Indonesia
NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S OF?

THE QUEEN'S OF?

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Identitas Tersembunyi / Teen School/College / Tamat
Popularitas:149.4k
Nilai: 5
Nama Author: PINNKYBUBBLE

Tentang Shaqueena Azzaella Georgie kerap disapa Queen ini, mencari tahu kebenaran yang tersimpan selama ini.

Teka-teki dan teror sudah biasa menghiasi kehidupan Queen. Namun dia harus mencari tau dalang dari kekacauan yang terjadi selama ini.

Pertemunya dengan cowok bernama Arshaka Davendra Bratadikta yang ternyata seorang ketua Ravenska geng yang memiliki sejuta rahasia membuat dirinya dalam masalah yang besar.

Satu persatu masalah datang kedalam hidupnya. Teror demi teror semakin bertambah, dan juga dendam seseorang yang semakin mendarah daging.

***
"Lo itu cuman orang baru yang gak tau apa-apa! Lo juga gak tau kan, siapa dia sebenarnya? Jadi jangan sok tau lo!" ucap Queen.

Gue tau siapa dia sebenarnya Queen! batin Arshaka lagi.

"Kalau Lo tau siapa dia! Gak usah dibela g*blok!" ucap Queen sangat emosi.
***

Mampukah Queen bertahan dan dapat menyelesaikan semua teror serta teka-teki dihidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 23. DILEMA

...Hallo guys?...

...Kembali lagi dengan Pinnky disini....

...Gimana kabar kalian?...

...Semoga baik-baik saja ya....

...Dari pada banyak basa-basi mending cus langsung baca aja....

...Jangan lupa like, komen, share, favorit and vote....

...Gak suka skip! No plagiat!...

...Happy reading dan semoga suka....

...*...

...*...

...*...

...Saya akui cinta mereka adalah cinta yang sejati dan juga sangat dalam mengalahkan dalamnya Palung Mariana. — Draco Malfoy Georgie....

...Kehilangan itu wajar, kita hanya perlu menunggu. Kita yang meninggalkan atau yang ditinggalkan, dan kita yang ditinggalkan harus ikhlas walaupun itu tidak mudah. — Draco Malfoy Georgie....

...Queen tau Uncle. Tapi Queen benci kehilangan! Queen gak mau ditinggalin! Queen benci sendirian! — Shaquenna Azzaella Georgie....

...***...

Sepanjang perjalanan menuju rumah Queen mereka hanya diam tanpa sepatah katapun. Namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Arshaka pun menghentikan motornya di sebuah halte yang tak jauh dari perumahan Queen.

"Kenapa berhenti? Tanggung loh bentar lagi sampai," ucap Queen.

"Hujan. Lo mau sakit, hmm?" tanya Arshaka.

"Enggak," jawab Queen mendudukkan dirinya di kursi halte sedangkan Arshaka memilih untuk berdiri.

"Lo kenal sama cowok tadi?" tanya Arshaka tiba-tiba.

"Enggak. Gue gak kenal!" ucap Queen.

Mana mungkin gue bilang kenal dia. Nanti yang ada tuh orang kepo lagi! batin Queen.

"Oh," ucap Arshaka lalu diam.

Dia kenapa sih? Perasaan tadi gak dingin gitu! batin Queen.

"Lah kenapa gue malah mikirin tuh cowok? Mau dia dingin kek panas kek bukan urusan gue juga!" lirih Queen.

Setengah jam berlalu akhirnya hujan sudah reda Arshaka mengantarkan Queen pulang ke rumah dengan selamat.

"Makasih," ucap Queen mengulurkan helm.

"Hmm."

Queen pun memasuki rumahnya namun langkahnya terhenti ketika Arshaka berucap hal yang dikira Queen tidak terdengar olehnya tadi.

"Jangan lupa janji Lo tadi!" ucap Arshaka lalu pergi meninggalkan Queen yang mematung di tempat.

"Jadi dia denger semua omongan gue waktu di toilet tadi? Terus gue harus gimana dong?" tanya Queen.

Sepanjang jalan menuju kamarnya Queen masih saja memikirkan tentang orang tadi dan juga omongan Arshaka soal janji itu.

"Haruskah gue tembak dia duluan?" monolog Queen.

"Tembak siapa Queen?" tanya Papa Rendra mengangetkan Queen.

"Tembak? Siapa yang mau tembak Pa?" tanya balik Queen.

"Tadi kamu bilang mau tembak. Tembak siapa?" tanya Papa Rendra.

"Oh, Papa salah denger tuh! Queen bilangnya mau main tembak-tembakan sama si Zay weekend besok," ucap Queen.

Zayna Tahlita Georgie, adik sepupu Queen yang sebentar lagi akan berusia genap 4 tahun bulan depan.

"Oh."

"Papa? Sejak kapan Papa disini? Tumben Mama gak ikut?" tanya Queen.

"Sekitar 15 menit yang lalu. Mama kamu juga gak mau ikut. Katanya mau ke salon," jawab Papa Rendra.

"Oh. Ada urusan apa Papa kesini?" tanya Queen.

"Membicarakan yang waktu itu dan juga ada yang ingin bertemu kamu," jawab Papa Rendra.

"Siapa yang mau ketemu sama Queen Pa?" tanya Queen.

"Queen cucuku," panggil seorang wanita paruh baya yang datang bersama Uncle Draco. Meskipun sudah tidak muda lagi namun masih tetap cantik dan masih bisa berjalan dengan normal tanpa bantuan tongkat.

"Grandmi?" ucap Queen tak percaya jika ada Grandmi nya disini.

Elline Digdayandra, Grandmi Queen dari sang Papa. Grandmi Ellin selama ini tinggal di Inggris setelah kematian sang suami 2 tahun lalu. Dan kali ini Grandmi Ellin ingin tinggal di Indonesia bersama cucu kesayangannya.

Queen menghambur ke pelukan sang Grandmi nya. Grandmi pun menerima pelukan dari sang cucu satu-satunya dengan senang hati.

"Queen kangen sama Grandmi," ucap Queen.

"Grandmi juga kangen sama cucu kesayangannya Grandmi ini!" ucap Grandmi mencubit pipi gembul Queen.

"Kita ngobrol dikamar kamu yuk. Biar Papa kamu dan Uncle kamu mengobrol terlebih dulu," ajak Grandmi.

"Oke Grandmi," ucap Queen lalu mengajak Grandmi pergi ke kamarnya.

...***...

Hari sudah malam, bintang-bintang bertaburan di angkasa lepas tak menyurutkan semangat Queen dalam menceritakan kejadian-kejadian di sekolahnya kepada sang Grandmi nya.

"Hahaha, kamu ini ada-ada aja! Makanya kalau gak mau telat berangkat pagi!" ucap Grandmi.

"Udah pagi Grandmi. Cuma... gara-gara cowok nyebelin itu Queen jadi telat deh!" ucap Queen.

Grandmi mengerutkan keningnya. "Cowok nyebelin?" tanya Grandmi.

Mampus keceplosan lagi! batin Queen.

"Hello? Cucu Grandmi kok malah bengong aja sih?! Grandmi tanya loh!" ucap Grandmi.

"Anu...itu!" Queen menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Anu apa?" tanya Grandmi.

Queen diam binggung harus berucap apa.

"Kamu deket ya sama cowok nyebelin yang kamu bilang itu?" tanya Grandmi.

"Enggak! Kita cuma temenan gak pacaran!" ucap Queen.

"Lah siapa yang bilang kalau kamu pacaran sama dia? Orang Grandmi tanya kamu deket gak sama dia!" ucap Grandmi membuat Queen malu.

"Hayo, sekarang jujur deh sama Grandmi!" ucap Grandmi.

"Emm... sebenarnya sih gak deket banget Grandmi. Cuma beberapa hari ini sering berangkat bareng sama dia," ucap Queen hati-hati dirinya tak mau sang Grandmi mengira dia dan Arshaka berpacaran.

"Oh, jadi cucu Grandmi ini udah punya pacar sekarang! Udah gak jomblo lagi dong!" ucap Grandmi manggut-manggut.

"Grandmi! Kan udah Queen bilang, Queen sama dia gak pacaran!" ucap Queen mencibirkan bibirnya.

"Ulu-ulu, gemesnya cucu Grandmi ini!" ucap Grandmi memainkan pipi gembul Queen.

"Grandmi!" rengek Queen.

"Iya-iya Grandmi percaya kok kalian gak pacaran," ucap Grandmi masih memainkan pipi gembul Queen.

"Bukan itu Grandmi!" ucap Queen.

"Terus apa dong?" tanya Grandmi.

"Pipi Queen sakit Grandmi! Dari tadi di cubit-cubit mulu sama Grandmi!" jawab Queen.

"Aduh, maaf ya! Maklum Grandmi kan udah lama gak ketemu kamu apalagi cubit pipi gembul kamu ini," ucap Grandmi melepaskan pipi Queen.

"Iya gapapa kok Grandmi. Asalkan jangan terus-terusan aja kayak tadi!" ucap Queen.

"Queen, Grandmi boleh minta satu hal sama kamu?" tanya Grandmi.

"Grandmi mau minta apa aja pasti Queen kabul-in!" jawab Queen.

"Jadi Grandmi mau minta apa?" tanya Queen.

"Jadi gini..." ucap Grandmi seraya mengelus pelan rambut Queen.

"Grandmi mau kamu ikut tinggal bareng sama Grandmi, Papa kamu, Mama kamu," sambung Grandmi.

"Kamu mau kan kabul-in permintaan Grandmi yang ini?" tanya Grandmi dengan sorot mata mohon.

"Emm...Queen masih perlu mikir-mikir lagi Grandmi," ucap Queen.

"Kamu mau mikir apa lagi? Si Draco udah ngizinin kok. Kamu tenang aja gak perlu dipikirin lagi," ucap Grandmi menyakinkan Queen.

Queen membuang nafas gusrah. Pelan-pelan Queen memejamkan matanya untuk berpikir sejenak.

"Oke. Queen udah putusin kalau Queen..." ucap Queen menggantungkan kalimatnya selanjutnya.

"Kalau Queen...mau tinggal di rumah Papa," sambung Queen.

"Beneran ini?" tanya Grandmi tak percaya.

Queen mengangguk sebagai jawabannya. Langsung saja Grandmi memeluknya sangat erat.

Semoga ini pilihan yang tepat! batin Queen.

...***...

Setelah makan malam selesai Grandmi dan Papanya memutuskan untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.

"Grandmi hati-hati ya?" ucap Queen menyalami tangan Grandmi nya.

"Iya cucu kesayangannya Grandmi! Grandmi bakal hati-hati kok!" ucap Grandmi mencium pipi Queen kanan-kiri.

"Papa hati-hati juga. Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Ada Grandmi!" peringat Queen seraya menyalami tangan Papanya.

"Iya Papa bakal pelan-pelan bawa mobilnya," ucap Papa Rendra.

"Draco Mami pamit pulang dulu. Jagain cucu kesayangannya Mami! Jangan sampai lecet cucu kesayangannya Mami!" pesan Grandmi.

"Iya Mi. Draco selalu jagain Queen kok," ucap Uncle Draco menyalami tangan Grandmi juga.

Mobil Papa Queen keluar dari pekarangan rumah Uncle Draco dan melesat pulang menuju kediaman Papa Queen.

"Uncle?" panggil Queen.

"Iya ada apa?" tanya Queen.

"Tadi Queen udah bilang sama Grandmi kalau Queen mau tinggal sama Papa," ucap Queen.

"Iya, Uncle udah tau dari Mami tadi," ucap Uncle Draco.

"Kamu tau kenapa Mami kepengen banget kamu tinggal sama Papa kamu?" tanya Uncle Draco.

"Enggak. Emangnya apa?" tanya Queen.

"Mami pengen kamu merasakan kasih sayang seorang ayah. Mami pengen kamu bahagia Queen. Mami takut kalau seandainya dia udah gak ada nanti masih ada Papa kamu yang jadi teman curhat selain sama Uncle," ucap Uncle Draco panjang lebar.

Queen terdiam mendengar ucapan Uncle nya barusan. Hatinya merasa tersentuh.

"Dan kamu tau? Mami kesini itu demi kamu! bahkan Mami rela ninggalin pengobatannya di Inggris demi kamu!" ucap Uncle Draco.

"Pengobatan? Grandmi sakit Uncle?" tanya Queen.

"Grandmi sakit apa Uncle? Kenapa Grandmi gak cerita sama Queen?" tanya Queen lagi.

"Satu-satu dulu nanyanya. Uncle bakal jelasin semuanya ke kamu," ucap Uncle Draco.

"Gagal ginjal akut dan harus dioperasi segera," ucap Uncle Draco.

Deg!

"G-gagal ginjal akut? Dan harus dioperasi?" tanya Queen.

Uncle draco mengangguk.

"Terus kenapa Grandmi gak di operasi aja?" tanya Queen.

"Hipertensi Mami masih tinggi Queen jadi Mami belum bisa dioperasi. Untuk sementara ini hanya bisa rawat jalan saja sampai tekanan darah tinggi Mami turun," jelas Uncle Draco.

"Sejak kapan Grandmi punya penyakit hipertensi dan gagal ginjal akut Uncle?" tanya Queen.

"Untuk hipertensi sejak 2 tahun lalu. Semenjak Papi meninggal Mami mulai mikirin banyak hal termasuk kamu Queen," ucap Uncle Draco.

"Kalau untuk gagal ginjal akut Uncle juga baru tau saat Papa kamu bilang tadi," ucap Uncle Draco.

Flashback

Setelah Queen dan Grandmi menuju kamar Queen kini diruang tamu hanya tersisa Uncle Draco dan Papa Rendra.

"Bisakah kita mulai pembicaraannya?" tanya Papa Rendra.

"Baiklah, silahkan duduk," ucap Uncle Draco.

"Saya ingin mengajak Queen untuk tinggal bersama saya apakah Anda keberatan?" tanya Papa Rendra.

"Tentu saja tidak," jawab Uncle Draco.

"Saya tidak keberatan sama sekali. Saya juga tidak melarang Queen untuk tinggal bersama Papanya," ucap Uncle Draco.

"Terimakasih banyak Draco. Terimakasih sudah menjaga Queen selama ini. Terimakasih untuk semuanya," ucap Papa Rendra.

"Tidak perlu berterimakasih kepada saya. Saya ini Uncle nya jadi sudah sepatutnya saja menjaga Queen," ucap Uncle Draco sedikit menyindir Papa Queen.

Ck. sepertinya Draco menyindirku! batin Papa Rendra.

"Oh, ya apakah Anda punya rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam yang bagus?" tanya Papa Rendra.

"Dokter spesialis penyakit dalam untuk siapa?" tanya Uncle Draco.

"Untuk Mami," jawab Papa Rendra tiba-tiba berwajah sedih.

"Ada apa dengan Mami?" tanya Uncle Draco.

"Mami sakit gagal ginjal akut dan seharusnya harus dioperasi bulan lalu tapi hipertensi Mami masih tinggi selain itu Mami ingin tinggal bersama cucunya," ucap Papa Rendra.

"Kenapa Mami bisa tiba-tiba sakit? Sebelumnya baik-baik saja," ucap Uncle Draco.

"Untuk hipertensi terjadi setelah Papi meninggal, Mami terus menerus memikirkan bagaimana hidupnya kedepannya tanpa Papi," ucap Papa Rendra.

"Ya seperti yang Anda ketahui Mami dan Papi saling mencintai dan tak akan pernah terpisahkan sampai kapanpun," sambung Papa Rendra.

"Saya akui cinta mereka adalah cinta yang sejati dan juga sangat dalam mengalahkan dalamnya Palung Mariana," ucap Uncle Draco.

"Jadi apakah Anda memiliki rekomendasi yang bagus?" tanya Papa Rendra.

"Ya saya punya kenalan seorang dokter penyakit dalam nanti saya kirimkan nomornya lewat chat," jawab Uncle Draco.

"Baiklah. Terimakasih," ucap Papa Rendra.

Uncle Draco mengangguk sebagai jawabannya.

"Sudah berapa lama Mami punya penyakit gagal ginjal akut?" tanya Uncle Draco.

"Sudah sejak lama. Namun Mami selalu menyembunyikan penyakitnya dari saya. Saya baru tau 1 tahun yang lalu saat melihat Mami periksa ke dokter spesialis penyakit dalam," ucap Papa Rendra.

"Jika saya tidak melihatnya mungkin saja sampai sekarang Mami masih menyembunyikan penyakitnya itu," sambung Papa Rendra.

"Mungkin Mami menyembunyikan penyakitnya karena ada alasan tertentu," ucap Uncle Draco.

"Memang Mami tidak mau saya tau apalagi sampai Queen tau," ucap Papa Rendra.

"Tapi saya rasa alangkah lebih baiknya Queen juga tau akan hal ini. Bagaimana pun juga Queen adalah cucu Mami," ucap Uncle Draco.

"Queen memang berhak tau. Jadi saya mohon tolong sampaikan ini semuanya kepada Queen karena saya tidak bisa lama-lama disini saya masih ada urusan lain," ucap Papa Rendra.

"Nanti akan saya sampaikan. Lebih baik kita sekarang makan malam terlebih dahulu," ucap Uncle Draco.

"Jadi Grandmi sakitnya udah lama? Tapi kenapa Grandmi bersikap biasa-biasa saja?" tanya Queen.

"Mami gak mau kamu tau dia sakit separah itu. Mami gak mau kamu sedih Queen," ucap Uncle Draco.

"Seharusnya Grandmi bilang dari awal kalau dia lagi sakit, pasti Queen gak akan pernah pulang ke Indonesia," ucap Queen.

"Itulah yang Mami tidak mau Queen, kata Mami kamu harus melanjutkan studi kamu. Bukannya menjaga Mami di sana," ucap Uncle Draco membelai rambut Queen.

"Tapi Queen ini cucunya. Queen gak mau kehilangan lagi Uncle!" ucap Queen.

"Queen dengerin kata Uncle nya ya? Kehilangan itu wajar, kita hanya perlu menunggu. Kita yang meninggalkan atau yang ditinggalkan, dan kita yang ditinggalkan harus ikhlas walaupun itu tidak mudah," ucap Uncle Draco.

"Queen tau Uncle. Tapi Queen benci kehilangan! Queen gak mau ditinggalin! Queen benci sendirian!" ucap Queen.

"Uncle tau Queen gak mau kehilangan dan sendirian maka dari itu Uncle selalu ada disini untuk Queen," ucap Uncle Draco.

"Janji?" tanya Queen.

"Janji!" jawab Uncle Draco.

"Pokoknya Queen fokus sama sekolah aja ya? Untuk urusan Mami biar Uncle dan Papa kamu yang urus," ucap Uncle Draco.

"Oke Uncle."

"Dan satu lagi. Queen jangan bilang ke Grandmi kalau Queen udah tau penyakitnya," ucap Uncle Draco.

"Loh kenapa?" tanya Queen.

"Nanti takutnya Grandmi gak tenang menjalani pengobatannya di sini karena kepikiran soal kamu yang udah tau penyakitnya" jawab Uncle Draco.

"Oke."

"Uncle Queen pamit ke kamar dulu ya?" ucap Queen.

"Iya, Uncle juga mau pergi sebentar," ucap Uncle Draco.

"Mau pergi kemana malem-malem gini?" tanya Queen.

"Oh Queen tau pasti Uncle mau kencan malem sama kak Marsica ya?" tebak Queen.

"Gak lah! Jam segini dia udah tidur kali!" jawab Uncle Draco.

"Loh Uncle tau dari mana kak Marsica jam segini udah tidur?" tanya Queen.

"Jangan-jangan Uncle stalking kak Marsica ya?" tebak Queen.

"Gak guna stalking dia! Mending stalking orang itu!" ucap Uncle Draco.

"Bener juga sih!" ucap Queen.

"Ya udah sana ke kamar gih, jangan lupa belajar dan tidurnya jangan malam-malam!" peringat Uncle Draco.

"Siap bos!" ucap Queen hormat kepada Uncle Draco.

"Hati-hati Uncle! Jangan ngebut-ngebut!" peringat Queen.

"Siap bos kecil!" ucap Uncle Draco. Lalu pergi begitupun dengan Queen yang menuju kamarnya.

...***...

Dikamar Queen sedang mengotak-atik laptop miliknya dan menuliskan beberapa kalimat di laman pencarian. Entah apa yang sedang Queen cari.

"Menurut lokasinya nomer ini terakhir aktif di deket sini," monolog Queen.

"Apa bener dia masih hidup dan tinggal di perumahan ini juga?" tanya Queen.

"Tapi apa iya?"

"Huff, masalah ini bikin gue puyeng tujuh keliling!" ucap Queen.

"Mending suruh ngerjain 50 soal matematika daripada mikirin ini!" ucap Queen.

Queen melirik jam yang berada di meja belajarnya yang kini sudah menunjukkan pukul 22.44 wib.

"Udah malem gini tapi Uncle belum pulang, apa jangan-jangan Uncle nginep disana ya?" tanya Queen.

"Tau deh! Kalaupun nginep disana pasti ngabarin juga!" ucap Queen lalu beranjak menuju tempat tidurnya.

"Yah habis! Harus turun kebawah nih!" ucap Queen mengangkat botol air minumnya yang sudah habis.

Sebelum tidur Queen selalu minum air namun kali ini airnya habis dan mau tidak mau harus turun kebawah untuk mengambil air minum.

Queen menuruni tangan dengan pelan-pelan takut menganggu maid-maid nya yang sedang tidur.

"Loh pintunya kok kebuka?" tanya Queen saat melihat pintu menuju taman belakang terbuka.

Queen berpindah haluan ke taman belakang dan melihat ada dua orang yang sedang mengobrol. Sepertinya Queen mengenali suara itu.

"Mbak Nana sama Pak Doni ngapain berdua malem-malem gini?" tanya Queen.

Nana Mardiana, kepala maid baru yang sudah lama menyukai Doni sejak pertama kali bekerja di keluarga Georgie namun ada suatu hal yang tidak bisa membuat mereka untuk bersama.

Doni Chan Lau, kepala bodyguard di keluarga Georgie yang sudah lama menyukai Nana. Doni merupakan kakak dari Tomi Jet Li. Doni menjadi kepala bodyguard mengantikan sang ayah yang sudah wafat 2 tahun lalu.

"Kamu kenapa belum tidur?" tanya Pak Doni.

"Belum ngantuk Mas," jawab Mbak Nana malu-malu.

"Mas juga kenapa belum tidur?" tanya Mbak Nana.

"Gak bisa tidur karena kamu," jawab Pak Doni.

"Loh kok karena aku Mas?" tanya Mbak Nana.

"Karena belum di ucapin selamat malem sama kamu," ucap Pak Doni membuat Mbak Nana salting.

"Ah, Mas bisa aja deh!" ucap Mbak Nana menyelipkan anak rambutnya.

"Na, boleh gak?" tanya Pak Doni mendekati Mbak Nana hingga tak ada jarak diantara mereka.

"Boleh apa?" tanya Mbak Nana sok polos padahal mah jantungnya dag-dig-dug dari tadi.

"Ini," tunjuk Pak Doni pada bibir merah muda Mbak Nana.

Queen masih setia melihat adegan mesra itu tanpa ada niatan pergi ataupun mengganggunya.

Sudah bukan rahasia lagi jika Pak Doni dan Mbak Nana saling suka. Bahkan Queen sering kali melihat mereka berduaan di rumah maupun di luar rumah.

"Malu Mas!" ucap Mbak Nana.

"Malu sama siapa? Gak ada siapa-siapa selain kita," ucap Pak Doni mencoba menyakinkan Mbak Nana.

"Gimana kalau tiba-tiba ada yang dateng terus lihat kita lagi ciuman?" tanya Mbak Nana.

"Gapapa, gak ada yang akan kesini kok," ucap Pak Doni menyakinkan Mbak Nana.

"Emm...oke deh. Tapi—," ucap Mbak Nana terpotong karena Doni langsung menciumnya.

"Astagfirullah," ucap Queen refleks membekap mulutnya terkejut.

Duo sejoli itu langsung menghentikan aksi ciumannya dan saling menjauh karena malu ketahuan oleh Nona mereka.

"Loh, kok udahan?" tanya Queen. "Dilanjut aja gapapa kok."

"Nona belum tidur?" tanya Mbak Nana. "Ini sudah malem loh."

"Tadinya udah mau tidur tapi haus jadi turun kebawah buat ambil air, tapi karena lihat pintu taman kebuka jadi mampir ngecek dulu deh, eh ternyata ada Mbak Nana sama Pak Doni disini lagi ciuman," ucap Queen panjang lebar.

"Nona sudah sejak kapan berada disini?" tanya Pak Doni mengalihkan pembicaraan.

"Sekitar 5 menit, 45 detik yang lalu," jawab Queen melihat jam tangan miliknya.

"Kalau gitu Queen balik lagi ya? Jangan berduaan mulu nanti ketiganya setan loh!" peringat Queen lalu masuk kedalam.

"Mas sih! Katanya gak akan ada yang kesini! Itu buktinya Nona muda kesini!" ucap Mbak Nana menyalahkan Pak Doni karena adegan vulgar tadi.

"Ya Mas kan gak tau kalau Nona mau kesini," ucap Pak Doni menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Tau deh! Nana mau masuk ke dalem aja!" ucap Mbak Nana meninggalkan Pak Doni sendirian.

"Loh Na, kan belum selesai," ucap Pak Doni memegangi tangan Mbak Nana agar tidak pergi.

"Besok lagi!" ucap Mbak Nana lalu pergi.

Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mengawasi mereka selain Queen. Orang itu mengepalkan tangannya marah.

"Awas saja kalian! Kalian gak akan bisa bersama!" ucap orang itu.

"Sepertinya ada yang cemburu nih," ucap seseorang dibelakang orang itu.

"Gimana kalau kita kerjasama buat pisah-in mereka?" tanya seseorang itu.

Meninggalnya dua orang itu dan dua sejoli yang sedang mabuk cinta, kembali lagi kepada Queen yang sedang mengambil air minum.

"Loh Non, belum tidur juga?" tanya Mbak Nana.

"Belum," jawab Queen.

"Emm...mbak?" panggil Queen.

"Iya Non, ada apa?" tanya Mbak Nana.

"Cara nembak cowok gimana sih Mbak?" tanya Queen.

"Aduh Non, saya gak paham soal gitu-gituan," ucap Mbak Nana.

"Emangnya Non, mau nembak siapa?" tanya Mbak Nana.

"Jangan-jangan cowok yang waktu itu ya Non?" tebak Mbak Nana.

"Hah? Yang mana?" tanya Queen pura-pura tak tau padahal dirinya tau cowok yang dimaksud Mbak Nana.

"Itu loh Non yang pernah jemput Non," ucap Mbak Nana.

"Bukan!"

"Itu temen Queen tadi nanya cara nembak cowok gimana, soalnya dia udah capek kode-kode terus," ucap Queen.

"Temen Non yang mana?" tanya Mbak Nana kepo.

"Ada lah," ucap Queen.

Drtt...Drtt...Drtt!

Mendengar suara handphone miliknya Queen merogoh saku celananya dan segera melihat siapa yang meneleponnya.

"Nomor siapa nih?" lirih Queen lalu mengangkat panggilan itu.

"Hallo ini siapa?" tanya Queen.

"Apa?" bagai petir di tengah malam betapa kagetnya Queen mendengar berita itu.

Cepat-cepat Queen mengemudi mobil menuju tempat itu bersama Mbak Nana dan para bodyguard.

...To be continued....

...Terima kasih telah membaca....

...Why Arshaka tiba-tiba berubah jadi dingin gitu ya?...

...Wah Pak Doni sama Mbak Nana udah go publik nih!...

...Siapa sih orang yang mau pisah-in Pak Doni dan Mbak Nana?...

...Kenapa Queen kaget gitu setelah terima telepon dari nomor gak dikenal itu?...

...Apa yang orang itu sampaikan kepada Queen sebenarnya?...

...Komen pendapat kalian tentang chapter ini....

...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya!...

...See you di next chapter....

1
Authophille09
mantannya queen atau musuhnya Shaka tuh?
Authophille09
beruntung banget warga yang tinggal di RT nya pak Ari, lah kalo d tempat saya orang jatoh di ramein dulu baru di tolongin.
🌸Triya Rahma🌸
aq mampir, ceritanya bagus kk
mbiel
bagus ceritanya, alurnya juga bagus, tokoh-tokoh nya pada blasteran semua, ada yang badas, ada yang pick me, ada yang bucin, ada yang judes campur aduk deh
gabiel
bagus ceritanya suka deh sama si Queen yang badas gak mudah di tindas, semangat terus nulisnya kak
karany
bagus ceritanya suka sama karakter nya Queen yang strong dan gak mudah ditindas ❤️🤩
sinta
bagus ceritanya semangat terus nulisnya kak Pinnky ❤️
keira
bagus, semangat terus nulisnya kak Pinnky
clara
bagus ceritanya, semangat terus nulisnya kak Pinnky
ziolax
iya lah siapa lagi yang iri selain lo?
ziolax
iri dong Queen masa enggak sih🤭
aurora
seru, suka banget sama Queen dia berani dan gak mudah ditindas! apalagi temen-temennya yang beda-beda sifatnya, semangat terus nulisnya kak Pinnky ❤️
ziolax
emangnya masalah ya buat lo? suka-suka Queen dong mau pake jaket siapa aja bukan urusan lo! gak heran deh gue selalu aja gitu!
ziolax
wah mau ngomong affah tuh? apakah mau menyatakan perasaan atau apa nih🤭
ziolax
gak jadi di warco kah?
ziolax
bisa lah masa gak bisa dong🤭
ziolax
wah si kol goreng udah ngamuk aja nih
calista
minta maaf nya kek gak ikhlas gitu ya, dasar si kol goreng! kesel gue!
calista
astaghfirullah, pikiran ku ternodai 🤧
calista
tuh kan bener dugaan ku pasti Queen yang kecebur dan pasti Kei dengan sengaja kepleset tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!