Indonesia
NovelToon NovelToon
Revenge’S Redemption

Revenge’S Redemption

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Pelakor / Mengubah Takdir / Anak Yatim Piatu / Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nanachan_

Dalam kehidupan yang tampak sempurna, tersembunyi rahasia kelam yang merubah Luna menjadi sosok yang penuh dendam.

Tumbuh dalam kebahagiaan bersama keluarga kecilnya, kehidupan Luna berubah drastis ketika mengetahui perselingkuhan yang dilakukan suaminya dan fakta bahwa ayahnya tercinta tewas bukan karena kecelakaan, namun pembunuhan kejam dan tragis yang melibatkan suaminya.

Terlihat seperti takdir, namun dalam dirinya terdapat keyakinan lain bahwa suaminya selama ini telah menyembunyikan sesuatu! Menghidupi rasa sakit dan kemarahan yang membara, Luna memutuskan untuk menemukan kebenaran di balik tragedi tersebut…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanachan_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pahit

LUNA penuh dengan kemarahan saat mendengar Daniel tiba-tiba membawa pulang Aura, anak mereka, tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Kemudian Luna dan Orion bergegas melajukan mobil dan menuju ke rumah Daniel.

"Jadi, Daniel membawa Aura sekarang?" tanya Orion sekali lagi untuk memastikan.

Luna mengangguk, "iya, dia tiba-tiba membawanya pulang. Mba Ina nggak tau tentang masalah kami, jadi dia taunya hanya Aura dibawa pulang oleh Papanya."

Orion menghela napas disela-sela ia menyetir, "aku akan cepat, kamu tenang saja..."

Luna kemudian terdiam lagi, perjalanan mereka dipenuhi dengan rasa was-was. Luna mencoba menenangkan dirinya sendiri, tetapi amarahnya tak kunjung reda. Orion yang duduk di sampingnya ragu-ragu, tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

Setelah beberapa saat, mereka tiba di rumah Daniel. Luna turun dari mobil dan mengajak Orion untuk masuk bersamanya. "Ayo ikut denganku!"

"Oke!" sahut Orion setuju. Dengan langkah berat, mereka memasuki rumah itu, mencari keberadaan Daniel.

Mencari-cari di rumah yang sepi, Luna merasa semakin gelisah. Hingga akhirnya dia mendengar suara tawa dan candaan di ruang keluarga. Dengan hati yang hancur, Luna berjalan menuju suara itu.

Begitu masuk ke ruang keluarga, pandangannya melihat pemandangan yang memilukan. Daniel sedang bermain bersama Aura, sedangkan di sampingnya, ada Megan.

"Bagaimana, kamu suka?" tanya Megan dengan riang menunjukkan boneka kecil di hadapan Aura.

Aura lalu memeluk boneka yang diberikan oleh Megan itu dan tertawa lebar kepada mereka berdua.

Bahkan Daniel sekarang tidak bisa lagi menutupi kebusukannya. Setelah ia bahkan menangis meminta Luna untuk tidak meminta Daniel menceraikannya, sekarang justru ia dengan gamblangnya menunjukkan keaslian dari wajahnya itu, di depan anaknya sendiri.

Aura tertawa riang, tidak menyadari kekacauan yang ada di antara orang dewasa di sekitarnya.

Luna merasa dunianya runtuh. Hatinya dipenuhi dengan perasaan sakit dan pengkhianatan. Dia berusaha mengendalikan emosinya, tetapi rasa marah dan kecewa tak bisa ditahan lagi. Luna melangkah mendekati tempat Daniel dan Megan sedang bermain dengan bahagianya bersama dengan anaknya.

"Lu-Luna?!" pekik Daniel mengetahui Luna berada disini. "Kamu ngapain ada disini?"

Luna menatap tajam Daniel dan Megan, sambil menahan amarah yang meluap di dalam hatinya. "Ngapain ada disini?!"

Megan memutar bola matanya bosan, "ganggu aja..." gumamnya lirih nyaris tak terdengar.

"Gimana bisa kalian membawa Aura pulang tanpa memberitahuku? Apa Mas Daniel pikir ini adalah cara yang benar untuk bertindak sebagai seorang ayah?"

Daniel terdiam, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan situasi. "Luna, aku—"

"Lalu, apakah benar ini usahamu untuk kita? Untuk Aura? Siapa sih sebenarnya kamu, Mas?!" ucap Luna memotong kalimat Daniel lalu sekali melirik ke arah Megan yang masih berdiri dengan angkuh.

"Aku tahu ini terdengar seperti sebuah keputusan yang tiba-tiba, tapi aku memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya. Aku hanya ingin melindungi Aura."

Luna mengepalkan tangannya dengan erat, wajahnya dipenuhi kemarahan. "Melindungi Aura? Dari apa? Aku yang seharusnya melindunginya dari orang semacam kalian! Dan Mas Daniel tidak bisa mengambil keputusan semena-mena seperti ini."

Sementara itu, Megan berdiri dengan tidak tahu malu di samping Daniel, tidak tampak berusaha untuk menenangkan situasi. "Luna, kita tau yang terbaik untuk Aura. Kita hanya ingin menjaga keamanan Aura, mengingat situasi yang terjadi belakangan ini. Kondisi mentalmu juga sedang tidak baik-baik saja kan, sampai harus menitipkan anak sendiri ke orang lain..."

Luna merasa ingin tertawa mendengarnya, "kondisi mentalku ya? Lalu menurutmu karena apa aku seperti ini?!"

Megan menyembunyikan rasa tidak nyamannya, lalu pandangannya seketika teralihkan kepada seseorang yang berdiri di belakang Luna. Seorang pria tampan berpakaian serba hitam dengan rambut yang acak-acakan namun tetap membuatnya menarik. "Lalu, siapa lagi pria di belakangmu itu?!" tanya sinis Megan.

"Dia bukan urusanmu!"

"Aku bodyguard baru Luna." jawab Orion cepat.

Megan hanya menatap sinis tidak percaya. Kemudian Luna melihat Megan lagi dengan tatapan tajam. "Aku tidak akan pernah membiarkan kamu atau Mas Daniel mengambil alih peranku sebagai ibunya."

"Apa kamu sekhawatir itu?" tantang Megan.

"Sama sekali tidak." Luna pun tidak gentar. Daniel masih berdiri mengamati sesuatu yang berbeda terpancar dari sosok Luna saat ini.

Ia dulu adalah gadis yang dikenal Daniel dengan rambut indahnya, gadis itu sangat lembut dan selalu sabar. Bahkan Daniel pun sempat jatuh cinta dengan pesona itu sebelum kehadiran Megan ada diantara mereka berdua. Namun kini yang Daniel sadari adalah, bahwa Luna telah memotong rambutnya. Dan anehnya, dia tampak jauh lebih cantik saat ini, tapi sayangnya, terasa semakin tidak terjangkau oleh Daniel.

Pesona Luna saat ini terlalu kuat. Daniel bisa merasakan bahwa Luna memang sebenci itu sekarang dengan dirinya, hingga ia memutuskan untuk mengubah penampilannya hampir 180 derajat.

Saat suasana semakin memanas, Orion mencoba menenangkan situasi dengan berbicara lembut, "Luna, lebih baik kita membawa Aura dulu. Aku takut dia kepikiran soal kalian yang bertengkar seperti ini" bisinya kepada Luna.

Luna menghela nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya sendiri sejenak sebelum berjalan ke hadapan Daniel dan Megan. "Aku akan membawanya pulang."

"Tunggu, apa yang kamu lakukan?!" Tangan Megan menghentikan Luna saat ia hendak menyentuh bahu putrinya.

"Aku akan membawa anakku pulang!"

"Tidak bisa! Aura akan bersama kami!" ucap Megan tidak mau kalah.

"Kenapa jadi kamu yang mengaturku?! Lalu, Mas Daniel masih diam saja dengan situasi seperti ini?!" tanya Luna tidak percaya sedikitnya menginginkan pembelaan.

"Maaf, Luna..." Daniel tidak berniat mencegahnya, "memang lebih baik Aura berada disini bersama dengan kami."

"Mamah..." rintih Aura pelan melihat kedua orang tuanya secara bergantian. "Kenapa Mama sama Papa beltengkal?" tanya gadis kecil itu polos menahan kesedihannya.

"Kita nggak bertengkar sayang, maafin Mama yaa..." Luna kemudian berhasil menyentuh bahu putrinya tanpa halangan. "Aura mau pulang bareng Mama?"

Aura menatap Daniel sedih, sebenarnya ia masih ingin lebih lama berada disisi ayahnya, mengingat beberapa hari kebelakang mereka jarang bertemu, namun disisi lain Aura tidak nyaman dengan kehadiran Megan disisi ayahnya itu.

"Aura sayang, malam ini tidur bareng Papa dulu ya... besok kita ke tempat Mama, biar Papa yang antar..." ucap Daniel ikut membujuk Aura.

Luna sedikit geram saat mendengarnya, tidak ada harapan lagi bagi mereka bertahan. Toh Daniel sudah menunjukkan dengan jelas bahwa cintanya selama ini sebenarnya hanya ditujukan untuk Megan saja, bukan kepadanya. Megan yang bediri di samping ikut membujuk Aura.

"Aku maunya tidur baleng Mama sama Papa!" teriak Aura kecil dengan sedih.

Hati Luna terasa teriris saat mendengarnya, "Aura sayang, kamu masih mau main dengan Papa?" tanya Luna akhirnya melunak dengan kalimat putrinya, ia sadar betapa besar keinginannya untuk membawa Aura bersamanya, tapi tetap saja, keputusan itu sebenarnya ada pada diri Aura sendiri.

"Sama Papa ya sayang, biar Mama istirahat dulu hari ini..." ucap Daniel ikut-ikut.

Namun Aura hanya melihat kedua orang tuanya itu secara bergantian dengan wajah polosnya. Tangan Daniel sudah merentang di hadapan anaknya untuk menunggu kedatangan Aura dalam pelukannya. Namun pandangan gadis itu justru teralihkan dengan adanya Orion yang berdiri masih di belakang Luna.

Dengan langkah kecilnya Aura berlari menghampiri Orion. "Aku mau sama Om Ion!" Aura tiba-tiba memeluk dengan erat kaki Orion yang panjang. Pria itu berdiri kaku dan canggung menampilkan giginya yang berderet.

Luna kemudian menghela napas sedikit lega, "kami akan membawa Aura." ucapnya beranjak pergi. Melihat kini Daniel menjatuhkan tangannya dengan kecewa karena putrinya malah memilih pria asing dibandingkan dirinya.

1
Ni Luh Septi
nyesek nggak sih thor
Kiaaflyv 🦋
baru mulai udah pikun 🙈 Luna, luna
Call Me Ju
Eh, baru juga ama bininya😅 emang deh ni laki
Seruni Kasih
Paket lengkap untuk sebutan lelaki durjana bagi Daniel...peselingkuh, penculik, pembunuh, entah apa lagilah...
Seruni Kasih
Huek! Aku tak bisa hidup tanpa kamu? Dasar buaya Lo Daniel!
Seruni Kasih
Bikin kesel ih si Daniel, jgn" dia sekongkol dgn teman lamanya? Bikin penasaran aja.
Seruni Kasih
Ternyata aq salah sangka, kirain Danie suami idaman, setia, romantis, gak tahunya buaya. Gak bisa bayangin gimana perasaan Luna dikhianati sahabatnya sendiri.
Davina Malik
Hayo loh ada lagi kasus pembunuhan apa gak makin rumit ini. usut terus Luna kamu berhak tahu
Davina Malik
Bener Luna kuras aja isinya habiskan untuk bersenang-senang menghibur diri
Davina Malik
Sampai di sini masih berharap Luna jangan buru-buru dengan hatinya. Take your Time Luna, dont be rush. Lukamu terlalu dalam untuk sembuh begitu cepat.
Davina Malik
Nah bener Luna jadi wanita ga boleh menye2 apalagi urusan hati. sat set gini suka dehhh. keep moving forward
Davina Malik
Awas Luna hati yang rapuh mudah dimasuki dan dimanfaatkan. Tetep waspada ya.
Davina Malik
Kesel kalo ada pewaris tahta yang mempermasalahkan gender, Aura harus tunjukkan meskipun cewek dia juga hebat. lanjut
Davina Malik
Hihhh makin-makin deh Daniel ini bikin overthinking aja
lanjut
Davina Malik
Nggak ada yang kebetulan ini pasti udah diatur. Dan lagi-lagi Daniel terlibat.
Davina Malik
Aura yang kek om itu jangan ditiru ya itu tidak bagus sayang
calliga
Lanjut thor mangat ya
Nanachan: Makasiih kak…
total 1 replies
Davina Malik
lo kebanyakan rahasia Daniel, Luna jengah tau gak sih
Davina Malik
wah main tangan! dia yang slengki dia yang KDRT. Tunggu Daniel giliranmu pasti tiba.
Davina Malik
Bisa ya Luna gak jambak Megan, kondisi anaknya yang bikin semua makin rumit.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!