Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pagi itu rumah sakit kembali dipenuhi kesibukan. Azmira baru saja keluar dari ruang poli ketika Tania menghampirinya sambil membawa dua gelas kopi.

"Mira."

Azmira menoleh. "Apa?"

Tania menyodorkan salah satu gelas kepadanya. "Ini."

Azmira menerimanya dengan bingung. "Untuk apa?"

"Teman kerja yang baik hati."

Azmira mencium aroma kopi itu. "Kamu habis menang lotre?"

Tania tertawa. "Kenapa?"

"Biasanya kamu kalau punya makanan atau minuman tidak pernah ingat aku."

"Ya ampun. Sekali-kalinya aku baik malah dicurigai."

Azmira terkekeh kecil. Mereka kemudian berjalan menyusuri lorong rumah sakit.

Tania masih sesekali melirik ke arah Azmira dengan senyum jahil yang belum juga hilang dari wajahnya.

"Ngomong-ngomong..." Tania melirik Azmira dari samping.

"Apa?"

"Pak William."

Azmira langsung mendengus.

"Kenapa lagi dia?"

Tania menahan senyum. "Kenapa setiap aku menyebut namanya wajahmu langsung berubah?"

"Karena kamu selalu membicarakan dia."

"Karena menarik."

Azmira menatapnya. "Menarik apanya?"

"Dia."

Tania menunjuk gelas kopi di tangan Azmira.

"Dan sepertinya dia juga mulai memperhatikanmu."

Azmira hampir tersedak. "Jangan sembarangan bicara."

"Aku cuma bilang sepertinya."

"Jangan membuat gosip."

Tania mengangkat kedua tangannya. "Iya, Dokter."

Azmira menggeleng. "Dasar."

Mereka baru saja sampai di depan ruang rapat kecil ketika seseorang keluar dari dalam. William. Pria itu membawa beberapa dokumen. Begitu melihat Azmira, langkahnya berhenti.

"Dokter."

Azmira mengangguk. "Pak William."

William melihat jam tangannya. "Anda sudah selesai pemeriksaan?"

"Sudah."

"Bagus. Saya sedang mencari Anda."

Azmira mengerutkan kening. "Saya?"

William mengangguk. "Kita perlu membahas jadwal pemeriksaan tahap kedua untuk Mahardika Group."

Azmira menghela napas. "Kenapa tidak dibicarakan nanti saja?"

"Karena jadwalnya berubah."

Azmira langsung serius. "Berubah bagaimana?"

William menyerahkan dokumen kepadanya. "Jumlah karyawan yang akan diperiksa bertambah."

Azmira membaca dokumen tersebut dengan cukup serius. "Dua ratus lima puluh?"

"Ya."

"Padahal sebelumnya hanya dua ratus."

William mengangguk. "Karena beberapa cabang ikut dalam program ini."

Azmira menghela napas. "Kalau begitu timnya juga harus ditambah."

"Saya sudah memikirkannya."

William menunjukkan daftar nama yang sudah disiapkan. Azmira membacanya lagi dengan teliti.

"Ini cukup."

William tersenyum tipis. "Berarti kita sepakat?"

"Untuk pekerjaan, iya."

William tertawa kecil. "Kenapa Anda selalu menambahkan kalimat itu?"

Azmira mengangkat wajah.b"Supaya Anda tidak salah paham."

William menatapnya beberapa detik. "Saya tidak pernah salah paham."

"Bagus."

Azmira mengembalikan dokumen itu. "Kalau begitu saya kembali bekerja."

William mengangguk. "Baik."

Azmira berjalan pergi. Tania yang sejak tadi berdiri di belakang hanya menahan senyum. Ia tahu jika temannya itu tidak suka dengan momen ini namun bagi dirinya ini justru begitu menyenangkan.

Sementara William menoleh kepadanya. "Apa?"

Tania langsung menggeleng. "Tidak ada, jangan sensi gitu dong Pak Bos."

William menyipitkan mata. "Kalau tidak ada, kenapa tersenyum?"

Tania tersenyum semakin lebar. "Saya cuma merasa Dokter Azmira memang berbeda."

William terdiam. "Berbeda bagaimana?"

"Entahlah."

Tania kemudian berjalan meninggalkannya. "Silakan dipikirkan sendiri."

William hanya bisa menggeleng. Namun tanpa sadar, pandangannya kembali tertuju kepada punggung Azmira yang semakin jauh.

Entah sejak kapan, perempuan itu memang mulai menarik perhatiannya. Bukan karena kecantikan paras Azmira tapi karena Azmira memang tidak pernah memperlakukannya seperti anak pemilik rumah sakit.

Di hadapan perempuan itu, William hanyalah William. Dan anehnya... Ia menyukai hal tersebut.

☘️☘️☘️☘️

Sementara itu, di tempat lain... Sebuah ruangan besar di lantai paling atas Wiratama Group terlihat jauh lebih tenang dibandingkan rumah sakit.

Dika duduk di balik meja kerjanya. Beberapa dokumen tersusun rapi di hadapannya. Tangannya hendak mengambil sebuah berkas ketika tiba-tiba dadanya terasa tidak nyaman.

Dika berhenti. Tangannya berpindah ke dada.

"Ah..."

Ia menarik napas panjang. Rasa tidak nyaman itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum perlahan menghilang.

Dika mengerutkan kening. "Kenapa akhir-akhir ini..."

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, pintu ruangan diketuk. "Masuk."

Seorang asistennya masuk membawa beberapa dokumen. "Pak, ini laporan dari cabang."

Dika mengangguk. "Taruh di meja."

Asisten itu meletakkan dokumen kemudian hendak keluar. Namun sebelum pintu tertutup, Dika memanggilnya.

"Tunggu."

"Ya, Pak?"

"Hubungi dokter perusahaan."

Asisten itu terdiam. "Bapak merasa kurang sehat?"

Dika menggeleng. "Tidak perlu dibesar-besarkan."

Ia mengambil berkas di atas meja. "Saya hanya ingin melakukan pemeriksaan."

"Baik, Pak."

Asisten itu mengangguk lalu keluar. Dika kembali bersandar di kursinya. Tatapannya kosong beberapa saat. Akhir-akhir ini tubuhnya memang lebih cepat lelah tapi ia tidak pernah terlalu memedulikannya.

Pekerjaan jauh lebih penting. Keluarga juga. Terutama Miranda dan Shiren. Dika memejamkan mata sebentar.

Ia tidak tahu bahwa pemeriksaan sederhana yang akan dilakukannya beberapa hari lagi akan membuka jalan menuju sebuah pertemuan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Pertemuan dengan seseorang dari masa lalu. Seseorang yang selama dua puluh lima tahun tidak pernah ia cari yaitu Azmira Shafitri.

☘️☘️☘️☘️

Sore hari, Azmira baru saja selesai mengganti pakaiannya ketika ponselnya berdering. Nama yang muncul di layar membuat senyumnya mengembang.

Kak Shasa.

Azmira segera mengangkat telepon. "Halo, Kak."

"Mira, sudah selesai kerja?"

"Sudah. Baru saja."

Shasa terdengar lebih ceria dibandingkan kemarin. "Kakak sudah sehat?"

"Sudah dong. Gara-gara ada dokter pribadi yang datang tanpa dipanggil."

Azmira terkekeh. "Dokter pribadi apanya? Kemarin Kakak cuma pusing."

"Justru itu."

Shasa tertawa kecil. "Makanya Kakak mau ketemu kamu."

"Ketemu?"

"Iya."

Azmira mengernyit. "Kenapa?"

"Aku mau traktir kamu makan."

Azmira langsung tertawa. "Lagi?"

"Iya."

"Kenapa?"

Shasa terdiam sebentar sebelum menjawab dengan nada lembut. "Karena kemarin kamu sudah menyempatkan datang ketika Kakak sakit. Padahal kamu sedang bekerja."

Azmira tersenyum kecil. "Namanya juga Kakak."

"Tetap saja. Kakak mau berterima kasih."

"Enggak perlu."

"Harus."

Azmira menghela napas.

"Kakak memang keras kepala."

"Belajar dari kamu."

Azmira tertawa. "Besok malam kamu kosong?"

Azmira berpikir sebentar. "Sepertinya kosong."

"Bagus. Jangan membuat alasan."

"Iya, Kak."

"Janji?"

"Janji."

"Kalau begitu besok Kakak jemput."

Azmira tersenyum bangga entah kenapa bersama Shasa ia seperti menemukan kakak perempuan.

"Baik."

Telepon berakhir. Azmira memasukkan ponselnya ke dalam tas. Entah kenapa, setelah berbicara dengan Shasa, hatinya selalu terasa lebih ringan.

Ia tidak tahu... di tempat lain, seorang lelaki sedang memulai pemeriksaan kesehatan yang kelak akan membawa dirinya tepat ke hadapan putri yang selama ini ia tinggalkan.

Dan ketika hari itu tiba...

Azmira mungkin akan melihat seorang pasien.

Tetapi Dika...

akan berhadapan dengan darah dagingnya sendiri.

Bersambung...

1
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
Ghiffari Zaka
knp mereka begitu ya??? padahal Allah ngasih kejutan itu sesuatu yg baik buat kita menurut Allah...blm tentu lok laki2 bs memegang perusahaan nnt nya,dah biar aja cewek semoga nnt Mira bs menunjukkan pada dunia lok dia ank yg di tolak dan tak di inginkan justru bs berhasil meraih cita2nta,pasti karma itu ada Bu Rina,percayalah dan ttp kuat dan sabar,hah.....capek dech ngomong panjang lebar gini🤦🤦🤦🤦awas aja km pak Dika,kualat km😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!