Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Pria itu nampak tertegun saat melihat kalung yang dipakai oleh Helena, seakan dia tahu siapa pemilik kalung tersebut.
"Maaf, tadi aku gak sengaja menabrak kamu," ucap Helena dengan tulus sambil mengambil ponsel dari tangan pria itu.
Pria itu pun tersenyum ramah. "Tidak apa-apa. Sepertinya kamu seorang dokter," tebaknya sambil memperhatikan penampilan Helena.
Helena menjawab singkat, "Iya, benar."
Helena memang orang yang tidak mudah akrab dengan orang asing. "Kalau begitu, aku harus masuk dulu," pamitnya.
Pria itu hanya mengangguk. Begitu Helena pergi, dia tersenyum sinis. "Setelah seribu tahun aku menunggu, akhirnya ada yang berhasil mengeluarkannya. Itu artinya gadis itu sangat istimewa. Dia bisa membuat aku hidup lebih lama lagi."
Ternyata, pria itu adalah Bima. Dia memang manusia setengah siluman yang sudah hidup ribuan tahun.
Bukan Arjuna yang menjadi incarannya. Tapi Helena.
Dulu, dia sengaja membuang kalung itu karena tidak ada satu orang pun yang berhasil mengeluarkan Arjuna dari tempat persembunyiannya.
Gurunya bilang orang yang bisa mengeluarkan Arjuna dari kalung itu adalah orang yang istimewa, bisa membuat Bima memperpanjang umurnya lebih lama lagi.
Dan ternyata orang itu adalah Helena.
"Aku harus mendapatkannya," gumam Bima dengan tatapan mengerikan.
...****************...
Sementara itu, di tempat berbeda.
"Kalian sangat pengecut. Beraninya main keroyokan," ucap Arjuna dengan nada dingin, sambil menahan tangan Lucas yang hampir menikam Jordan.
Lucas tertawa sinis mendengar ucapan itu. "Lebih baik kamu tidak perlu ikut campur, jika tidak ingin mati sia-sia."
Arjuna tidak menjawab. Dia langsung memelintirkan tangan Lucas.
KRAK!
"Arghh!" Lucas meraung kesakitan, saat merasakan tangannya dibuat patah.
Bukan hanya itu, Arjuna juga menendang perutnya dengan keras.
BAM!
Tubuh Lucas terpental sejauh lima meter. Kekuatan Arjuna ternyata sangat luar biasa.
Lucas sangat geram. Dia berusaha keras untuk berdiri, lalu memberikan perintah kepada anak buahnya.
"Cepat serang dia!"
Delapan orang itu seketika bergerak serentak menyerang Arjuna dari segala arah.
Jordan yang masih terbaring di tanah menahan nafas. Dia menyaksikan semuanya dengan perasaan cemas.
Namun, Jordan dibuat terpana dengan kemampuan Arjuna. Pemuda itu benar-benar sangat mahir dalam bertarung.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Arjuna menepis pergelangan tangan musuh yang hampir melukainya.
KRAK!
"Arrgh!" Pria itu langsung jatuh terguling ke tanah sambil meringis kesakitan.
Bukan hanya itu, Arjuna juga berhasil menangkis pukulan dari arah lain, lalu seketika menghantamkan kepalan tangannya ke dada lawan dengan keras.
BUGH!
Tiga orang lainnya segera menyerang dari belakang. Arjuna berputar dengan cepat lalu menendang mereka satu persatu.
BAM!
BAM!
BAM!
Ketiga tubuh besar itu seketika terlempar cukup jauh.
Tiga orang yang tersisa segera menyerang Arjuna dengan brutal. Tapi Arjuna dengan mudah menghindari setiap serangan, lalu memberikan balasan yang cepat.
BAM!
BAM!
BAM!
Dalam sekejap, semua anak buahnya Lucas telah tumbang.
Lucas terlihat sangat ketakutan, dengan sisa tenaga yang dia miliki, dia memilih untuk segera melarikan diri.
Jordan segera berdiri, dia sangat penasaran dengan pemuda itu. "Siapa namamu? Kenapa kamu menolongku?"
Arjuna menjawab dengan tenang, "Namaku Arjuna. Kebetulan aku lewat sini, jadi aku tidak bisa membiarkan ada seseorang yang terluka di depan mataku."
Jordan sangat tertarik dengan kemampuan bertarung Arjuna. Sangat berharap pemuda itu mau bergabung dengan Klan Nightmare.
"Bagaimana kalau kamu bergabung denganku? Aku akan menjamin masa depanmu," pinta Jordan dengan penuh harap.
sok jadi pahlawan...
hutang nyawa lo bilang?..
mati saja kau reno😡
juna waktu kamu hanya tinggal sejam lagi, kompetisi babak kedua akan segera dimulai. jangan sampai terlambat datang helen sangat khawatir kamu semalam tidak pulang...
apalagi helen tahu kamu selamatin bukan reno merasa lega, reno hanya ngaku yg selamatin helen...
helen dari semalam khawatir sama juna tidak pulang-pulang, helen sijuna lagi dirawat terluka parah sampai babak belur...
direno menggungkit-ungkit telah selamatkam helen, padahal yg selamatkan helen adalah juna. jangan mau helen makan malam sama reno yg ada dilampir nova ngamuk nanti klo tahu🤭