sahut Yudha lagi. Pria itu bahkan tidak menoleh untuk menyadari bahwa ekspresi istrinya sudah berubah.

"Baru tahap PDKT. Keburu aku disuruh nikahi kamu," sambungnya santai, menutup kalimatnya dengan nada tanpa dosa.

"Disuruh nikahi aku? Aku nggak pernah maksa kamu untuk nikahi aku ya! Kamu sendiri yang datang membawa ide gila ini!" protes Kanaya, sama sekali tidak bisa terima dituduh sebagai pihak yang memaksakan pernikahan mereka.

"Iya, iya, maaf... aku salah pilih kata," Yudha mengklarifikasi ucapannya sambil terkekeh pelan. Baginya, kepanikan Kanaya justru terlihat menggelikan.

"Berarti kamu sengaja memberi dia harapan palsu, dong? Pantas saja wajahnya sedih banget tadi," cecar Kanaya lagi.

Bayangan wajah murung Ayumi di pesta tadi masih terlintas dalam ingatannya. Kesedihan wanita itu terlalu jelas untuk disembunyikan.

"Bukan PHP, cuma sempat dekat aja," Yudha melakukan pembelaan. "Waktu itu aku sama dia sama-sama single dan aku lagi mencari pasangan hidup. Nggak maksud juga bikin dia patah hati gitu." Yudha tak ingin berbohong pada Kanaya, sehingga ia jujur mengatakan, bagaimana hubungannya dengan Ayumi sebelum menikah.

"Kamu masih punya rasa sama dia?" Kanaya menatap Yudha lekat. Dia seperti seorang detektif yang siap menginterogasi pelaku kejahatan dengan rentetan pertanyaan tanpa celah.

Yudha langsung menoleh. Sudut bibirnya terangkat, menangkap nada cemburu yang samar dari pertanyaan sang istri.

Setelah meletakkan ponselnya di atas nakas, ia merebahkan tubuhnya dan langsung merengkuh tubuh Kanaya ke dalam pelukannya."Sudah punya istri. Dilarang keras menyimpan rasa pada wanita lain," bisik Yudha, seraya meninggalkan kecupan-kecupan lembut di ceruk leher Kanaya yang membuat bulu kuduk wanita itu meremang.

"Yud, aku ngantuk!" Kanaya menahan dada Yudha, mencoba membatasi pergerakan pria itu yang mulai menginginkan keintiman lebih jauh. ritual yang biasa Yudha lakukan setiap kali mereka akan memulai hubungan sebagai suami istri.

"Kalau ngantuk, tidur. Bukan malah menginterogasi," bisik Yudha lagi.

Cup

Sebuah kecupan mendarat di pipi Kanaya. Yudha hanya ingin menyudahi pembahasan tentang Ayumi, karena saat ia sedang berjuang keras memupuk rasa cintanya hanya untuk Kanaya.

Hening

Hingga beberapa saat tak ada lagi percakapan di antara mereka. Namun, batin Kanaya masih merasakan gelisah.

Bagaimanapun wanita itu dan Yudha, satu kantor, satu divisi. Fakta itu seperti duri dalam daging, menegaskan bahwa setiap hari, saat ia melepas suaminya bekerja, ia juga sedang memberi kesempatan suaminya bertemu wanita yang sempat dikagumi suaminya dulu.

***

Kabar private wedding party Yudha dan Kanaya berhembus cepat hingga terdengar di telinga beberapa staff di kantor PT. Ultra Plaza Indonesia.

Di kantin saat jam istirahat, berhembus kabar dari Wenda, staf front office. Dia sengaja mencondongkan tubuhnya ke tengah meja, memicu rasa penasaran rekan-rekannya.

"Eh, kalian tahu, nggak? Orang tua kakak iparku itu ketua kan ketua RT di komplek perumahan istrinya Pak Yudha. Katanya, Pak Yudha itu menggantikan posisi kakaknya di pelaminan."

Kalimat itu sukses membuat rekan yang lain terpancing untuk bereaksi dan Lusy, salah satunya yang dengan cepat menyahuti.

"Maksudnya gantiin nikah gimana, Wen?"

"Jadi, awalnya yang mau menikah sama cewek itu kakaknya Pak Yudha. Tapi si kakak kabur sehari sebelum hari-H dan akhirnya Pak Yudha yang kena getahnya, gantiin kakaknya buat menyelamatkan muka keluarga. Ibaratnya, dia itu sebagai pemain pengganti."

"Ini aktual nggak beritanya? Jangan-jangan cuma rumor," sela Sissy, khawatir itu hanya desas-desus tanpa bukti.

Wenda tersenyum tipis. Jemarinya menggulir layar ponsel, lalu menyodorkan sebuah gambar di ponselnya ke tengah meja. "Lihat namanya. Di situ tertulis Kanaya dan Yogi, bukan Kanaya dan Yudha, kan?"

Seketika, kepala-kepala di meja itu saling mendekat, mengerumuni layar ponsel Wenda.

"Oalah, kok bisa begitu, ya?"

"Pantas saja pernikahan Pak Yudha mendadak banget."

"Benar! Aku pernah dengar dari staff keuangan, Pak Yudha itu awalnya lagi dekat sama staff baru di sana Makanya mereka kaget waktu tahu Pak Yudha menikah."

"Memangnya bisa segampang itu digantikan? Menikah, lho, ini. Apalagi cuma sehari sebelumnya?"

Rentetan pertanyaan itu dijawab Wenda dengan cepat.

"Kata kakak iparku sih semuanya berjalan lancar. Keluarga Pak Yudha bisa mengatasinya dalam semalam. Tapi, ada satu lagi... " Wenda sengaja menggantung kalimatnya beberapa saat. Netranya memperhatikan wajah-wajah kepo rekan-rekannya. "Katanya, usia istri Pak Yudha itu jauh lebih tua. Selisih tujuh atau delapan tahun kalau nggak salah!"

Lusy mendesah, menyandarkan punggungnya ke kursi. "Wah, apes banget Pak Yudha. Sudah jadi tameng kakaknya, dapat istri yang jauh lebih tua pula," katanya dengan rasa iba.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!