Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Gagal Sang Pelakor
Tanpa membuang waktu sedetik pun, Viola memutar tubuhnya dengan angkuh, melangkah menuju mobil sport merahnya yang terparkir di tepi jalan, lalu melesat kencang menuju pusat perkantoran elit di kawasan Sudirman.
Beberapa puluh menit kemudian, di lantai utama lobi gedung pencakar langit Ma Group, suasana mendadak dikejutkan oleh keributan yang dibuat secara sengaja.
"Kubilang biarkan aku masuk! Aku ini kenalan penting Tuan Ma Yong Hua!" bentak suara nyaring melengking yang memecah ketenangan lobi perusahaan.
Beberapa petugas keamanan berpakaian rapi kewalahan menahan langkah seorang wanita bergaun merah mencolok yang menerobos masuk tanpa izin. Viola Sanustika berjalan dengan dagu terangkat tinggi, sengaja membuat keributan agar seluruh staf resepsionis dan karyawan yang lalu-lalang memerhatikan kedatangannya.
"Mohon maaf, Nona! Anda tidak memiliki jadwal janji temu! Anda tidak diperkenankan naik ke lantai atas tanpa izin dari sekretaris eksekutif!" cegah kepala petugas keamanan dengan nada tegas, berdiri menghalangi jalan lift VIP.
"Singkirkan tangan kotormu dariku!" maki Viola galak, menepis kasar tangan petugas keamanan tersebut. Ia merapikan mantel bulunya, lalu tersenyum angkuh menatap ke arah meja resepsionis. "Dengar ya! Bilang pada atasan kalian, Ma Yong Hua, bahwa Viola Sanustika datang menemuinya secara langsung! Dia pasti akan membiarkanku naik begitu tahu siapa yang datang!"
Keributan di lobi utama itu langsung menarik perhatian para staf yang berbisik-bisik di belakang meja kerja. Namun, sebelum situasi semakin tak terkendali dan mencemarkan nama baik gedung, sebuah suara langkah kaki yang tenang, terukur, dan sangat berwibawa terdengar dari arah lift khusus eksekutif.
Ting.
Pintu lift terbuka. Sosok pria berjas hitam rapi dengan postur sempurna melangkah keluar. Feng Zhi, sekretaris pribadi utama Ma Yong Hua, berjalan mendekati pusat keributan dengan wajah dingin setajam es dan tatapan mata yang menyelidik tajam.
"Ada apa ini? Kenapa ada keributan di lobi utama Ma Group?" suara bariton Feng Zhi menggelegar tenang, membuat seluruh petugas keamanan langsung berdiri tegak memberi hormat.
Kepala petugas keamanan segera membungkuk. "Maaf, Tuan Feng Zhi. Wanita ini memaksa masuk ke area VIP tanpa janji temu dan membuat keributan, mengaku sebagai kenalan penting Tuan Ma."
****
Feng Zhi mengalihkan pandangannya. Sepasang mata di balik kacamata berbingkai tipis itu menatap lurus ke arah Viola Sanustika dari atas hingga bawah dengan tatapan penuh jijik dan remeh—tatapan seorang profesional kelas atas yang sedang melihat hama pengganggu.
Mendapati dirinya dipandang sebelah mata oleh sekretaris sang taipan, harga diri Viola langsung terpancing. Ia melangkah maju mendekati Feng Zhi dengan gaya angkuh yang dibuat-buat.
"Wah, jadi kau sekretaris sok sibuk yang bernama Feng Zhi itu?" cibir Viola dengan nada suara meremehkan, melipat tangan di dadanya.
"Baguslah kalau kamu muncul di sini. Tidak usah bertele-tele. Aku mau kamu antar aku sekarang juga ke lantai atas ruang kerja Ma Yong Hua. Katakan padanya bahwa Viola Sanustika—calon nyonya besar di perusahaan ini—datang untuk menemuinya secara pribadi!"
Mendengar klaim halusinasi tingkat tinggi yang dilontarkan oleh wanita di hadapannya, Feng Zhi tidak langsung marah. Ia justru menyunggingkan senyuman tipis yang sangat dingin—sebuah seringai tipis penuh sarkasme.
"Calon nyonya besar?" ulang Feng Zhi dengan nada datar yang mengejek. "Nona Viola Sanustika, jika ingatan saya tidak salah, Anda adalah wanita yang kemarin lusa datang ke rumah sakit untuk membuat keributan, memfitnah, dan menghina Nona Evita Desniati. Dan hari ini, setelah kekasih gelap Anda—Xander Wiryawan—dinyatakan bangkrut total oleh bank, Anda dengan tidak tahu malunya datang ke kantor kami untuk mencari mangsa baru?"
****
Skakmat!
Kalimat telak yang dilontarkan Feng Zhi itu berhasil menghantam tepat di jantung ego Viola. Wajah cantik Viola yang dipoles make-up tebal mendadak memerah padam. Urat-urat di pelipisnya menegang hebat karena rahasia kebusukannya dan kebangkrutan Xander dibongkar secara terbuka di hadapan puluhan karyawan yang mendengarkan.
"Jaga mulutmu, bajingan sialan!" geram Viola histeris, lepas kendali akibat rasa malu yang membakar sekujur tubuhnya. "Beraninya kamu berbicara seperti itu padaku, hah?! Aku bukan wanita sembarangan! Panggil Tuan Ma Yong Hua sekarang juga! Suruh dia turun dan temui aku, atau aku hancurkan reputasi gedung ini sekarang!"
Feng Zhi berdiri bergeming di tempatnya, menatap histerisnya Viola dengan ekspresi bosan, seolah ia sedang melihat anak kecil merajuk di pusat perbelanjaan.
"Tuan Ma Yong Hua tidak akan pernah sudi membuang waktunya sedetik pun untuk menemui wanita kotor yang tidak punya harga diri seperti Anda, Nona Viola," jawab Feng Zhi dingin tanpa ada getar sedikit pun dalam suaranya. "Kehadiran Anda di sini hanya mencemari udara steril gedung ini. Petugas keamanan, usir wanita ini keluar dari gedung sekarang juga. Dan pastikan nama serta wajahnya dimasukkan ke dalam daftar hitam permanen (blacklist) di seluruh properti milik Ma Group."
****
Mendengar perintah mutlak tersebut, dua petugas keamanan langsung bergerak cepat maju menyilang, memegang kedua lengan Viola dengan erat untuk menyeretnya keluar dari area lobi.
"Lepaskan aku! Kalian tahu siapa aku, hah?! Jangan sentuh mantel mahalku!" teriak Viola histeris meronta-ronta, kehilangan seluruh kewarasannya di tengah kerumunan lobi.
Amarah yang sudah mencapai ubun-ubun membuat akal sehat Viola benar-benar menguap. Melihat Feng Zhi berdiri di dekatnya dengan wajah tenang tanpa rasa bersalah, sebuah niat jahat dan beringas mendadak melintas di kepalanya.
Dengan menggunakan seluruh sisa tenaga dalam cengkeraman tangannya yang bebas, Viola melepaskan diri secara mendadak dari pegangan salah satu petugas keamanan, lalu melompat maju menerjang ke depan.
"Kubuat cacat wajah sombongmu itu, sialan!" jerit Viola histeris.
Syuuung!
Jari-jari lentik Viola dengan kuku-kuku akrilik runcingnya terulur sangat cepat, mengarah langsung dengan beringas hendak mencakar wajah tampan dan mulus sang sekretaris eksekutif, Feng Zhi.
Namun, Feng Zhi bukanlah pria sembarangan yang bisa diserang begitu saja secara murahan. Sebagai orang kepercayaan utama seorang taipan besar yang sering menghadapi berbagai ancaman bisnis tingkat tinggi, refleks fisik Feng Zhi terlatih dengan sangat sempurna.
Tanpa panik sedikit pun, Feng Zhi melangkah mundur setengah langkah ke samping dengan gerakan yang sangat elegan dan terukur.
****
Grep!
Dengan satu tangan yang kokoh, Feng Zhi menangkap pergelangan tangan Viola di udara tepat sebelum kuku-kuku runcing wanita itu menyentuh kulit wajahnya. Cengkeraman Feng Zhi begitu kuat dan bertenaga, membuat Viola meringis kesakitan seketika.
"Aduh...! Lepaskan tanganku, brengsek! Sakit!" jerit Viola histeris, melompat-lompat kesakitan.
Feng Zhi menatap wajah Viola yang berantakan dengan sorot mata setajam pisau belati. Tidak ada secercah pun rasa ampun di wajah sang sekretaris.
"Aksi kekerasan fisik di area privat Ma Group," ucap Feng Zhi dengan suara rendah, dingin, dan penuh ancaman hukum yang mematikan. "Satu lagi alasan sempurna bagi tim hukum kami untuk menyeret Anda langsung ke kantor kepolisian dengan tuduhan percobaan penganiayaan dan perusakan fasilitas publik."
Feng Zhi menghempaskan pergelangan tangan Viola dengan kasar ke belakang, membuat wanita arogan itu terhuyung-huyung mundur beberapa langkah hingga hampir jatuh menabrak pot bunga besar di lobi.
"Bawa dia keluar dari gedung ini detik ini juga!" perintah Feng Zhi tegas kepada para petugas keamanan. "Dan pastikan laporan kepolisian langsung diajukan atas nama saya sore ini."
"Baik, Tuan Feng Zhi!" seru para petugas keamanan serentak.