Salsa Rahayu adalah seorang wanita yang mengidap penyakit langka, apapun tentang hidupnya dia tidak percaya lagi! ia sering menghabiskan waktu sendirian, berperang melawan isi kepalanya. Kendati demikian ia di pertemukan dengan seorang pria bernama Gilang Baskara, lelaki yang telah di selingkuhi oleh kekasihnya selama setahun.
Gilang bertemu dengan Salsa dan mengajaknya untuk menikah, tetapi pernikahan mereka mengundang banyak tanda tanya? Gilang ingin balas dendam kepada orang terdekat Salsa dengan cara menjebak Salsa?
Seiring berjalannya waktu Salsa mengerti dan ia hanya sanggup bertahan selama 90 hari bersama suaminya.
Setelah kepergian Sasa, Gilang kembali di hadapkan dengan wanita baru pilihan keluarganya bernama Tania Renata Putri,gadis yang sudah pasrah tentang kehidupan cintanya? Apakah Tania bisa masuk kedalam kehidupan Gilang yang rumit? Mari Ikuti kisah serunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ylfrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Penyesalan selalu datang terlambat, dan setiap perbuatan akan selalu ada harga yang harus di bayar, menyesali diri sendiri, mengutuk setiap perbuatan yang sudah terjadi dan menyadari setelah kehilangan, bahwa yang kemarin adalah yang terbaik. Maya meninggalkan restoran itu dengan kesunyian.
Gilang kembali ke kantor begitu juga Adam kembali ke kantornya. Gilang langsung menuju klinik perusahaan, ia malas jika harus di tanya kenapa dan apa yang terjadi?
"Sasa kamu di suruh ke ruangan pak Adam" kata Indah baru selesai menerima panggilan telepon dari bos
"Kenapa?" tanya Sasa kebingungan, Indah hanya mengangkat bahu
Di meja sekretaris Veera tidak terlihat, Sasa mengetuk pintu itu beberapa kali.
"Masuk" jawab suara dari dalam
Adam tersenyum melihat wanita cantik itu, ia menyuruh Sasa untuk duduk di dekatnya, di meja sudah ada kotak P3K
"Ada apa?" tanya Sasa merasa tidak enak dengan karyawan yang lain
"Aku terluka" ucap Adam seraya meringis kesakitan
"Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit? Apanya yang sakit?"
"Hatinya!"
"Kak Adam bercanda terus!"
"Tidak ini serius" jawab Adam
"Kenapa dengan hatinya? Ayo cerita?"
"Orang yang aku cintai sudah menikah jadi aku harus apa? Membatasi diri? Aku tidak bisa melakukannya"
Sasa tersenyum mendengar itu "Jangan-jangan aku orang yang kakak cintai?" ucapnya masih bercanda
Saat itu Adam menatap Sasa sangat dalam, apalagi tadi ia menangkap suami Sasa sedang bersama seorang wanita dan mereka terlihat sangat akrab
"Iya Salsa Rahayu itulah orangnya!" senyuman di wajah Wanita itu langsung menghilang
"Aku harus bagaimana agar bisa mengendalikan perasaanku?" tanya Adam
"Kak Adam kamu tahu sendiri keadaannya sekarang, aku sudah menikah dan aku minta maaf, aku menikahi suamiku karena aku jatuh cinta kepadanya"
"Aku tahu, tetapi jika dia meninggalkan kamu! Ingat, aku masih ada untuk kamu!"
"Kak Adam please!"
Adam terdiam, Sasa juga terdiam! Merasa tidak enak Sasa langsung permisi namun sebuah tangan itu mencegatnya untuk tidak pergi
"Aku terluka, bibirku berdarah, pelipis mataku bengkak, pipiku lebam" ucap Adam
Sasa kembali duduk, dan ia tidak bisa melihat wajah itu, entah di bagian mana yang terluka, wajah itu buram, Sasa bingung harus melakukan apa
"Sakitnya di sebelah mana?" tanya Sasa
"Sebelah kiri"
Sasa meraba wajah Adam, lalu ia mencoba mengobati luka itu dengan perasaannya, tangan Adam juga membantu jika tangan Sasa salah sasaran
"Kak Adam habis berantem sama siapa?"
"Sama seorang pecundang" jawab Adam kembali kesal.
"Siapa pecundangnya?"
"Pokoknya seorang pecundang kamu tidak perlu tahu"
Sasa hanya mengangguk pelan.
Dengan bantuan Adam akhirnya Sasa selesai mengobati luka itu, Sasa langsung pamit namun tetap di tahan oleh lelaki itu
"Kak Adam nanti apa kata orang? Aku tidak ingin kamu di gosipkan" pinta Sasa, akhirnya Adam mengangguk dan membiarkan Sasa keluar dari ruangannya.
...----------------...
Sedangkan Maya kembali mengunjungi rumah Dikta, dia tidak menemukan siapa-siapa, ibu sedang berada di sekolah dan Dikta mungkin sedang liburan.
Dan nyatanya memang begitu, Dikta berangkat ke Singapura dari Batam menaiki kapal ferry, ia pergi bersama Dito dan kakak iparnya.
Dito tidak bisa ikut campur perihal hubungan adiknya karena itu adalah pilihan Dikta.
"Harusnya ada ibu, ayah dan Sasa" kata Dikta
"Iya, kapan-kapan kita kesini lagi dengan mereka"
Dikta benar-benar ingin melupakan Maya, walaupun ia sangat mencintai wanita itu tetapi hatinya sudah terlanjur kecewa,karena selingkuh itu tidak di benarkan, Dikta memutuskan semua hubungan dengan keluarga Maya, ia memblokir nomor telepon dan sosial media.
Saat ingin pulang Sasa mendapatkan pesan dari Gilang, suaminya kembali lembur, Sasa terpaksa pulang menaiki taxi,begitu sampai di rumah Sasa merebahkan badan, ia lelah karena banyaknya pekerjaan.
Tidur Sasa terlalu nyenyak ia tidak menyadari jika Gilang sudah tiba di rumah, ia juga belum menyiapkan makan malam untuk suaminya. Gilang melihat wajah lelah itu dan membiarkan istrinya untuk beristirahat.
Sekitar pukul 8 malam Sasa terbangun ia langsung kaget karena belum menyiapkan apa-apa,
Gilang sudah mandi, ia kini sedang duduk di ruang keluarga tentu saja bersama laptopnya.
"Nyonya baru bangun?" tanya Gilang ketika mendengar suara kaki keluar dari kamar
"Maaf, mas mau makan apa?" ucap Sasa langsung bergegas menuju dapur
"Nasi goreng saja biar cepat?"
"Iya" jawab Sasa mulai mencari bahan di kulkas
Sasa sedang asyik memotong wortel tiba-tiba Gilang memeluknya dari belakang. Sasa mencium aroma wangi yang keluar dari tubuh suaminya.
"Aku sakit" ucap Gilang begitu manja
Mendengar itu Sasa membalikkan badan dan ia terkejut melihat wajah suaminya yang juga babak belur.
"Berantem sama siapa?" ucapnya mengusap bagian luka itu
"Sama orang gila" jawabnya dengan nada kesal
"Orang gila siapa? Lagian orang gila di lawan"
"Dia yang mulai dulu"
Sasa tersenyum kecil, ia mengingat Adam juga memiliki luka yang sama dan bisa jadi suaminya berantem dengan Adam
"Kenapa kamu tersenyum? Aku sakit Sasa"
"Orang gila itu Adam dan seorang pecundang itu kamu?" kata Sasa
"APA SEORANG PECUNDANG?" teriak Gilang
"Haaaa jadi kalian ribut berdua?"
"Tunggu kenapa kamu tahu dia terluka?"
"Dia yang bilang"
"Sasa tolong jangan dekat-dekat sama dia"
"Tapi dia bos aku"
"Pokoknya tidak boleh dekat sama dia, kalau dia dekat kamu judesin aja" ajaran sesat dari seorang Gilang
Sasa tersenyum "Kamu cemburu?"
"Tidak!"
"Yakin?"
"Aku lapar!" kata Gilang mengalihkan pembicaraan lalu ia kembali ke meja kerja
Sasa menggelengkan kepala dan kembali melakukan pekerjaannya. Setelah 20 menit nasi goreng itu sudah tersaji lengkap dengan telor dadar,selada,mentimun dan potongan tomat.
"Nasi goreng kamu terbaik" ucap Gilang memuji masakan istrinya dan nyatanya memang Sasa pintar masak
"Btw kenapa mas Gilang berantem sama Adam?"
"Tidak tahu dia yang mulai"
"Tidak mungkinkan memulai sesuatu tanpa ada penyebabnya"
"Katanya jangan sakiti kamu"
"Cuman gara-gara itu kalian jadi baku hantam?"
"Hhhmmm"
"Mas Gilang ayo jujur?"
"Iya Sasa itu kenyataannya!"
"Jangan bilang dia melihat sesuatu dari kamu? Makanya dia berani mukul kamu?" Sasa mulai curiga
"Iya dia melihat sesuatu dariku"
"Apa?"
"Aku tampan dan dia iri" Gilang kembali menyombongkan diri
Sasa hanya menggelengkan kepala melihat suaminya tersenyum aneh.
Kemudian mereka berdua kembali terdiam menikmati makan malam, Setelah selesai Gilang membantu Sasa mencuci piring sedangkan Sasa sedang berada di kamar belakang mengambil pakain yang sudah kering. Gilang tidak segan-segan membantu pekerjaan rumah karena ia tahu Sasa pasti lelah.
Kadang kala jika Sasa masak, Gilang yang mencuci baju, membersihkan rumah juga mereka lakukan secara bersamaan.
Setelah mandi Sasa minta di temani oleh Gilang ke supermarket yang dekat dari rumahnya, ia ingin membeli beberapa keperluan untuk masak besok pagi.
Disana Gilang kembali bertemu dengan Maya, rumah Maya dan Gilang tidak terlalu jauh, mereka hanya di pisahkan oleh kompleks saja, jika Gilang berada di kompleks Marcelia sedangkan Maya berada di kompleks Cempaka.
"Gilang" Panggil Maya ketika melihat lelaki itu sendirian
"Ayo mas" ucap Sasa muncul dari samping setelah mengambil beberapa sayuran segar
"Hi" sapa Maya seraya tersenyum aneh.
😭😭
aq kok gk terlalu suka sama sikap tania beda sama sasa