Indonesia
NovelToon NovelToon
Mr. CEO, Fill My Heart

Mr. CEO, Fill My Heart

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / Pelakor / CEO / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cerasiforme

Rainy Rhosella, sudah bersusah payah tampil buruk saat kencan buta dengan lelaki yang dijodohkan oleh kakeknya, ternyata lelaki itu adalah CEO di perusahaan tempatnya bekerja sekarang, dan lagi dia sangat sombong.

Adimas Wiyono, CEO Damian Group yang terkenal dingin dan menyeramkan, terpaksa menerima perjodohan dari kakeknya yang sudah sakit parah, dan ternyata wanita itu adalah calon asisten baru di perusahaannya, membuatnya selalu ingin mempermainkannya.

Apakah Rainy bisa menaklukkan CEO sombong itu ? Dan akankah Adimas bisa membuka hatinya untuk Rainy?

Update tiap hari yaa... Jadi stay tune 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerasiforme, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Side Story 3.9 : Kisah Setelah Pernikahan

Merasa ada yang mengawasi, Umar melihat sekeliling namun tak ada yang mencurigakan, ia terus waspada. Rainy duduk dibangku taman dan menikmati makanannya sambil melihat orang-orang berlalu lalang.

"Ya. Aku hanya percaya dengan apa yang aku lihat" ucap seorang pria pada wanita didepannya. Si Wanita hanya tersenyum remeh.

"Sudah ku duga, seberapa keras aku menjelaskan kebenarannya kau tidak akan percaya padaku" wanita itu mengepalkan tangannya. "Kita akhiri saja sekarang" ucapnya lalu pergi. Sepertinya si pria masih tidak terima dan mengejar wanita itu.

"Hah, kehidupan" gumam Rainy yang tak sengaja menonton drama itu. Mengingatkannya saat dulu masih awal bertemu Adimas. Cara pikirnya masih terlalu impulsif. Jika dipikir, mungkin sudah beberapa kali kejadian seperti itu terjadi, namun ia tetap memilih percaya dengan suaminya. Ia sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukannya seandainya suaminya memang benar-benar melakukan hal yang menjijikkan seperti perselingkuhan.

"Ya sudahlah. Sebaiknya kita pulang" ucap Rainy menyudahi pemikirannya yang ngelantur. Ia pun segera pulang. Namun langkahnya kembali terhenti saat melihat seorang wanita yang dikenalnya tengah duduk di sisi lain taman.

"Melisa?" gumamnya. Ia memberi kode pada Umar agar diam di tempatnya, dan ia ingin melihat lebih dekat apa yang dilakukan Melisa.

Ternyata Melisa bersama seorang pria. Rainy mencoba melihat lebih dekat lagi. Ia sangat mengenal sosok punggung itu, tapi ia mencoba menyangkalnya. Ia meraih ponselnya dan mencoba menelpon suaminya dan orang disamping Melisa mengangkat telponnya. Ia buru-buru menutup teleponnya dan pergi dari sana.

Entah kenapa ia sangat ingin menangis saat ini. Ia langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh Umar segera membawanya untuk menyusul kakak iparnya yang masih di sekolah menjaga putranya.

Ia melihat ponselnya dan ternyata suaminya tidak menelpon lagi. Ia teringat adegan 2 orang random di taman tadi. Dan tiba-tiba saja air matanya sudah menetes. Ia buru-buru mengusapnya, tak ingin ada yang melihat. Bukan saatnya ia seperti itu tanpa tahu kebenarannya. Dan ia tahu pasti suaminya akan menceritakan semuanya padanya.

...****************...

Rainy membuka kamar Melisa, dan ternyata semua barangnya sudah tidak ada. Entah sejak kapan. Ia membersihkannya dan tanpa sengaja menemukan sebuah foto. Entah itu editan atau apa, tapi itu terlihat nyata. Suaminya saat masih SMA dan Melisa yang juga masih SMA tengah berjalan bergandengan tangan dan saling tersenyum. Rainy tersenyum perih.

"Dia tidak dekat dengannya ya?" gumamnya sedih.

Setelah selesai membersihkannya, ia meletakkan foto itu di laci kamar itu dan menuju kamar putranya.

"Mama" panggil Bryan yang ternyata belum tidur. Rainy tersenyum dan duduk disisi Bryan. "Kenapa belum tidur?" tanyanya sambil membelai rambut putranya.

"Aku lupa bilang pada Mama. Tadi Papa menelpon saat mama ke kamar mandi. Papa bilang ada kerja di luar kota selama seminggu" ujar Bryan. Rainy berpikir sebentar. Sangat jarang suaminya mengambil pekerjaan yang diluar kota, dia lebih sering mewakilkannya pada orang kepercayaannya. Apa mungkin ada sesuatu yang buruk hingga ia harus turun tangan.

"Baiklah. Terima kasih sudah mengatakannya. Oh ya, apa Bryan suka di sekolah?"

"Suka. Ada banyak teman disana, Ada Ana, Kevin, Jen (aslinya Zain). Tapi aku tidak satu tempat dengan kak Darren" jelas Bryan dengan semangat. "Kan kak Darren memang lebih tua dari Bryan, dan pelajarannya berbeda".

"Ehe. Nanti aku juga akan masuk ke kelas kak Darren kan?"

"Tentu saja, Bryan harus semangat belajarnya biar bisa masuk kekelas kak Darren"

"Baiklah. Aku akan menjadi anak pintar dan kuat biar bisa melindungi mama seperti papa"

Rainy tersenyum. "Sudah, sekarang waktunya tidur" ia menarik selimut Bryan dan mencium kening putranya itu.

Tadinya ia tak ingin memasukkan Bryan ke sekolah lebih cepat. Tapi setelah ia pikir lebih matang, Bryan memang harus banyak berinteraksi dengan anak-anak seumurannya. Tadinya ia juga sedikit khawatir Bryan tidak akan mudah berteman seperti papanya dulu, tapi ternyata putranya itu lebih mirip dengannya yang lebih mudah bergaul, jadi ia sedikit lega.

Ia kembali ke kamarnya dan melihat ponselnya. Memang ada riwayat panggilan dari suaminya. Namun tak ada pesan lagi. Ia sangat ingin tahu kebenaran tentang apa yang dilihatnya tadi namun sepertinya bukan waktu yang tepat.

...****************...

"Kakek. Apa kakek ingin bertemu kakek Wiyono? Mau ikut aku kesana?" tawar Rainy saat melihat kakeknya tengah asyik menyirami tanaman di samping rumah. Kakeknya meliriknya dan meletakkan selang air tempatnya.

"Ih, apa kakek tidak kangen dengan sahabat tercinta?" goda Rainy.

"Kau ini tidak ada kerjaan ya? Kau begitu mengganggu seperti lalat" kakek Rainy membasuh kakinya dengan air. Rainy tersenyum kecut, "Kalau begitu aku akan terus berdengung di telinga kakek, karena aku memang sedang bosan. Ahahah" Rainy memeluk kakeknya, sudah seperti kembali jadi anak kecil.

"Haih, sungguh tidak biasanya. Apa ada masalah?" tanya kakeknya.

"Masalah? Tidak ada" Rainy bergeming.

"Aku tidak ingin pergi bertemu dengan pria tua itu. Aku bosan mendengar kisah cintanya berulang-ulang sampai aku hafal dan bisa membuat beberapa jilid buku tentang kisahnya itu"

"Hebat sekali kakek. Tapi saat aku mendengar kisah cinta kakek Wiyono memang sangat romantis. Sangat terasa sekali kalau kakek Wiyono sangat mencintai istrinya"

"Ck. Semua keluarga Wiyono itu memang buta karena cinta. Mereka benar-benar orang yang bisa dibodohkan dengan hal itu"

"Eehh, kakek juga mengatai cucu menantu kakek ya? Ih jahat sekali"

"Itu memang fakta. Makanya aku membiarkanmu menikah dengannya, karena tingkat perselingkuhan hampir 0% jadi kau bisa tenang"

"Masih hampir ya" gumam Rainy.

"Kenapa? Jangan bilang si anak nakal itu berani berselingkuh" Kakek Rainy memicingkan matanya.

"Mana mungkin. Jika dia benar-benar melakukannya aku juga akan menghajarnya habis-habisan. Ahahahha" Rainy tertawa keras, namun seperti dibuat-buat.

"Dasar anak nakal. Sebaiknya kau pergi saja, aku ingin ketenangan merawat tanaman ini. Mereka pasti takut mendengar tawamu dan tidak ingin berbunga lagi" usir kakek.

"Kakek kau lebih menyayangi tanamanmu dari pada cucu cantikmu ini ya" Rainy tak habis pikir dengan kakeknya itu.

"Memang. Sudah pergi sana" kakek sungguh-sungguh mengusir Rainy, ia bahkan mengantar Rainy sampai pintu gerbang dan menutupnya.

"Ada apa Nyonya?" tanya Umar yang sejak tadi berjaga di luar. Rainy menatapnya tak bersemangat. "Kakek mengusirku" ucap Rainy lirih.

"Eh?" Umar bingung tak tahu harus mengucapkan apa.

Ponselnya berdering, ia segera mengangkatnya.

"Rho, jika kau tak keberatan aku ingin meminta bantuanmu" ucap Barra di telepon.

"Eh? Kakak? Ada apa?" sangat jarang kakaknya itu meminta bantuan.

...****************...

Kapal pesiar Neptune telah berlayar tadi sejak tadi pagi. Semua tamu undangan juga sudah hadir semuanya. Pelayanan dan fasilitas di sana sungguh mewah dan elegan. Jelas yang mengadakan pesta itu adalah orang kaya.

"Kakak, bagaimana penampilanku?" tanya Melisa yang ternyata juga datang bersama Adimas. Adimas hanya menatapnya sekilas. "Bagus" ucapnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Disisi lain kapal Barra tengah mengobrol dengan beberapa orang kenalannya. "Kak Barra, boleh aku memakai sepatu, rasanya lelah sekali pakai high heels seperti ini" bisik Rainy yang ternyata ikut menemani kakaknya itu, karena memang Elleine sedang tidak enak badan dan memilih dirumah menjaga Darren dan Bryan.

"Hah dasar kau ini. Tahan saja. Jika lelah sebaiknya kau duduk istirahat" jawab Barra. Rainy menyetujuinya dan mencari tempat duduk.

"Kau? Bagaimana kau...?" Rainy tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

1
Its___Kaaa
cemungut ya kathor
diaryouli_: terima kasih sudah mampir /Smirk/
total 1 replies
Diaa
semangat ya kak🤗
diaryouli_: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sophia Aya
lanjut thor
diaryouli_: Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
de eva
👍
Ichakim
Bego emang rainy, kecuali lo operasi plastik dan memalsukan nama baru gak ketahuan 🤣🤣🤣🤣
Ichakim
haha siapa yang ngomong ank pembantu kemarin wkwk
Ichakim
Mampus wkwkwk
Ichakim
Hahaha ketuan banget bohongnya
Ichakim
Whahaha inimah kayaknya taktik doang
deeyaa
semangat
diaryouli_: terima kasih sudah mampir 🥰
total 1 replies
Anis Hasan
lanjut semoga cepat sembuh ka author
°Aryas°
mantab gan! lanjutkan! jan lupa mampir 🐰
diaryouli_: okay, makasii udah mampir 😁
total 1 replies
Ryuu nee
Lanjutkan 😱
diaryouli_: okay 😁👌
total 1 replies
diaryouli_
Yo semangat buat Rainy dan Adimas, kalian pasti bisa meyelesaikannya.
Ryuu nee
Lanjut kaka
diaryouli_: siap... makasih selalu mendukung karya saya 😘
total 1 replies
Anis Hasan
lanjut
diaryouli_: okay 😊👍
total 1 replies
Diana Amalia
wah gercep kali nih😃

mampi juga yuk kak😁
diaryouli_: okay 👌 makasih udah mampir 🤗
total 1 replies
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
semangat terus kak up nya, ceritanya menarik niu
diaryouli_: okay, terima kasih sudah mampir 🤗
total 1 replies
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
wah susah juga kalau posisinya gini ya
diaryouli_: ehehhe
total 1 replies
Anis Hasan
lanjut
diaryouli_: okay siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!