Sebuah keluarga besar yang memiliki nama keluarga Ferdiansyah harus merasakan penyesalan yang sangat besar karena kesalahan mereka dimasa lalu
Merasa menyesal dan bersalah karena telah mengakibatkan seorang gadis cantik dan manis bernama Naina Fitriyani yang berumur 18 tahun harus meregang nyawa karena ketidak manusiawinya mereka yang merebut paksa salah satu ginjalnya untuk seorang pria yang merupakan anak mereka bernama Mahesa Ferdiansyah
Bertahun tahun mereka mencari keberadaan keluarga gadis itu untuk meminta maaf dan mempertanggungjawabkan perbuatannya akan tetapi selama itu mereka tidak ditemukan hingga membuat mereka harus merasakan sesak di dadanya merasakan rasa bersalah dan penyesalannya
Apalagi kini putra mereka Mahesa Ferdiansyah yang merupakan suami Naina ralat mantan suami Naina yang mulai mencintai Istri kecilnya Naina rapuh serapuh rapuhnya sebab Naina meninggalkan dirinya untuk selama lamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun Inayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 22
"Maafkan aku!"
🌹🌹🌹
Naina dengan telaten membersihkan pecahan mangkok dan juga bubur yang berceceran
Setelah selesai Naina pamit untuk ke kamar mandi dan hanya di tanggapi datar oleh Mahesa
Di kamar mandi Naina bersandar dan terduduk di pintu menelungkupkan kepalanya tidak berapa lama terdengar suara tangisnya yang sangat menyakitkan bagi siapa saja yang mendengarnya
Naina menangis terisak di kamar mandi itu mengeluarkannya lewat air mata hanya itu yang bisa dirinya lakukan sekarang
Satu jam kemudian Naina Keluar dari kamar mandi ia melihat Mahesa yang kini tengah menatap dirinya juga
Naina menghampiri brankar dan duduk di samping brankar itu
"Karena kak Mahesa tidak mau makan bubur jadi kak Mahesa makan buah saja ya"Ujar Naina dengan senyum yang dipaksakan ia menatap ke arah Mahesa
Melihat hal itu Mahesa mengepalkan tangannya di balik selimutnya
Naina mengupas buah lalu menyuapkannya ke Mahesa yang menerima suapan Naina
"Maaf Naina!"Batin Mahesa Sendu
🌹🌹🌹
Malam harinya Mahesa dan Naina dengan setia menunggu kedatangan Dina, Aldo, dan putri namun sayangnya sampai sekarang belum juga datang
Naina yang tadinya ingin pulang akhirnya di tunda dulu sampai kedatangan keluarga Mahesa
Sembari menunggu Naina mengecek handphonenya mengabari Ibunya bahwa dia tidak bisa pulang dulu selepas itu Naina kembali mengurus Mahesa dengan telaten
Membersihkan tubuhnya walaupun awalnya Mahesa enggan namun karena sedikit paksaan dan permohonan akhirnya Mahesa mau
Dan kini tubuhnya sudah harum dan segar, tidak lupa juga Naina menyuapi Mahesa makan
Pada pukul 21.00 Dina dan yang lainnya belum juga menampakkan dirinya lama menunggu karena kelelahan Naina tertidur di samping berankar dengan menelungkupkan kepalanya di kasur Mahesa
Mahesa yang memang pura pura tidur pun kini membuka matanya ia melihat kesamping
Dengan perlahan ia mengusap kepala Naina dengan lembut menatap Naina yang tertidur dengan sendu dan mata yang berkaca kaca
"Maafkan aku! Hanya ini yang bisa aku lakukan supaya kamu tidak berharap pada pria yang lumpuh ini! Aku tahu pasti menyakitkan perasaanmu aku terpaksa melakukan itu karena aku tidak mau membuatmu kesusahan mengurusku seperti dulu"Batin Mahesa Sendu dan Lirih
"Sungguh aku sangat mencintaimu tapi aku juga tidak mau kau kesusahan karena kondisiku yang lumpuh ini"Lanjut batin Mahesa
Tidak berapa lama cairan bening menetes keluar dari kelopak mata Mahesa dan mengenai tangan Naina
Naina yang merasakan itu pun terbangun dari tidurnya dan menatap ke arah Mahesa
Mahesa yang melihat Naina terbangun bergegas mengusap air matanya ia kembali menatap ke arah Naina dan berpura pura memasang wajah dingin dan datarnya itu
"Kak Mahesa belum tidur?"Tanya Naina sembari meregangkan tubuh dan otot ototnya
"Menurutmu?"Sahut Mahesa datar dan hanya di balas senyuman getir oleh Naina
"Apa kakak membutuhkan sesuatu?"Tanya Naina lembut "Atau kakak sedang menunggu seseorang?"
"Aku menunggu Via"Jawab Mahesa "Dia belum datang juga padahal aku sudah sangat merindukannya"
DEG
Naina terdiam mendengar pernyataan itu dari mulut Mahesa
"Mungkin kak Via sedang dijalan!"Ucap Naina sembari tersenyum
"Ck, tapi ini sudah malam! Dia berjanji padaku akan kembali kesini tapi mana dia sampai sekarang tidak datang juga"Decak Mahesa
"Mungkin macet!Kita tunggu saja"Balas Naina
"Sudahlah kau tidak tahu apa apa jadi diam!"Sentak Mahesa hal itu membuat Naina terkejut
"Aku tahu dia tidak akan datang!Dari dulu dia selalu saja ingkar dengan janjinya itu"Lirih Mahesa
Naina terdiam mendengar ucapan Mahesa ia hanya bisa menunduk dengan mata yang berkaca-kaca
CEKLEK
Akhirnya orang yang di tunggu tunggu pun tiba ya dia yang tak lain dan tak bukan adalah Anivia wanita yang ditunggu tunggu oleh Mahesa
"Halo sayang"Sapa Anivia tersenyum sembari mendekat kearah Mahesa yang juga tengah menatapnya
Naina yang melihat itu pun menjauh dari kedua pasangan itu dengan perasaan yang sakit dan hancurnya
"Karena Kak Via sudah tiba aku pamit pulang permisi"Ujar Naina dengan mata yang berkaca-kaca lalu keluar dari ruangan Mahesa
🌹🌹🌹
Di lorong rumah sakit Naina menelungkupkan kepalanya dan menangis terisak disana mengeluarkan semua perasaan sakit dan hancurnya
"Apa yang harus aku lakukan?Haruskah aku menyerah?"Gumam Naina Lirih
Disisi lain tepatnya diruangan Mahesa kini Mahesa dan Via sedang berdebat dengan masalah mereka
"Mahesa apa kau lihat tadi matanya berkaca-kaca?"Tanya Via menatap ke arah pria di pembaringan tersebut
"Ya aku melihatnya"Sahut Mahesa
"Kalau begitu hentikan semua ini"Ucap Via
"Tidak bisa Via"Marah Mahesa
"Kenapa?Dia mencintaimu, Naina tulus padamu!Apa lagi yang kau inginkan?"Tanya Via dengan menggelengkan kepalanya
"Kau tidak akan tahu!Aku sangat mencintai Naina aku tidak mau membuat Naina kesulitan dengan kondisiku ini!Sudah cukup waktu itu aku yang mengambil paksa ginjal miliknya dan hampir membuat dia kehilangan nyawanya"Teriak Mahesa frustasi
"Tidakkah kau tahu aku sangat mencintai dia tapi aku tidak ingin dia dihina oleh orang orang karena suaminya cacat seperti aku"Lirih Mahesa "Sudah cukup selama ini"
Via hanya bisa terdiam membisu mendengar teriakan frustasi dan ucapan lirih dari mantan kekasihnya
Sungguh dia juga sangat sedih mendengar kisah asmara Mantan kekasihnya dan juga istrinya ralat mantan istrinya
Disaat pria itu sedang koma Dina Ibunya menggugat cerai Naina setelah mengambil paksa ginjal milik gadis itu, saat Mahesa bangun dari komanya dan dinyatakan sembuh mahesa arus menerima kabar jika dia dan gadis itu sudah bercerai lalu kenyataan pahitnya yang paling menyesakkan saat dia mendengar kabar bahwa gadis itu telah tiada (meninggal dunia)
Hingga membuat Mahesa depresi, hampir gila namun saat kakeknya memberi kabar dan mengatakan bahwa gadis itu masih hidup.
Namun ketika pria itu bertemu langsung dengan Naina gadis yang amat sangat dicintainya Mahesa harus menerima fakta bahwa gadis itu telah membenci dirinya
Setelah perjuangan Mahesa akhirnya gadis itu mau menerima Mahesa dan kembali rujuk sesuai keinginan pria itu namun sayangnya Mahesa mengakami kecelakaan dan dinyatakan lumpuh hingga akhirnya Mahesa terpaksa melakukan hal yang membuat keduanya saling menyakiti satu sama lain
Naina merasa sakit karena perlakuan dari Mahesa sedangkan Mahesa merasa sakit dan hancur karena melihat Naina yang menangis disebabkan oleh ulah dirinya ini
Entah kapan kisah Asmara mereka selesai tanpa di akhiri dengan SAD ending pastinya
Via berharap kisah mereka berakhir dengan bahagia itu yang dia inginkan dari pasangan Mahesa dan Naina
"Aku harap akhir kisah kalian bahagia!" Batin Via menatap ke arah Mahesa yang tengah menatap foto Naina dengan sendu
BERSAMBUNG
...----------------...
🌹🌹🌹
Maaf kalau ada kesamaan nama toko, Karakter, dan Isi cerita karena itu merupakan unsur ketidaksengajaan 🙏🙏🙏
Maaf kalau cerita jelek dan kurang menarik 🙏🙏
Saya harap kalian semua suka dengan cerita yang saya buat ini 🙏☺️🙏
INFORMASI
Hai Kakak kakak Readers aku cuma mau kasih tahu mungkin aku update nggak setiap hari karena jadwal sekolah aku yang padat jadi nggak sempat buat update
Tapi insya Allah aku bakal usahain update cerita kalau ada waktu luang dan jadwal sekolah yang ngga banyak
Aku nggak akan maksa kalian buat bertahan di cerita aku ini karena aku juga tahu selain upadte nya yang menurut aku lama dan setengah setengah aku juga tahu kalau ceritanya nggak jelas sama ribet bahkan jelek, dan penulisannya kurang rapi, AKU MOHON MAAF BANGET SAMA KALIAN🙏🙏🙏
Kalau ada kesalahan dalam penulisan langsung komen aja biar insya Allah aku perbaiki
Kalau ceritanya jelek atau apa ngomong aja jangan di tahan tahan karena aku tahu yang namanya sebagai penulis apalagi pemula sudah sewajarnya di kritik kalau ada kesalahan kata
Hanya itu yang saya mau bilang ke kalian semua 🙏🤗🙏☺️🙏
Jangan lupa like, Komen, Subscribe, And Vote karena author butuh dukungan dari kalian semua para READERS 👏🙏☺️