Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Perselingkuhan selalu menyisakan rasa sakit. Baik untuk yang selingkuh maupun yang diselingkuhi.
Di dalam ruangan kerja Arnold Wijaya.
Sonia menatap jauh ke arah jendela yang berada di ruangan itu. Pikiran masa lalunya mulai menyeruak di dalam ingatannya.
Sepuluh tahun yang lalu ia, Arnold dan Devan adalah sahabat baik sejak masih SMA.
Dan ketiganya pernah terlibat cinta yang rumit. Cinta segitiga, cinta dalam diam, namun saling menjaga perasaan.
Hingga suatu ketika sebuah insiden menghancurkan persahabatan mereka bertiga.
Sonia memilih Arnold sebagai pacarnya dan Devan pun patah hati lalu melanjutkan kuliahnya di luar negeri.
Dan saat Devan kembali ke tanah air, Sonia sudah menjadi ibu tirinya dengan tujuan licik menguasai aset Collin group.
" Sonia" Panggil seseorang yang membuat wanita seksi itu tersentak dari lamunannya.
"Arnold"
"Sayang, kamu memikirkan apa?" Tanya Arnold sambil memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
"Arnold, kamu benar benar mencintaiku?"
"Ehem"
"Nikahi aku!"
Deg
"Kenapa sayang? Kenapa tiba tiba kamu ingin menikah?Kalau kamu menikahiku bagaimana dengan perusahaan dan kekayaan Collin?Apakah sudah berhasil kamu kuasai seluruhnya?" Tanya Arnold dengan senyum licik sambil mengedarkan dekapannya.
Sonia memutar tubuhnya, menatap lekat wajah Arnold " Sebentar lagi sayang, tinggal 40 persen lagi semua beres, Devan memiliki saham tertinggi lebih dari 50 persen, setelah saham itu jatuh ke tanganku baru semua selesai ".
"Hahaha.... baiklah sayang, tidak percuma selama ini aku selingkuh denganmu".
"Arnold, kita sudah bersama sejak SMA, apakah kamu tidak bosan denganku? Bahkan saat aku menjadi istrinya laki laki tua itu, kita sering menghabiskan malam bersama" Ucap Sonia lekat.
Arnold tertawa lepas lalu merebahkan tubuh Sonia di atas meja kerjanya.
"Benar, dan tidak ada satupun yang tahu tentang hubungan kita" Bisik Arnold di telinga Sonia.
"Apa maksudmu!" Pekik Sonia merasa ada yang tidak beres dengan Arnold karena baru kali ini laki laki itu berbuat kasar kepadanya.
Bruk
Sonia mendorong tubuh Arnold hingga terpental, namun Arnold bangkit kembali dan mencengkram erat dagu Sonia " Lebih baik kamu menurut padaku Sonia! Atau kau tahu sendiri akibat melawanku!".
"Au! Brengsek kamu Arnold! Kamu memang bajingan, kamu telah membunuh Saskia, dan kakakmu sendiri yang kau jadikan tumbal!" Ucap Sonia dengan mata merah padam penuh amarah.
"Bukan aku yang membunuh Saskia tapi kamu yang bodoh hingga salah mengenali seseorang, seharusnya Andriana yang mati tapi kamu bodoh! Kamu justru membunuh Saskia!".
"Bajingan kamu Arnold! Aku tak akan melepaskanmu!" Gertak Sonia sambil terus meronta dari cengkraman tangan kekarnya Arnold.
Glodak... pyaar.....
Sebuah suara benda jatuh dari balik pintu membuat keduanya menghentikan aktivitasnya, menoleh bersamaan dan tercekat dalam diam.
Andriana yang dari tadi berada di balik pintu pun tak kuasa menahan tangisannya, ia berlari sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, berlari meninggalkan perusahaan Wijaya milik suaminya.
"Hiks hiks jadi Arnold yang membunuh Saskia" Gumam Andriana lirih di sela-sela tangisan dan rasa takutnya, ia terus berlari hingga berhenti di tepi jalan raya.
Kini ia tidak tahu lagi harus bagaimana, hanya Devan satu satunya harapan yang bisa melindunginya.
Andriana menghentikan taksi dan bergegas masuk ke dalamnya, berharap Arnold atau anak buahnya tidak ada yang mengikutinya.
"Aku harus segera tiba di rumah untuk mengemasi barang barangku, dan bukti bukti kejahatannya yang berada di dalam laptopnya aku harus bisa mendapatkannya" Gumamnya bermonolog sendiri.
"Pak, bisa lebih cepat sedikit, soalnya lagi buru buru nih pak!" Pinta Andriana pada sopir taksi itu.
"Baik non, pegangan yang kuat ya, bapak akan ngebut nih" Jawab sopir taksi itu mulai menyalakan mesin turbonya dan taksi itu melesat sangat cepat memecah keramaian jalan raya.
Andriana membelalakkan matanya, tidak menyangka sopir taksi itu handal mengemudikan mobilnya.
Cekikkkkk
Hanya dalam waktu 15 menit taksi sudah tiba dan berhenti di depan rumah, padahal biasanya butuh waktu 30 menit bahkan lebih.
"Sudah sampai non"
Andriana terdiam sambil memegangi dadanya, mengatur nafasnya" Wah, anda dulu mantan pembalap ya pak? Jago banget bawa mobilnya".
"Ah nggak juga non, tapi saya memang suka dengan dunia otomotif".
Tak banyak bicara, Andriana pun segera turun dari taksi dan bergegas masuk ke dalam rumahnya untuk mengemasi barang barangnya.
Andriana mengambil koper yang ada di atas lemari, memasukkan satu persatu baju bajunya.
Lalu ia berlari ke ruang kerja Arnold dan mengambil laptop yang berada di atas meja kerjanya, berniat membawanya pergi.
Tapi belum sempat ia melangkah, sebuah suara terdengar mendekat.
Andriana bergegas meletakkan kembali laptop itu di tempatnya dan bersembunyi di balik meja.
Ternyata benar, Arnold datang bersama wanita selingkuhannya yaitu Sonia.
Keduanya memasuki ruang kerjanya dan membuka pintu rahasia untuk menemui Rosa.
Andriana terdiam menyaksikan itu semua.
"Ma, lihatlah siapa yang datang?" Ucap Arnold mencoba membangunkan mamanya.
Rosa pun membuka matanya dan tersenyum tipis lalu meraih tangan Sonia " Sonia maafkan mama, terlalu lama kamu harus menunggu kesempatan ini".
"Tante tidak perlu khawatir, aku selalu menepati janjiku" Jawab Sonia dengan lembut sambil menggenggam tangan Rosa yang mulai keriput.
Rosa tersenyum sambil menggenggam balik tangan Sonia " Semua karena kamu Sonia, kalau bukan kamu yang selalu membantu keuangan Wijaya, mungkin saja Wijaya sudah bangkrut dari dulu. Dan mama juga mulai pulih".
"Bagus ma, tidak sia sia apa yang kami lakukan demi kesembuhan mama" Jawab Arnold dengan senyum bahagia.
Andriana mengangkat kedua alisnya begitu mendengar pembicaraan mereka, lagi lagi ia dibuat terkejut dengan apa yang didengarnya
"Gila, benar benar gila, rahasia apa lagi yang Arnold dan keluarga Wijaya sembunyikan dariku'' Gumamnya dalam hati.
Dengan hati hati dan perlahan Andriana pun keluar dari ruangan itu, ia mengurungkan niatnya untuk membawa laptop nya Arnold.
Setelah sampai di kamarnya, Andriana mulai mengatur nafasnya dan meneguk segelas air mineral kemasan di tangannya.
Tiba tiba seseorang memeluknya dari belakang, dan membuatnya tersedak.
Uhuk uhuk uhuk
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Arnold sambil memutar tubuh istrinya dan mengusap bibirnya dengan tisu.
"Maaf mas, aku kaget kamu tiba tiba datang, bukannya sekarang masih siang ya ?" Jawab Andriana menutupi rasa gugupnya.
Arnold tersenyum tipis " Ya apa gak boleh aku pulang cepat untuk menemani istriku yang paling cantik dan manis? Lagipula di kantor sedang tidak terlalu sibuk jadi lebih baik aku balik ke rumah dan bermanja manja dengan istriku".
Andriana memalingkan wajahnya dengan senyum miringnya, ia tahu suaminya itu hanya manis di bibir.
"Oh gitu ya mas" Jawab Andriana berusaha menutupi koper yang sudah berada di bawahnya tepatnya di samping tempat tidurnya.
Arnold hanya tersenyum tipis lalu menautkan kedua alisnya " Untuk apa kamu siapkan koper sayang?".
"Oh iya mas belakangan ini aku sedang jenuh di rumah, Alin mengajakku berlibur ke Bali, maaf ya mas aku memang belum sempat bilang ke kamu".
Arnold tersenyum misterius lalu mengangguk perlahan.