Indonesia
NovelToon NovelToon
'The Mystery Behind,"Friend'S

'The Mystery Behind,"Friend'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Horor
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: rasika_ajai

jangan percaya kepada siapapun karna orang yang kamu percaya belum tentu setia kepada mu

jangan pergi menaruh harapan kepada manusia untuk di cintai karna belum tentu cinta yang kita harapkan itu tulus bisa jadi itu hanya tipuan untuk menghancurkan kita?

jangan berharap cerita ini akan berakhir manis karna semua tokoh tidak ada yang murni baik

Update akan di usah kan untuk setiap hari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rasika_ajai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23.

.

.

.

Kenzo berjalan paling depan dengan gaya yang santai namun mengintimidasi tatapannya tertuju pada cika pacarnya, sebelum beralih menatap sika yang dikerumuni oleh Nana dan Renzo.

" rame bener lagi bagi-bagi sembako?"celetuk Bagas dengan sifat cerewetnya yang khas langsung duduk di sebelah Gilang dan ikut mengganggu ketenangan di sana.

saka, sang wakil ketua hanya diam dengan wajah dingin dan datar ia berdiri menyandar di pohon tak jauh dari Alvino, matanya yang tajam mengawasi keadaan sekitar dengan waspada. sementara itu Harsa yang biasanya kaku dan irit bicara diam-diam melirik ke arah nana yang sedang manja pada Sika ada kilatan lembut di matanya yang dingin saat melihat wajah ceria Nana meski ia langsung membuang muka saat harsa menyadari Gilang memperhatikannya.

Kenzo berdiri tepat di samping Cika iya melirik sekilas ke arah lorong tempat Demian pergi tadi seolah instingnya menangkap sisa-sisa ketegangan di udara.

"ada masalah?" tanya Kenzo pendek, suaranya berat dan tertuju pada Cika namun matanya melirik ke arah sika.

Cika hanya menggeleng pelan." enggak cuman si ketua OSIS lewat."

mendengar nama Jamian yang disebut rahang Kenzo seketika mengeras ia tahu betul siapa cemilan dan betapa pria itu sangat membenci keberadaan mereka di sekolah ini, Kenzo kemudian beralih menatap sika.

"dia ganggu lo, sik?" tanya Kenzo lagi meskipun sering bercocok dengan Cika karena cemburu melihat kedekatannya dengan sika, Kenzo tetap menganggap Sika adalah rumah bagi pacarnya yang harus dia lindungi.

Sika tersenyum menenangkan. "enggak kok ken cuman masalah buku perpustakaan."

"Bagus lah" gumam Kenzo kemudian menarik tangan cika menyuruh pacarnya untuk berdiri."ayo balik ke kelas sebentar lagi bel gue nggak mau dengar ada yang kena poin lagi hari ini gara-gara telat masuk."

alvino yang sejak tadi hanya dia mengamati akhirnya bergerak ia berjalan mendekati sika yang masih diapit oleh Nana dan Renzo.

"biar gue yang bawa bukunya." ucap Alvino singkat ia langsung mengambil buku dari tangan Sika sebelum gadis itu sempat menolak tangannya sempat bersentuh dengan sika.

saat Alvino mengambil buku dari tangan Sika sebuah lembaran tipis meluncur jatuh dari sela-sela halaman foto berukuran 12 * 12 dengan warna yang sedikit memudar itu mendarat di atas rumput.

"eh, apa nih foto siapa?."Bagas dengan gerak cepat menyambar foto itu sebelum menyentuh tanah.

"sini liat! Kepo gue" seluruh Raka sambil menarik sudut foto itu dari tangan Bagas.

"ih, Jangan ditarik nanti rusak!"mana yang panik melihat foto sih kak di tarik-tarik ikut menjulurkan tangan dan menarik paksa foto itu agar kembali ke tangannya.

Krak.

suara sobekan kertas yang tipis itu terdengar begitu nyaring di tengah kerumunan mereka foto itu lebih menjadi dua bagian yang tidak beraturan potongan gambar di tangan Raka dan Nana kini menyisakan garisan robekan kasar tepat di tengahnya.

seketika tawa Bagas berhenti, Raka mematuk dan Nana langsung melepaskan kertas itu dengan wajah pucat.

sika terdiam, matanya yang biasanya hangat kini menatap dua potongan kertas di tanah itu bukan sekedar foto lama itu adalah satu-satunya peninggalan terakhir dari kakaknya yang selama ini ia jaga seperti nyawanya sendiri foto yang selalu menjadi kekuatannya saat hancur.

seluruh anggota shadow pulse terdiam. Kenzo yang biasanya keras kepala kini tak berani bersuara Cika yang dingin pun hanya bisa menatap Sika dengan kekhawatiran yang mendalam, Alvino yang berdiri di belakang Sika menghafalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih, amaranya memuncak melihat benda berharga jika dirusak oleh kecerobohan teman-temannya.

Sika membungkuk pelan dengan tangan yang sedikit bergetar, iya mengambil dua potongan foto itu, ia tidak marah, tidak ada teriakan, tidak ada tangisan, ia hanya menatap potongan kertas itu dengan tatapan kosong seolah dunianya baru saja runtuh berkeping-keping di depan matanya sendiri.

tanpa sepatah kata pun, sika berbalik, ia berjalan menjauh meninggalkan lapangan melewati Kenzo dan yang lain seolah mereka adalah bayangan yang tidak terlihat.

" Sika..." panggil Nana lirik namun sika tidak menoleh.

punggung gadis itu perlahan menjauh tampak begitu kecil dan rapuh di tengah luasnya lapangan sekolah, ia pergi membawa luka yang tidak berdarah meninggalkan mereka semua dalam rasa bersalah yang mencekam.

keheningan di lapangan itu tidak bertahan lama begitu punggung Sika menghilang di balik belokan gedung, suasana mendadak pecah oleh rasa Pani dan bersalah yang meledak menjadi kemarahan.

" tuh kan! Ini gara-gara Lo gas! Ngapain sih pakai diambil segala!."bentuk Raka sambil mendorong bahu Bagas wajah cerianya menghilang berganti dengan guratan frustasi.

" kok gue?!Lo yang tarik-tarik ka! kalau lo nggak narik nggak bakal sobek! " balas Bagas tidak terima suaranya meninggi mencoba membela diri meski tangannya sedikit gemetar.

mana yang sandari tadi memegang potongan kertas itu mulai terisa air mata membasahi pipinya " kalian berdua tuh yang salah! aku cuman mau selamatin fotonya! Sekarang gimana... Sika nggak pernah kayak gitu sebelum nya Dia.. Dia nggak ngomong apa apa."

"ya karena dia hancur Nana!"potong Cika dengan suara yang begitu dingin hingga sanggup membekukan perdebatan mereka Cika melangkah maju menatap Bagas, Raka dan Nana bergantian dengan tatapan menusuk." kalian tahu itu satu-satunya barang yang paling dia jaga, dan kalian merusaknya cuman karena bercandaan sampah kalian."

" cik.. Kita nggak sengaja.." cicit Raka.

"nggak sengaja nggak bakal balikin foto itu jadi utuh." sahut Gilang ketus, ia mengapa kan tangan menahan diri untuk tidak memukul." kalian bertiga benar-benar keterlaluan hari ini."

di tengah keributan itu Alvino hanya berdiri diam namun aura di sekitarnya jauh lebih mengerikan. matanya yang gelap terus menatap ke arah Sika pergi, obsesi di dalam dirinya bergejolak ia merasa gagal karena tidak bisa melindungi benda berharga milik Sika baginya melihat Sika hancur seperti itu adalah sebuah dosa besar yang dilakukan teman-temannya.

" Berisik" desis Alvino pelan, namun sanggup membuat Bagas dan Raka terdiam seketika.

Alvino melirik mereka satu persatu dengan tatapan merendahkan." kalian bukan cuman ngerobak kertas kalian ngerusak satu-satunya alasan dia buat senyum. kalau Sika nggak mau balik ke mansion, gue sendiri yang bakal bikin kalian gak akan pernah bisa melihat senyum Sika lagi."

tanpa menunggu balasan, Alvino melangkah pergi menyusul arah sikap meninggalkan Bagas Raka dan Nana yang mematung dalam rasa penyesalan yang mendalam Saka dan harsa hanya bisa menghelan nafas berat sementara Kenzo dan Chika saling lirik mereka tahu keretakan foto itu mungkin awal dari konflik yang akan datang.

...----------------...

area parkir itu kini terasa mencekam kekosongan di tempat motor Sika biasanya terparkir seolah menjadi tamparan keras bagi mereka semua.

" Sik, jangan bercanda.. " bisik Raka, suaranya gemetar." sika nggak pernah pergi sendirian ke minimarket depan aja dia minta ditemani sekarang dia ke mana?."

"ini aneh" sambung Nana yang sudah menangis sesenggukan."Sika nggak tahu jalan-jalan di kota ini dia selalu sama kita kalau dia tersesat gimana? kalau dia kenapa-napa di jalan gimana?."

kepanikan mulai menjalar Raka mondar-mandir dengan nafas memburuk. sementara albino berdiri kaku dengan mata yang memancarkan aura membunuh, kenyataan bahwa sika yang biasanya selalu ada di jangkauan mereka kini menghilang tanpa jejak membuat logika mereka lumpuh, mereka tidak tahu harus mencari kemana karena sika tidak punya tempat pelarian lain selain mansion.

di tengah kekacauan itu, Saka yang sendari tadi hanya dia memperhatikan, akhirnya angkat bicara dengan suara yang berat dan tenang.

" Berhenti"

semua mata tertuju pada wakil ketua yang biasanya tidak pernah mengeluarkan suara itu.

"kalian makin panik makin nggak bisa mikir" ucap Saka datar."sikap terpukul foto itu dunianya dia butuh waktu untuk menata hatinya yang hancur Dia mungkin cuman butuh sendirian tanpa melihat wajah-wajah yang bikin dia ingat kejadian tadi siang."

"tapi dia nggak pernah pergi sendirian sak!"bentak Gilang frustasi.

"kasih dia waktu"potong saka tegas menatap Gilang tanpa emosi."dia orang dewasa dia tahu cara jaga diri meskipun dia jarang keluar sendirian makin kita kepung sekarang makin dia sesat kita pulang ke mansion, tunggu di sana kalau sampai tengah malam dia belum balik baru kita arahkan semua anak shadow pulse buat cari dia"

meskipun berat kata-kata Saka ada benarnya dengan perasaan yang hancur dan penuh kekhawatiran mereka memutuskan untuk pulang.

se perpanjang perjalanan menuju mansion tidak ada obrolan konyol seperti biasanya suasana di atas motor masing-masing terasa hampa saat mereka sampai di Mansion.

mereka semua berkumpul di ruang tamu duduk dalam diam Nana terus memandangi pintu masuk, berharap sika muncul, Raka dan Bagas hanya menunduk lesu sementara Alvino berdiri di sudut gelap, matanya terus menatap jam dinding yang berdetak lambat.

setiap detik terasa seperti jam kekhawatiran mereka memuncak: dimana Sika sekarang? Dan apakah dia tidak akan bisa memaafkan mereka ?

1
zxyx
sombong juga ya
zxyx
ternyata gue nulis banyak typo nya ya
Roro
" kami akan dedy antar ke sekolah yang ada di tempat oma kamu"
perlu banyak revisi ulang deh Thor,
padahal ceritanya bagus, sayang kurang tanda bacanya
Roro
Thot setiap kalimat langsung sebaik nya pakai tanda kutip
misal

"Dedi baik baik saja ?"
Roro
baoak nya gak ngerti takdir kek nya
maut itu dah ada yang atur, aman ada anak yang bawa sial .. hehhh geram sama bapak nya
psyche
Gemes banget sama karakternya, suka suka suka!
Setsuna F. Seiei
🤗Terima kasih author untuk menulis cerita yang sangat menghibur ini. Aku akan merekomendasikannya kepada teman-temanku.
Mokey D.Luffy
Gemes banget deh ceritanya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!