Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Tak Putus Kawin Tak Jadi

Cinta Tak Putus Kawin Tak Jadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Dijodohkan Orang Tua / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: eci halu

Ainun mahara itulah nama yang disematkan orang tuanya karena memiliki mata yang begitu indah. siapa pun yang memandang mata itu pasti akan terjerat semakin dalam. namun karena banyak alasan ainun menutup mata indahnya dengan soflen agar tidak banyak yang tergoda saat memandangnya.

"Apa lagi rencana papa kali ini, belum cukup aku menjadi tumbal selama ini?" ucap Ainun dengan dingin.

"Kamu harus ngerti Ainun, yang mereka tahu kamu adalah putri Kesayangan ku" suara papa sudah naik satu oktaf.

"Hehhhhh putri kesayangan papa bilang? aku hanya bayangan untuk arsyila selama ini pa" ucap Ainun cepat sambil melihat ke arah kakaknya itu.

Pada penasaran kan gimana kelanjutan cerita nya. yuk baca terus, keseruan kisah Ainun gadis yang memiliki bola bata yang indah menawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eci halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Hari berlalu meskipun Ainun harus satu rumah dengan mantan tunangan nya yang sudah menikah dengan saudara tirinya.

Kondisi yang membuat Ainun merasa serba salah adalah berpapasan dengan Randa. Di sapa malas, gak di sapa sepertinya gak enak.

"Pagi... " sapa Ainun di meja makan. Sepertinya Ainun terlambat.

"Pagi sayang..." Mami Nova.

"Pagi Nak... " Papa Ahmad.

"Pagi Nun.... " Arsyila.

"Pagi.... " Randa.

Secara serentak mereka membalas sapaan Ainun. Namun pagi ini Arsyad tidak terlihat ikut makan pagi ini. Ainun akhirnya duduk di kursi milik nya. Randa menatap Ainun yang sudah tampak rapi.

"Mau kemana Nun?" tanya Papa Ahmad mewakili semua orang.

"Mau daftar di kampus xx Pa" balas Ainun.

" Sekalian aja ya Nun!"semangat Arsyila memang berencana untuk kuliah ditempat yang sama.

"Biar ku antar" ujar Randa tiba-tiba.

"Aku sendiri aja" balas Ainun.

Arsyila merasa tidak enak, tapi Arsyila mengerti perasaan Ainun. Dengan berat hati Arsyila menganggukkan kepalanya. Lagian Randa akan mengantarkan dirinya.

"Aku duluan.. " ucap Ainun sambil berdiri dan pamitan pada anggota keluarga nya.

Ainun merasa lebih baik untuk saat ini. Meskipun banyak rintangan yang harus Ainun lewati tapi gadis itu tetap bersyukur dengan kebesaran Allah yang masih bisa ia nikmati.

"Bismillahirrahmanirrahim... " lirih Ainun mengendarai mobil kesayangan.

Bruk... Suara benturan keras membuat Ainun terkejut dan reflek menghentikan mobilnya, dan mencoba memeriksa apa yang terjadi sebenarnya.

Ainun melihat sebuah Motor menyerempet Mobilnya membuat Ainun tentu saja terkejut dan langsung menghampiri pengendara tersebut.

"Astaghfirullah Bapak gak papa?" Tanya Ainun khawatir pada pengendara itu.

Ainun berusaha membantu pengendara tersebut sebisa mungkin. Tapi rupanya berat juga nih orang.

"Waduh berat juga ih... " lirih Ainun.

Pengendara itu membuka helm, Namun membuat Ainun sangat terkejut setelah melihat wajah pengendara itu. Ternyata masih muda cok. main bapak bapak aja tadi pikir Ainun terkekeh pelan.

"Mbak maaf ya, ini mobil nya kita bawa ke bengkel dulu. Saya tanggungjawab kok mbak" ujar pengendara itu memohon maaf pada Ainun.

"Oh engga papa Mas, yang penting Mas nya yang gak papa" balas Ainun tersadar dari terkejut nya.

"Jangan gitu lah Mbak, Saya jadi merasa enggak enak. Mobil Mbak nya rusak ini" Pengendara itu merasa tidak enak atas penolakan yang dilakukan Ainun.

"Gini aja Mas, Saya lagi buru-buru. Ini nomor Handphone saya nanti hubungi aja ya" Ainun tidak ingin ribet memperpanjang masalah ini.

Kalo misalnya tanggungjawab ya syukur kalo misalnya tidak ya tidak masalah pikir Ainun.

"Iya Mbak nanti saya hubungi kalo begitu, mohon maaf sekali lagi dan terimakasih atas pengertiannya Mbak" pria itu tersenyum tulus.

Ainun akhirnya melanjutkan perjalanannya.

"Ada-ada saja lah kejadian, Engga tau apa lagi pengen santai gitu. Ini masalah seneng bener sama aku, dengan tidak sopannya selalu menghampiri aku huh.... " keluh Ainun pada dirinya sendiri.

Ainun memang tipe orang yang aneh tidak suka berbagi masalah dengan orang lain. Tapi sangat suka berbicara pada dirinya sendiri, cerewet sekali kadang-kadang.

"Hem nyampe juga akhirnya, waduh... Rame juga ni orang" monolog Ainun memperhatikan begitu banyak orang yang sedang beraktivitas di luar sana.

Ainun keluar dari dalam mobilnya dengan anggun seperti biasa wajah datarnya tidak pernah berubah. Meski begitu pesona seorang Ainun tidak pernah gagal membuat orang lain terpesona.

Berjalan seorang diri tidak membuat Ainun gugup karena kepercayaan diri seorang Ainun memang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian.

Untuk pendaftaran hari ini berjalan lancar tanpa ada drama apapun, membuat Ainun lebih tenang. Akhirnya Ainun memutuskan untuk duduk di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus tersebut.

"Hem... Nyaman juga nih, bakalan jadi tempat favorit gak sih" lirih Ainun sambil menikmati suasana yang disuguhkan oleh kafe tersebut.

"Loh Nun..... Kebetulan Kamu disini aa..." sapa seseorang yang sepertinya kaget melihat Ainun.

"Gini amat pengen hidup tenang, ada aja yang ganggu" batin berkeluh kesah. Ainun menghala napasnya melihat orang yang baru saja menyapanya.

Bersambung..........

1
dyah EkaPratiwi
mending jangan serumah, takut Randa nekat
ecihalu: iya kan, baiknya pindah rumah gak sih/Grin/
total 1 replies
Kinan Shidqia
ilfeel klu ujungny blik ke ainun tu lki.... perawan dapet duda bekasan adekny. stop lah tks
ecihalu: terimakasih kakak, tenang aja nanti kita carikan abg tampan kaya raya ya kak😁
total 1 replies
ciii
bagus lanjut terus dong!
ciii
menarik lanjut lagi dong!
ecihalu
🥰😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!