Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12.

Sultan mengucapkan kabul dengan mantap dalam satu kali tarikan napas. Lalu diikuti kata sah oleh para saksi dan kerabat yang hadir, menggema memenuhi ruang tamu kediaman Eyang Bramantyo.

Pak penghulu melanjutkan dengan membacakan doa untuk kedua mempelai supaya pernikahan mereka diberikan keberkahan. Sultan menundukkan kepala menengadahkan kedua tangan mengaminkan setiap doa yang dipanjatkan.

Di sampingnya, Kahiyang tak dapat menyembunyikan rasa haru yang membuncah dalam dada. Seorang pemuda culun yang beberapa waktu lalu masih menjadi rekan kerjanya, kini telah resmi berstatus suaminya. Setetes airmata jatuh membasahi pipinya.

Setelah penandatanganan dokumen dan penyematan cincin, Kahiyang mencium punggung tangan suaminya dengan takzim. Gantian Sultan yang kemudian mencium kening istrinya dengan penuh kasih, melafalkan doa lalu meniupkannya perlahan ke pucuk kepala Kahiyang.

"Assalamualaikum, wahai bidadari surgaku... Kahiyang Batari," bisik Sultan terasa merdu di telinga Kahiyang.

"Waalaikumsalam, wahai imamku," jawab Kahiyang berusaha menahan senyumnya hingga wajahnya merona merah. Ia lantas menundukkan kepala tak sanggup bersitatap dengan Sultan yang hari ini terlihat berbeda.

Rangkaian prosesi akad selesai, Sultan kemudian mengajak Kahiyang menghampiri kedua orangtuanya terlebih dahulu. Dengan penuh hormat, keduanya bersimpuh di hadapan Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana. Kahiyang mencium tangan kedua mertuanya, disusul Sultan juga melakukan hal serupa kepada orangtuanya.

Nyonya Kirana tak kuasa menahan haru. Diusapnya kepala Kahiyang penuh kasih, seolah ingin menyampaikan bahwa sejak saat itu, gadis tersebut telah menjadi bagian dari keluarganya.

"Jadilah istri yang baik untuk putra mama ya, Sayang. Kalau ada perbedaan, bicarakan baik-baik. Jangan biarkan masalah kecil menjadi besar hanya karena kalian sama-sama mempertahankan ego," pesan Nyonya Kirana lembut.

Kahiyang mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Iya, Ma."

Tuan Bahtiar kemudian memberikan nasihat kepada putranya. Tangannya menepuk bahu Sultan dengan penuh kebapakan.

"Menjadi suami bukan hanya tentang mencari nafkah dan melindungi. Kamu juga harus bisa menjadi tempat Kahiyang pulang ketika dunia terasa berat. Hargai dia sebagai istrimu dan jangan pernah meremehkan perasaannya."

Sultan mengangguk mantap. "Insya Allah, Pa."

Setelah itu, keduanya beralih menghampiri Pak Andika dan Bu Arimbi. Mereka kembali bersimpuh di hadapan kedua orangtua Kahiyang. Bu Arimbi mengusap kepala putrinya dengan lembut, sementara Pak Andika menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Mulai hari ini, kamu sudah punya rumah dan keluarga baru, Nak. Tapi jangan pernah merasa kehilangan rumah ini. Kapan pun kamu membutuhkan kami, datanglah," ujar Bu Arimbi dengan suara bergetar.

Kahiyang mengangguk sambil menahan tangis.

Pak Andika kemudian memberikan nasihat kepada putrinya agar selalu menjaga keharmonisan rumah tangganya. Setelah itu menatap Sultan dengan pandangan penuh arti.

"Dan kamu, Rafa. Saya titip putri kami. Bukan berarti menyerahkan seluruh tanggungjawab kepadamu seorang diri, tapi kalian harus saling menghargai, saling menjaga dan menguatkan."

Sultan menundukkan kepala dengan penuh hormat. "Insya Allah, Pa. Saya akan menjaga Kahiyang sebaik mungkin."

Nasihat dan doa dari kedua keluarga itu menjadi penutup rangkaian akad yang penuh haru.

Setelah seluruh rangkaian prosesi selesai, suasana rumah perlahan berubah lebih santai. Para keluarga dan kerabat memberikan ucapan selamat. Rendra dan Puspa, kedua adik Kahiyang datang menghampiri lalu memeluk kakaknya.

"Selamat ya, Mbak Ay. Puspa doakan semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah."

"Semoga cepat dikaruniai momongan dan bahagia sampai kakek nenek."

Kalimat yang Rendra ucapkan berhasil membuat wajah Sultan dan Kahiyang tersipu. Keduanya lantas saling berpandangan lalu terkekeh pelan.

"Makasih..." jawab Sultan dan Kahiyang serentak.

Rendra dan Puspa tersenyum melihat interaksi Kahiyang dan Sultan yang kompak. Keduanya merasa bahagia akhirnya kakak sulung mereka menemukan tambatan hati.

Selanjutnya mereka mulai menikmati hidangan yang telah disiapkan. Canda dan obrolan terdengar dari berbagai sudut ruangan, mengiringi kebahagiaan atas pernikahan Sultan dan Kahiyang.

Beberapa saat kemudian Kahiyang meminta izin. "Aku ke toilet bentar ya, Raf."

"Perlu aku temani?" tanya Sultan.

"Ini rumah eyang, lagian masih siang. Nggak akan ada yang berani macam-macam," sahut Kahiyang yakin.

"Ya udah, hati-hati," pesan Sultan.

Kahiyang mengangguk lantas segera pergi ke belakang. Namun, sesaat setelah selesai dengan urusannya, seseorang berdiri di depan pintu membuatnya langsung tersentak kaget. "Astaghfirullah...!" pekiknya seraya memegang dadanya.

Pria yang tak lain adalah Tedy itu tersenyum tipis. "Jadi, akhirnya kamu menikah juga setelah beberapa tahun gagal move on dariku."

Tatapan pria itu menyapu Kahiyang dari atas hingga bawah, kemudian beralih pada cincin yang melingkar di jari manisnya. "Aku cuma nggak nyangka aja, seleramu ternyata bisa serendah ini, Kahiyang."

Kahiyang mengernyitkan dahi. "Apa maksud, kamu?"

Tedy kembali terkekeh sinis. "Aku pikir kamu punya standar tinggi, ternyata aku salah. Kamu malah memilih laki-laki seperti dia."

"Jaga ucapanmu, Tedy," sergah Kahiyang sambil menunjuk ke arah pria itu.

Bukannya berhenti, Tedy justru semakin puas melihat wajah Kahiyang yang mulai berubah. "Kenapa? Apa aku salah? Lihat saja suamimu itu... culun, kikuk, bahkan dari penampilannya saja sudah kelihatan kalau dia bukan tandinganku."

Kahiyang mengepalkan tangan. "Cukup...! Aku tak butuh penilaianmu."

Namun, Tedy belum berhenti. "Atau jangan-jangan kamu menikah dengannya karena sudah nggak ada lelaki lain yang mau sama perawan tua sepertimu?"

Kalimat terakhir itu membuat kesabaran Kahiyang runtuh. Tanpa berpikir panjang, tangannya terangkat dan melayang tepat ke mulut Tedy.

Plak!!!

Tamparan itu membuat Tedy terdiam sesaat. Dia memegang sudut bibirnya yang terasa perih. Matanya nyalang menatap Kahiyang seakan ingin menerkan wanita itu.

Akan tetapi, bukannya takut, Kahiyang justru balas menatapnya dengan dada naik turun. "Jangan pernah menghinaku apalagi suamiku. Karena dia jauh lebih terhormat daripada lelaki sampah sepertimu!"

Kalimat yang Kahiyang ucapkan membuatnya tersinggung. Harga dirinya seakan terinjak-injak, membuat emosinya seketika tersulut.

Dia mengangkat tangan hendak membalas, tetapi sebelum sempat menyentuh Kahiyang, sebuah tangan lain lebih dahulu mencengkeram pergelangan tangannya.

Dia Sultan. Entah sejak kapan pria itu sudah berada di sana. Meski wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya berubah tajam. Cengkeramannya pada pergelangan tangan Tedy membuat pria itu tak mampu berkutik.

"Sampai tanganmu berani menyentuh istri saya, maka saya pastikan kamu akan menyesalinya!" ucapnya dengan tatapan mengintimidasi.

Tedy berusaha menarik tangannya. "Lepaskan!"

Sultan justru mempererat cengkeramannya. "Seorang lelaki yang menghina wanita sangat jelas menunjukkan seperti apa kualitas dirinya."

"Lelaki yang benar-benar punya harga diri tidak akan menjatuhkan perempuan hanya untuk merasa dirinya lebih tinggi. Dan lelaki pengecut akan selalu mencari cara untuk menyakiti orang lain ketika dirinya sendiri tidak mampu menerima kenyataan!" lanjutnya menegaskan.

Tedy terdiam, wajahnya memerah menahan amarah. Sultan kemudian melepaskan tangannya dengan kasar. "Jadi, jangan pernah menghina apalagi sampai menyentuh istri saya lagi!" ancamnya tak main-main.

Suara Sultan tidak keras, tetapi cukup menarik perhatian membuat orang yang berada di sekitar mereka. Suasana yang semula dipenuhi canda perlahan berubah hening.

Kahiyang menatap Sultan dengan mata berkaca-kaca.

Sementara dari arah ruang tamu, beberapa anggota keluarga mulai berdatangan setelah mendengar keributan.

"Ada apa ini?" Pertanyaan itu membuat semua orang terdiam.

Sultan segera berdiri di depan Kahiyang, sementara Tedy masih berdiri dengan wajah memerah menahan malu dan amarah.

Hari bahagia yang seharusnya dipenuhi tawa keluarga mendadak berubah tegang.

1
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ditendang keluar anton,sdh berani megoda istri bos🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
cari mati si Anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
👍👍 moomz
Nar Sih
ahir nya sdh jls sdh terungkap
Oma Gavin
waduh anton kamu cari mati hbs ini kamu langsung dipecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa dia oma😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor makin seruu dan bikin penasaran....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya mbak, ini lagi nulis🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ketinggalan 3 bab ... biasa ada kerjaan dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah🫰
total 3 replies
Patrick Khan
nah kan kayang tau jg😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biarinlah tahu. 😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
😂😂😂
ayang baru sadar kalo Rafa itu CEO, kamu aja shock apalagi nanti keluarga besar mu,🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ah, betul betul betul😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!