Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Pertemuan di Hutan Bintang

Dari balik rimbunnya pepohonan, Riu Han, Genbu, dan Bai Wing mengamati sekelompok makhluk dan manusia di kejauhan. Di sisi hutan yang berseberangan dengan mereka, empat orang muda sedang mengintai rombongan Binatang Hunshuan jenis kera — berjumlah belasan ekor, bertubuh tegap, dan bertaring tajam yang memancarkan kilatan dingin.

Kelompok itu terdiri dari dua pemuda berusia sekitar dua puluh tahun dan dua gadis berusia tujuh belas hingga delapan belas tahun. Tingkat kultivasi mereka terlihat jelas: kedua gadis berada di Dewa Kecil Tingkat Satu, sedangkan kedua pemuda di Dewa Kecil Tingkat Dua. Kehadiran Riu Han dan kawan-kawan tak disadari sama sekali; mereka berdiri diam, menyatu dengan bayangan pohon yang lebat.

Tiba-tiba kepala kera itu menoleh, matanya yang merah menyala menatap lurus ke arah empat orang pengintai. Mereka telah ditemukan.

Ggggeerrr... uuuu... aaaaa...

Jeritan melengking saling bersahutan. Kera yang paling besar melesat ke depan secepat kilat, cakarnya menyambar ke arah mereka.

Siuttt — plak!

Salah satu pemuda berhasil menangkis serangan itu, namun tubuhnya terhuyung mundur. Kekuatan fisik makhluk itu luar biasa. Tingkat kekuatan mereka sejajar, namun pertahanan kulit kera jauh lebih kokoh.

Seluruh rombongan kera menyerang bersamaan. Empat pemuda itu mengayunkan pedang, berkilauan di antara dedaunan.

Siut... Sing... Buk! Bam!

Setiap tebasan mendarat, namun hanya melukai kulit luar. Kera-kera itu jatuh sejenak, lalu bangkit kembali seakan tak merasa sakit. Tak ada pihak yang mundur, namun tak ada pula yang menang.

Gggggeeerrrr!

Pemimpin kera mengaum marah, lalu melompat tinggi dan menghantam dari belakang. Seorang pemuda terpental, tubuhnya membentur batang pohon besar sebelum jatuh ke tanah dengan suara berat.

Riu Han dan kawan-kawan saling berpandangan. Tanpa kata, mereka bergerak serentak.

Siut! Bam! Buk! Bom!

Tiga sosok muncul di tengah pertarungan. Tangan mereka bergerak cepat, satu hantaman demi satu hantaman mendarat tepat di kepala kera. Makhluk-makhluk itu jatuh dan tak bangkit lagi. Kecepatan mereka begitu tinggi sehingga kera yang tersisa tak sempat berbalik arah.

Bam! Bam! Bam!

Satu per satu roboh. Tinggal empat ekor terakhir, dan keempat pemuda itu menyelesaikannya sendiri dengan napas yang memburu.

Seorang pemuda berambut panjang mengangkat tangannya memberi hormat. Matanya memancarkan rasa hormat yang tulus.

"Saudara... terima kasih telah menyelamatkan kami. Nama saya Hao Tong, dan saya tak akan melupakan kebaikan ini."

Riu Han tersenyum ramah. "Saudara Hao, tak perlu berterima kasih. Kami juga sedang berburu Kristal Roh. Silakan ambil bagian kalian."

Mereka memanen inti dari kera yang mereka kalahkan, dan tak menyentuh satu pun milik kelompok itu. Hao Tong tampak terkesan.

"Dari mana asal kalian, Saudara?"

"Dari Kota Chengdu," jawab Riu Han.

"Kami dari Kota Penguasa, ibu kota Wilayah Selatan," ucap Hao Tong. "Tidak terlalu jauh dari tempat kalian."

Ia lalu mengajak mereka bergabung. "Tempat ini berbahaya. Lebih baik kita berjalan bersama, saling menjaga."

Riu Han mengangguk. Ia merasa nama Klan Hao tak asing di telinganya. Genbu dan Bai Wing hanya mengikuti; di mana pun Riu Han berada, di sanalah tempat mereka.

"Kalian sungguh luar biasa," puji Hao Tong seiring mereka melangkah masuk lebih dalam. "Tingkat kita memang tak jauh berbeda, namun kekuatan kalian... jauh di atas kami."

Riu Han tersenyum rendah. "Saudara Hao terlalu memuji."

Tujuh orang itu berjalan menyusuri hutan yang semakin lebat. Selain Binatang Hunshuan, mereka juga mencari tanaman yang berkhasiat. Bentuk herbal di sini memang berbeda dari yang di dunia luar, namun ciri khasnya tetap bisa dikenali — energi yang memancar, tekstur daun, dan akarnya yang khas. Panen mereka lumayan banyak, dan dibagi rata. Riu Han sebenarnya bisa berjalan lebih cepat sendirian, namun ia tak tega menolak keramahan mereka.

Sore harinya, mereka duduk di tepian pulau, menatap hamparan bintang yang berkelap-kelip di ruang angkasa di kejauhan.

"Saudara Riu, apakah Anda asli dari Kota Chengdu?" tanya Hao Tong.

"Ya," Riu Han mengangguk. "Saya seorang alkemis."

"Apa? Alkemis?!" Hao Tong dan ketiga temannya serentak terkejut.

"Kau sungguh jenius!" seru salah satu gadis itu. "Bukan hanya kuat, tapi juga menguasai seni alkimia!"

Riu Han tersenyum malu. "Saya hanya pemula, tingkatannya masih rendah."

"Tak masalah tinggi atau rendah," Hao Tong menepuk bahunya. "Yang penting kemampuan itu ada. Di mana pun, seorang alkemis selalu dihormati."

Percakapan mengalir hangat. Hao Tong ternyata pemimpin kelompok itu — keturunan langsung pemimpin Klan Hao. Bersamanya ada Hao Yang, Hao Lin, dan Hao Ling. Mereka adalah harapan masa depan klan, dikirim ke alam semesta mini ini untuk menempa diri dan mencari kekayaan. Riu Han tak menyadari satu hal: Hao Tong adalah kakak dari Hao Er yang pernah ia temui, dan Hao Ling adalah adik kandungnya. Berbeda dengan Hao Er yang dikirim ke Alam Bawah untuk belajar perdagangan, keduanya tinggal di ibu kota, ditempa langsung oleh leluhur mereka. Bakat mereka bahkan lebih menonjol daripada Hao Er.

Malam itu mereka beristirahat bersama. Langit di atas gelap namun penuh cahaya bintang yang tak pernah padam. Riu Han terlelap dengan perasaan tenang — pertemuan ini mengingatkannya bahwa di dunia yang keras ini, masih ada persahabatan yang tulus.

Keesokan paginya, fajar menyingsing berupa cahaya keemasan yang memancar dari matahari mini di angkasa. Mereka bersiap berpisah.

"Terima kasih untuk semuanya, Saudara Riu," Hao Tong memberi hormat dalam-dalam. "Terima kasih juga untuk kalian, Saudara Genbu, Saudara Bai Wing. Semoga kita bertemu lagi."

"Semoga selamat," jawab Riu Han.

Kelompok Klan Hao melesat ke arah yang berbeda. Riu Han menatap punggung mereka hingga hilang di kejauhan, lalu menoleh ke arah sahabatnya.

"Mari kita lanjutkan," ucapnya pelan.

Ketiganya melesat ke arah yang lain, menembus hamparan cahaya dan kegelapan. Hasil perburuan mereka sejauh ini sungguh luar biasa: ratusan jenis herbal asing, dan ratusan Kristal Roh dari Binatang Hunshuan tingkat sepuluh. Namun Riu Han tahu, ini baru permulaan. Di bagian yang lebih dalam, makhluk yang jauh lebih kuat menanti — dan ia harus siap.

1
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han dialam atas makin mantap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!