Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiyas adalah seorang istri yang setia dan penuh cinta, namun dunianya hancur seketika saat ia mendapati suaminya, Gio, berselingkuh dengan Mia—yang tak lain adalah saudara sepupunya sendiri. Pengkhianatan berlapis ini meremukkan hatinya, memaksa Tiyas untuk menelan kepahitan dan mengumpulkan serpihan harga dirinya yang tersisa.
Di tengah badai kekecewaan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Narendra, yang bernasib serupa sebagai suami Mia yang juga dikhianati. Berawal dari rasa sakit dan luka yang sama, Tiyas dan Narendra perlahan menemukan ruang aman untuk saling menguatkan, menumbuhkan kenyamanan, serta merajut harapan baru di atas reruntuhan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Tidak ada mediasi lagi untuk Narendra dan Mia, sebab Naren sudah menjatuhkan talak tiga secara tegas.

Proses di ruang persidangan berjalan begitu cepat dan dingin.

Mia hanya bisa tertunduk lesu di kursinya sambil terisak meratapi nasibnya, sementara Naren menandatangani seluruh berkas putusan tanpa sedikit pun berpaling menatap wanita yang pernah menghancurkan kepercayaannya itu. Ikatan di antara mereka resmi terputus secara mutlak, baik secara agama maupun hukum.

Sementara itu di ruang sidang utama, Tiyas berdiri tegak dengan keanggungan yang sempurna.

Di hadapan majelis hakim, Tiyas menyerahkan seluruh berkas dan bukti-bukti yang sangat kuat—mulai dari bukti pengkhianatan Gio, catatan kekerasan verbal, hingga rekam jejak finansial yang membongkar semua kebohongan mantan suaminya tersebut.

Gio yang duduk di kursi tergugat hanya bisa bungkam seribu bahasa.

Wajahnya pucat pasi, tak mampu menyanggah satu pun bukti yang dibeberkan secara teliti dan tak terbantahkan oleh pihak Tiyas.

Setelah memeriksa seluruh dokumen dan mendengar kesaksian, hakim mengetukkan palunya tiga kali dengan mantap.

TOK! TOK! TOK!

"Menetapkan, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dan menjatuhkan talak perceraian." suara ketukan palu hakim menggema kokoh di dalam ruang sidang.

Hakim menyetujui perceraiannya secara mutlak. Senyum lega tak terbendung terulas di bibir Tiyas saat mendengarnya.

Beban berat yang bertahun-tahun mengimpit dadanya akhirnya terangkat sepenuhnya.

Ia resmi bebas dari lingkaran beracun yang diciptakan Gio.

Saat Tiyas melangkah keluar dari ruang sidang dengan kepala tegak, Naren sudah berdiri menunggunya di lorong gedung pengadilan.

Pria itu menyambutnya dengan tatapan penuh rasa bangga dan senyuman paling hangat, siap mendampingi Tiyas melangkah menuju lembaran baru kehidupan mereka yang bersih tanpa bayang-bayang masa lalu.

Mia yang baru saja keluar dari ruang sidang dengan mata sembap membelalak lebar melihat Tiyas dan Narendra berdiri berdampingan di lorong pengadilan.

Emosi, rasa malu, dan keputusasaannya yang membumbung tinggi mendadak berubah menjadi prasangka liar.

Dengan langkah cepat, Mia berlari menghampiri mereka berdua, menunjuk wajah Tiyas dan Narendra dengan jari gemetar.

"Oh, jadi kalian juga berselingkuh?!" teriak Mia melengking, menarik perhatian beberapa orang dan petugas di lorong pengadilan.

"Pantas saja kalian begitu gampang membuang kami! Ternyata di belakang kami, kalian berdua sudah ada hubungan?!"

Narendra tertawa kecil, sebuah tawa dingin sarat sarkasme yang seketika menghentikan tuduhan penuh emosi dari Mia.

"Kami tidak sepicik kalian, Mia," ujar Narendra dengan suara tenang namun berwibawa, melangkah satu tingkat di depan Tiyas untuk melindunginya.

"Dengarkan aku baik-baik," lanjut Narendra dengan penjelasan panjang lebar yang menusuk tepat di jantung kepalsuan Mia.

"Aku mendekati Tiyas bukan saat kami masih berstatus suami-istri seperti yang kamu dan Gio lakukan secara menjijikkan di belakang kami. Aku hadir di kehidupan Tiyas saat dia hancur karena perbuatan mantan suaminya, dan saat aku sendiri dikhianati oleh wanita yang dulu sangat kupercaya—yaitu kamu. Kami saling menyembuhkan, saling menghormati, dan tidak pernah sekalipun melanggar norma hukum maupun agama selama proses ini berlangsung. Kami menjaga jarak dan kehormatan kami masing-masing sampai hari ini, sampai tali pernikahan yang beracun itu resmi diputus oleh pengadilan!"

Narendra menatap Mia lurus-lurus, membuat wanita itu terpaku tak bisa berkutik.

"Dan, satu hal lagi yang harus kamu tahu. Kami akan menikah, Mia. Dan, pernikahan kami lahir dari kejujuran, bukan dari bangkai kebohongan seperti yang kamu bangun bersama Gio."

Mia mematung, wajahnya memucat mendengar ketegasan dari pria yang dulu sangat menyayanginya itu.

Tiyas melangkah maju, berdiri sejajar dengan Narendra.

Ia menatap sepupunya yang dulu begitu tega merusak rumah tangganya demi kesenangan sesaat. Tidak ada lagi rasa kasihan di mata Tiyas.

"Mia," panggil Tiyas dengan nada dingin dan penuh penekanan, cukup keras untuk didengar orang-orang di sekitar mereka.

"Dulu kamu merebut Gio karena kamu pikir dia bisa memberimu kemewahan dan kebahagiaan di atas penderitaku. Kamu menukar pria setulus Naren demi seorang pria yang bahkan tidak sanggup membelikanmu sarapan layak. Sekarang, lihat dirimu. Kamu mendapatkan pria yang kamu impikan, tapi kamu juga mendapatkan kemiskinan dan kehancuran yang dibawanya. Jangan salahkan kami atas kehancuran hidupmu, Mia, karena kamu sendiri yang memilih untuk menjadi penjahat dalam cerita ini, dan sayangnya, penjahat tidak pernah mendapatkan akhir yang bahagia."

Kata-kata Tiyas yang begitu menohok dan sarat akan kenyataan pahit membuat Mia benar-benar malu setengah mati.

Tamparan verbal itu menghancurkan sisa-sisa harga diri Mia di hadapan umum, meninggalkannya berdiri membisu dengan wajah merah padam dan air mata penyesalan yang tak lagi berguna.

Kedatangan Gio yang tiba-tiba melangkah dari balik pilar koridor membuat suasana kian tegang.

Langkahnya terhuyung pelan, matanya merah menatap Tiyas dan Naren dengan sisa-sisa kesombongannya yang telah hancur.

"Aku juga akan menikahi Mia!" seru Gio lantang, berusaha menegakkan dadanya di depan Tiyas seolah ingin membuktikan bahwa dirinya tidak kalah.

Namun, belum sempat perkataan Gio mengudara lebih jauh, Mia berbalik dan menatap Gio dengan tatapan jijik luar biasa.

"Aku tidak sudi!" ucap Mia tajam dan penuh penekanan.

Tanpa memedulikan Gio yang membeku menatapnya, Mia melangkah pergi begitu saja meninggalkan mereka semua di lorong pengadilan dengan rasa malu yang teramat sangat.

Gio berdiri kaku, menyadari betapa menyedihkan posisinya saat ini, sebelum akhirnya melangkah pergi dengan lunglai ke arah yang berlawanan.

Narendra menggelengkan kepalanya pelan menatap drama menyedihkan mantan pasangan mereka, lalu beralih menatap Tiyas dengan sorot mata yang kembali hangat dan lembut.

Ia menuntun Tiyas melangkah keluar menuju mobilnya.

"Sudah lega?" tanya Naren pelan saat mereka sudah duduk nyaman di dalam kabin mobil yang sejuk.

Tiyas mengembuskan napas panjang—napas terlega yang pernah ia rasakan selama beberapa tahun terakhir.

Tiyas menganggukkan kepalanya seraya menyunggingkan senyum tulus yang memancar indah dari parasnya.

"Sangat lega, Naren. Rasanya seperti seluruh beban di dadaku terangkat habis."

"Baguslah," Naren tersenyum lega, menggenggam lembut jemari Tiyas di atas kemudi.

"Sekarang, ayo kita rayakan di rumah makan milik Imelda!" ajak Tiyas bersemangat, matanya berbinar gembira.

"Kita beri dia kejutan!"

Narendra menganggukkan kepalanya menyetujui, tawa renyah terdengar dari bibirnya.

"Siap, Bu CEO. Mari kita beri Imelda kejutan terbaik hari ini."

Mobil Narendra pun melaju mulus meninggalkan gedung pengadilan, membawa mereka menuju awal baru yang dipenuhi kebahagiaan.

Di tengah jalan, tiba-tiba laju mobil Narendra memelan.

Tangannya yang sebelah kiri melepas kemudi dan berpindah memegangi dadanya erat-erat.

Wajahnya meringis menahan sakit, membuat Tiyas yang duduk di sampingnya seketika panik setengah mati.

"Naren, kamu kenapa?!" pekik Tiyas, matanya membelalak melihat perubahan raut wajah pria di sampingnya.

"Ngg-nggak tahu, Tiyas. Dadaku sesak." bisik Naren dengan suara parau bercampur napas yang tersedak.

Tiyas yang panik langsung memegang dada Naren, meraba detak jantung pria itu dengan tangan gemetar.

Air mata cemas menumpuk di pelupuk matanya, bayangan buruk mendadak memenuhi kepalanya.

"Naren! Jangan bikin aku takut! Kita ke rumah sakit sekarang ya?!" teriak Tiyas histeris, menyentuh pipi Naren yang perlahan menunduk.

Dengan sisa tenaga yang seolah makin menipis, Narendra merogoh saku jasnya.

Tangannya yang gemetar mengambil sebuah kotak beludru kecil berwarna merah maroon.

"I-ini untuk kamu." gumam Naren pelan, meletakkan kotak itu ke dalam genggaman Tiyas.

"S-sakit,"

Narendra menutup matanya perlahan, kepalanya terkulai lemas ke arah sandaran kursi, tak bergerak lagi.

"Naren!! Naren, bangun! Naren!!" jerit Tiyas memecah keheningan kabin mobil.

Air matanya menetes deras membasahi pipi. Tangannya mengguncang bahu Naren, namun pria itu tetap bergeming.

Dengan jemari yang basah oleh air mata dan gemetar hebat, Tiyas membuka kotak beludru yang diberikan Naren tadi.

Begitu penutupnya terbuka, Tiyas membuka matanya dan melihat sebuah cincin berhiaskan berlian kecil yang sangat indah dan berkilau di tengah busa hitam.

Di bawah bantalan cincin itu, terselip gulungan kertas kecil.

Dengan dada yang masih bergemuruh hebat, ia membaca isi surat di dalam kotak itu:

Untuk Tiyas, wanita impianku.

Kalau kamu baca surat ini, berarti prank akting serangan jantungku berhasil! Jangan marah ya, aku cuma mau momen lamaran ini diingat selamanya.

Terima kasih sudah mau menerima aku untuk jadi pendamping hidup kamu.

Cincin ini bukti janji aku buat selalu ada, menjaga, dan meratukan kamu selamanya. I love you, Tiyas.

Belum selesai Tiyas mencerna kata demi kata di kertas itu, suara tawa renyah mendadak meledak di sebelahnya.

"Hehehehe, surprise!" seru Naren yang langsung membuka matanya lebar-lebar, duduk tegap kembali sambil tersenyum jahil tanpa rasa bersalah sedikit pun.

"NAREN!!" jerit Tiyas refleks memukul pelan lengan Naren dengan kertas surat di tangannya.

Tiyas menghapus air matanya yang masih tersisa di pipi dengan tangan gemetar, antara lega, kesal, dan terharu yang bercampur aduk jadi satu.

"Ahh, dasar jahil kamu, Naren! Aku pikir kamu beneran serangan jantung tahu nggak?!" omel Tiyas seraya cemberut, walau bibirnya tak sanggup menahan senyum bahagia yang akhirnya mekar sempurna.

1
Noey Aprilia
Suami spupunya aja dia rbut,aws aja kl suami kknya jg d rebut....🙄🙄🙄....
Noey Aprilia
Gmana ga ngsih rstu....naren bnr2 clon suami plus clon mntu idaman...
udh jgain tiyas,posesif bgt smp ga bleh ngpa2in slain istrhat...sm clon mrtua pun ga pelit.....😀😀😀
Noey Aprilia
Stlh psah sm suami durjana,tiyas dptn clon suami idaman....sng mntan pst nysel krna akhrnya hdp mndrta..
sokooorrr.....😛😛😛
Noey Aprilia
Tuuhhh....
udh dpt rstu dr shbt n ortumu...mga kali ni klian bhgia,ga ada pngkhianatan lg sprti msa lalu....
sunaryati jarum
Akhirnya dapat restu dari orang tua
Ariany Sudjana
Tyas masih juga memikirkan pekerjaan, yang penting kamu sehat dulu. dokter sudah minta kamu istirahat, patuhi nasehat dokter
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir...slm knal.....
crtanya seru,suka sm tiyas yg tegas dn tngguh....mga bhgia trs sm naren....😘😘😘
my name is pho: Terima kasih kak🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
owh ternyata prank 🤣🤣😂😂
sunaryati jarum
so sweet banget Naren ngeprank kamu
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Emak suka ceritanya tidak muter dan bertele-tele
sunaryati jarum
Baru mampir
my name is pho: Selamat membaca kak 🥰🙏
total 1 replies
Heny
Bearti yg kaya Tyas dan Naren gio dan mia benalu
my name is pho: iya kak
total 1 replies
Ariany Sudjana
harusnya Tyas kasih jawaban tunggu sampai putusan pengadilan keluar, kalau pas baru mediasi sudah ada jawaban dari Tyas, bisa jadi senjata untuk gio dan Mia, mereka nanti berpikir Tyas dan Narendra juga selingkuh di belakang mereka
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Mia, kan pilihan kamu sendiri untuk selingkuh dari Narendra demi seorang gio, jadi jalani saja yah 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
pertimbangkan baik-baik lamaran Narendra tadi Tyas,betul kamu masih terluka, tapi tetap kamu perlu seorang yang bisa melindungi kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Tyas, sama saja kamu itu sampah seperti Mia, kamu menghancurkan diri kamu sendiri dengan mabuk alkohol
Ariany Sudjana
bagus Tyas dan Narendra, kalian berdua sudah tegas terhadap pasangan pengkhianat tersebut, dan tinggal tunggu sidang saja 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar suami bodoh kamu gio, kamu merasa insecure terhadap Tyas, terus apa itu bisa jadi alasan untuk kamu selingkuh ? dasar laki-laki pengecut kamu gio, kamu memilih mengkhianati perempuan hebat seperti Tyas, demi seorang pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
bagus Imelda ngomong gitu ke Tyas, biar sadar belum berjuang kok sudah tumbang, karena kesehatan tidak mendukung dan juga ga perlu sok kuat, kamu juga perlu orang untuk berbagi, dan sekarang kamu buat semua orang sibuk Tyas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!