bagaimana jadinya saat seorang Gadis bernama Aulya Ronglay adalah Artis terkenal dengan semua jenis penghargaan yang telah mengharumkan namanya masuk ke Dunia Novel dan lucunya sebagai pemeran Figuran? .
Aulya memiliki sebuah Cincin usang yang ditinggalkan sejak kecil dari Kedua Orangtuanya, Aulya tidak tau Cincin itu keberuntungannya sampai suatu saat Ia membaca Novel yang namanya sangat mirip dengan pemeran figuran dalam Kisah itu yang hidupnya di sakiti tanpa sengaja oleh pemeran Protagonis Pria yang sudah jatuh Cinta pada Pemeran Protagonis Wanita.
Aulya tidak suka karakter lemah Sosok Pemeran Figuran itu seperti tidak ada Pria lain di muka bumi dunia Novel itu.
Selow Update??!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketahuan
Robby masih mengejar Aulya sampai ke Parkiran bahkan berani menahan pintu masuk Mobil Aulya yang hendak memasuki Mobilnya, Aulya menatap tajam Robby.
"singkirkan tanganmu..!" titah Aulya dengan dingin.
Robby menggeleng kepalanya, "setiap manusia punya kesempatan kedua Aulya, kenapa kamu begitu jahat tidak memberiku kesempatan kedua? aku janji akan berubah untukmu."
Aulya mendekati Robby lalu menginjak kaki Robby dengan heelsnya sangat kuat seperti begitu dendam.
"ahh?? sakit Aulya.!" ringis Robby.
Aulya melepaskan kakinya dari Robby sambil menatap sinis lalu berkata, "kenapa aku harus bersikap baik padamu? dasar tidak tau malu.!"
Aulya pun memasuki Mobilnya meninggalkan Robby yang kesakitan.
"ini semua karna wanita ular bermuka dua itu, Aulya jadi berubah." gumam Robby seketika wajahnya memerah mengingat Aneta yang licik.
"kalau saja dia tidak menggodaku saat itu dengan tatapan sok polosnya itu mungkin aku dan Aulya sudah bahagia sekarang, kami akan bertunangan, menikah dan punya anak." gumam Robby dengan frustasi seolah-olah Aneta yang menggodanya duluan.
Robby bahkan tidak ingat kalau dirinya yang sudah terjerat dengan lembah kelicikan Aneta, Ia benar-benar sangat bodoh bahkan berulang kali Aulya memberitaunya kalau Aneta tidak sebaik yang dikira tapi memang Robby-nya saja yang bodoh malah menyalahkan Aulya yang ingin dicintai olehnya bahkan mengusir Aulya tanpa belas kasihan.
Robby menjerit keras sehingga Orang yang lalu lalang malah menjauhi Robby sebab menurut mereka Robby sudah gila.
.
di tempat lain,
Aneta mengintip dibalik tembok sambil melihat sekitar, "bagaimana caranya aku bisa masuk ke Toko itu? tempat itu khusus untuk pelanggan Black Card sementara si Robby yang bodoh sudah tidak bisa dikuras lagi." gumam Aneta celingukan.
Aneta dapat kabar kalau Rinaldy berada di tempat itu untuk mencari pakaian spesial undangan Rinaldy beberapa hari lagi yaitu acara perayaan khusus setiap pekerja hukum beserta Keluarganya.
Aneta melototkan matanya melihat sosok Aulya keluar dari Mobil mewah bersama seorang perempuan cantik yang telah di modis oleh Aulya, Aneta kenal dengan perempuan itu adalah Tania yang telah menjadi Model cukup terkenal saat ini.
"kenapa dia kesini? apa dia sengaja mau bertemu dengan Tuan Rinaldy? ini tidak bisa dibiarkan." gumam Aneta menggeleng-geleng tidak terima.
Aneta sudah berhari-hari mencari tau tentang jam Rinaldy harus keluar kemana saja dan sekarang Aulya tiba-tiba muncul untuk mengambil kerja kerasnya.
Aulya dan Tania berbincang serius.
"Tania? kamu harus jaga sikapmu di Toko ini nanti, aku akan bicara dengan pemilik Toko yang ingin melihat-lihat hasil gaunku di Album foto, kalau kamu bisa jaga sikap aku sangat yakin pemilik Toko akan menjadikanmu Modelnya." jawab Aulya.
Tania melebarkan matanya sambil memeluk erat Album Foto berisi seluruh gaun model yang Aulya buat seolah tidak ingin memperlihatkan benda itu pada Orang lain.
"tapi aku bekerja untukmu Aulya, bukan untuk yang lain." protes Tania.
Aulya mengangguk karna saat di dunia nyata Ia juga mengalami hal yang sama tapi dengan Tania mau menjadi Model dari tempat lain maka nama Tania akan semakin terkenal dan kelak Tania akan menjadi Artisnya serta Aulya akan membangun semua Agensi besar khusus Artis, Model dan lainnya sementara Aulya akan menjadi CEO.
Aulya tidak menyesali keputusannya karna yang terpenting adalah uang baginya sementara ketenaran Aulya sudah pernah merasakan.
"aku tidak menahanmu berkarir Tania tapi aku tidak mengizinkanmu keluar dari Zona kepemilikanku, kamu tetap menjadi milikku dan cari ketenaran karna itu akan sangat membantuku mengenalkan gaun ciptaanku pada dunia." omel Aulya serius.
Tania tampak diam memikirkan, "ok kalau itu maumu." jawab Tania sambil tersenyum hingga tiba-tiba Tania menarik tangan Aulya yang sibuk berbicara dengannya sampai tidak sadar ada Aneta menghadang jalan mereka.
"Aulya? ngapain kamu kesini?" tanya Aneta tersenyum manis.
Tania berdecak kesal sepertinya Ia mulai berani dengan Aneta apalagi berita tentang Aneta sudah tersebar dimana-mana.
Aulya berubah datar, "apa menjawab pertanyaanmu penting? ini toko baju tentu saja aku mau beli Baju, kamu pikir mau beli Ban Mobil?"
Tania menahan tawanya sekuat tenaga, Aulya sangat lucu menanggapi pertanyaan Aneta.
Aneta tetap mencoba untuk tersenyum, "kamu bicaranya santai aja Aulya, apa kamu marah sama aku udah mengambil Robby darimu? sekarang aku dan Robby tidak punya hubungan apapun lagi, kamu bisa mengambilnya lagi."
Aulya menaikkan sebelah sudut bibirnya sementara Tania ingin sekali mencakar wajah Aneta dengan kuku panjangnya yang indah tapi masih sayang kukunya daripada merusak wajah tidak tau malu Aneta.
"siapa juga yang mau barang bekas, apa karna dia tidak bisa kamu peloroti lagi maka nya mencampakkannya?" sambat Aulya dengan datar.
Aneta melebarkan matanya lalu Aulya mendekatinya dan berbisik.
"aku tidak peduli apa yang kau pertahankan tapi alasanku kesini bukan seperti yang ada dalam pikiranmu." bisik Aulya dengan nada merendahkan.
Aulya menjauhkan pandangannya dan bersitatap dengan mata Aneta yang terbelalak tak percaya sebab Aulya tau apa yang membuatnya nekat berbuat hal ini yaitu sengaja menahan Aulya.
Aulya mendorong bahu Aneta sambil tersenyum kecil lalu melangkah pergi meninggalkan Aneta, "sepertinya aku harus memberinya hadiah berupa sertifikat tidak tau malu." batin Aulya geleng-geleng kepalanya pertanda Ia tidak paham dengan pemikiran Aneta.
Aneta mengelus bahunya sambil melihat kepergian Aulya dan Tania, "kenapa dia bisa tau pemikiranku? apa yang dia pikirkan? aku sangat polos kan?" gumam Aneta memegang kedua pipinya sendiri.
selama ini Aneta bisa menjaga ekspresinya yang dianggap sangat polos serta jauh dari kesan perempuan jahat tapi kenapa Aulya bisa tau dirinya memiliki maksud tersembunyi sampai Aneta tersadar Aulya dan Tania sudah masuk ke Toko membuat Aneta terkejut langsung berlari mengejar Aulya tapi para penjaga Toko tidak membiarkan mereka masuk karna tidak memperlihatkan Black Cardnya.
Toko itu khusus untuk pelanggan VVIP yang memiliki kualitas yang sangat baik, jika Toko itu membuka untuk semua kalangan maka kebanyakan dari mereka hanya melihat-lihat, memotret untuk di posting ke Sosmed lalu pergi tanpa membeli tapi sudah merusak merek hanya karna harga yang mahal demi mencari perhatian.
"apa dia pikir aku tidak tau kalau dia sengaja menahanku? dasar sok pintar yang mau membodohi Orang lain." ledek Aulya menggeleng kepalanya pelan.
"Aulya? apa dia mau menumpang masuk ke Toko ini denganmu?" tanya Tania tersenyum kecil.
Aulya terdiam lalu menepis tangannya di udara, "biarkan saja dia melakukan apapun yang dia mau asalkan jangan menggangguku, dia dan Pria itu sama saja." gerutu Aulya.
Tania mengangguk saja lalu mereka berjalan menuju lantai 6 tempat pertemuannya dengan pemilik Toko Elit itu.