Di jaman kerajaan, Putri Lexi adalah istri kesayangan kaisar Qin, karena kasih sayang kaisar Qin terhadap putri Lexi mumbuat para selir iri. Puncak kemarahan para selir adalah ketika putri Lexi akan di angkat menjadi permasuri. Dengan dendam yang membara para selir menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Lexi. Pembunuhan pun terjadi namun jiwa putri Lexi time travel ke era modern dimana jiwanya masuk ke tubuh bernama Lexiani yang selalu di bully karena tubuhnya yang subur. Akan kah putri Lexi bisa bertahan di era modern ??
Kalo penasaran yuuuk simak novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cucu Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Hendra
Hari ini seperti biasa Lexi masuk sekolah dengan riang. Tak ada lagi yang memanggilnya gadis kudanil atau menatapnya dengan benci karena bentuknya yang dulu.
Sekarang seisi sekolah mulai mengagumi betuk badan Lexi yang sekarang. Bagaimana tidak di kagumi kalo badan Lexi sekarang sudah terlihat berbentuk.
Mereka tidak ada yang menyangka kalo dulu badan Lexi sangat gemuk bila di bandinglan dengan sekarang.
Namun ada juga yang masih nyinyir kalo Lexi kurus karena sedot lemak, atau operasi instans agar cepat kurus. Lexi tak memperdulikannya, karena itu adalah hak mereka.
Namun Naas orang yang nyinyir tadi terdengar oleh Hendra. Hendra sangat marah dan dia mengancam kalo mendengar ada yang menjelekan Lexi lagi dia tak akan segan segan memukulnya.
Semua yang mendengar ucapan hendra menjadi terkejut. Bukankah Hendra adalah orang yang membullynya ? Mengapa dia membelanya ?? Bisik salah seorang siswa pada temannya.
Penampilah Hendra sekarang berubah, dia dulunya tukang usil berubah menjadi tampang yang dingin.
Dia duduk di meja dekat Lexi, dan menatap Lexi dengan penuh rasa trimakasih.
Lexi : haaai sudah mulai masuk lagi ? Besok saya akan kasih pinjam buky catatanku selama kamu tak masuk.
Hendra : terimakasih Lexi... oooh iya ibuku mengundangmu makan setelah pulang sekolah apa kamu ada waktu ?
Lexi : ooo baiklah saya akan datang, kebetulan saya tidak ada kesibukan.
Dera : hei.. hei.. ada apa ini? Mengapa aku tak di ajak ?
Hendra : kalo kamu ikut, kamu bisa datang bersama, ucapnya santai.
Dera : baiklah aku akan ikut, aku tak mau sahabat yang polosku di rebut olehmu.
Lexi hanya terkekeh mendengar ucapan Dera.
Lexi : mulai sekarang, Hendra juga menjadi sahabat kita, ucapnya dengan bangga.
Dera : apa !!!! Kamu sudah berani mengambil keputusan merekrut hendra menjadi sahabat. Aaaah beginilah kalo punya sahabat yang polos dan super baik ini sambil memasanga wajah tak berdaya.
Hendra dan Lexi terkekeh mendengar kicauan Dera.
Hendra : apa aku seburuk itu sampai tak di terima menjadi sahabat ?
Dera : baiklah, baiklah kamu aku terima jadi sahabat kita dengan satu syarat.
Hendra : apa syaratnya ? dengan wajah penasaran.
Dera : ajarkan aku pelajaran matematika, karena hanya kamu yang pintar di bidang itu.
Hendra : itu sih soal kecil, baiklah nanti kita akan belajar bersama sama yaa.
Dera + Lexi : setujuuu... sambil tos.
Akhirnya Hendra bisa di terima menjadi sahabatnya oleh Dera. Hendra sedikit kewalahan dengan omelan omelan Dera yang super cerewet.
Hendra harus membiasakan bergaul dengan Dera, dia harus mampu menutup kupingnya yang terasa berisik kalo dera sudah mengomel.
Hendra : Deraaa... wajahmu sangat cantiik.
dera : hehehe makasih, kamu adalah orang yang ke 1200 yang memujiku.
Lexi mulutnya terangkat karena sahabatnya benar benar narsis. Namun seperti biasa Lexi hanya bisa terkekeh.
Hendra : namun ada 1 yang kurang di dirimu...
Dera : apa ?? sambil memasang tampang yang menantang seolah akan berkelahi.
Hendra : kekuranganmu adalah kamu cerewet, ucap Hendra pelan.
Dera : apaaaa !!!! kamu mengatakan saya cerewet ??
baiklah mulai sekarang aku pecat kamu jadi sahabat kita.
Lexi : kita ??? loe aja kali sambil terkekeh..
Dera : Lexiani... kamu sekarang bersengkokol dengan Hendra untuk menjatuhkanku, aku akan melaporkannya pada kak Rio.
Kelemahan Lexi adalah kak rio, kakak kelasnya yang selalu menolongnya. " eeeh jangan... kita kan sahabat, sahabat itu tidak akan menikung..
Dera : ogaaah..
Lexi : ayolaaah maafkan kami yaaah sambil memohon, Lexi juga menyenggol Hendra untuk minta maaf pada Dera.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...