Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian

Aku masuk ke mobil,

Security parkir sudah memaksaku untuk kembali masuk ke Rumah Sakit mengobati lukaku.

Aku menolaknya dan masuk perlahan ke dalam mobil meninggalkan parkiran.

Kurapalkan mantra luka di bahuku perlahan menyatu.

Nyeri di bahuku tak tertahan, air mataku keluar.

Dagingku menyatu kembali tanpa meninggalkan bekas luka.

Dagingku berdenyut.

Lampu merah aku berhenti menahan sakit melepas jas putihku dan menggigitnya menahan nyeri.

Begitu lampu hijau jalan aku perlahan menjalankan mobil, mengemudi dengan tenang.

**

Tiba di rumah, aku masuk lewat samping.

Langsung ke kamar.

Masuk ke kamar mandi membasuh lukaku yang tidak berbekas lagi, Jas putih ku penuh darah, blouse biru yang aku pakai sobek tusukan.

Kumasukan di keranjang pakaian.

Kualiri lukaku yang tak berbekas dengan air shower dingin.

Aku berusaha bernapas dengan tenang.

**

Aku sudah mengenakan kaos putih dan celana pendek.

Mengecek seluruh kunci di kamarku.

Aku tidak bisa tidur sampai pagi, mataku bengkak.

Aku turun ke lantai bawah.

Kulihat ibu merangkai bunga,

"Ayah mana? " tanyaku.

"Ke kebun belakang" kata Ibu.

Ku perlihatkan obat yang akan mereka makan setelah sarapan nanti.

Tiba-tiba ibu menyentuh pipiku dengan kedua tangannya.

"Kamu lelah? " kata Ibu.

Aku mengangguk air mataku mengalir.

Aku akhirnya hanyalah anak gadis ibu yang lemah.

aku merasa terjebak menjalani kehidupanku yang tidak normal semenjak mendapatkan kekuatan ajaib.

Ibu memelukku, "Ibu dan Ayah selalu mendukungmu Mayanza".

Ayah datang, " Ada apa ini? Saling berpelukan? " tanya Ayah heran.

Aku dan ibu kompak memeluk ayah dan ayah membalas pelukan kami juga.

"Mayanza.. Kamu tidak pernah melihat kebun belakang" kata Ayah.

Aku tersenyum..

"Aku sibuk yah.. " kataku manja masih dalam pelukan ayah.

"Kan ada yang merawatnya yah... " kataku.

"Kenapa? Ada apa? " tanya ibu mendongak kepada Ayah yang lebih tinggi.

Kami bersama ke taman belakang, aku belum mandi.

Aku takjub melihat bunga di rumah kaca ibu tumbuh lebat dan berbunga indah. Dipojok makam Imo kucing kesayangan Ibu tumbuh mawar berwarna hitam.

Mawar langka.

"Ibu menanamnya? " tanyaku.

"Tidak... " Ibu menggelengkan kepala.

"Saya yang menanam mawar putih disitu, ternyata malah berbunga berwarna hitam" kata penjaga kebun.

Rupanya Mawar putih itu menyerap racun yang ada di tubuh Imo.

**

Kami balik ke rumah.

Aku segera mandi dan turun untuk sarapan.

Hari ini aku bertugas sore hari.

sedikit bersantai dirumah bersama Ibu.

Ayah belum aktif berkerja setelah kecelakaan, kuperhatikan ayah dan ibuku makan obat mereka dan aku mengingatkan untuk istrirahat dan makan siang.

Aku kembali ke kamar menyiapkan peralatan kembali ke Rumah Sakit.

Jasku putihku yang terakhir sobek, aku mengenakan blouse putih dan celana pink soft berbahan satin.

“Bi, tolong kabari aku kalau Ayah dan Ibu bangun, ingatkan mereka untuk minum obat setelah makan malam” kataku

“Nona akan berangkat berkerja sekarang” kata Pelayan.

Aku melirik jam tanganku.

“Ya, jam empat nanti aku ada jadwal operasi” kataku.

“Kabari secepatnya kalau ada apa-apa” kataku.

**

Aku meninggalkan rumah menuju ke Rumah Sakit.

Di perjalanan macet karena ada kecelakaan mobil, kendaraan lain terdampak macet kemungkinan satu jam menunggu derek datang.

Antri panjang, aku memarkirkan mobilku di pinggir jalan pertokoan.

Seratus meter lagi Rumah Sakit, setengah jam lagi jadwal operasi, aku terburu-buru keluar mobil.

Berjalan menyusuri gang sempit jalan pintas menuju Rumah Sakit.

Di gang sempit jalanan sepi, aku seperti terjebak dalam jalan yang itu-itu saja, aku tersesat.

Aku waspada, belum sempat merapalkan mantra tubuhku tersedot ke dalam pusaran portal.

Aku sudah di lapangan Istana Zink.

**

Raja Yuko melipat tangannya memandangku dari kejauhan.

Seorang kasim memayunginya dengan payung berwarna hitam.

Aku berlari dengan heelsku.

belum sempat aku berlari jauh, kulentikan jari, kurapalkan mantra aku masuk ke ruang kerjaku di Rumah Sakit.

Perawat terkejut melihatku sudah ada diruangan.

"Dokter Mayanza, kapan anda datang" katanya sambil memegang dada.

"Maaf membuatmu terkejut" kataku.

"Aku belum terlambat kan? Di perjalanan macet. Ada kecelakaan lalu lintas" kataku.

" Iya dok, pasiennya sudah dibawa ke IGD".

selesai dari ruang operasi aku mengganti baju, pakaian hijauku belum terlepas.

"Dokter Mayanza, IGD butuh bantuan" kata perawat IGD yang berlari ke arahku yang baru keluar dari ruang operasi.

aku menuju IGD, semua sibuk dengan banyaknya pasien darurat hari ini.

"Dok ini pasiennya" kata Perawat.

"Lukanya parah juga" kataku dalam hati.

Bagian kepalanya sobek.

"Siapkan Alat" kataku.

Perawat mendorong meja peralatan, kuambil gunting yang sudah steril, dengan bantuan perawat memotong rambut pasien, selesai menjahit luka terbuka, aku meresepkan beberapa anti nyeri yang akan diberikan ke pasien.

dokter Yuki juga sibuk membantu pasien lain.

Aku teringat dengan Raja Yuko yang membawaku tadi ke Istana Zink.

**

Aku kembali ke ruang kerja setelah dari IGD.

Ruangan kerjaku kukunci, aku berbalik ke arah pintu kurapalkan mantra.

Aku sekarang berada di samping ruangan Istana Timur Dunia Zink.

Aku melangkah keluar dari tempatku mengendap-ngendap.

Sudah sore menjelang malam bintang dilangit bercahaya terang sepertinya cerah.

Aku terhenti terkejut dengan langkahku.

"Akhirnya datang juga" tepat di depanku Raja Yuko.

"Ada apa mencariku sepertinya penting" kataku.

Dia melihat penampilanku dari atas sampai bawah, aku mengenakan blouse putih celana panjang soft pink.

rambut terurai, tas berwarna putih di bahu.

Heels berwarna putih.

Kurasa aku modis dengan pakaianku kali ini.

Mungkin saja raja ini terpesona dengan pakaian modern pikirku.

"Apa yang kamu lakukan, berpenampilan berbeda di sekitar istana" katanya.

Aku dibawa ke kamarku.

Mengganti baju dengan jubah berwarna kuning.

walau kesal aku terpaksa.

"Swanzi menemuimu kemarin? " tanya Raja Yuko.

"Tentu saja, aku sudah menebak kau lebih tau dari aku" kataku santai duduk dengan hidangan di meja dengan camilan yang banyak.

Aku kali ini disambut dengan gula-gula.

"Terakhir kau pergi tanpa pamit lagi"

kata Raja Yuko menatapku.

"Apakah aku harus selalu pamit? bukankah sudah menjadi kebiasaanku datang dan pergi" jawabku asal bicara.

Raja Yuko tersenyum.

"Kurasa hari ini kamu tidak akan bisa pulang" katanya.

"Kenapa?Baginda menyegel portalku lagi?" aku menggerak-gerakan gelang di tanganku. Tidak lagi mencengkram kulitku.

"Sepertinya kau sudah menyukai gelang itu" kata Raja Yuko.

"Akan kukembalikan kalau semuanya normal" jawabku.

"Berarti kau sudah tau, kalau Dunia Zink masih belum normal" katanya menatapku.

Aku terdiam sejenak.

"Entahlah, aku mengangkat bahu"

"Gadis pintar" katanya berdiri menepuk-nepuk kepalaku dengan lembut.

**

Raja Yuko berjalan ke arah pintu, kupikir akan meninggalkan aku sendirian di kamar.

Ternyata dia berbalik, "Jangan kembali malam ini" katanya mengingatkanku.

"Tapi aku harus pulang, kedua orang tuaku sedang perlu perawatan" kataku.

"Semakin sering kau kembali ke duniamu, Roh Jahat akan selalu mengejar keberadaan mu dan menggangu keluargamu"

Katanya.

Kami berdiri berhadap-hadapan.

"Apa yang mereka inginkan dariku" kataku.

"Kekuatan Keabadian" kata Raja Yuko.

"Aku tidak tau hal itu, dan apa itu abadi?" tanyaku.

"Tanyakan dirimu sendiri" katanya.

"Baiklah, kita buat perjanjian. Aku akan mengabari orang tuaku bahwa aku sedang dinas keluar negeri, aku minta cuti dari kantor sebulan ini menyelesaikan segalanya, tapi aku harus kembali dulu malam ini membereskan segala sesuatunya" aku menawarkan perjanjian.

"Kau harus tetap disini malam ini" katanya.

"Baik besok aku kabari orang tuaku anggaplah aku lembur, bagaimana?" tidak ada hari esok.

"Hah!?" aku kesal melotot ke Raja Yuko dengan tidak sopan.

Seenaknya mengatur hidupku.

"Kita akan kembali malam ini sesuai aturanku, tidak ada tawar menawar" katanya.

Aku menganga...

**

Bersambung...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!