Setelah Virus Covid-19 menyebar luar di Dunia, banyak negara-negara yang melakukan lockdown dan banyak juga tempat hiburan dan sekolah di tutup. Hal itu membuat murid-murid menjadi belajar online di rumahnya masing-masing.
Setelah 2 tahun jumlah orang yang terkena Virus Covid-19 menurun, karena sudah di temukannya Vaksin. Pemerintah di Indonesia pun langsung memperbolehkan di bukanya kembali sekolah-sekolah.
Menceritakan seorang anak SMP kelas 9 yang bernama Johan, yang ingin menyatakan cintanya kepada teman perempuan nya yang ia suka dari kelas 7 sebelum ia lulus. Walaupun mereka berdua berbeda keyakinan, tetapi Johan tetep kukuh untuk menyatakan perasaannya. Namun, tiba-tiba Johan juga menyukai teman perempuan di kelasnya yang sudah berteman dari nya dari TK dan ia memiliki keyakinan yang sama seperti Johan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deepa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Day 15 - Part 2
'TRINGG! '
Bunyi bel masuk yang langsung membubarkan Johan dan teman-temannya, sebelum pergi ke kelas masing-masing mereka saling tos-tosan.
"Nanti istirahat kumpul di sini lagi lah! " Ajak Mika.
"Siap, Bos!" Jawab yang lain sambil bercanda memberi hormat ke Mika, sebelum mereka akhirnya masuk ke kelas masing-masing
******
Johan dan Steven sedang berjalan berdua di tangga, tiba-tiba Annisa dan teman cowoknya lewat di depan mereka berdua mau menuruni tangga, Annisa melihat ke arah Johan dan sempat ingin menyapanya.
Namun, Johan hanya berjalan saja dengan tatapan dingin dan tidak menyapa ataupun melihat balik ke arah Annisa, Annisa pun tidak jadi menyapa Johan dan langsung menambahkan kecepatan pada dua kakinya, karena merasa kesal ke Johan.
"Jo, elu kenapa enggak sapa, Annisa? " Tanya Steven yang terkejut melihat tingkah Johan yang sangat cuek kepada Annisa.
"Gue sehat-sehat aja kok. " Jawab Johan sambil terus berjalan, meskipun ia bilang begitu tapi kenyataan ia sangat ingin menyapa dan mengobrol dengan Annisa, di hatinya tadi ia sempat memanggil nama Annisa beberapa kali.
Steven pun langsung menduga pasti terjadi sesuatu antara Johan dan Annisa, ia sebenarnya ingin bertanya lagi, tapi Steven berpikir biarkan saja nanti Johan yang bercerita sendiri kepadanya.
Steven tiba-tiba merangkul Johan dari belakang. "Iya, deh, iya. " Balas Steven sambil tertawa.
"Idih, kenapa lu, Pen?! " Ucap Johan sambil sedikit menggeser badannya.
Saat baru saja masuk ke kelas Johan dan Steven langsung di hampiri oleh Andika dan Hakeem.
"Lu berdua abis dari mana? " Tanya Hakeem dan Andika.
"Abis dari kantin dong, tadi di ajak sama temen-temen gue sama Johan pas kelas 7." Jawab Steven, sementara Johan sedang berusaha membebaskan dirinya dari rangkulan Steven
"Ini orang tangannya kuat banget sih! " Batin Johan yang kesusahan.
"Ohhh, pantesan aja. Gue cariin di toilet tadi juga kagak ada. " Balas Hakeem.
"Lah, tapi tumben juga lu dateng pagi, Pen. " Balas Andika.
"Hahaha, iya dong, sekarang gue mau jadi murid rajin, coy. " Jawab Steven sambil tertawa.
"Pen, lepasin anjing! " Bentak Johan yang langsung memukul pinggul Steven.
"Arrgh, Sakit! Tega banget lu Jo, nonjok gua! " Teriak Steven yang langsung melepaskan rangkulannya dan sekarang memegangi pinggul nya yang kesakitan.
Lalu Johan langsung berjalan ke tempat duduknya, saat sedang berjalan ia sempat melirik ke Kezia dan ternyata Kezia juga sedang melihat ke arahnya.
Sontak Johan langsung memalingkan wajahnya ke samping, sambil menahan malu. Kezia malah tertawa kecil melihat kelakuan Johan yang seperti anak kecil.
******
'TRINGG! '
Jam pelajaran pertama selesai, Johan pun langsung keluar dari kelas sendirian, karena ia merasa sangat sumpek di dalam. Steven, Hakeem, dan Andika tidak keluar kelas ikut dengan Johan, karena mereka langsung bermain game bareng di handphone dengan teman-teman cowok yang lain juga.
Johan duduk di lantai yang padahal tidak jauh di sampingnya ada bangku panjang, tapi ia memilih duduk di lantai sambil mengscrol Instagram di handphonenya. Tiba-tiba Kezia dan Zizi keluar dari kelas, Johan pun langsung melirik ke sampingnya.
"Lu ngapain, Jo, duduk di lantai udah kayak gembel aja, hahahahah" Sindir Kezia dan Zizi sambil tertawa.
"Berisik lu berdua, lu aja yang enggak tau kenikmatan duduk di lantai. "
"Cielah, kenikmatan... Udah kayak makanan aja. " Ucap Zizi meledek Johan.
Tetapi Kezia langsung duduk di lantai persis di samping Johan, sontak tubuh Johan langsung reflek menggeser sedikit ke samping kirinya yang kosong, Johan mulai merasa gugup ini pertama kalinya ia duduk sedekat ini dengan Kezia.
"Eh, iya, Jo ternyata enak juga ya. " Ucap Kezia.
"Hahaha, co-coba sekarang lu lurusin kaki lu dua-duanya." Jawab Johan yang gugup.
Kezia langsung menuruti perkataan Johan. "Begini lebih enak... " Ucap Kezia sambil merentang kedua tangannya ke atas.
"Kez! Lu ngapain ngikut duduk juga sih? " Tanya Zizi yang kesal.
"Ihhh, lu coba aja sini duduk di samping gue. "
"Bodo deh! Gue ke toilet sendiri aja. " Balas Zizi yang langsung beranjak pergi dari sana.
"Yaudah, hati-hati ya Zi. " Ucap Kezia sambil melambaikan tangannya.
Johan tersenyum melihat kelakukan Kezia, yang terkadang ia seperti orang dewasa di matanya, namun terkadang juga ia seperti anak kecil yang selalu ingin mencoba hal baru di hidupnya.
"Btw, lu kenapa di sini, Jo? " Tanya Kezia.
"Cu-cuman mau refreshing otak gua aja, Kez. " Jawab Johan sambil masih mengscrol instagramnya.
"Loh lu punya otak juga ya...? Balas Kezia.
"Setan juga lu, Kez. Emang gua sebodoh itu apa?"
"Iya, lu bodoh banget sama satu hal. "
"Hah?! Apaantuh?" Sontak Johan langsung menoleh ke Kezia.
"Cinta." Jawaban singkat Kezia langsung membuat Johan terkejut sekaligus membuat kedua matanya melotot tajam ke arah Kezia.
"Ma-maksudnya gimana, Kez? "
Maksudnya kayak yang sekarang lagi terjadi aja, padahal ada orang yang suka sama lu, cuman lu nya malah fokus ke hal lain, yang bahkan lu jadi gak peduliin orang yang suka sama lu. " Jawab Kezia hanya dengan sekali tarikan nafas.
Entah kenapa, Johan merasa di setiap perkataan yang di keluarkan Kezia mengandung banyak emosi dan rasa sedih.
"Hei, lu gapapa kan, Kez? " Tanya Johan sambil memegang tangan Kezia yang ada di lantai.
Namun Kezia malah terdiam sambil menundukkan kepala, dan ia juga membalas memegang tangan Johan dengan sangat erat, lalu Kezia langsung menoleh ke Johan dan menatapnya dengan sangat serius. Merela berdua pun saling menatap dan tidak bergerak sedikitpun.
Keringat dingin perlahan mulai mengucur di jidat Johan dan Kezia, dan tangan mereka berdua juga mulai sedikit tremor. Kegugupan sangat terlihat di kedua mata mereka, tapi mereka berdua sama sekali tidak ingin memalingkan mata mereka.
"Jo! Lu dimana?! " Teriak Steven dari dalam kelas.
Teriakan Steven langsung membuyarkan Johan dan Kezia, Kezia langsung berdiri dan pergi ke toilet meninggal Johan yang masih menatap kepergiannya.
"Jo, cepet sini liat Hakeem naik ranked nya! " Teriak Steven yang baru saja melihat ke luar kelas dan langsung melihat Johan sedang duduk di lantai sambil melihat ke arah lorong yang sepi.
"Jo... Lu enggak kesurupan kan?" Tanya Steven yang takut.
"Enggaklah Gila! Awas gua mau liat Hakeem. " Jawab Johan yang langsung beranjak masuk ke kelasnya.
Di kelas para anak cowok sedang ramai-ramai mengerumuni Hakeem, mereka bersorak-sorai kesenangan karena Hakeem baru saja naik ke ranked yang tertinggi di game moba itu.
"Mana coba liat, Kem. " Ucap Johan.
"Nih, Jo! Jago kan gue! "
"Hahaha, gila kalah rank gue sekarang sama lu. " Balas Johan yang sebenarnya pikirannya masih di penuhi oleh Kezia.
Johan tadi tidak sadar, kalau mereka berdua sudah saling bertatapan selama 8 detik.