Indonesia
NovelToon NovelToon
Lentera Padam

Lentera Padam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Mengubah Takdir / Trauma masa lalu / Chicklit
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: risna anzela

Aghnia Azalia atau dengan sebutan nama Nia adalah seorang anak yang mendambakan kasih dan sayang dari orangtuanya, hidup sebatang kara jauh dari yang namanya perhatian orangtua diakibatkan perceraian yang tidak dapat terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risna anzela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Diba berlalu pergi menuju ruang kerjanya yang diikuti oleh Doni dibelakangnya. Sedangkan Bira dan juga Kay hanya bisa mengawasi dari jarak kejauhan memantau apa yang terjadi.

Sesampainya Diba di ruang kerjanya, Diba membawa seluruh dokumen kerjanya yang Diba butuhkan dan juga laptop kesayangannya yang kemudian Diba beralih lagi menuju kamarnya untuk mengambil sepasang baju yang ia masukkan dalam tas lainnya beserta mukena yang Diba ikut sertakan dalam tasnya. Doni masih setia mengikuti, mengekor kemanapun Diba pergi.

"Mau kemana?" Tanya Bira yang akhirnya mengeluarkan suara.

"Menenangkan pikiran. Tolong jaga Nia untukku," jawab Diba.

"Aku tidak mengizinkan kamu pergi," ucap Doni pada Diba yang baru saja mengeluarkan suara setelah sekian lama.

"Aku tidak membutuhkan izinmu." Diba menyambar kunci mobil yang terletak diatas meja hiasnya dan berlalu pergi. Diba berjalan cepat menuruni anak tangga secepat kilat dengan menenteng dua tas ditangannya.

"Diba tunggu aku, beri aku kesempatan satu kali lagi. Tolong jangan tinggalkan aku," ucap Doni dengan tetap berusaha mengimbangi langkah Diba yang berjalan cepat itu.

Tepat pada pintu utama rumah, Doni berdiri pas di bagian depan hadapan Diba "aku tidak mengizinkan kamu keluar satu langkahpun dari rumah ini."

Diba diam menatap dalam yang melambangkan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam bagi Diba "minggir abang," ucap Diba akhirnya.

"Tidak."

"Abang, Diba sarankan pada abang supaya berjumpa dengan spikiater untuk memperbaiki ot*k abang yang bermasalah itu."

"Setelah aku menjumpai spikiater apa kamu akan tetap bersamaku, Diba?"

"Saranku lakukanlah."

Doni mulai sibuk sendiri dengan pikirannya sendiri lantas Diba mencari kelengahan Doni dan langsung mengambil kesempatan berlari keluar menaiki mobil dan menancapkan gas menuju asrama yang terletak tepat di belakang firma hukum tempat dimana Diba bekerja yang telah disediakan untuk masing-masing staf tetap dan juga staf magang.

Sebelumnya Diba hanya menempati asrama itu hanya pada waktu-waktu tertentu di siang hari, baru kali ini Diba menggunakannya di malam hari.

Doni yang tersadar akan Diba yang telah menghilang dari sisinya segera berlari keluar mengejar Diba yang sudah mengendarai kendaraan dan menghilang ditelan jarak keluar dari pekarangan rumah mereka.

"Diba," teriak Doni berlari cepat yang kemudian terjatuh terduduk bertumpukan pada lutut, dengan posisi terduduk bertumpu dengan lutut itu Doni menangis sejadi jadinya dengan melafadzkat kata "jangan tinggalkan aku, aku masih sangat mencintaimu. Diba tolong jangan tinggalkan aku. Beri aku peluang, beri aku kesempatan."

Bira dan Kay yang hanya menyaksikan pertikaian suami istri itu kini melangkahkan kaki mendekati Doni yang mulai rapuh itu "bangunlah," ucap Kay.

Doni mendongakkan kepalanya melihat Kay yang berdiri disamping dirinya yang duduk lemas itu. Terdiam untuk sesaat setelah teriakan panjang terjadi "untuk apa?"

"Bangkitlah," sambung ucap Bira.

Doni bangun berdiri dengan bantuan pegangan yang dilakukan Bira dan juga Kay.

Kini mereka bertiga duduk si sofa ruang tamu memperhatikan Doni yang bagaikan sudah seperti orang bodoh yang baru saja kerampokan barang berharga.

Kay bangun beranjak langkah menuju dapur dan kembali lagi dengan membawa secangkir teh manis dan memberikan pada Doni "minumlah."

Doni meminum teh tersebut perlahan lantaran panas.

"Beri luang waktu pada Diba untuk sendiri, perbuatanmu kali ini memang benar-benar keterlaluan. Dan untuk saran yang Diba katakan tadi menyuruhmu datang ke spikiater memang benar adanya emosimu yang tidak terkontrol itu suka bermain tangan memukul tanpa ampun dan kemudian menyesal tidak lama kemudian melakukan lagi."

Doni diam menyimak setiap kata yang Kay lontarkan.

"Aku tahu permasalahan mentalmu yang tidak lagi sehat namun karena adikku mencintai dan menyayangimu maka dari itu aku diam dan hanya mengawasi," Kay diam sejenak menetral napasnya. "Aku tidak bisa membantumu secara langsung, karena aku juga merasakan sakit akan tindakanmu yang benar-banar kelewatan batas itu, namun kamu tidak usah khawatir aku akan menyarankan dokter terbaik untukmu."

Kay menatap mata Bira sekilas dan beralih menatap Doni kembali "pikirkan baik-baik, tidak ada seorangpun wanita yang mau hidup denganmu jika kelakuanmu bukan seperti manusia. Permisi, kami izin pamit pergi, besok pagi dokter akan datang kerumah ini menjumpaimu."

Bira dan Kay keluar dan menuju ke klinik kembali untuk menjemput Nia dan juga Hasnah sedangkan untuk diba, sudah berapa kali Bira menelpon namun tidak tersambung sama sekali. Dan mengenai tempat kerja Diba yang Bira tahu Diba bekerja di Firma Hukum menjadi asisten lowyer namun Bira tidak tahu pasti dimana letak Firma Hukum yang Diba maksudkan.

...****************...

Perihal surat gugatan cerai sudah Diba layangkan pada Doni dengan serangkaian bantuan dari sang bosnya yang baik hati yang bernama Syafi Akbar Ahmad yang sering mereka sapa dengan sebutan nama panggilan pak bos.

Berulang kali Doni menolak untuk bercerai namun Diba tidak pantang patah semangat tetap akan menuntut perceraian itu terjadi. Diba tidak pernah bertemu sama sekali untuk komunikasi langsung terjadi dengan Doni hanya melalui perantara hukum yaitu rekan kerja Diba yang dikirimkan pak bos untuk menangani permasalahan Diba.

Dipagi hari, suasana sejuk menyelimuti, awan-awan hitam mengelilingi tanda hujan akan turun lagi. Dari asrama berlantai dua, tepat di lantai dua terdapat balkon setiap kamar. Diba berdiri di balkon kamarnya menatap langit gelap sendu sama seperti hatinya yang sendu sedih rindu akan tambatan hatinya Doni, akan bagaimana kabarnya kini dan lagi buah hatinya Nia sudah lebih dari sebulan Diba tidak melihat keadaannya kini hanya bertukar informasi tentang jejak kesehatan Nia melalui Hasnah.

Akbar berlalu pergi lari pagi yang rutin ia lakukan setiap dua hari sekali melihat Diba yang bersandar kepala pada tiang pambatas balkon diatas sana dan kemudian berteriak keras "menangis tidak menyelesaikan masalahmu nona, mari berolahraga bersamaku."

Diba bangkit dan mencari sumber suara yang ternyata Akbar yang dibawah sana sedang menatap dirinya yang sering kali tertangkap basah sedang menangis seorang diri.

"Langit gelap tanda hujan akan turun namun jika kamu yang gelap maka pudarlah seluruh hatiku," goda kata Akbar pada Diba.

Diba tersenyum tipis menanggapi candaan yang dilontarkan Akbar yang kemudian ikutan berteriak "gelapku karena tertutupi masalah pak bos."

"Maka dari itu turun sini olahraga samaku."

"Iya, iya." Diba masuk kembali dalam kamarnya dan mengganti bajunya dengan stelan training dan berlalu turun menghampiri Akbar yang masih setia menunggu dirinya.

"Sepertinya hari ini bukan olahraga biasa yang terjadi tetapi ajang lomba maraton yang akan terjadi," ucap Akbar dengan melakukan pemanasan badan yang juga diikuti oleh Diba.

"Jika itu patut diperlombakan mari kita saja yang menjadi pemenangnya, tetapi untuk hari ini bolehkah kita saja yang menjadi pesertanya?"

"Tentu saja, jika itu maumu nona."

Ajang lomba lari yang hanya disertai oleh Akbar dan Diba saja benar-benar terjadi. Diba berlari benar-benar seperti ada yang mengajarnya, berlari kencang sekali sampai-sampai Akbar kewalahan dalam mengimbangi tapak kaki Diba yang begitu gesit berpijak dalam berlari.

Di lapangan bola berukuran besar berada dekat dengan taman hiburan yang banyak dikunjungi para wisatawan. Diba berlari kencang dengan sekaligus meluapkan segala amarahnya, kesedihan dan kekecewaan tanpa suara namun dengan meneteskan airmata.

Diba terus berlari hingga belasan menit berikut phom. Diba terjatuh keras, terguling-guling dirumput hijau nan indah lantaran hantaman kakinya sendiri, tanpa sengaja Diba tersandung dengan kakinya sendiri.

1
wifashaa
gmna iniii,q kselll gmeees
wifashaa
kok jdi gni sih thor
Amelia
aku mampir Thor semangat ❤️👍
wifashaa
q nagiss bca nya
wifashaa
sdh,trus nia gmna kdepan nya
wifashaa
pa sih gk jelas doni ma diba
wifashaa
apa kbar thor??
sbuk ya thor bru up
RisnaAnzela: Alhamdulillah baik
Maaf ya, lama ngak update, lagi asik ngejar dosen pembimbing/Smile/
total 1 replies
wifasha
suka
wifasha
jhat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!