Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Satu Minggu pun berlalu, kini keadaan Grace sudah lumayan pulih. Hari ini Grace sudah mulai bekerja, sebelum bekerja Grace beserta yang lain mampir di rumah catering tersebut untuk sarapan tapi tidak dengan Grace.
Grace pun menemui pemilik Catering.
" permisi bu.... " ucap Grace
"'di sini apa yang saya masak itulah dimakan, karena orang-orang yang makan disini sangat banyak bahkan ratusan. Saya tidak mungkinkan menuruti keinginan mereka semua satu persatu" ucap pemilik catering.
Grace merasa marah, udah seperti ini terjadi kepada dirinya wanita itu bukan merasa bersalah dan bahkan malah menyalahkan Grace.
" ibu salah paham, saya kesini cuman mau bilang mulai sekarang dan sampai seterusnya saya tidak makan di tempat ibu lagi. Dan saya juga mau bayar soal makan saya yang satu Minggu lalu," kata Grace
" oh .... Syukurlah jika kamu mau berhenti makan. Perjanjian kita satu bulan uang makannya dua juta rupiah. kenapa kamu masih bertanya" ucap wanita itu sambil sibuk mencatat sesuatu dibuku catatan bisnisnya.
" tapi saya makan hanya satu Minggu bu tidak genap satu bulan. " ucap Grace
" itu bukan urusan saya, Jika itu hitungannya bulanan walaupun kamu makan cuman sekali saja kamu tetap harus bayar satu bulan" ucap wanita itu.
" oh.... Bukan seperti itu bu, saya tidak bisa bayar penuh karena memang saya tidak penuh makannya. Dari mana ceritanya saya harus bayar dua juta sementara saya makan disini hanya enam hari doang itupun cuman siangnya saja" ucap Grace
Dan kini suasana mereka berdua semakin heboh. Wanita itu juga langsung berteriak dan seketika mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang.
" itu kan masalah kamu, kamu sendiri yang tidak mau makan pokoknya saya masak dan sudah sediakan. Makan atau tidak itu urusan kamu" kata pemilik catering.
" bu.... hari pertama saya kesini kan saya sudah jelaskan bahwa saya tidak bisa makan tanpa ikan. mungkin ibu bisa makan seperti itu tapi saya tidak bu." ucap Grace
" hallllah..... Kamu nya aja yang sok kaya, padahal kamu hanya anak orang miskin dan yatim piatu nya tapi lagak mu sok anak orang kaya saja "'ucap wanita itu.
" bu.... Ibu jangan keterlaluan deh, saya tidak menyinggung ibu kenapa ibu bawa-bawa bahwa saya yatim-piatu, memangnya ibu orang kaya, kalau ibu orang kaya seharusnya ibu juga tidak datang ketempat ini jauh-jauh untuk merantau. Kita sama-sama miskin juga tidak usah sok menghina " Ucap Grace
" yang jelas saya dengan kamu berbeda, gaji suami saya satu bulan 35 juta, sementara kamu gaji kamu hanya 10 juta perbulan saja tapi sombongnya udah enggak ketulungan. Rumah saya di kampung halaman sudah besar dan luas dan juga memilki kolam renang, mobil saya ada empat sementara kamu tidak punya apa-apa " ucap wanita itu.
" itu bukan urusan saya bu, mau ibu punya rumah kek, mau punya mobil kek itu bukan urusan saya, yang jelas kita masih sama-sama makan gajinya disini jadi tidak usah sombong lah. " kata Grace
" kan kamu sendiri yang bilang bahwa saya dengan kamu sama-sama miskin, sementara saya dengan kamu sangat jauh berbeda " ucap wanita itu.
" ya memang benar kan kita masih babunya seseorang disini, jika orang itu orang yang sudah punya usaha sendiri dan memberi gaji ke seseorang dan bukan mengharapkan gaji. sekarang begini saja bu, Saya juga tidak mau ribut saya cuman mau bayar sewajarnya saja. '
" satu bulan ada 4 Minggu, itu artinya dua juta di bagi 4 yaitu 500. Karena saya cuman makan satu Minggu saja iya sudah saya bayar 700 ribu saja, saya tambahin 200 anggap saja sekali makan saya menghabiskan 100 ribu." ucap Grace meletakkan uang lembaran merah sebanyak tujuh lembar di mejanya.
" saya tidak mau, saya tidak terima pokoknya kamu harus bayar 2 juta" ucap wanita itu melemparkan uang Grace kearah Grace.
" darimana ceritanya, ibu bisa matematika tidak sih?" ucap Grace
" Kamu tidak usah mengajari saya, kamu pikir saya sebaya dengan kamu tidak sopan banget, Nampak memang tidak ada orang tua, tidak ada yang mendidikmu dan mengajarimu" ucap wanita itu
" kamu bagus-bagus ya kalau bicara, jadi maksud kamu karena kamu lebih tua kamu harus dihormati begitu dan urusan kamu dengan ku, kamu jangan bawa-bawa ibuku ya. " ucap Grace marah dan kini menyebut wanita itu dengan sebutan kamu.
" sudah Grace....."
" kamu masih belum sepenuhnya pulih, kita pergi saja" ucap Arga menghampiri Grace dan ingin membawa Grace pergi karena dia takut pertengkaran mereka berubah menjadi pertengkaran fisik.
" tidak usah memancing keributan disini, kamu sudah makan juga tapi tak sanggup bayar malah buat keributan biar utangmu lunas begitu. Kamu pikir aku tidak berani, aku laporkan kamu keatasan biar kamu di pecat" ucap wanita itu.
" biar aku saja yang bayar kekurangan nya" ucap Arga
" tidak bisa....."
" jika kakak melakukan itu, berati kakak membela wanita ini" kata Grace marah kepada Arga.
" halllah.... Dasar tukang hutang tak tau diri" ucap wanita itu
" aku tidak merasa ada hutang kog, kamu aja yang kesempatan menguras orang. Iyalah juga, jika tidak begitu bagaimana mungkin kamu bisa punya rumah dan mobil. jika kamu keberatan maka laporkan saja aku keatasan, aku tidak takut di pecat, uang ini aku ambil kembali jika kamu tidak terima maka mari kita bertemu di kantor, kita selesaikan disana" ucap Grace mengambil uang itu kembali dan kini Arga membawanya pergi meninggalkan warung catering tersebut.
" kamu lihat saja, kamu pikir aku tidak berani. Aku akan melaporkan kamu supaya kamu di pecat" ucap wanita itu sebelum Grace pergi.