Indonesia
NovelToon NovelToon
Meet Oppa Korea

Meet Oppa Korea

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Kaya Raya / Romansa Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mocacha

Alya tidak pernah menyangka bahwa hanya dengan sebuah kalung ajaib yang ia temukan di jalan teotoar bisa membawanya pada seseorang yang sudah menjadi takdirnya.

Dia adalah Lee Daehyun, seorang aktor sekaligus presdir rumah sakit tempatnya berkerja. Lelaki yang misterius yang mencoba menyembunyikan identitasnya demi melindungi namanya dari skandal sang ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mocacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJODOHAN

Daehyun perlahan melepas pelukannya ketika merasa sudah cukup lebih baik dari sebelumnya dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Alya. Dia tersenyum di balik maskernya, namun Alya tidak bisa melihatnya dengan jelas karena mata pria itu hampir terhalang oleh topinya.

“Al.” panggil Nathan mendekati keduanya, kemudian berdiri di tengah-tengah mereka. Nathan tak menghiraukan Daehyun dan memilih menghadap Alya dengan memunggungi pria itu.

Dia menghadap Alya sepenuhnya, memeriksa kondisi tubuh Alya dengan mata menelisik, takut-takut jika pria itu melakukan hal-hal di luar dugaan.

“Aku gapapa kak.” Ucap Alya ketika Nathan tak berhenti untuk terus menelisiknya hingga membuat dirinya risih.

“Syukurlah.” Nathan hendak memeluk Alya, namun dengan cepat Daehyun memotongnya hingga membuat pergerakan tangan Nathan terhenti.

“Hajimalago!” pekik Daehyun.

Alya memiringkan kepalanya sedikit untuk menatap pria itu, begitupun Nathan yang memejamkan mata dengan umpatan yang keluar dari bibirnya, lirih.

“Hajima,” ulangnya lalu mendekati tubuh Nathan dan kembali menyingkirkan tubuh pria itu. Seperti menyingkirkan seekor serangga.

Nathan yang sudah sebal segera menyemburkan kekesalannya kepada Daehyun karena tubuhnya di singkirkan begitu saja, “Berani-beraninya ya lo geser-geser tubuh gue.” Sungut Nathan memandang kepala Daehyun.

Daehyun hanya melirik dari ekor matanya, malas untuk menanggapi pria sok ini.

“Alya-ssi.” Alya menoleh ke arah Daehyun karena pria itu memanggilnya yang semula tatapannya mengarah pada Nathan yang mencebik kesal.

“Nee?” Nathan terkejut mendengar keduanya berbicara bahasa aneh pikirnya.

“Gomawo, maaf jika aku datang tiba-tiba dan mengejutkanmu.” Mulut Alya speechless melongo sebentar mendengar nada bicara Daehyun yang kelewat sopan sekali.

Padahal waktu awal pertemuannya dengan Daehyun, pria itu bertindak sangat menyebalkan plus minus akhlak pula.

Jika begini mana bisa Alya tidak luluh hatinya, eh. “Eoh, anieyeo,” balas Alya melambaikan kedua tangannya ke depan wajah Daehyun.

Daehyun kemudian mengangguk dan membungkuk kecil sebagai tanda dia berterima kasih kepada gadis itu. Alya pun membalasnya dengan anggukan kecil.

Nathan hanya bisa diam memperhatikan dengan mulut melongonya, dirinya merasa takjub dengan bahasa itu tadi, bahkan dirinya sampai geleng-geleng kepala di buatnya. Juga masih mencerna semua kejadian hari ini yang di luar, prediksi dirinya.

Daehyun menoleh ke belakang sekilas ketika tak mendengar suara berisik dari belakangnya.

Kemudian dia sedikit berbisik mendekati Alyam

“Oh ya, apa dia baik-baik saja melihat kita berdua berbicara?"

"Eoh, nee?" mata Alya melirik sebentar ke arah Nathan yang sudah menekuk bibir bawahnya menatap dirinya.

***

Di ruang tamu rumah Arion, pria itu tengah kedatangan tamu yaitu David. Dirinya memang sengaja menyuruh David untuk datang ke rumahnya karena ingin membicarakan sesuatu yang teramat penting yaitu, tentang perjodohan anaknya dengan Alya.

Namun selama obrolan mereka David merasa gundah, sedari tadi pun dirinya hanya bisa diam dan mengangguk dengan kikuk karena dirinya tidak bisa menolak obrolan ini karena merasa tak enak hati.

Apapun yang di ucapkan sahabatnya ini, David tidak berani untuk menjawab ucapannya, sekedar mengutarakan kegundahannya.

Sampai pada akhirnya Arion yang menyadari ekspresi David yang seperti ingin mengatakan sesuatu. Kemudian pria paruh baya itu mempersilahkan David untuk berbicara.

Namun bukannya berbicara, papa Alya malah diam dengan kepala masih terangguk angguk menatap bawah.

Arion jadi heran, apa sebenarnya yang sedang pria itu pikirkan. Kelihatannya seperti sangat tertekan.

“Gimana?” David tersentak kecil dengan suara Arion.

Papa Alya kemudian sedikit mendekat ke arah Arion dan berbisik, “tidak bisakah kita cari jodoh anak kita masing-masing saja.” Usul David membuncahkan seluruh kegundahan hatinya dengan nada terlampau cepat hingga membuat Arion menautkan alisnya.

“Ya? Kau mengatakan apa?”

“Duh,” David menggaruk lututnya yang tiba-tiba terasa gatal.

“Gimana ya menjelaskannya. Pokoknya kita cari aja deh jodoh anak kita masing-masing.”

“Jadi maksutmu, kau tidak suka anakmu di jodohkan dengan anakku?” Tanya Arion mendelik. David menjadi merasa bersalah, haduh gimana ya ngomongnya.

“Bukan, bukan gitu. Tapi—“

“Ayah.” Kedua pria paruh baya itu sontak menoleh bersamaan ketika Daehyun datang dengan setelan modis pula topi bermerek yang pria itu gunakan, perlahan ia membuka masker ketika langkahnya hampir sampai ke depan mereka.

Berjalan dengan langkah tegas, Daehyun kemudian memilih duduk samping sofa ayahnya, karena pria paruh baya itu duduk di single sofa.

“Anak nakal, datang ke Indonesia tidak langsung ke rumahnya tapi malah menginap di hotel.” Daehyun meringis kecil karena kepalanya tiba-tiba di pukul dengan tongkat ayahnya.

Berusaha menghindar karena sakit, tapi Arion malah memukul mukulnya berulang kali.

“Aduh Yah, sakit. Aku ke sini kerja Yah, beda lagi kalau mau pulang kampong,” erang Daehyun berusaha menghindar dari serangan ayahnya kemudian duduk memeluk David.

“Om tolong selamatkan aku.”

“Tidak mau sana, aku sudah banyak membantu mu.” Mata Daehyun mendelik.

“Ngga ikhlas nih om bantu aku.” Goda Daehyun menaik turunkan alisnya. Kemudian kegiatannya menggoda David terhenti ketika menyadari pria itu kok ada di rumahnya.

“Loh Yah, om David kok di sini juga? Ini emangnya ada apa sih, kok di kumpulin gini. Oh atau ayah mau mindah jabatan? Yaudah ngga apa-apa. Ikhlas lahir batin kok Yah.”

“Heh sembarangan kamu ini.” Pukul David mengenai lengan Daehyun.

“Aku sudah pusing tujuh keliling mengurus dua pekerjaan ya Dayyan.”

“Hehe,” seperti tak berdosa, Daehyun malah menunjukkan cengirannya di depan wajah David.

“Ayah memang mengumpulkan kalian ke sini untuk membahas sesuatu, sekaligus untuk melepas rindu denganmu ya. Kau ini.” Daehyun mencebik kesal karena lagi-lagi tongkat ajaib itu menutuk jari tangannya yang ia tumpangkan di meja.

“Iya, iya.”

“Sebenarnya masih kurang lagi sih orangnya, tapi gapapa ini dulu.”

“Siapa yah? Alya kan?” mata David sontak mendelik ke arah Dayyan. Padahal asal nebak, lah kok benar.

“Iya.”

“Emangnya mau bahas apa yah?”

“Soal,” ucapannya ia jeda sebentar ketika matanya tidak sengaja menangkap tangan David yang bergerak gelisah di pangkuannya, namun meski begitu ia tetap melanjutkan ucapannya dengan enteng, "Tentang perjodohan kalian." Dan berhasil membuat kepala David yang semula menunduk menjadi mendongak menatapnya.

“HAH!”

***

Sesampainya di rumah, Alya segera melepas flat shoes nya dan ia letakkan pada rak sepatu yang tersedia di balik pintu ketika dia sudah masuk.

Kemudian Alya berlari kecil ketika hidungnya mencium aroma wangi dari arah dapur.

“Mamaaa.” Sapa Alya riang lalu memeluk belakang tubuh mamanya.

“Anak gadis mama udah pulang.” Alya menganggukkan kepala di atas pundak mamanya.

“Lagi masak apa mah?”

“Nih, masakin kesukaan kamu sama papamu, gado-gado.” Mata Alya berbinar.

“Kebetulan banget aku lagi laper.”

“Iya, sana mandi dulu terus ke sini makan.”

Alya mencium pipi sang mama cepat kemudian beranjak menuju ke kamarnya.

Setelah beberapa menit gadis itu mandi dan mengganti bajunya, kini Alya sudah duduk anteng dengan piring yang sudah ia balik.

Sembari menunggu papa dan mamanya, ia melipat tangannya di atas meja dengan melirik gado-gado dan segala perintilannya yang sudah terjajar di atas meja.

Dirinya sudah tidak sabar ingin makan, hingga akhirnya mamanya datang namun tumben kok ngga sama papanya.

“Papa mana mah?” Tanya Alya ketika wanita paruh baya itu sudah duduk di depannya dan membalik piringnya. Sedangkan dirinya masih celingukan mencari David.

“Papamu lagi ke rumah temennya, mungkin lagi bahas pekerjaan.”

Alya menghentikan celingukan kepalanya dan berganti menatap sang mama kemudian dirinya mengangguk mengerti.

Hal selanjutnya ialah ia mulai membuka daun yang membungkus lontong nya dan ia iris-iris ke dalam piring.

Setelah menuangkan beberapa perintilan dan bumbu gado-gadonya, Alya sudah siap untuk menyantap makanannya.

...***...

...Part paling sedikit bgt ini. Semoga suka, jika suka dgn pt ini tolong kasih like dan komentar masukannya ya. Terimakasih❤...

1
Sari Annissa
ini belum up yah??
Sari Annissa
lanjuttt
Sari Annissa
lanjut dong....ceritanya bagus
Sari Annissa
oh jadi seperti itu
Sari Annissa
sumpah terlalu banyak peran jadinya aku pusing.tapi bagus kok...semangat yah up nya yg banyak👍👍👍
ida pramita: thtkytkhtktkhhhhhyyttyh4m
total 2 replies
Risa Koizumi
Kok susah sih thor update, udah nungguin banget nih 😒
mocacha: Aku up nya setiap malemm xixi,,
total 1 replies
Husna
Thor, chapter baru kapan tiba?
mocacha: nanti malemm up lagii....
total 1 replies
Brock
Ceritamu bagus, jangan berhenti menulis ya!
Dzakwan Dzakwan
Kalau lagi galau, baca cerita ini bisa bikin mood jadi lebih baik, terimakasih thor!
Shion Fujino
Mantap dong!
31_PUTU WIDIARTA
Asyik banget nih bacanya, authornya keren abis!
ʀɪᴢᴀʟ Wibu
Selesai membaca, hatiku terkoyak sampai si penulis membuat part
Rara Makulua
Thor, kapan next chapter nya keluar?
Candela Antunez
Kereeeen!
Sun Seto
Jangan lupa update yaa, ini fan berat nih
🌻🍪"Galletita"🍪🌻
Suka banget sama karakter dalam cerita ini, semoga thor selalu terinspirasi untuk menulis.
Hanifah Chayaning Tyas
Ceritamu bikin aku susah move on thor, keep writing 👏👏
Itzel Juárez
Gak nyangka bakal sampai kehabisan jari buat ketikin review ini... cerita ini einfach supeerrr👏
Yukishiro Enishi
Baca cerita ini jadi penghilang suntukku setiap hari
Dira Alina
Karya yang bagus kayak gini pasti harus diikuti sampai akhir 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!