Indonesia
NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *22

Sementara Aulia, dia yang merasa cukup bersalah langsung menyambut Zihan yang kini menjatuhkan kepala ke atas pangkuannya. Tanpa bisa ia cegah, tangannya pun langsung membelai lembut rambut Zihan yang tercium sangat harum meskipun Zihan baru pulang dari luar.

"Maafkan aku, sayang. Rumah tangga ini mungkin akan sedikit rumit akibat masa laluku yang buruk. Jadi, aku mohon untuk selalu percaya padaku yah. Tolong, dengarkan setiap penjelasanku. Karena aku yang punya masalah di masa lalu, pasti akan menuai hasil buruk di saat sekarang." Zihan berucap sambil terus membenamkan wajahnya ke atas pangkuan Aulia.

"Akan aku usahakan untuk mengerti dan bersabar, Kak Zihan. Tapi tolong, jangan melampaui batasan ya. Karena aku juga manusia. Yang tidak bisa bertahan ketika terlalu besar badai."

"Dan tolong, jangan buat aku salah paham lagi. Karena aku adalah perempuan yang sangat rentan dalam masalah hati. Karena itu, selama ini aku tidak pernah melabuhkan hatiku pada pria manapun. Karena aku sangat takut untuk patah hati."

Zihan langsung mengangkat wajahnya karena ucapan Aulia barusan. Selama ini, dia selalu ingin tahu masalah masa lalu Aulia. Tapi, tidak pernah bisa ia tanyakan secara langsung dan terang-terangan. Karena ia takut, jika perempuan itu malah akan salah paham nantinya ketika ia bertanya.

"Maksud kamu ... wanitaku ini masih belum pernah pacaran satu kali pun? Begitu kah?"

"Eh! It-- itu .... " Aulia pun terlihat malu-malu sambil mengangguk pelan. "Iya. Aku belum pernah pacaran. Tapi, aku suka baca novel romantis, Kak Zihan. Aku juga suka nonton drama yang berbau romantis. Dari situlah aku belajar tentang cinta yang bisa menyakitkan orang lain."

Zihan terdiam sambil menatap wajah Aulia. 'Cerita apa yang dia baca sampai dia bisa setakut itu untuk jatuh cinta? Apakah cerita dengan ending yang ngegantung? Atau jangan-jangan, novel sad ending yah?'

'Ah, tidak apa-apalah. Biarkan saja dia berpikiran seperti itu tentang cinta. Karena itu mungkin akan lebih baik. Dengan begitu, aku adalah pria pertama yang bisa jatuh ke dalam hatinya. Karena itu, aku akan tunjukkan betapa manisnya cinta ini. Akan aku buat kamu tidak akan pernah menyesal karena telah jatuh cinta padaku, Aulia. Wanita cantikku sayang.'

Begitulah hubungan Aulia dan Zihan kembali membaik setelah fitnah tentang Zihan itu datang. Beruntung, Aulia masih bisa berpikir dengan jernih soal surat yang sudah Lula kirimkan. Jika tidak, maka hubungan keduanya akan membeku layaknya es yang menjadi batu.

Sementara itu pula, Diani yang mendapat kabar soal rencana mereka telah gagal, langsung datang ke kediaman Lula. Diani sedang memarahi Lula habis-habisan karena rencana yang ia buat gagal total meskipun sudah disusun dengan baik.

"Ya mana aku tahu kalau rencana ini bisa gagal, Diani. Semua sudah aku lakukan dengan sebaik mungkin. Apa yang kamu katakan, sudah aku ikuti. Bukan salah aku juga dong kalo rencana ini gagal. Hubungan mereka aja yang kuat. Mungkin, Tuhan melindungi hubungan mereka. Karena itu .... "

"Cukup! Kamu ini tidak ada gunanya sama sekali. Bukannya membantu memikirkan cara lain, eh malah mengatakan hal yang semakin membuat aku merasa kesal. Gak berguna!"

"Apa!? Enak banget mulut kamu ngomong aku tidak berguna. Setelah semua yang aku lakukan buat kamu beberapa waktu yang lalu, kamu malah bilang aku tidak berguna? Manusia seperti apa sih kamu ini?"

"Jika kamu berguna, maka rencana yang kamu buat gak akan gagal dong, Lula."

"Gagal itu bukan salah aku. Emang dasarnya aja hubungan mereka yang kuat. Lagian, rencana itu juga bukan aku sendiri yang memikirkannya, melainkan, ada peran kamu juga di dalamnya. Karena itu, jika gagal, itu juga salah kamu."

"Apa kamu bilang!? Kamu malah menyalahkan aku, Lula?"

"Sudah cukup! Pergi dari rumahku karena aku tidak ingin berbicara dengan kamu lagi. Diani, lupakan soal kerja sama kita. Karena aku tidak ingin bekerja sama dengan manusia seperti kamu. Lagian, tidak ada gunanya aku balas dendam. Karena perlahan aku sadar, balas dendam juga tidak akan membawa kakakku kembali ke dunia ini."

Lula ingin langsung mengusir Diani. Tapi sepertinya, Diani sedang memikirkan hal lain sekarang. Karena itu, dia ingin tetap bertahan agar bisa membujuk Lula untuk bekerja sama lagi dengannya.

Sebenarnya, bukan bekerja sama, melainkan untuk ia peralat agar bisa memudahkan jalan rencana yang sedang ia pikirkan. Rencana besar untuk menyingkirkan istri dari pria yang sedang ada dalam obsesinya saat ini.

"Tunggu, Lula! Ada yang ingin aku bahas lagi denganmu. Ini soal perusahaan tempat kamu bekerja."

Lula pun langsung memasang wajah bingung sekaligus kesal. "Apa maksud kamu, Diani? Ada apa dengan perusahaan tempat aku bekerja, ha?"

"Aku tahu perusahaan itu, Lula. Peran diriku di dalam perusahaan itu cukup besar. Karena lima puluh persen saham dari perusahaan itu adalah milik papaku. Jadi ... aku bisa menentukan nasib baik atau buruk atas dirimu di perusahaan itu. Karena dengan kata lain, aku adalah pemilik separuh dari perusahaan tersebut."

"Apa?" Lula langsung memasang wajah tidak enak. Firasat tidak enak itu juga ia rasakan dalam hatinya saat ini.

"Apa yang kamu katakan? Apa yang kamu inginkan dari aku, ha?" Lula yang paham ke mana arah pembicaraan Diani pun tidak ingin terlalu banyak berbasa-basi lagi. Lebih baik segera tahu apa yang Diani inginkan, karena Diani bukan perempuan yang sederhana menurut pengamatan Lula sebelumnya.

Diani pun langsung tersenyum. "Kamu pintar. Kamu bisa langsung tahu apa yang aku maksudkan, Lula."

"Katakan saja dengan jelas, Diani. Jangan berbasa-basi lagi. Aku tidak suka. Karena lebih cepat urusan kita selesai, maka lebih cepat pula aku terbebas dari kamu."

"Aku pikir tidak semudah itu kamu bisa lepas dari aku, Lula. Karena yang aku inginkan adalah, kerja sama yang terus berlanjut. Aku ingin kamu menghancurkan hubungan Zihan dengan istrinya. Jika kamu berhasil, maka jabatan yang lebih tinggi dari yang kamu miliki di perusahaan tempat kamu bekerja saat ini akan menjadi milikmu, Lula."

"Lalu? Jika aku gagal, bagaimana?"

"Aku tidak ingin mendengar kegagalan. Karena itu, jangan sampai gagal melakukan tugas yang aku berikan. Tapi, jika kamu menolak, maka kamu akan kehilangan pekerjaan. Dan, aku akan pastikan jika tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima kamu bekerja. Hidupmu pun akan aku persulit karena kamu telah menolak permintaan aku."

Mata Lula pun langsung membulat karena ucapan Diani barusan. Sungguh, dia sangat-sangat tidak percaya kalau dia akan diancam seperti itu oleh orang lain. Karena orang yang awalnya dia anggap baik, ternyata sungguh sangat menakutkan kenyataannya.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!