Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan tiba-tiba.
Kereta kuda berhenti, Jenderal Fu mendekati kereta kuda yang ditumpangi oleh Chang-yu dan Kaisar Xen-dong.
"Lapor yang mulia." kata Jenderal Fu.
"Ada apa Jenderal?" tanya Kaisar Xen-dong.
"Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi, jalan ini sudah tertutup tanah longsor." jawab Jenderal Fu.
Chang-yu kemudian melihat dari balik tirai jendela kereta kuda, benar saja.. jalan yang ada di depannya sudah tertimbun bebatuan dan tanah longsor.
"Apa tidak ada lagi jalan menuju tempat itu?" tanya Chang-yu.
Jenderal Fu kemudian mengatakan mengenai salah satu jalan yang mungkin akan sangat berbahaya jalan memutar tempat para bandit dan penjahat bersembunyi.
"Apa tidak ada jalan lain selain jalur itu, Jenderal?" tanya Kaisar Xen-dong.
Jenderal Fu menggelengkan kepalanya, dia tidak mempunyai jalan lain selain jalan yang dia katakan tadi.
"Jika kita melewati jalan itu, artinya kita harus membasmi orang-orang itu, para penjahat itu pasti bersembunyi di suatu tempat." kata Chang-yu.
"Benar sekali Ratu, kemungkinan besar mereka saat ini sudah mengintai setiap jalan yang ada di wilayah Barat. Yang hamba dengar beberapa pedagang yang hendak lewat tempat ini juga sudah dirampok oleh orang-orang itu." jawab Jenderal Fu.
"Lalu, apakah kamu takut untuk memberantas mereka, jenderal?" tanya Chang-yu dengan nada tajam.
"Tentu saja kami tidak takut Yang mulia." jawab Jenderal Fu.
"Hari ini kita berhenti di sini, kita akan memakai jalan memutar dan melewati persembunyian para penjahat itu. Bantuan logistik ini harus sampai ke tempat para prajurit, jika sampai bantuan ini tidak sampai mereka akan kehilangan nyawa sia sia." kata Chang-yu.
Para prajurit yang ikut dalam rombongan Chang-yu mereka menganggukkan kepalanya.
"Sekalian kita menumpas para penjahat yang membuat rakyat ketakutan." setelah mengatakan itu Chang-yu meminta Yura untuk bersiap-siap.
"Apa kita tidak sebaiknya di sini saja, Ratu? kita biarkan para prajurit membuat jalan untuk kita." kata Kaisar.
Chang-yu menggelengkan kepalanya. "Jika kita menunggu mereka kembali kemari, itu akan memakan waktu, jadi lebih baik kita ikut mereka." jawab Chang-yu.
Setelah beristirahat selama 1 jam, Chang-yu dan yang lain melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat yang tadi mereka bicarakan. tempat yang sangat berbahaya, tempat persembunyian para penjahat yang sering sekali merampok para pedagang dan orang-orang yang ada di wilayah Barat.
Kaisar Xen-dong berusaha untuk meyakinkan Chang-yu untuk tidak melewati jalan yang sangat berbahaya itu, namun bukan Chang-yu namanya jika dia mengiyakan perkataan sang Kaisar. Apalagi Chang-yu berpikir kalau jalan itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di wilayah Barat. Tidak peduli seberat apapun dan tidak peduli bagaimana cara mereka memberantas para penjahat itu, Chang-yu pasti akan melakukannya.
"Di kehidupanku yang lalu aku adalah seorang polisi kriminal, aku selalu memberantas orang-orang jahat dengan kedua tanganku. Aku tidak peduli seperti apapun, tapi yang pasti mereka tidak boleh lolos dari tanganku." gumam Chang-yu dalam hati yang kemudian meminta para prajurit untuk mempersiapkan persenjataan mereka dan membuat strategi untuk menyerang.
"Aku benar-benar tidak habis pikir, setelah kembali dari kematian Dia sangat menakutkan. Aku tidak boleh terlihat lemah di depannya, Aku adalah kaisar kerajaan ini. Aku akan tunjukkan kepadanya kalau aku adalah pria hebat yang akan melindunginya, dengan begitu Aku tidak akan kehilangan muka." gumam Kaisar Xen-dong dalam hati yang kemudian memperhatikan Chang-yu.
"Semuanya akan baik-baik saja, kamu benar sekali yang mulia. Kita akan baik-baik saja, bersama kita ada prajurit hebat, jenderal hebat dan para menteri hebat." jawab Chang-yu.
Berbeda dengan menteri Liang-ho, menteri yang hanya bisa bersenang-senang itu tentu saja sangat ketakutan, dia menarik sang Kaisar kemudian bertanya mengenai jalur mencari kematian itu.
"Kamu gila ya, kenapa kita harus melewati jalur itu? jika jalannya sudah ditutup lebih baik kita kembali ke istana, kenapa kita harus menyerahkan nyawa kepada kelompok penjahat itu." ucap menteri Liang-ho.
"Tutuplah mulutmu, kita tidak bisa melakukan hal itu. Kita sudah ada di sini dan jangan sampai Ratu tahu kalau kita saat ini sedang ketakutan." jawab Kaisar Xen-dong.
"Tentu saja aku sangat ketakutan, kita ini sekarang berada di wilayah penjahat, nyawa kita sewaktu-waktu bisa melayang." bisik menteri Liang-ho.
"Tenanglah, para prajurit adalah orang-orang hebat, apalagi di sini aja ada Jenderal Fu." jawab kaisar yang kemudian menghempaskan tangan menteri Liang-ho.
"Tapi ini adalah saat yang sudah kami nantikan, seperti rencana yang sudah dibuat oleh menteri Wang Ji-bai, semuanya harus diselesaikan hari ini." gumam menteri Liang-ho yang kemudian mendekati Kaisar dan Chang-yu.
Rombongan sudah berjalan menuju tempat yang mereka katakan di tempat itu, Chang-yu terus memperhatikan rute jalan dan situasi tempat itu. Namun sesaat kemudian seperti yang sudah mereka perkirakan, kelompok perampok yang ada di gunung wilayah barat keluar satu persatu. Mereka langsung menyerang para prajurit yang membawa bantuan logistik militer.
"Bunuh mereka semuanya, bawa semua barang-barang yang mereka bawa!" seru pemimpin perampok.
"Serang mereka!" seru jenderalku, mereka kemudian menyerang para prajurit tanpa ampun menyerang dengan kekuatan yang begitu luar biasa.
Chang-yu masih berada di dalam kereta kuda bersama dengan Kaisar dan Yura, sesaat kemudian para perampok itu mendekati kereta kuda yang dinaiki Chang-yu dan yang lain.
"Hahaha.., ternyata di dalam kereta ini ada dua wanita cantik!" seru si perampok.
"Kita bawa mereka, kita jadikan mereka kesenangan kita malam ini!" seru si perampok.
"Kalian jangan pernah berani menyentuh istriku!" teriak Kaisar Xen-dong yang kemudian menyerang si perampok. dia menarik pedangnya dan menghunuskan pedang itu ke arah si perampok yang sudah membuka pintu kereta kuda.
"Apa kita akan diam saja, Yang mulia Ratu?" tanya Yura.
"Kita biarkan saja Kaisar pion itu menaklukkan perampok itu, lagi pula aku ingin lihat seberapa kuatnya mantan penasehat kerajaan yang dipercaya oleh almarhum ayahanda." jawab Chang-yu yang tidak berkutik. Dia hanya memperhatikan para prajurit dan yang lain bertarung melawan para perampok.
Hyaaa!!!
Suara teriakan dan suara pedang beradu di bawah lebatnya salju yang turun hari itu, Chang-yu kemudian melepas pedang dari sarung tangannya, dia menata pedang itu cukup lama kemudian menguncir rambutnya ke atas.
"Hari ini kita akan melakukan pembersihan secara menyeluruh, kamu tetaplah di sini, Yura. Lihatlah bagaimana caraku bertarung, Kamu tidak boleh hanya diam menunggu kematian di depanmu." ucap Chang-yu.
Dia kemudian keluar dari kereta kudanya, dia melompat dari kereta kuda kemudian menyerang para perampok itu. Tangannya begitu lincah ketika pedangnya mulai beraksi, tubuhnya begitu ringan, seringan kapas yang tertiup angin. Jenderal Fu yang melihat itu kedua matanya terbelalak, Dia seolah tidak percaya dengan sosok yang ada di depannya.
"Semenjak kapan Yang mulia Ratu bisa bertarung sehebat ini?" gumam Jenderal Fu dalam hati hati.
"Yang mulia!" seru Jenderal Fu yang kemudian berlari mendekati Chang-yu.
*bersambung*