Indonesia
NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Dia belum siap kembali ke masa itu.

Gavin dan Reghan berjalan berdampingan di koridor rumah sakit menuju laboratorium. Suasana terasa canggung, bukan karena keduanya bermusuhan, melainkan karena mereka menyadari satu hal, di antara mereka ada satu sosok wanita yang sama-sama mereka lindungi, meski dengan cara yang berbeda.

Reghan menjalani pengambilan sampel darah tanpa banyak bicara. Hanya ekspresi tegang yang tak pernah lepas dari wajahnya. Saat jarum suntik menusuk kulit, ia menatap lurus ke dinding, mengingat kembali sorot mata kecil yang memanggil Mama saat itu, suara lembut yang membuat jantungnya berhenti sejenak.

Ketika proses selesai, perawat pergi meninggalkan mereka berdua. Gavin berdehem pelan, mencoba mencairkan suasana.

“Biasanya hasil tes kecocokan akan keluar dalam dua sampai tiga hari. Kalau cocok, kita langsung lanjut ke tahap pemeriksaan lanjutan.”

Reghan mengangguk singkat. “Baik, saya akan menunggu berapa pun lamanya.”

Gavin menatapnya serius. “Tuan Reghan, saya harus jujur. Saya menghargai keputusan Anda untuk membantu Revano. Tapi saya juga punya tanggung jawab melindungi Arum. Saya tidak ingin dia terluka lagi, baik secara fisik maupun batin.”

Reghan menatap balik, suaranya menurun. “Saya tidak datang untuk menghancurkan hidupnya, Dokter. Justru sebaliknya, jika Tuhan memberiku kesempatan menolong anakku … itu berarti aku diberi kesempatan kedua. Dan aku tidak akan menyia-nyiakannya.”

Gavin menatapnya lama. Ada sesuatu di mata Reghan, ketulusan yang ia belum pernah lihat sebelumnya. Tapi ia juga tahu, Arum terlalu hancur untuk mempercayai apa pun yang datang dari masa lalunya.

Beberapa jam kemudian, Gavin kembali ke ruang rawat anak. Revano sudah tertidur dengan selang infus di tangannya, wajahnya pucat namun tenang. Arum duduk di sisi ranjang, menatap anak itu dengan mata yang masih sembab.

“Bagaimana hasil pemeriksaanmu?” tanya Gavin lembut.

Arum menggeleng lemah. “Dokter bilang aku nggak cukup kuat … tubuhku terlalu lemah.” Ia berhenti, suaranya pecah. “Gavin, kalau tidak ada donor yang cocok, apa yang akan terjadi sama Revano?”

Gavin berusaha tersenyum, menenangkan. “Masih ada banyak kemungkinan, Arum. Masih ada banyak orang yang bisa diuji. Jangan dulu berpikir buruk.”

Arum menggenggam tangan anaknya, menatap wajah kecil itu dengan penuh kasih. “Aku sudah kehilangan segalanya, Gavin … aku tidak bisa kehilangan dia juga. Revano satu-satunya alasan aku bertahan hidup.”

Gavin menatapnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan, antara simpati dan ketakutan. Karena tanpa Arum tahu, seseorang di luar sana tengah menunggu hasil tes yang bisa mengubah hidup mereka bertiga.

Sementara itu, di parkiran rumah sakit, Reghan duduk di dalam mobilnya. Tangannya mengepal di atas setir, matanya menerawang ke arah gedung tempat Arum berada.

“Aku tidak tahu bagaimana harus menebus semuanya,” bisiknya pelan. “Tapi kali ini … aku akan melindungi kalian berdua, bagaimanapun caranya.”

Lampu parkiran menyala satu per satu. Hujan mulai turun gerimis. Dan di balik kaca yang buram, Reghan memejamkan mata, berdoa agar darahnya cukup untuk menyelamatkan nyawa anak yang baru saja ia temukan, darah dari daging dan tulangnya sendiri.

Dua hari telah berlalu, kini di ruang dokter, suasana terasa tegang. Laporan hasil tes kecocokan donor tergeletak di atas meja, dikelilingi oleh tiga orang, Dokter Gavin, dokter anak yang menangani Revano, dan Reghan yang duduk dengan wajah serius.

Dokter anak itu membuka berkas perlahan. “Tuan Reghan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda cocok sebagai pendonor untuk Revano.”

Sekilas, mata Reghan berbinar, ada secercah harapan yang langsung muncul di wajahnya. Tapi sebelum ia sempat berkata apa-apa, dokter itu melanjutkan kalimatnya.

“Namun … kondisi kesehatan Anda tidak memungkinkan untuk menjalani prosedur itu.”

Reghan mengerutkan dahi. “Maksudnya?”

Dokter menatapnya dengan hati-hati. “Anda masih memiliki komplikasi dari kecelakaan beberapa tahun lalu, organ dalam Anda, terutama sumsum tulang belakang, menunjukkan tanda-tanda kerusakan jaringan akibat trauma lama. Jika Anda memaksakan diri menjadi donor, itu bisa mengancam nyawa Anda sendiri.”

Ruangan langsung sunyi, Gavin menatap meja tanpa bicara, sedangkan Reghan menunduk, menatap kedua tangannya yang terkepal di pangkuan.

“Lalu … kalau bukan aku, siapa?” suaranya berat, parau. “Apa nggak ada cara lain untuk nolong anak itu?”

Dokter anak saling pandang dengan Gavin sebelum menjawab pelan, “Ada satu cara, tapi … caranya sulit.”

Reghan menatap tajam. “Apa pun itu, katakan.”

“Donor darah tali pusar dari saudara sedarah atau sekandung.”

Kalimat itu jatuh seperti batu besar di tengah ruangan. Gavin memejamkan mata sesaat, mencoba mengatur napas, sementara Reghan mematung di kursinya.

“Saudara kandung?” Reghan mengulang dengan suara nyaris berbisik. “Maksud Anda … saya harus punya anak lagi?”

“Tidak harus sekarang,” jawab dokter hati-hati. “Tapi darah tali pusar dari bayi yang lahir dari garis keturunan yang sama biasanya memiliki kemungkinan tinggi untuk menjadi donor paling cocok bagi penderita leukemia jenis ini.”

Gavin mengepalkan tangan di bawah meja. Dia tahu arah pembicaraan itu akan menuju sesuatu yang lebih dalam, kemungkinan dia akan kehilangan Arum, dan kehilangan cinta dan harapannya.

Reghan terdiam lama, lalu berdiri dengan sorot mata penuh amarah dan frustrasi. “Jadi … satu-satunya cara agar anakku tetap hidup adalah dengan cara dia punya adik kandung?”

Dokter mengangguk perlahan.

Reghan menghela napas berat, suaranya pecah saat berkata, “Anakku … sudah cukup menderita. Aku nggak mau dia kehilangan harapan hanya karena tubuhku rusak.”

Gavin akhirnya angkat bicara, suaranya tajam namun terkontrol.

“Tuan Reghan, bahkan kalaupun itu benar, Arum ... punya hak untuk tahu semuanya, mungkin dia dalam kondisi tidak siap untuk menghadapi masa lalu itu lagi.”

Reghan menatapnya, tajam. “Aku tahu, aku tahu dia membenciku.” Ia berhenti sejenak, suaranya menurun, getir. “Tapi kalau harus aku yang hancur biar anak itu hidup … aku rela.”

Gavin menatapnya lama, melihat bukan lagi pria dingin pewaris Argantara di hadapannya, tapi seorang ayah yang baru saja menyadari arti kehilangan. Namun di hatinya sendiri, Gavin tahu satu hal pasti, cepat atau lambat, Arum akan tahu siapa yang datang untuk menyelamatkan anaknya, dan saat itu tiba, luka lama mereka akan terbuka lagi, jauh lebih dalam dari sebelumnya. Dan Gavin harus bersiap kehilangan Arum selamanya.

1
Ragil Saputri
Arum, kamu hrs kuat hrs sabar menghadapi orang" di sekelilingmu, yg akan memisahkan kamu dri Regan, dan itu adalah orang" licik yg hanya memanfaatkan ketidakberdayaan Regan, demi mendampingi Regan bangkit demi mempertahankan rumah tangga kalian
Ragil Saputri
elion adik tiri tegan, dan elena mantan tunangan Regan yg akan menikah dgn elion karna Regan kecelakaan, bener kata Oma Hartati, kamu hrs bangkit Regan jiwamu hrs bangkit walau ragamu tak tak bisa berdiri
Ragil Saputri
bangkit Regan, ada Arum yg akan setia disisimu, meski belum ada easa cinta diantara kalian
echa purin
👍
e²n
satu keluarga sakit jiwa semua
reza indrayana
sudah baca Thor.. 🥰🥰
Ragil Saputri
Arum, jgn samakan Arum dgn wanita" masa lalu mu Reghan.... Arum tulus mau menjadi istrimu, istri yg sesungguhnya.... bukalah sedikit pintu hatimu Reghan
Ragil Saputri
Reghan keras kepala karna merasa dia tak bisa berbuat apa-apa UNTUK dirinya sendiri, sedangkan Arum keras kepala karna merasa punya tanggung jawab sebagai seorang istri.... apakah Reghan akan luluh hatinya setelah hadirnya Arum...
Ragil Saputri
hadir Thor Aisyah alfatih, salam kenal dri penggemar novel dri Belitung 🤗
karya yg sangat bagus Thor 👍 sukses selalu
Aisyah Alfatih: Hallo, kakak.

salam kenal 🙏
total 1 replies
Ade Chubi
cerita nya sudah lama tp aku baru baca 2026 sekarang ,ternyata seru juga cerita nya bikin penasaran dan gaya bahasa nya mudah di simak
evana gusani
baru mampir
Anonim
Baguslah mending pergi untuk apa laki laki spt itu cintanya cuma d mulut , ngk mau membela ketika isyri d sakiti
Anonim
Menyakiti istri wajar klo pergi
Anonim
keluarga gila
Anonim
kshan arum
akan menyesal dia
Just RMD
gak kebayang posisi mereka gimana, suwer deh
Yulia
Ceritanya bagus di awal penuh dg air mata...cuma ya itu terlalu fokus ke tokoh utama sedangkan tokoh antagonis cuma di ulik sedikit itu pun d akhir,, seperti Alena dan keluarga angkatnya Arum,sama sekali GX d senggol GX d bahas bagaimana karma akhir nya.
mksh othooor semangat terus berkarya 💪💪
Yulia
yang ini malah udah baca...bagus ceritanya
ronarona rahma
sakit bangetttt😭😭😭😭😭
Aila Varisa
kyak ny mreka kluarga miskin pura2 kaya🤣🤣🤣 gak punya cctv .. apa msih jaman kuno(purba)🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!